Bagaimana Cara Menghitung Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Mudah?

Bagaimana cara menghitung BPJS Ketenagakerjaan untuk karyawan? Sebagai HR, penting untuk mengetahui berapa iuran BPJS Ketenagakerjaan karyawan.

Cara menghitung BPJS Ketenagakerjaan pun bukan lah hal yang sulit karena besaran penghitungan iuran sudah diatur di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2013.

Nah, apa sebenarnya BPJS Ketenagakerjaan dan bagaimana cara menghitung BPJS Ketenagakerjaan? Simak selengkapnya di artikel berikut ini.

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Talenta Sekarang!

Mengetahui BPJS Ketenagakerjaan

Sebelum kita mengetahui cara menghitung iuran BPJS Ketenagakerjaan, lebih baik kita mengenal terlebih dahulu definisnya.

BPJS Ketenagakerjaan merupakan sebuah badan yang memiliki tujuan untuk memberikan pelindungan kepada seluruh tenaga kerja di Indonesia.

Layanan ini dulunya bernama Jamsostek atau Jaminan Sosial Tenaga Kerja, kemudian namanya diubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan berdasarkan UU No. 24 Tahun 2011 sejak 1 Januari 2014.

BPJS Ketenagakerjaan memiliki misi yang berfokus pada kesejahteraan tenaga kerja. Sebagai dari bagian program wajib pemerintah, perusahaan wajib untuk mendaftarkan semua karyawannya ke dalam program ini.

Hal ini agar mereka bisa mendapatkan berbagai jaminan sosial yang dapat melindungi mereka.

Berbagai Jenis Program BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan sendiri memiliki berbagai program yang bisa dimanfaatkan oleh para karyawan di Indonesia. Beberapa program tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

JKK adalah program pelindungan dari BPJS Ketenagakerjaan untuk berbagai risiko kecelakaan kerja yang mungkin saja terjadi pada karyawan ketika mereka bekerja.

Misalnya saja kecelakaan kerja saat di pabrik atau ketika karyawan sedang berjalan menuju tempat kerja.

Program Jaminan Hari Tua (JHT)

Salah satu keunggulan dari program JHT adalah pemberian manfaat dalam bentuk uang tunai kepada karyawan.

Cara menghitung BPJS Keteangakerjaan untuk iuran JHT pun mudah.

Jumlah yang diberikan kepada karyawan nantinya berdasarkan akumulasi dari total iuran yang sudah dibayarkan setiap bulan selama karyawan tersebut bekerja ditambah dengan hasil pengembangannya.

Sesuai dengan namanya, uang dari program JHT diharapkan bisa dimanfaatkan oleh karyawan di hari tua nanti.

Meskipun pada kenyataannya karyawan bisa mengambil uang dari JHT ini sebelum memasuki masa pensiun dengan syarat tertentu.

Program Jaminan Pensiun (JP)

Program Jaminan Pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan sudah diatur berdasarkan PP No. 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun.

Tujuan dari program Jaminan Pensiun ini adalah untuk mempertahankan taraf kehidupan yang layak bagi para penerima maupun ahli warisnya.

Program ini akan memberikan jaminan penghasilan setelah para peserta masuk usia pensiun, cacat tetap total, ataupun ketika peserta meninggal dunia. Nantinya, penerima manfaat akan mendapatkan uang setiap bulannya.

Program Jaminan Kematian (JKM)

Jaminan Kematian merupakan manfaat yang didapatkan ahli waris dari peserta program berupa uang tunai.

Uang ini akan diberikan ketika peserta meninggal dunia bukan disebabkan karena kecelakaan kerja dan kepesertaannya masih aktif.

Cara Menghitung Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Bagaimana cara menghitung iuran BPJS Ketenagakerjaan yang benar? Iuran pertama yang akan kita coba hitung adalah Jaminan Hari Tua atau JHT.

