Insight Talenta

Cara Mudah Hitung Iuran BPJS Kesehatan untuk Karyawan

Bagaimana cara hitung menghitung tarif iuran BPJS Kesehatan dan juga peraturan BPJS terbaru untuk perusahaan? Simak selengkapnya di artikel Insight Talenta berikut.

Bagi seorang HR, mengetahui cara menghitung iuran BPJS kesehatan adalah hal wajib.

Namun banyak perusahaan terutama divisi HR masih belum mengetahui bagaimana perhitungan biaya BPJS Kesehatan untuk karyawan serta potongannya pada slip gaji.

Hal tersebut karena tarif BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan termasuk sebagai komponen penyusun gaji. HR perlu dibekali pengetahuan mengenai peraturan program BPJS Kesehatan di perusahaan.

Baik BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan, keduanya termasuk ke dalam komponen pengurang gaji karyawan.

Lantas bagaimana perhitungannya? Berikut penjelasannya.

Kemudian di artikel ini nanti juga akan ada penjelasan mengapa aplikasi HRIS seperti Talenta bisa permudah cara hitung tarif BPJS Kesehatan tersebut.

Bagaimana Cara Hitung Tarif BPJS Kesehatan Karyawan?

Sebelum lebih jauh tentang cara hitung iuran BPJS  Kesehatan, perlu Anda ketahui bahwa BPJS merupakan singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Di mana jaminan sosial yang dimaksud adalah jaminan kesehatan dan juga ketenagakerjaan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial.

Secara umum, Jaminan Sosial dibahas dalam Undang-Undang No.24/2011 tentang Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial dan UU No.11/2020 tentang Cipta Kerja.

Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa BPJS menyelenggarakan dua jenis jaminan sosial yaitu di bidang kesehatan dan ketenagakerjaan.

Program dan Tarif BPJS Kesehatan

Bagaimana perhitungan tarif iuran bpjs kesehatan perusahaan untuk karyawan? Berapa potongan bpjs kesehatan pada gaji karyawan? Lalu bagaimana aplikasi HRIS seperti Talenta bisa permudah proses perhitungan bpjs kesehatan tersebut. Temukan semuanya disini.

Sama halnya dengan BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan juga memiliki dasar perhitungan yang harus diketahui oleh pemilik usaha atau HR.

Secara umum, besaran biaya BPJS Kesehatan mandiri dan BPJS Kesehatan perusahaan memiliki beberapa perbedaan. Sebagai permulaan, tarif BPJS Kesehatan terbagi menjadi 3 kelas sebagai berikut:

  • Kelas III dengan iuran Rp42.000 per bulan. Kelas III mendapat subsidi pemerintah sebesar Rp7.000 sehingga peserta hanya membayar iuran sebesar Rp35.000
  • Kelas II dengan iuran Rp100.000 per bulan
  • Kelas I dengan iuran Rp150.000 per bulan

Yang membedakan peserta BPJS Kesehatan mandiri dengan peserta yang didaftarkan perusahaan adalah kelas, di mana karyawan tidak bisa memilih kelas. Kelas ditentukan oleh BPJS Kesehatan berdasarkan gaji karyawan di mana:

  • Karyawan dengan gaji sampai dengan Rp4.000.000 mendapatkan pelayanan kesehatan rawat inap kelas II
  • Karyawan dengan gaji di atas Rp4.000.000 mendapatkan pelayanan kesehatan rawat inap kelas I
  • Karyawan yang mengalami PHK akan mendapatkan pelayanan kelas III

Adapun untuk karyawan, dasar hitung biaya BPJS Kesehatan adalah sebagai berikut:

  • Iuran sebesar 5% dari gaji per bulan di mana 4% ditanggung oleh pemberi upah dan 1% ditanggung oleh penerima upah
  • Komponen perhitungan gaji meliputi gaji pokok dan tunjangan tetap
  • Batas paling tinggi upah sebagai dasar perhitungan adalah Rp12.000.000
  • Batas paling rendah upah sebagai dasar perhitungan adalah Upah Minimum Kabupaten/Kota atau Provinsi (UMK/UMP).
  • Iuran mencakup untuk 5 anggota keluarga penerima (Peserta, pasangan peserta, dan 3 anak peserta)
  • Penambahan anggota keluarga dikenakan iuran tambahan sebesar 1% per kepala

Contoh Kasus Cara Hitung BPJS Kesehatan

Sebagai gambaran sederhana mengenai cara hitung Iuran BPJS bagi karyawan, berikut contoh cara menghitung perhitungan yang meliputi tarif BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Bapak Ali adalah seorang karyawan kantoran yang memiliki seorang anak dan telah bekerja selama 3 tahun dengan total gaji bersih Rp10.000.000.

