Cara Hitung Iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan Karyawan

Bagaimana cara hitung menghitung tarif iuran bpjs kesehatan, ketenagakerjaan, juga peraturan bpjs ketenagakerjaan untuk perusahaan? Insight Talenta akan mengulasnya di sini.

best payroll application for A Streamlined and Accurate Payroll Management

Bagi seorang HR, mengetahui cara menghitung iuran BPJS kesehatan dan Ketenagakerjaan adalah hal wajib.

Hal tersebut karena iuran BPJS Kesehatan dan ketenagakerjaan termasuk sebagai komponen penyusun gaji.

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Talenta Sekarang!

Baik BPJS Kesehatan maupun ketenagakerjaan, keduanya termasuk ke dalam komponen pengurang gaji karyawan.

Lantas bagaimana perhitungannya? Simak terus artikel dari Insight Talenta, ya!

Apa itu Program BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan? Bagaimana Cara Hitung Tarif Iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan Karyawan?

Sebelum lebih jauh tentang perhitungan iuran BPJS, perlu Anda ketahui bahwa BPJS merupakan singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Di mana jaminan sosial yang dimaksud adalah jaminan kesehatan dan juga ketenagakerjaan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial.

Secara umum Jaminan Sosial, dibahas dalam Undang-Undang No.24/2011 tentang Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial dan UU No.11/2020 tentang Cipta Kerja.

Dimana dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa BPJS menyelenggarakan dua jenis jaminan sosial yaitu di bidang kesehatan dan ketenagakerjaan.

Bagaimana cara hitung menghitung tarif iuran bpjs kesehatan, ketenagakerjaan, juga peraturan bpjs ketenagakerjaan untuk perusahaan?

Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan: Informasi Terlengkap bagi Perusahaan

Program BPJS Ketenagakerjaan

Masih dalam peraturan bpjs ketenagakerjaan untuk perusahaan yaitu Undang-Undang yang sama yaitu No.24/2011 dan kemudian beberapa pasal diubah melalui UU Cipta Kerja.

BPJS ketenagakerjaan menyelenggarakan jaminan berupa:

  1. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK);
  2. Jaminan Kematian (JKm);
  3. Jaminan Hari Tua (JHT);
  4. Jaminan Pensiun (JP); dan
  5. Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Lalu siapa saja peserta penerima program BPJS Ketenagakerjaan?

Kategori Peserta Penerima Jaminan Sosial

Adapun kategori peserta penerima jaminan sosial adalah sebagai berikut:

  • Pekerja Penerima Upah (PU) – pekerja yang bekerja dengan menerima gaji atau upah dari pemberi kerja. Jaminan yang didapat berupa; JKK, JKm, JHT, dan JP.
  • Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) – pekerja yang melakukan kegiatan usaha secara mandiri. Jaminan yang didapat meliputi: JKK, JKm, dan JHT.
  • Jasa Konstruksi, yaitu layanan jasa konsultansi perencanaan pekerjaan konstruksi. Fasilitas yang didapat berupa JKK dan JKm.
  • Pekerja migran, yaitu setiap WNI yang akan, sedang, atau telah melakukan pekerjaan di luar wilayah Republik Indonesia. Fasilitas yang didapat berupa JKK, JKm, dan JHT.

Khusus untuk Jaminan Kehilangan Pekerjaan, siapa pun peserta yang terdaftar pada program jaminan sosial berhak mendapatkan Jaminan Kehilangan Pekerjaan.

Baca Juga : Informasi Lengkap Program BPJS Ketenagakerjaan bagi Perusahaan

Penghitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Berikut dibawah ini akan dibahas mengenai cara hitung menghitung tarif iuran bpjs kesehatan, ketenagakerjaan, juga peraturan bpjs ketenagakerjaan untuk perusahaan dengan lengkap.

1. Jaminan Hari Tua

Jaminan Hari Tua adalah jaminan yang memiliki manfaat dalam bentuk uang tunai dari hasil akumulasi iuran.

Manfaat uang tunai dapat diserahkan apabila peserta memiliki kondisi berikut:

  • Peserta mencapai usia 56 tahun atau pensiun
  • Meninggal dunia yang manfaatnya diberikan kepada ahli waris
  • Peserta cacat total tetap

Nah, berapa iuran Jaminan Hari Tua (JHT)?

