Berikut Penjelasan Lengkap Mengenai Iuran BPJS Kesehatan Terbaru

Berapa besar karyawan harus bayar tarif atau iuran BPJS Kesehatan setiap bulan? Berikut akan diulas oleh Insight Talenta.

Salah satu benefit yang umumnya diberikan perusahaan untuk karyawannya adalah BPJS kesehatan.

Namun, penghitungan iurannya untuk karyawan sendiri memiliki peraturannya sendiri.

Nah, bagaimana penghitungannya yang benar? Simak penjelasannya dalam artikel Insight Talenta berikut ini.

Mengenal Program BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan adalah salah satu program kesehatan pemerintah yang sangat membantu banyak masyarakat untuk mendapatkan akses kesehatan yang biayanya tidak membebani mereka.

Perlu diketahui bahwa kesehatan itu mahal harganya. BPJS Kesehatan sebagai salah satu produk asuransi kesehatan memberikan akses kesehatan dengan iuran bulanan yang terjangkau.

BPJS sendiri merupakan badan hukum publik yang memiliki tugas utama untuk memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Ia beroperasi secara resmi pada bulan Januari tahun 2014. Beroperasinya BPJS Kesehatan sudah diatur di dalam Undang-Undang no. 40 Tahun 2004 yang mewajibkan seluruh warga negara Indonesia untuk memiliki asuransi kesehatan.

Pada Pasal 13 Perpres No. 82 Tahun 2018 terkait Jaminan Kesehatan, perusahaan wajib untuk mendaftarkan karyawannya untuk mengikuti program BPJS Kesehatan di mana iuran per bulan dibebankan kepada karyawan dan perusahaan.

Berapa besar karyawan harus bayar tarif atau iuran BPJS Kesehatan setiap bulan? Berikut akan diulas oleh Insight Talenta.

Bagaimana Penetapan Iurannya?

Secara sederhana, iuran BPJS Kesehatan dibedakan menjadi tiga kategori, yakni untuk pekerja penerima upah (PPU), pekerja bukan penerima upah (PBPU), dan bukan pekerja (BP).

Baik PBPU dan BP memiliki tarif bulanan yang sama yang dibedakan menjadi 3 kelas, yakni:

Kelas I dengan iuran sebesar Rp150.000

Kelas II dengan iuran sebesar Rp100.000

Kelas III dengan iuran sebesar Rp35.000 dengan catatan ada pemberian subsidi dari pemerintah sebesar Rp7.000 sehingga nilai premi sesungguhnya adalah Rp42.000

Penetapan iuran BPJS Kesehatan terbaru ini sudah berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 64 Tahun 2020 tentang Jaminan Kesehatan di mana ketentuan bagi peserta mandiri di atur dalam Pasal 34.

Lalu bagaimana dengan PPU atau tarif BPJS Kesehatan yang berlaku bagi karyawan?

Berdasarkan Perpres No. 64 Tahun 2020, ketentuan iuran untuk PPU tetap dihitung berdasarkan persentase gaji masing-masing karyawan.

Sehingga, semakin besar penghasilan yang dimiliki karyawan, semakin besar pula iuran mereka.

Pemerintah menetapkan bahwa iuran BPJS Kesehatan karyawan adalah sebesar 5% dari gaji yang mereka terima. Skema pembayaran iuran tersebut adalah sebagai berikut:

  • Karyawan membayarkan iuran 1% dari total gaji mereka
  • Perusahaan membayarkan 4% dari total gaji karyawan
  • Penghitungan iuran memiliki maksimal besaran gaji, yakni sebesar Rp12 juta.
  • Batas paling rendah yang sebagai dasar penghitungan adalah UMK/UMP
  • Iuran mencakup 5 anggota keluarga inti yaitu karyawan, suami/istri, dan 3 orang anak
  • Jika ingin menambah anggota keluarga dikenakan tarif atau biaya BPJS Kesehatan tambahan sebesar 1%

Bagaimana jika perusahaan tidak bayar iuran BPJS Kesehatan karyawan? Apa yang akan terjadi?

Tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi membuat banyak perusahaan untuk memangkas keuangannya seperti PHK karyawan, mengurangi gaji, dan juga mengurangi benefit karyawan.

Salah satunya yang sangat mungkin dipangkas adalah iuran BPJS Kesehatan karyawan.

Nah, jika perusahaan menunggak pembayaran iuran, karyawan tidak bisa memperoleh manfaat perlindungan karena status keikutsertaannya nonaktif.

Namun, meskipun karyawan tidak memiliki akses BPJS Kesehatan untuk sementara waktu, perusahaan harus tetap memberikan perlindungan pada karyawan jika mereka hendak berobat, salah satunya melalui fasilitas rawat jalan lewat sistem reimbursement.

Untuk dapat mengaktifkan kembali status BPJS Kesehatan karyawan, paling tidak perusahaan harus membayar tunggakan karyawan di mana paling banyak untuk kurun waktu 24 bulan.

Setelah itu, karyawan wajib membayar denda iuran paling lambat 45 hari sejak status keikutsertaan mereka aktif untuk mendapatkan layanan kesehatan rawat inap.

Bagaimana Menghitung Iuran BPJS Kesehatan Karyawan?

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengetahui gaji pokok karyawan untuk mengetahui besaran iuran yang harus dibayarkan baik perusahaan maupun karyawan.

Setelah Anda mengetahui gaji masing-masing karyawan, ikuti contoh kasus berikut ini.

Gaji pokok Dodi = Rp8.000.000

Tunjangan BPJS yang harus dibayarkan adalah sebagai berikut.

Tunjangan BPJS Kesehatan dari perusahaan: 4% x Rp8.000.000 = Rp320.000

Iuran BPJS Kesehatan yang ditanggung karyawan: 1% x Rp8.000.000 = Rp80.000

Sehingga, total iuran Dodi adalah Rp400.000.

Kemudian, apabila Dodi sudah berkeluarga dan memiliki 4 anak, maka Dodi harus menambah lagi iurannya menjadi 2% agar anak terakhir juga mendapatkan manfaat pelindungan.

Tunjangan BPJS Kesehatan dari perusahaan: 4% x Rp8.000.000 = Rp320.000

Iuran BPJS Kesehatan yang ditanggung karyawan: 2% x Rp8.000.000 = Rp160.000

Sehingga, total iuran Dodi yang terbaru adalah Rp480.000.

Hitung BPJS Kesehatan Karyawan dengan Mudah Menggunakan Talenta

Nah, proses penghitungan gaji karyawan sebetulnya bisa dilakukan dengan lebih mudah jika Anda menggunakan software HRIS seperti Talenta.

Dengan menggunakan software HRIS Talenta yang sudah terintegrasi, Anda tidak perlu lagi menghitung iuran BPJS Kesehatan karyawan secara manual.

Talenta dapat secara otomatis menghitung setiap komponen penggajian karyawan mulai dari absensi, cuti, tunjangan-tunjangan, hingga iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Sehingga mengefisiensi waktu HR dalam proses payroll.

Jika Anda tertarik memanfaatkan software Talenta untuk menyelesaikan masalah pada administrasi HR di perusahaan Anda, Talenta bisa dicoba secara gratis lho.

Yuk, segera daftarkan perusahaan Anda untuk mendapatkan jadwal demonya dengan klik pada gambar di bawah ini.

manajemen personalia

Berapa besar karyawan harus bayar tarif atau iuran BPJS Kesehatan setiap bulan telah diulas oleh Insight Talenta diatas. Semoga bisa berguna untuk Anda.


PUBLISHED13 Jul 2021
Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah


Kelola payroll & administrasi HR jadi lebih mudah, siap kembangkan bisnis lebih cepat

Jadwalkan Demo

Jadwalkan Demo

Jadwalkan demo & konsultasi langsung dengan Talenta

Jadwalkan Demo
Coba Demo Interaktif

Coba Demo Interaktif

Eksplorasi fitur Talenta untuk kebutuhan payroll & administrasi HR

Coba Sekarang
WhatsApp Hubungi sales