Persiapkan Masa Tua Melalui Program Jaminan Pensiun

Persiapkan Masa Tua Melalui Program Jaminan Pensiun

Jaminan pensiun merupakan hal yang penting dan patut diperhatikan oleh perusahaan. Pensiun dapat diartikan sebagai orang sudah tidak bekerja lagi karena masa tugas telah selesai. Jika tidak bekerja lagi, artinya Anda tidak akan memiliki pemasukan seperti sebelumnya. Tanpa persiapan yang cukup, Anda akan menghadapi kesulitan keuangan saat sudah memasuki usia pensiun, yang mengarah pada penurunan kualitas hidup masyarakat.

Untuk menghindari hal itu, BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan program jaminan pensiun bagi karyawan untuk berjaga-jaga demi kenyamanan di masa tua. Awalnya, usia pensiun yang ditetapkan di Indonesia adalah 56 tahun, tetapi akan bertambah satu tahun setiap tiga tahun berikutnya, hingga mencapai usia 65 tahun. 

Jaminan Pensiun

Jaminan pensiun adalah salah satu program yang ditawarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sejak 1 Juli 2015 lalu, sama seperti pendahulunya, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT). Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2015 Pasal 1 Ayat 1 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun, jaminan pensiun adalah jaminan sosial yang bertujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak bagi peserta dan/atau ahli warisnya dengan memberikan penghasilan setelah peserta memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia. Mereka yang berhak menerima manfaat jaminan pensiun adalah peserta atau ahli waris peserta, yang berupa uang tunai setiap bulannya.

Kepesertaan dan Iuran Program Jaminan Pensiun

BPJS Ketenagakerjaan: Program Beserta Iurannya yang Harus Diketahui Perusahaan

Program jaminan pensiun dapat dinikmati oleh siapa pun yang terdaftar dan sudah membayar iuran, baik karyawan yang bekerja di perusahaan, maupun yang bekerja di perorangan. Peserta harus didaftarkan atau mendaftarkan diri paling lambat satu bulan sebelum memasuki usia pensiun, yakni 57 tahun. Lalu, bagaimana jika seorang karyawan peserta jaminan pensiun berpindah kerja? Karyawan tersebut wajib memberi tahu kepesertaannya kepada penyedia kerja yang baru dengan menunjukkan kartu BPJS Ketenagakerjaan yang sudah dimiliki sebelumnya. Setelah itu, kepesertaannya akan secara otomatis dilanjutkan.

Potongan atau iuran program jaminan pensiun adalah sebesar 3% dari gaji pokok (beserta tunjangan tetap) yang diterima setiap bulannya dengan ketentuan 2 % ditanggung oleh pemberi kerja, sementara 1% ditanggung oleh karyawan. Batas paling tinggi gaji yang ditetapkan sebagai dasar perhitungan adalah sebesar Rp8.512.400. Apabila gaji karyawan lebih dari jumlah itu, maka perhitungannya tetap dianggap 3% dari jumlah tersebut.

Note: Ketahui lebih lengkap tentang BPJS Ketenagakerjaan: Program Beserta Iurannya yang Harus Diketahui Perusahaan

Manfaat Program Jaminan Pensiun

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, program ini memberikan manfaat bagi peserta atau ahli warisnya, yakni sebagai berikut:

1. Manfaat Pensiun Hari Tua 

Manfaat yang berupa uang tunai bulanan dan diberikan kepada peserta yang memenuhi masa iuran minimal 15 tahun atau setara dengan 180 bulan saat memasuki usia pensiun sampai dengan meninggal dunia.

2. Manfaat Pensiun Cacat 

Peserta yang mengalami cacat total akibat kecelakaan sehingga tidak bisa bekerja lagi atau bahkan sampai meninggal dunia akan mendapatkan manfaat yang berupa uang tunai bulanan.

3. Manfaat Pensiun Janda/Duda

Manfaat yang berbentuk uang tunai bulanan dan diberikan kepada janda atau duda yang menjadi ahli waris dan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan hingga meninggal atau menikah lagi.

4. Manfaat Pensiun Anak 

Manfaat berupa uang tunai bulanan yang diberikan kepada anak yang menjadi ahli waris peserta sampai dengan usia anak mencapai usia 23 tahun, atau bekerja, atau menikah.

5. Manfaat Pensiun Orang Tua

Manfaat ini berbentuk uang tunai yang diberikan kepada orang tua (bapak/ibu) yang menjadi ahli waris peserta lajang.

6. Manfaat Lumpsum 

Manfaat ini dihitung dengan formula tertentu berdasarkan akumulasi iuran dan hasil pengembangan.

Demi kenyamanan masa tua yang lebih baik dan penuh persiapan, jangan ragu untuk daftarkan diri Anda ke BPJS Ketenagakerjaan. Caranya sangat mudah,  Anda hanya perlu ke BPJS terdekat dan membawa surat keterangan kerja, KTP serta kartu keluarga, lalu mengisi berkas yang dibutuhkan. Program ini tidak hanya bermanfaat bagi karyawan, namun juga bagi perusahaan.

Mengelola iuran BPJS karyawan memang butuh ketelitian dan waktu yang tidak sedikit. Namun, jangan khawatir.

Talenta menghadirkan berbagai solusi yang akan mempermudah pekerjaan Anda termasuk pengelolaan BPJS karyawan. Ketahui selengkapnya mengenai produk Talenta atau isi formulir untuk mencoba demo gratis Talenta secara langsung. 


PUBLISHED20 May 2020
Poppy
Poppy