Besaran JHT adalah 5,7% dari upah yang diterima oleh peserta dengan catatan pekerja membayar 2% dan perusahaan membayar 3,7%.

Contoh Cara Hitung Perhitungan BPJS Ketenagakerjaan Program JHT

Inah merupakan karyawan yang memiliki gaji pokok Rp5.000.000 per bulan. Maka cara menghitung perhitungan BPJS Ketenagakerjaan program JHT Inah adalah sebagai berikut.

  • Jumlah iuran JHT yang dibayar Inah = 2% x Rp5.000.000 = Rp100.000
  • Jumlah iuran JHT yang dibayar perusahaan Inah = 3,7% x Rp5.000.000 = Rp185.000

2. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Program selanjutnya yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

Program JKK bertujuan untuk memberikan perlindungan risiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja termasuk ketika pekerja dalam keadaan berangkat kerja.

Berbeda dengan JHT, program JKK dihitung berdasarkan risiko pekerjaan yang diklasifikasi sebagai berikut.

Sangat rendah 0,24% dari upah sebulan
Rendah 0,54% dari upah sebulan
Sedang 0,89% dari upah sebulan
Tinggi 1,27% dari upah sebulan
Sangat tinggi 1,74% dari upah sebulan

Tingkat klasifikasi risiko tersebut akan dievaluasi minimal 2 tahun sekali dan iuran program JKK sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan.

Secara lengkap mengenai persentase nilai manfaat terkait program JKK dapat Anda baca melalui PP No.82/2019 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian di sini.

Contoh Cara Hitung Perhitungan BPJS Ketenagakerjaan Program JKK

Mikael bekerja sebagai buruh pabrik bagian operator alat berat yang memiliki risiko sangat tinggi dan digaji Rp5.000.000 per bulan.

Maka iuran yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk program JKK Mikael adalah sebagai berikut:

1,74% x Rp5.000.000 = Rp87.000 per bulan.

Baca Juga : Perhitungan Iuran BPJS Kesehatan Karyawan bagi Perusahaan

3. Jaminan Kematian (JKm)

Sama dengan JHT, program JKm memiliki nilai manfaat berupa uang tunai yang iurannya ditanggung oleh perusahaan secara penuh.

Sebagai catatan, Jaminan Kematian diberikan bagi peserta yang meninggal bukan akibat dari kecelakaan kerja dan telah memiliki masa iuran paling sedikit 3 tahun.

Manfaat uang tunai menurut PP No.82/2019 diberikan kepada ahli waris dengan nilai sebesar:

  • Rp12.000.000 yang diberikan secara berkala selama 24 bulan.
  • Rp20.000.000 diberikan sekaligus.
  • Biaya pemakaman sebesar Rp10.000.000.

Selain itu, anak peserta yang meninggal juga akan diberikan santunan beasiswa yang berakhir atau tidak berlaku lagi ketika anak peserta mencapai usia 23 tahun atau menikah atau bekerja.

Adapun nilai manfaat beasiswa yang diberikan kepada anak peserta program adalah sebagai berikut.

  • Apabila anak berpendidikan TK hingga SD atau sederajat, beasiswa diberikan sebesar Rp1.500.000 per orang/tahun maksimal selama 8 tahun.
  • Tingkat SMP atau sederajat sebesar Rp2.000.0000 per orang/tahun maksimal selama 3 tahun.
  • Tingkat SMA atau sederajat sebesar Rp3.000.000 per orang/tahun maksimal selama 3 tahun.
  • Pendidikan maksimal setingkat S1 sebesar Rp12.000.000 per orang/tahun maksimal 5 tahun.

Lalu berapa iuran untuk program JKm?

Besaran iuran JKm bagi Peserta Penerima Upah sebesar 0,3% dari gaji per bulan sedangkan Bukan Penerima Upah sebesar Rp6.800 per bulan.

Sedangkan bagi pekerja jasa konstruksi sebesar 0.3% dari nilai kontrak yang akan ditambah persentasenya sesuai dengan bertambahnya nilai kontraknya.

4. Jaminan Pensiun (JP)

Program lainnya dari BPJS Ketenagakerjaan adalah Jaminan Pensiun yang dibayarkan baik oleh karyawan maupun pemberi upah dalam hal ini adalah perusahaan.

