Insight Talenta

Simak Ketentuan Jaminan Hari Tua untuk Karyawan

Setiap perusahaan di Indonesia diwajibkan memberikan jaminan sosial sebagai hak bagi karyawan. Pemerintah di Indonesia sendiri telah memfasilitasi jaminan dan perlindungan sosial tenaga kerja melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Perusahaan dapat mengikutsertakan karyawannya ke dalam BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan pada karyawan melalui empat program. Salah satu program tersebut akan dibahas dalam artikel ini, yaitu terkait Jaminan Hari Tua (JHT).
Baca juga: Pelaporan BPJS Ketenagakerjaan dan Fitur Lain dalam SIPP

Ketentuan Umum JHT

Program jaminan ini merupakan jaminan yang bisa diterima oleh karyawan ketika sudah memasuki usia pensiun. Program Jaminan Hari Tua bertujuan untuk menjamin karyawan terdaftar agar menerima uang tunai apabila memasuki masa pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia. Karyawan yang terdaftar akan menerima hasil pengembangan dan juga iuran yang dibayarkan selama menjadi peserta.
Jaminan Hari Tua (JHT) merupakan tabungan dari pendapatan selama karyawan masih aktif bekerja. Setelah karyawan memasuki usia pensiun atau sudah habis masa kerjanya, JHT bisa diambil sekaligus. Namun, jika karyawan meninggal dunia atau cacat permanen sehingga tidak dapat bekerja lagi, JHT juga dapat dicairkan oleh ahli warisnya. Selain itu, JHT dapat diklaim oleh karyawan yang berhenti bekerja karena mengundurkan diri, terkena PHK, atau meninggalkan wilayah Indonesia untuk selamanya.

Besaran Iuran JHT

Iuran JHT dibayarkan sebesar 5,7% per bulan, dimana pembagiannya yaitu 3,7% dibayar perusahaan dan 2% sisanya dibayar oleh karyawan. Oleh karena itu, saat mengelola slip gaji karyawan, hal ini perlu dicantumkan agar dapat diketahui oleh karyawan yang bersangkutan. Selanjutnya, karyawan bisa mengetahui jumlah saldo (JHT) secara real time melalui aplikasi BPJSTKU.
Perusahaan tidak perlu ragu untuk menyosialisasikan program JHT kepada para karyawan. Karena selain dapat menciptakan perasaan aman bagi karyawan dan keluarganya, Jaminan Hari Tua merupakan suatu bentuk apresiasi perusahaan atas kerja keras karyawannya.
Baca juga: Bagaimana Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan? Berikut Prosedurnya

Kewajiban Perusahaan

Secara garis besar, Jaminan Hari Tua dapat dianggap sebagai tabungan atau investasi. JHT ini diterima sesudah karyawan masuk usia pensiun. Penerimaan manfaat pensiun yang diterima secara periodik dapat dilanjutkan oleh ahli waris, seperti janda atau duda, anak, orangtua, sampai mereka melepaskan hak atas manfaat pensiun.
Seluruh perusahaan wajib menyelenggarakan program JHT bagi karyawannya, baik perusahaan berskala kecil, menengah, hingga besar. Baik yang bergerak di sektor formal maupun informal. Namun, untuk usaha mikro tidak diwajibkan untuk mengikuti program JHT.
Proses pendaftaran karyawan sebagai peserta program JHT harus melalui perusahaan. Umumnya bagian HR perusahaan yang berwenang untuk mendaftarkan karyawan serta mengurusi administrasi melalui situs resmi BPJS Ketenagakerjaan. Sebagai wakil perusahaan, tim HR hanya perlu memasukkan email resmi. Setelah itu, perusahaan perlu menyertakan dokumen-dokumen yang diperlukan ke kantor BPJS terdekat. Antara lain NPWP perusahaan, Akta perusahaan, KTP dan KK serta pas foto karyawan.
Perusahaan yang tidak ikut serta di dalam program ini, maka oleh pihak BPJS akan mendapatkan sanksi administratif. Sanksi tersebut berupa teguran secara tertulis, pengenaan denda, dan pemberhentian pelayanan publik tertentu meliputi perizinan terkait usaha, tender proyek, penyedia jasa pekerja atau buruh, dan mendirikan bangunan oleh pemerintah atas permintaan BPJS.
Terlepas dari berbagai manfaat yang didapat oleh perusahaan terkait iuran Jaminan Hari Tua, perusahaan perlu memilih cara termudah untuk mengelola iuran tersebut. Untuk mempermudah perhitungan iuran BPJS Ketenagakerjaan masing-masing karyawan, perusahaan dianjurkan memanfaatkan aplikasi HR.
Aplikasi HR Talenta hadir sebagai solusi untuk perhitungan berbagai iuran berupa komponen penting dalam melakukan perhitungan gaji karyawan. Anda dapat dengan mudah mengelola pemotongan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan melalui Talenta.  Segera gunakan talenta dan rasakan manfaatnya untuk perusahaan anda!
 

 


PUBLISHED09 Sep 2019
Ervina
Ervina