Insight Talenta

Ketahui Aturan Cuti Karyawan Menurut Undang-Undang

Ketahui Aturan Cuti Karyawan Menurut Undang-Undang

Suatu perusahaan pasti memiliki berbagai aturan yang diterapkan demi kelancaran jalannya usaha. Peraturan terkait pengelolaan karyawan merupakan salah satu peraturan penting dalam sebuah perusahaan. Peraturan ini umumnya terdiri dari beberapa macam, seperti kedisiplinan karyawan, sistem kontrak kerja karyawan, sistem penghargaan dan hukuman, termasuk aturan cuti karyawan, dan lain-lain. Pada artikel kali ini, aturan cuti karyawan yang berlaku di Indonesia akan menjadi bahasan utamanya.
Salah satu hak karyawan yang wajib dipenuhi oleh perusahaan berdasarkan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia adalah cuti. Aturan terkait cuti karyawan pun telah memiliki landasan hukum yang jelas. Sehingga pelanggaran yang terjadi terkait cuti dapat dikenakan hukuman, baik secara pidana maupun secara perdata.

Hak Cuti Karyawan Menurut Undang-Undang

Undang-undang yang mengatur terkait cuti karyawan adalah Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. Dalam Undang-undang tersebut tertulis tujuh jenis hak cuti bagi karyawan yaitu:

  1. Cuti tahunan
  2. Cuti besar
  3. Cuti bersama
  4. Cuti hamil
  5. Cuti sakit
  6. Cuti penting

Cuti Tahunan
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 79 Ayat (2), seorang pekerja berhak atas cuti tahunan sekurang-kurangnya 12 hari kerja dalam satu tahun. Karyawan dapat memperoleh sekurang-kurangnya 12 hari cuti tahunan jika telah bekerja minimal 1 tahun atau 12 bulan secara terus menerus di perusahaan.
Cuti Besar
Secara umum ketentuan cuti diatur oleh undang-undang yang ada dan secara khusus disesuaikan dengan perjanjian kerja yang dibuat. Cuti besar atau yang sering disebut juga istirahat panjang diperuntukkan bagi karyawan yang loyal dimana karyawan tersebut telah bekerja selama 6 tahun di perusahaan yang sama. Cuti besar ini sebaiknya diatur jauh-jauh hari, karena jangka waktunya cukup panjang. Yaitu 1 (satu) bulan dan tentunya perlu memperhatikan pekerjaan yang akan ditinggalkan.
Cuti Bersama
Cuti bersama waktunya telah diatur oleh pemerintah dan cuti tersebut biasanya jatuh pada hari yang kurang efektif. Seperti hari di antara libur, akhir pekan, hari raya besar keagamaan atau peringatan hari besar nasional. Menurut aturan, jika karyawan mengambil libur pada hari cuti bersama, maka cuti tahunannya akan berkurang.
Cuti Hamil
Berdasarkan pasal 82, karyawati yang hamil memperoleh hak istirahat masing-masing selama 1,5 (satu setengah) bulan, baik sebelum dan sesudah melahirkan.
Cuti Sakit
Sesuai yang tertera dalam pasal yang sama dengan cuti hamil, cuti sakit dapat diberikan bagi karyawan yang kondisinya tidak memungkinkan untuk melakukan pekerjaan.  Dimana mereka memerlukan waktu istirahat sesuai dengan jumlah hari yang disarankan oleh dokter.
Cuti Penting
Sedangkan berdasarkan Pasal 93 Ayat (2) dan (4) disebutkan bahwa bahwa hak cuti dengan alasan penting memiliki ketentuan sebagai berikut:

  1. Karyawan menikah: 3 hari
  2. Menikahkan anaknya: 2 hari
  3. Mengkhitankan anaknya: 2 hari
  4. Membaptis anak: 2 hari
  5. Isteri melahirkan atau keguguran kandungan: 2 hari
  6. Suami/isteri, orang tua/mertua atau anak atau menantu meninggal dunia: 2 hari
  7. Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia: 1 hari

Setiap penyusunan aturan terkait hak cuti untuk karyawan harus mempertimbangkan produktivitas perusahaan dan keperluan karyawan secara umum. Sehingga tidak akan mengganggu kinerja perusahaan.

Perbedaan Cuti Karyawan Tetap dan Karyawan Kontrak

Berdasarkan undang-undang yang dijadikan pedoman untuk hak cuti karyawan, tidak secara spesifik disebutkan status karyawan yang memperoleh hak cuti. Sehingga biasanya akan diatur oleh perusahaan dalam surat perjanjian kerja atau kontrak, yang diberikan sebelum karyawan bergabung dalam perusahaan. Jika disepakati, karyawan akan menandatanganinya sebagai bentuk perjanjian antar karyawan dan perusahaan.
Perusahaan perlu memberikan penjelasan lengkap agar karyawan memahami ketentuan yang berlaku pada perusahaan. Sehingga di kemudian hari tidak terjadi kesalahpahaman terkait hak cuti akibat kontrak kurang jelas. Jika perlu ikutkan semua karyawan dalam sosialisasi cuti bagi karyawan baru agar karyawan lama tidak lupa dengan kebijakan ini.
Pengelolaan terkait cuti karyawan perlu dilakukan dengan cermat demi pemenuhan hak karyawan dan kelancaran berjalannya perusahaan. Sebab jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan kerugian bagi kedua belah pihak. Cuti yang dikelola dengan baik juga akan mempertahankan karyawan, sehingga angka turnover rate karyawan juga rendah. Demi pengelolaan yang baik, Talenta hadir untuk membantu perusahaan mengelola hak cuti karyawan.
Talenta merupakan suatu layanan HR terpadu yang bergerak dalam pengelolaan sistem payroll perusahaan. Dengan kemampuan pengolahan payroll yang efektif, Talenta telah menjadi produk yang digunakan oleh banyak perusahaan. Talenta dapat membantu perusahaan mengelola SDM yang dimilikinya dimana salah satu fitur andalannya adalah pengajuan cuti secara online.

Lebih dari itu, anda juga bisa mengatur hak cuti masing-masing karyawan sesuai dengan kebijakan yang dimiliki perusahaan dan perjanjian kerja yang berlaku. Misalnya, kebijakan berupa cuti tahunan sejumlah 12 hari hanya diberikan kepada karyawan yang sudah bergabung selama 12 bulan, atau akan diberikan di bulan keempat karyawan bergabung dengan jumlah 1 hari tiap bulannya. Segera gunakan Talenta dan rasakan manfaatnya untuk perusahaan Anda!


PUBLISHED24 Aug 2019
Ayuna
Ayuna