Berapa besar iuran BPJS yang disetor oleh Bapak Ali dan tempat perusahaan Bapak Ali bekerja? Bagaimana cara hitung juga menghitung tarif iuran bpjs ketenagakerjaan dan kesehatan Bapak Ali?

Komponen Keterangan
Gaji bersih Pak Ali (Gaji pokok + Tunjangan tetap) Rp10.000.000
Iuran BPJS JKP oleh Perusahaan 0,14% dari JKK x Rp5.000.000

= Rp7.000

0.1% dari JKm x Rp5.000.000

= Rp5.000

Jadi iuran JKP Pak Ali sebesar Rp12.000 per bulan.

Iuran BPJS JKK oleh perusahaan Karena terdapat iuran JKP, maka besaran iuran JKK mengalami rekomposisi.

Di mana risiko kerja Pak Ali tergolong sangat rendah (hanya mengendarai transportasi umum) dengan pengenaan tarif 0,24% menjadi 0,1% (hasil dari 0,24% – 0,14%).

Jadi iuran JKK Pak Ali adalah

0,1% x Rp10.000.000 = Rp10.000 per bulan.

Iuran BPJS JKm oleh perusahaan Karena terdapat iuran JKP, maka besaran iuran JKK mengalami rekomposisi.

Di mana risiko kerja Pak Ali tergolong sangat rendah (hanya mengendarai transportasi umum) dengan pengenaan tarif 0,3% menjadi 0,2% (hasil dari 0,3% – 0,1%).

Jadi iuran JKK Pak Ali adalah

0,2% x Rp10.000.000 = Rp20.000 per bulan.

Iuran BPJS JHT oleh perusahaan 3,7% x Rp10.000.000 = Rp370.000 per bulan
Iuran BPJS JHT oleh Pak Ali 2% x Rp10.000.000 = Rp200.000 per bulan
Tarif BPJS Kesehatan oleh Pak Ali 1% x Rp10.000.000 = Rp100.000 per bulan
Iuran Biaya BPJS Kesehatan oleh Perusahaan 4% x Rp10.000.000 = Rp400.000 per bulan

 

Perhitungan Tarif BPJS Kesehatan Karyawan bagi Perusahaan

Kenaikan dari biaya BPJS kesehatan membuat para pemilik usaha harus bekerja lebih keras lagi agar tetap bisa memberikan gaji yang selayaknya kepada karyawan karena potongan iuran BPJS kesehatan perusahaan semakin naik.

Ditambah lagi perhitungan UMR yang juga semakin naik tiap tahunnya membuat pemilik usaha untuk mencari cara lebih kreatif agar bisa membuat bisnis semakin besar dan tetap menggaji karyawan.

Jika Anda adalah pemilik usaha, maka Anda perlu memperhatikan tentang cara menghitung iuran BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan dengan cermat.

Tidak hanya memperhatikan perubahan ketentuan, tetapi juga berdasarkan besaran upah minimum regional yang baru.

Bagaimana Hitung Biaya Program BPJS Kesehatan Perusahaan Untuk Karyawan?

Dimulai dari memahami dan mengetahui pokok perhitungan dan komponennya sesuai peraturan bpjs ketenagakerjaan untuk perusahaan sebagai berikut.

Pokok-Pokok Perhitungan BPJS Kesehatan Karyawan

Berikut adalah pokok-pokok perhitungan BPJS Kesehatan Karyawan:

  • Iuran Tarif BPJS Kesehatan adalah 5% dari upah/gaji
  • Perusahaan menanggung 4% dan karyawan membayar 1% dari upah/gaji
  • Yang dimaksud upah/gaji adalah gaji pokok dan tunjangan tetap
  • Batas paling tinggi upah sebagai dasar perhitungan adalah Rp 12 juta
  • Batas paling rendah upah sebagai dasar perhitungan adalah UMK/UMP
  • Iuran mencakup manfaat untuk 5 orang (karyawan, suami/isteri, 3 anak)
  • Penambahan anggota keluarga dikenakan iuran tambahan 1% per orang

Baca juga: Inilah Aturan Undang Undang BPJS Karyawan dari Pemerintah

Cara Menghitung Potongan BPJS Karyawan untuk UMR Jakarta

Untuk bisa menghitung potongan iuran BPJS Kesehatan perusahaan, Anda harus bisa memahami pokok-pokok perhitungan BPJS Kesehatan yang disebut di atas.

Hal yang perlu dilakukan pertama kali adalah menyesuaikan gaji karyawan dengan UMR yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Selanjutnya adalah menyesuaikan gaji karyawan yang sudah lebih dari UMR. Ini dikarenakan penetapan UMR sesuai dengan standar kebutuhan hidup layak.

Jadi karyawan yang memiliki gaji di atas UMR juga akan mendapatkan kenaikan gaji agar bisa memenuhi kebutuhan pokok.

Setelah itu barulah Anda bisa menghitung potongan iuran biaya BPJS ketenagakerjaan untuk masing-masing karyawan.