Cara Menghitung Iuran JHT

Ketika seorang karyawan mengikuti program JHT dari perusahaan, mereka akan mendapatkan manfaatnya berupa uang.

Uang ini akan diberikan apabila karyawan masuk ke dalam salah satu dari 3 kriteria berikut:

  • Peserta mencapai usia pensiun yakni 56 tahun
  • Peserta meninggal dunia dan akan diberikan ke ahli waris
  • Peserta cacat total secara permanen

Kemudian, besaran iuran JHT adalah sebesar 5,7% dari upah di mana pembayaran iuran ini dibagi antara perusahaan dan pekerja.

Pekerja akan membayarkan 2% sementara perusahaan akan membayar sisa 3,7% iuran tersebut.

Contohnya adalah sebagai berikut:

Tina merupakan seorang karyawan berpenghasilan Rp8.000.000 setiap bulan. Bagaimana cara kita bisa menghitung iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk program JHT Tina?

Iuran JHT Tina = 5,7% x Rp8.000.000

Sehingga iuran yang dibayarkan untuk program JHT Tina adalah sebesar Rp456.000 per bulan dengan rincian sebagai berikut.

Iuran JHT yang dibayarkan Tina sebesar 2% = 2% x Rp8.000.000 = Rp160.000

Iuran JHT Tina yang dibayarkan perusahaan sebesar 3,7% = 3,7% x Rp8.000.000 = Rp296.000

Cara Menghitung Iuran JKK

Salah satu program dari BPJS Ketenagakerjaan adalah Jaminan Kecelakaan Kerja yang akan memberikan karyawan pelindungan risiko kecelakaan yang terjadi saat bekerja.

Besarnya iuran JKK karyawan dilihat dari seberapa besar risiko kecelakaan kerja yang dapat terjadi di mana tingkatannya adalah sebagai berikut.

  • Sangat rendah, 0,24%
  • Rendah, 0,54%
  • Sedang, 0,89%
  • Tinggi, 1,27%
  • Sangat tinggi, 1,74%

Bedanya dengan JHT adalah iuran JKK ditanggung penuh oleh perusahaan karyawan. Lalu, bagaimana cara menghitung JKK yang benar? Berikut contoh kasusnya.

Abdul merupakan seorang karyawan berpenghasilan Rp7.000.000 per bulan dan memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Bagaimana cara HRD menghitung BPJS Ketenagakerjaan untuk program JKK milik Abdul?

1,27% x Rp7.000.000 = Rp88.900 per bulan.

Cara Menghitung Iuran JKM

Program Jaminan Kematian atau JKM adalah program jaminan yang akan memberikan manfaat berupa uang tunai.

Yang berhak mendapatkannya adalah ahli waris peserta program ini apabila ia meninggal bukan karena kecelakaan kerja. Uang yang didapatkan oleh ahli waris besarannya adalah sebagai berikut.

  • Rp12.000.000, santunan berkala
  • Rp20.000.000, santunan kematian
  • Peserta dengan masa iuran minimal 3 tahun akan mendapatkan santunan maksimal Rp174.000.000 serta beasiswa untuk 2 anak dari TK hingga kuliah.

Iuran JKK juga sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan dengan biaya per bulannya sebesar 0,3% dari gaji karyawan per bulan. Contohnya adalah sebagai berikut.

Tora memiliki gaji sebesar Rp9.000.000 per bulan. Kira-kira bagaimana cara menghitung BPJS Ketenagakerjaan untuk program JKM Tora yang harus dibayarkan?

0,3% x Rp9.000.000 = Rp27.000 per bulan.

Cara Menghitung Iuran JP

Ketika karyawan didaftarkan oleh perusahaan pada program Jaminan Pensiun, ia akan mendapatkan uang yang akan dibayarkan setiap bulannya ketika mereka memasuki usia pensiun.

Namun, peserta harus memenuhi masa iuran selama 15 tahun untuk bisa mendapatkan manfaat ini.