Nilai manfaat dari program JP adalah ketika peserta pensiun, maka peserta akan mendapatkan sejumlah uang dari hasil akumulasi iuran yang dibayarkan tiap bulannya.

Syarat penerima dari Jaminan Pensiun adalah hanya berlaku bagi Peserta Penerima Upah.

Itu artinya hanya peserta yang bekerja pada instansi tertentu atau bekerja dengan orang lain yang bisa menjadi peserta program JP.

Syarat lainnya adalah peserta harus memenuhi masa iuran selama 180 bulan atau 15 tahun dengan usia pensiun 57 tahun hingga mencapai 65 tahun.

Nah, Besaran iuran JP adalah 3% dari upah pokok dan tunjangan tetap tiap bulan.

Di mana perhitungannya adalah  2% ditanggung oleh pemberi kerja sedangkan 1% oleh pekerja.

Sebagai catatan, perhitungan iuran JP menggunakan batas atas atau tertinggi upah yang diterima. Dimana di tahun 2020 batas atas upah sebesar Rp8.939.700.

Perlu dicatat, batas atas upah akan berubah-ubah setiap tahunnya sesuai dengan Berita Resmi yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik.

Jadi, jika peserta gaji peserta di atas batas upah yang ditentukan, tetap dasar perhitungannya adalah sebesar batas upah yang ditentukan.

Contoh Cara Hitung Perhitungan BPJS Ketenagakerjaan Program JP

Ahmad memiliki gaji Rp10.000.000 per bulan, Bagaimana cara hitung juga menghitung tarif iuran bpjs ketenagakerjaan program JP Ahmad? Maka perhitungan iuran program JP-nya adalah sebagai berikut:

  • Iuran JP yang dibayar perusahaan = 2% x Rp8.939.700 = Rp178.794 per bulan
  • Iuran JP yang dibayar Ahmad = 1% x Rp8.939.700 = Rp89.397 per bulan.

5. Jaminan Kehilangan Pekerjaan

Jaminan Kehilangan Pekerjaan atau JKP adalah program terbaru yang dibahas dalam UU Cipta Kerja.

Besaran iuran JKP sebesar 0,46% dari upah bulanan peserta dengan 0,22% ditanggung oleh pemerintah dan iuran rekomposisi JKK dan JKm masing-masing sebesar 0,14% dan 0,1%.

Rekomposisi yang dimaksud adalah iuran JKK dan JKm akan disesuaikan sesuai dengan iuran yang sudah ada.

Misal, iuran JKK tingkat risiko terendah yang tadinya 0,24% menjadi 0,1% karena 0,14% diambil untuk iuran JKP.

Sama halnya dengan iuran JKm yang tadinya 0,3% menjadi 0,2% akibat dari rekomposisi untuk iuran JKP.

Catatan lainnya, dasar perhitungan upah tidak melebihi batas atas upah yang telah ditentukan dalam PP No.37/2021 untuk pertama kali yaitu sebesar Rp5.000.000.

Nantinya jumlah iuran dan batas atas upah akan dievaluasi setiap dua tahun dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional dan perhitungan kecukupan kewajiban aktuaria.

Baca Juga : Panduan Lengkap BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan

Program BPJS Kesehatan

Setelah membahas program BPJS Ketenagakerjaan, mari bahas tentang program BPJS Kesehatan.

Sama halnya dengan BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan juga memiliki dasar perhitungan yang harus diketahui oleh pemilik usaha atau HR.

Adapun dasar perhitungan iuran BPJS Kesehatan adalah sebagai berikut:

  • Iuran sebesar 5% dari gaji per bulan dimana 4% ditanggung oleh pemberi upah dan 1% ditanggung oleh penerima upah.
  • Komponen perhitungan gaji meliputi gaji pokok dan tunjangan tetap.
  • Batas paling tinggi upah sebagai dasar perhitungan adalah Rp12.000.000
  • Batas paling rendah upah sebagai dasar perhitungan adalah Upah Minimum Kabupaten/Kota atau Provinsi (UMK/UMP).
  • Iuran mencakup untuk 5 anggota keluarga penerima (Peserta, pasangan peserta, dan 3 anak peserta).
  • Penambahan anggota keluarga dikenakan iuran tambahan sebesar 1% per kepala.

