Serba-Serbi Keanggotaan Bukan Penerima Upah (BPU) BPJS

Serba-Serbi Keanggotaan Bukan Penerima Upah (BPU) BPJS

Tidak hanya karyawan saja, pengusaha atau perusahaan wajib mendaftarkan diri sebagai peserta program Jamsostek yang diadakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Pada dasarnya, kepesertaan BPJS dikategorikan menjadi tiga, yaitu pekerja Penerima Upah, Bukan Penerima Upah, Jasa Konstruksi, dan Pekerja Migran. Karyawan perusahaan merupakan peserta BPJS Penerima Upah (PU), sedangkan pengusaha merupakan peserta BPJS Bukan Penerima Upah (BPU). 

Kenyataannya, walaupun sudah mendaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, masih banyak yang belum mengenal BPJS PU ini. Artikel ini akan memberikan ringkasan lengkap tentang keanggotaan BPJS PU. Simak selengkapnya di bawah ini!

Siapa Saja yang Termasuk Kategori BPJS BPU?

Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) adalah karyawan yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan atau usahanya. Penjelasan ini terdapat pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 1 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua bagi Peserta Bukan Penerima Upah. 

Kategori BPU meliputi pekerja yang tidak dipekerjakan oleh orang lain dan tidak menerima imbalan upah, yaitu:

  1. Pemberi Kerja, contohnya pengusaha atau pemilik perusahaan. 
  2. Pekerja di luar hubungan kerja atau pekerja mandiri, contohnya pengacara, arsitek, dokter, seniman, dan freelancer.
  3. Pekerja yang tidak menerima upah atau sektor informal, contohnya pedagang, nelayan, petani, sopir angkot, dan tukang ojek.

Note: Ketahui juga bagaimana Ketentuan Pencairan BPJS Ketenagakerjaan untuk Karyawan

Apa Program dan Manfaat BPU?

BPJS Ketenagakerjaan: Program Beserta Iurannya yang Harus Diketahui Perusahaan

Pasal 3 Permenaker menyebutkan bahwa peserta BPJS BPU wajib mengikuti dua program BPJS Ketenagakerjaan, yaitu:

  1. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
  2. Jaminan Kematian (JKM)

Program Jaminan Hari Tua (JHT) dapat diikuti oleh peserta BPU secara sukarela.

Peserta BPU wajib mendaftarkan kepesertaan diri atu secara kolektif melalui wadah atau kelompok tertentu. Wadah tertentu dapat berupa organisasi profesi yang membuat perjanjian kerja sama dengan kantor BPJS setempat. 

Syarat yang harus disiapkan ketika mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS BPU cukup mudah. Pertama memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan yang kedua belum mencapai usia 56 tahun. Pendaftaran dapat dilakukan secara manual di kantor BPJS, dapat juga secara online di bpjsketenagakerjaan.

Bagaimana Cara Mendaftar dan Melaporkan Kepesertaan BPJS BPU?

  1. Mempunyai NIK (Nomor Induk Kependudukan)
  2. Mengisi formulir F1 BPU untuk pendaftaran wadah/Kelompok/Mitra Baru.
  3. Menghubungi Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat, wadah, mitra/Payment Point(Aggregator/Perbankan) yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan.
  4. Pembayaran iuran dapat dilakukan oleh peserta sendiri atau melalui Wadah/Mitra/Payment Point/Aggregator/Perbankan) selama bulanan/3 bulan/6 bulan/1 tahun sekaligus

Jika terjadi perubahan data kepesertaan pada BPJS BPU maka pelaporan dapat dilakukan sendiri ke BPJS terdekat atau melalui wadah/ kelompok tertentu. Diberikan waktu paling lambat 7 hari setelah terjadinya perubahan data.

Jika terjadi kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja yang menimpa peserta BPU, cara tersebut di atas juga berlaku sama. Batas waktu yang diberikan untuk pelaporannya adalah 2 x 24 jam sejak kejadian.

Note: Pusing menhitung iuran BPJS yang suka berubah tahun kian tahun? Gunakan Manajemen Payroll dengan Perhitungan BPJS yang Praktis dan Efisien

Berapa Besaran Iuran untuk Kepesertaan BPJS BPU?

Apa Saja Ketentuan Pencairan BPJS Ketenagakerjaan untuk Karyawan

Berbeda dengan iuran BPJS Penerima Upah, iuran BPJS BPU tidak dihitung dari persentase upah karyawan. Iuran BPJS dihitung dari nominal tertentu yang ditetapkan berdasarkan besaran upah karyawan. 

Menurut PP No. 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program JKK dan JKM, besarnya iuran JKK BPU adalah 1% dari nominal tertentu didasarkan penghasilan. Nominalnya adalah paling sedikit Rp10.000 dan paling tinggi adalah Rp207.000.

Menurut PP No. 46 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program JHT, premi JKM untuk BPJS BPU adalah Rp6.800 setiap bulan. Sedangkan iuran JHT adalah 2% dari nominal tertentu yang didasarkan pada penghasilan. Nominal kisarannya mulai dari Rp20.000 hingga Rp414.000.

Penjelasan selengkapnya terdapat pada tabel di bawah ini:

Program Program Iuran per bulan
JKK 1% dari nominal tertentu yang didasarkan penghasilan.*
Penghasilan ≤ Rp 1.099.000, iuran 1% x Rp 1.000.000 = Rp 10.000.
Penghasilan ≥ Rp 20.200.000, iuran 1% x Rp 20.700.000 = Rp 207.000.
JKM  Rp 6.800
JHT JHT2% dari nominal tertentu yang didasarkan penghasilan.**
Penghasilan ≤ Rp 1.099.000, iuran 2% x Rp 1.000.000 = Rp 20.000
Penghasilan ≥ Rp 20.200.000, iuran 2% x Rp 20.700.000 = Rp 414.000

*Tabel lengkap iuran JKK BPU dapat dilihat di Lampiran PP No 44 Tahun 2015.
**Tabel lengkap iuran JHT BPU dapat dilihat di Lampiran PP No 46 Tahun 2015.

Sebagai pemilik usaha, menghitung iuran BPJS BPU untuk seorang diri bukanlah masalah yang besar. Jauh lebih rumit ketika Anda diminta untuk menghitung ratusan karyawan yang bekerja pada perusahaan Anda. Dibutuhkan ketelitian yang tinggi karena upah masing-masing karyawan bisa jadi berbeda-beda.Pembayaran iuran dapat dilakukan setiap bulan paling lambat tanggal 15, dengan cara perorangan atau melalui wadah/ kelompok tertentu. Anda juga dapat membayar di muka untuk periode 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun. 

Tenang, Talenta dapat membantu Anda menghitung iuran BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan.

Talenta adalah software HR terpercaya di Indonesia yang menggunakan sistem cloud atau komputasi awan. Dengan menggunakan Talenta, perhitungan BPJS akan langsung diotomatisasi dengan anggaran perusahaan. Begitu juga dengan BPJS karyawan, perhitungan langsung selesai dalam sekejap dalam pembayaran gaji di akhir bulan.

Selain payroll, Talenta juga menghadirkan sistem absensi online, pengajuan cuti, lembur, izin dan klaim secara online, hingga masih banyak fitur unggulan lainnya. Kunjungi website Talenta untuk mendapatkan informasi yang lengkap terkait produk-produk unggulan Talenta. Isi formulir untuk bisa mencoba gratis Talenta secara langsung.


PUBLISHED04 Jun 2020
Risna
Risna