Ketika peserta meninggal dunia ketika masih berada di tengah-tengah masa iuran, maka uang pensiun tersebut akan diberikan setiap bulannya pada ahli waris peserta.

Peserta program ini juga mendapatkan uang tunai apabila mengalami cacat total permanen.

Sementara itu, besaran iuran yang dibayarkan peserta untuk program Jaminan Pensiun adalah 3% dari gaji mereka.

Mirip dengan JHT, iuran pembayaran ditanggung baik oleh perusahaan dan juga karyawan, di mana 2% ditanggung perusahaan sementara 1% sisanya ditanggung karyawan.

Bedanya dengan program BPJS Ketenagakerjaan lainnya, cara menghitung iuran Jaminan Pensiun dibebankan dengan maksimal gaji sebesar Rp7.000.000.

Jadi apabila karyawan memiliki gaji di atas Rp7.000.000, maka gajinya tetap dihitung Rp7.000.000. Bagaimana cara menghitung iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk program Jaminan Pensiun ini? Berikut contoh kasusnya.

Paulus memiliki gaji sebesar Rp15.000.000 per bulan, maka cara menghitung BPJS Ketenagakerjaan iuran Jaminan Pensiun darinya adalah sebagai berikut.

  • Iuran JP Paulus = 3% x Rp7.000.000 = Rp210.000 per bulan
  • Iuran JP yang dibayarkan perusahaan = 2% x Rp7.000.000 = Rp140.000 per bulan
  • Iuran JP yang dibayarkan Paulus = 1% x Rp7.000.000 = Rp70.000 per bulan

Itulah tadi cara menghitung BPJS Ketenagakerjaan untuk karyawan. Mudah, bukan?

Cara Menghitung Iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Kelola Hitungan Gaji Karyawan Beserta Komponennya Lebih Mudah dengan Software HRIS

Cara Menghitung Iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Kelola Hitungan Gaji Karyawan Beserta Komponennya Lebih Mudah dengan Software HRIS Talenta.

Namun, ini bukan lah pekerjaan yang mudah untuk HR karena mereka harus menghitung tidak hanya komponen BPJS Ketenagakerjaan saja, tetapi juga komponen-komponen lainnya.

Menjadi semakin sulit karena mereka harus menghitung semua komponen gaji tersebut untuk semua karyawan di perusahaan.

Salah satu cara yang bisa memudahkan penghitungan payroll karyawan adalah dengan menggunakan software HRIS attendance software seperti Talenta yang dapat menghitung payroll secara otomatis.

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Talenta Sekarang!

Dengan fitur Payroll Calculation, komponen gaji karyawan dapat dihitung secara otomatis termasuk iuran BPJS Ketenagakerjaan. Sistem Talenta selalu up to date dengan regulasi terkait jaminan sosial tenaga kerja di Indonesia

Payroll Calculation di Talenta dapat menilai besaran iuran JHT, JKK, JKM, serta JP secara otomatis menyesuaikan dengan peraturan terkini sehingga meminimalisir terjadinya kesalahan hitung.

Tertarik menggunakan Talenta? Anda bisa mencoba fitur Payroll beserta dengan fitur-fitur unggulan Talenta lainnya dengan mencoba demonya secara gratis.

Yuk, segera daftarkan perusahaan Anda dengan klik di tautan berikut ini dan coba Talenta sekarang juga!


PUBLISHED09 Jul 2021
Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah


Kelola payroll & administrasi HR jadi lebih mudah, siap kembangkan bisnis lebih cepat

Jadwalkan Demo

Jadwalkan Demo

Jadwalkan demo & konsultasi langsung dengan Talenta

Jadwalkan Demo
Coba Demo Interaktif

Coba Demo Interaktif

Eksplorasi fitur Talenta untuk kebutuhan payroll & administrasi HR

Coba Sekarang
WhatsApp Hubungi sales