Pajak mix atau penghitungan pajak dengan metode mixed seringkali digunakan oleh perusahaan untuk menghitung PPh 21 karyawan. Metode mixed merupakan kebijakan perusahaan terkait remunerasi karyawan dengan mempertimbangkan aspek yang idealnya akan tercantum dalam kontrak kerja. Metode yang digunakan adalah dengan mengombinasikan beberapa metode dalam penghitungan PPh 21. Umunya, perusahaan mengombinasikan beberapa metode penghitungan pajak di bawah ini:

  1. Metode Gross (beban PPh 21 sepenuhnya ditanggung oleh karyawan).
  2. Metode Nett (PPh 21 ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan).
  3. Metode Gross Up (PPh 21 ditanggung perusahaan dengan memberikan tunjangan pajak).

Metode penghitungan pajak mix bertujuan untuk membagi beban pajak antara perusahaan dan karyawan. Maka, dapat ditemukan hitungan pajak PPh 21 yang harus ditanggung perusahaan dan pajak Pph 21 yang harus ditanggung karyawan. Dengan demikian, metode mixed dalam penghitungan PPh 21 bisa menjadi alternatif berbagi beban pajak di perusahaan. Lalu bagaimana ketentuan, contoh kasus, dan cara perhitungannya? Simak rangkuman lengkapnya berikut ini:

Contoh Kasus Penghitungan Pajak PPh 21 dengan Metode Mixed

Berikut uraian contoh kasus penggunaan metode mixed di perusahaan:

  • Kasus 1 (Perusahaan di bidang penjualan produk)
    Perusahaan di bidang penjualan handphone memiliki karyawan di divisi pemasaran  untuk memasarkan produknya. Selain mendapatkan gaji dan tunjangan, karyawan di divisi pemasaran juga akan mendapatkan insentif penjualan. Dalam kontrak kerja, PPh 21 untuk gaji dan tunjangan  akan ditanggung oleh perusahaan dengan memberikan tunjangan pajak secara gross up. Namun, PPh 21 atas insentif penjualan akan dibebankan langsung oleh karyawan di bidang tersebut.
  • Kasus 2 (Perusahaan di bidang jasa konsultan)
    Perusahaan di bidang jasa konsultan manajemen memotong PPh 21 atas seluruh penghasilan karyawan dan membebankannya secara langsung kepada karyawan. Namun, perusahaan memutuskan untuk menanggung PPh 21 atas tunjangan komunikasi karyawan dengan memberikan pajak secara gross up.

Teknis Penghitungan Pajak Mix

Dalam prateknya, perusahaan umumnya akan menggunakan metode gross dan metode gross up dalam penghitungan pajak mix. Salah satu alternatif yang akan digunakan oleh perusahaan adalah dengan memisahkan hitungan pajak yang ditanggung karyawan dan perusahaan. Maka, effort yang dikeluarkan oleh perusahaan akan lebih banyak karena penghitungannya yang tidak cukup dilakukan satu kali. Ada 2 (dua) kondisi sehubungan dengan penghitungan pajak mix, antara lain:

  • Secara umum PPh 21 ditanggung oleh perusahaan, namun ada beberapa jenis penghasilan yang ditanggung oleh karyawan.
    Penghitungan PPh 21 dalam kondisi di atas, maka perusahaan harus melakukan 2 (kali) penghitungan. Penghitungan pertama dilakukan dengan menghitung PPh 21 yang ditanggung perusahaan dengan metode gross up. Dengan metode gross up, perusahaan akan memberikan tunjangan pajak yang jumlahnya sama besar dengan jumlah pajak yang dipotong dari karyawan. Perusahaan dapat langsung mengetahui berapa PPh 21 yang harus ditanggung.Kemudian, penghitungan kedua dilakukan dengan menghitung seluruh PPh 21 atas seluruh penghasilan (baik yang ditanggung perusahaan ataupun karyawan). Penghitungan dilakukan dengan metode gross. Perusahaan akan memasukkan nilai tunjangan pajak yang diperoleh pada penghitungan pertama. Setelah itu, selisih antara PPh 21 penghitungan pertama dan penghitungan kedua adalah PPh 21 yang ditanggung karyawan.
  • Secara umum PPh 21 ditanggung oleh karyawan, namun ada beberapa jenis penghasilan yang ditanggung perusahaan.
    Sama seperti kondisi sebelumnya, kondisi di atas juga membutuhkan 2 (dua) kali penghitungan. Penghitungan pertama dilakukan dengan menghitung PPh 21 atas penghasilan PPh 21 yang ditanggung oleh karyawan melalui metode nett. Penghitungan kedua dilakukan untuk menghitung PPH 21 yang keseluruhannya ditanggung karyawan dan perusahaan. Penghitungan tersebut dilakukan menggunakan metode gross. Perusahaan akan memasukkan nilai tunjangan pajak yang diperoleh dari selisih antara PPh 21 terutang penghitungan kedua dan penghitungan pertama.

Baca juga: Konsep PPh 21 ketika Karyawan di-PHK Perusahaan

Penghitungan PPh 21 pada dasarnya harus tetap menyesuaikan dengan aturan  yang ditetapkan oleh Direktorat Jendral Pajak. Metode di atas hanya salah satu alternatif yang dapat perusahaan lakukan untuk membagi beban pajak. Pada dasarnya, metode mixed diterapkan sesuai dengan logika penghitungan yang dibuat sedemikian rupa agar tidak bertentangan dengan ketentuan perpajakan.

Jika Anda tidak ingin ambil pusing dalam menghitung pajak PPh 21, Anda bisa mempercayakannya pada aplikasi payroll Talenta. Dengan memanfaatkan fitur payroll Talenta, Anda bisa menghitung gaji karyawan beserta potongan pajak PPh 21 secara otomatis. Talenta juga memberikan kemudahan untuk melakukan pembetulan perhitungan pajak daripada perhitungan manual. Jadi, segera daftarkan perusahaan Anda di Talenta sekarang juga dan dapatkan kemudahan dalam mengelola administrasi perusahaan dan karyawan Anda.

 

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
  • Indonesia
  • English
loading