Contoh Kasus Cara Hitung Perhitungan BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan

Sebagai gambaran sederhana mengenai cara hitung Iuran BPJS bagi karyawan, berikut contoh cara menghitung perhitungan yang meliputi iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Bapak Ali adalah seorang karyawan kantoran yang memiliki seorang anak dan telah bekerja selama 3 tahun dengan total gaji bersih Rp10.000.000.

Berapa besar iuran BPJS yang disetor oleh Bapak Ali dan tempat perusahaan Bapak Ali bekerja? Bagaimana cara hitung juga menghitung tarif iuran bpjs ketenagakerjaan Bapak Ali?

Komponen Keterangan
Gaji bersih Pak Ali (Gaji pokok + Tunjangan tetap) Rp10.000.000
Iuran BPJS JKP oleh Perusahaan 0,14% dari JKK x Rp5.000.000

= Rp7.000

0.1% dari JKm x Rp5.000.000

= Rp5.000

Jadi iuran JKP Pak Ali sebesar Rp12.000 per bulan.

Iuran BPJS JKK oleh perusahaan Karena terdapat iuran JKP, maka besaran iuran JKK mengalami rekomposisi.

Di mana risiko kerja Pak Ali tergolong sangat rendah (hanya mengendarai transportasi umum) dengan pengenaan tarif 0,24% menjadi 0,1% (hasil dari 0,24% – 0,14%).

Jadi iuran JKK Pak Ali adalah

0,1% x Rp10.000.000 = Rp10.000 per bulan.

Iuran BPJS JKm oleh perusahaan Karena terdapat iuran JKP, maka besaran iuran JKK mengalami rekomposisi.

Di mana risiko kerja Pak Ali tergolong sangat rendah (hanya mengendarai transportasi umum) dengan pengenaan tarif 0,3% menjadi 0,2% (hasil dari 0,3% – 0,1%).

Jadi iuran JKK Pak Ali adalah

0,2% x Rp10.000.000 = Rp20.000 per bulan.

Iuran BPJS JHT oleh perusahaan 3,7% x Rp10.000.000 = Rp370.000 per bulan
Iuran BPJS JHT oleh Pak Ali 2% x Rp10.000.000 = Rp200.000 per bulan
Iuran BPJS Kesehatan oleh Pak Ali 1% x Rp10.000.000 = Rp100.000 per bulan
Iuran BPJS Kesehatan oleh Perusahaan 4% x Rp10.000.000 = Rp400.000 per bulan

 

Itulah perhitungan dasar mengenai potongan iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan.

Sederhana, namun dengan jumlah karyawan yang banyak dan latar belakang beragam akan sulit bagi perusahaan atau HRD untuk menghitung potongan iuran-iuran program BPJS.

Untuk lebih mudah dalam menghitung komponen gaji termasuk iuran BPJS, Anda bisa menggunakan software payroll. Salah satunya Talenta.

Dengan software payroll, Anda bisa melakukan penggajian secara otomatis tanpa perlu menghitung komponen satu per satu yang sangat berisiko.

Software payroll Talenta telah memiliki fitur perhitungan atau pemotongan iuran BPJS yang secara otomatis menyesuaikan gaji pokok dan tunjangan tetap karyawan pada perusahaan Anda.

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Talenta Sekarang!

Jadi tidak ada lagi human error atau data komponen gaji yang terlewat saat melakukan penggajian.

Jika Anda tertarik dengan Talenta, konsultasikan kebutuhan Anda dan dapatkan demo gratis melalui tautan berikut ini.

Nah, pembahasan mengenai bagaimana cara hitung menghitung tarif iuran bpjs kesehatan, ketenagakerjaan, juga peraturan bpjs ketenagakerjaan untuk perusahaan telah diulas talenta diatas.

semoga informasi ini bisa berguna untuk Anda, dan silahkan untuk membagikannya ke sosial media.


PUBLISHED24 Jun 2021
Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah


Kelola payroll & administrasi HR jadi lebih mudah, siap kembangkan bisnis lebih cepat

Jadwalkan Demo

Jadwalkan Demo

Jadwalkan demo & konsultasi langsung dengan Talenta

Jadwalkan Demo
Coba Demo Interaktif

Coba Demo Interaktif

Eksplorasi fitur Talenta untuk kebutuhan payroll & administrasi HR

Coba Sekarang