Tunjangan BPJS perusahaan: 4% x Rp 6.000.000 = Rp 240.000

Potongan gaji untuk iuran BPJS karyawan: 1% x Rp 6.000.000 = Rp 60.000

Total iuran BPJS: Rp 300.000

Untuk karyawan yang ingin menambahkan anggota keluarga lagi sebagai penerima manfaat jaminan kesehatan, maka potongan gajinya menjadi 2%.

Tunjangan BPJS perusahaan: 4% x Rp 6.000.000 = Rp 240.000

Potongan gaji untuk iuran BPJS karyawan: 2% x Rp 6.000.000 = Rp 120.000

Total iuran BPJS: Rp 360.000

Menghitung iuran BPJS kesehatan perusahaan untuk karyawan memang harus dilakukan dengan cermat apalagi ketika UMR mengalami kenaikan tiap tahunnya.

Penyesuaian harus dilakukan oleh perusahaan agar bisa menggaji karyawan sesuai dengan UMR dan tetap bisa memenuhi kewajiban membayar iuran BPJS kesehatan untuk setiap karyawan yang bekerja di perusahaan.

Selain itu, perusahaan juga harus cermat dalam menilai performa karyawan. Karyawan dengan performa baik tentu layak mendapatkan kenaikan gaji.

Untuk menilai performa karyawan secara komprehensif, perlu penggunaan aplikasi penilaian kinerja karyawan. Sehingga perusahaan tidak salah dalam mengapresiasi performa karyawan.

Cara Hitung Jaminan Kesehatan Lebih Mudah dengan Aplikasi HRIS Talenta

Fitur payroll yang tersedia di dalam aplikasi & software HR dengan sistem HRD terbaik di Indonesia

Nah, itulah cara hitung dasar mengenai potongan iuran Kesehatan.

Dapat dilihat bahwa BPJS Kesehatan sangat bermanfaat untuk karyawan.

Cara hitung BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan sebenernya sederhana, namun dengan jumlah karyawan yang banyak dan latar belakang beragam akan sulit bagi perusahaan atau HRD untuk menghitung potongan iuran-iuran program BPJS.

Untuk lebih mudah dalam mengetahui cara hitung komponen gaji termasuk biaya BPJS, Anda bisa menggunakan software payroll. Salah satunya Talenta.

Dengan software payroll, Anda bisa melakukan penggajian secara otomatis tanpa perlu menghitung komponen satu per satu yang sangat berisiko.

Software payroll Talenta telah memiliki fitur perhitungan atau pemotongan biaya BPJS yang secara otomatis menyesuaikan gaji pokok dan tunjangan tetap karyawan pada perusahaan Anda.

Jadi tidak ada lagi human error atau data komponen gaji yang terlewat saat melakukan penggajian.

Perhitungan BPJS Lebih Mudah Dilakukan Dengan Bantuan Aplikasi HRIS Seperti Talenta

Proses cara menghitung tarif iuran bpjs yang sesuai dengan peraturan bpjs ketenagakerjaan untuk perusahaan ini bisa dikerjakan dengan lebih mudah jika Anda memiliki software payroll yang sudah terintegrasi dengan BPJS Kesehatan seperti pada fitur HRIS Talenta.

Dengan menggunakan software yang sudah terintegrasi, Anda tidak perlu direpotkan dengan melakukan perhitungan manual untuk potongan iuran BPJS Kesehatan.

Software payroll Talenta secara otomatis menghitung gaji setiap karyawan dan menghitung iuran BPJS setiap bulannya dengan otomatis.

Semua detail hitungan juga akan ditulis dalam slip gaji dan tersimpan di dalam software cloud.

Sehingga data akan aman dan tidak mudah hilang ketika dibutuhkan.

Lalu menggunakan software aplikasi payroll dan aplikasi HRIS berbasis cloud juga akan lebih menghemat pengeluaran karena Anda cukup membayar satu aplikasi tanpa harus menyewa SDM yang cukup banyak.

Hal ini memudahkan penggunaan HR system dan memberikan pengelolaan attendance management perusahaan yang lebih optimal.

Jika Anda tertarik dengan Talenta, konsultasikan kebutuhan Anda dan dapatkan demo gratis melalui tautan berikut ini.

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Talenta Sekarang!

Nah, pembahasan mengenai bagaimana cara hitung menghitung tarif iuran BPJS Kesehatan, Ketenagakerjaan, juga peraturan bpjs ketenagakerjaan untuk perusahaan telah diulas Talenta di atas.

Dengan mengetahui cara hitung iuran BPJS Kesehatan, Anda membekali divisi HR untuk menghitung komponen gaji karyawan dengan lebih akurat.

Baca juga: Manajemen Payroll dan Perhitungan BPJS


PUBLISHED24 Jun 2021
Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah