Cara Menghitung PPh 21 Pegawai Tidak Tetap yang Mudah untuk Dicoba

Cara Menghitung PPh 21 Pegawai Tidak Tetap yang Mudah untuk Dicoba

Pajak Penghasilan atau PPh 21 Pegawai Tidak Tetap memiliki penghitungan sendiri. Skema penghitungannya mirip dengan PPh 21 Pegawai Harian Lepas. Lantas bagaimana caranya?

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Pengertian Pegawai Tidak Tetap

Sebelum melangkah lebih jauh, kenali dulu apa yang dimaksud dengan Pegawai tidak tetap. Pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas adalah pegawai yang hanya menerima penghasilan jika bekerja berdasarkan jumlah hari bekerja, jumlah unit pekerjaan yang dihasilkan, atau menyelesaikan suatu jenis pekerjaan yang diminta oleh pemberi kerja.

Istilah yang digunakan bagi penghasilan pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas adalah imbalan atau upah harian, mingguan, atau upah borongan. Sementara itu, upah satuan yang diterima pegawai tidak tetap adalah upah atau imbalan yang dibayarkan berdasarkan jumlah unit output pekerjaan yang dihasilkan. 

Jadilah HR Andal dan Pahami Komponen Penggajian Pegawai Anda Melalui Kursus Online Gratis Bersertifikat di Mekari University

Baca juga: Menghitung PPh 21 Bukan Pegawai Ternyata Tak Sulit, Begini Caranya

Dasar Aturan Pengenaan PPh 21 Pegawai Tidak Tetap

Dasar aturan PPh 21 Pegawai Tidak Tetap adalah Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 102/ PMK.010/2016 tentang Penetapan Bagian Penghasilan Sehubungan dengan Pekerjaan dari Pegawai Harian dan Mingguan serta Pegawai Tidak Tetap Lainnya yang Tidak Dikenakan Pemotongan Pajak Penghasilan. 

Berikut ini ketentuan khusus PPh 21 Pegawai Tidak Tetap:

– Tidak dilakukan pemotongan PPh 21 jika penghasilan sehari belum melebihi Rp 300.000,

– Dilakukan pemotongan PPh 21 jika penghasilan sehari sebesar atau melebihi Rp 450.000 merupakan jumlah yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto,

– Bila pegawai tidak tetap memperoleh penghasilan kumulatif dalam 1 bulan kalender melebihi Rp 4.500.000, maka jumlah tersebut dapat dikurangkan dari penghasilan bruto,

– Rata-rata penghasilan sehari adalah rata-rata upah mingguan, upah satuan, atau upah borongan untuk setiap hari kerja yang digunakan,

– PTKP sebenarnya adalah untuk jumlah hari kerja yang sebenarnya,

– PTKP sehari sebagai dasar untuk menetapkan PTKP yang sebenarnya adalah sebesar PTKP per tahun Rp 54.000.000 dibagi 360 hari,

– Bila pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas tersebut mengikuti program jaminan atau tunjangan hari tua, maka iuran yang dibayar sendiri dapat dikurangkan dari penghasilan bruto.

Ada beberapa ketentuan khusus yang diatur, seperti:

– PPh 21 Pegawai Tidak Tetap atau tenaga kerja lepas yang penghasilannya kurang dari Rp 450.000 per hari tidak dikenakan pemotongan penghasilan,

– Ketentuan penghasilan tidak kena pajak tidak berlaku jika:

  1. Penghasilan bruto dimaksud jumlahnya melebihi Rp 4.500.000 sebulan,
  2. Penghasilan dimaksud dibayar secara bulanan,
  3. Penghasilan berupa honorarium,
  4. Komisi yang dibayarkan kepada penjaja barang dan petugas dinas luar asuransi.

Baca juga: Jangan Bingung, Ini Cara Mudah Menghitung PPh 21 Kenaikan Gaji

Tarif PPh 21 Pegawai Tidak Tetap

Jumlah Penghasilan Harian Penghasilan Kumulatif Sebulan Tarif dan Dasar Pengenaan Pajak (DPP)
< Rp 450.000 < Rp 4.500.000 Tidak Dipotong PPh 21
> Rp 450.000 < Rp 4.500.000 5% x (Upah – Rp 450.000)
< Rp 450.000 > Rp 4.500.000 5% x (Upah – PTKP/360)
> Rp 450.000 > Rp 4.500.000 5% x (Upah – PTKP/360)
< Rp 450.000 > Rp 10.200.000 Tarif pada UU PPh Pasal 17 ayat (1) huruf (a) atau 5%.
> Rp 450.000 > Rp 10.200.000 Tarif pada UU PPh Pasal 17 ayat (1) huruf (a) atau 5%.

Contoh Soal PPh 21 Pegawai Tidak Tetap 

Marini adalah seorang pegawai tidak tetap yang bekerja sebagai pembuat guci keramik. Upah yang dibayar dihitung dari jumlah guci keramik yang diselesaikan. Jumlah bayarannya sebesar Rp 100.000 per guci keramik dan dibayarkan tiap minggu. 

Dalam waktu 1 minggu (6 hari kerja) dihasilkan 30 guci keramik dengan upah sebesar Rp 3.000.000. Berapa PPh 21 upah satuan Marini yang diterima mingguan?

  1. Upah sehari berjumlah Rp 500.000 (Rp 3.000.000 : 6 hari). Sesuai ketentuan, jumlah upah sebesar Rp 500.000 lebih besar ketimbang ambang batas maksimal Rp 450.000 yang tidak dipotong pajak.
  2. Kelebihan kena pajak adalah Rp 500.000 – Rp 450.000 = Rp 50.000
  3. Upah seminggu yang terutang pajak adalah Rp 50.000 x 6 = Rp 300.000
  4. PPh 21 yang dipotong mingguan adalah 5% x Rp 300.000 = Rp 15.000.   

Itulah beberapa hal terkait perhitungan PPh 21 Pegawai Tidak Tetap. Mau lebih praktis? Anda bisa memanfaatkan software payroll atau software HR yang dilengkapi dengan perhitungan PPh 21 sesuai kebijakan perusahaan Anda.

Talenta merupakan salah satu software HR yang bisa menjadi solusi bagi Anda yang ingin menghitung penggajian secara tepat waktu dan dengan perhitungan yang akurat. Sehingga, Anda tidak perlu lagi menghitung komponen dalam PPh 21 secara manual. Tunggu apalagi? Ajukan demo Talenta sekarang!

 


PUBLISHED24 Feb 2020
Wiji Nurhayat
Wiji Nurhayat