Insight Talenta

UMR adalah Upah Minimum Regional, Apa Bedanya dengan Gaji Pokok?

Apa itu arti hingga bedanya gaji pokok dengan UMR adalah apa? Berapa besaran UMP terbaru saat ini? Pertanyaan terkait upah minimum regional ini akan terjawab di sini.

Secara singkat UMR adalah nominal upah yang diterima karyawan berdasarkan daerah mereka dipekerjakan.

Tentu, UMR memiliki perbedaan dengan gaji pokok. Beberapa perbedaan ini akan terjawab pada tulisan yang ada di blog Insight Talenta berikut.

Memberikan gaji adalah tanggung jawab perusahaan atas selesainya pekerjaan karyawan dalam waktu tertentu.

Nominal gaji yang diterima oleh karyawan terdiri dari beberapa komponen, salah satunya gapok.

Perhitungan gaji karyawan memiliki regulasi yang ketat dan memiliki nilai upah minimum.

Beberapa orang menganggap bahwa gaji pokok sama dengan UMR, padahal keduanya adalah hal yang berbeda.

Agar tidak terjadi kesalahan dalam mengelola sistem penggajian di perusahaan, ada beberapa hal tentang gaji pokok dan UMR yang harus Anda ketahui.

Pengertian Gaji Pokok serta Upah

Gaji memiliki arti sebagai upah yang harus dibayarkan dalam satuan periode tertentu atas hasil pekerjaan yang telah dilakukan oleh seseorang kepada pemberi kerja.

Gaji diberikan oleh pemberi kerja yang umumnya sekali dalam satu bulan.

Biaya tersebut dikeluarkan sebagai imbalan karena karyawan telah melaksanakan kewajiban mereka sesuai dengan perjanjian.

Sementara itu, upah adalah pembayaran atas jasa atau tenaga yang sudah dikeluarkan dalam mengerjakan suatu hal.

Hal ini sudah dijelaskan pada UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003.

Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa upah merupakan hak berupa uang sebagai imbalan pekerjaan yang telah dilakukan karyawan dan dibayarkan pemberi kerja.

Dasar-dasar Penetapan Gaji dan Upah

Berikut adalah dasar penetapan baik gaji maupun upah.

Dasar Penetapan Gaji

Gaji agak sedikit berbeda dengan upah. Nominal gaji yang diberikan perusahaan biasanya ditentukan oleh beberapa faktor.

Faktor-faktor tersebut meliputi UMR, peraturan pemerintah, keahlian tenaga kerja, rata-rata gaji di bursa kerja, hingga kemampuan perusahaan.

Dasar Penetapan Upah

Untuk upah sendiri sudah diatur secara spesifik dalam UU No. 13 Tahun 2003 di mana dalam pasal 89, upah minimum harus bisa memenuhi kebutuhan individu agar mereka dapat hidup dengan layak.

Standar upah minimum sendiri nantinya akan dirumuskan oleh masing-masing gubernur mengikuti rekomendasi dari beberapa pihak seperti pihak pengusaha, pemerintah, serikat buruh, perguruan tinggi, hingga pakar.

Sekilas Mengenai Apa Itu UMR dan UMP

Beda Gaji Pokok Dengan UMR Adalah? Arti UMR atau Apa itu UMR Artinya? Berapa besar UMR atau UMP tahun 2021 di 34 provinsi Indonesia? Pertanyaan ini akan terjawab pada tulisan yang ada di blog Insight Talenta disini.

Di Indonesia mengenal istilah dengan nama Upah Minimum Regional (UMR). Apa itu UMR?

Inilah nilai upah yang harus dipenuhi setiap perusahaan agar karyawan dapat hidup layak di wilayah tersebut.

Upah minimum UMR ini adalah merupakan standar upah paling rendah yang wajib digunakan oleh pengusaha dalam pembayaran gaji pekerja atau karyawan di perusahaan.

Perlu diketahui kalau upah minimum tiap daerah ini tidak sama. Karena setiap daerah di Indonesia memiliki standar UMP yang berbeda-beda tergantung kebijakannya.

Jadinya sebuah hal yang umum jika terdapat perbedaan UMP pada setiap provinsi di Indonesia.

Kemudian November 2021 lalu, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah telah mengeluarkan Surat Edaran No B-M/383/HI.01.00/XI/2021 tentang Penyampaian Data Perekonomian dan Ketenagakerjaan dalam Penetapan Upah Minimum 2022.

Surat edaran ini membahas tentang kenaikan upah 2022 dan memerintahkan semuah gubernur di Indonesia untuk menetapkan upah minimum provinsi atau UMP menyesuaikan PP No. 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Seperti misalnya berapa gaji pokok sesuai UMR Per tanggal 1 Januari 2022?

Disebutkan kalau upah minimum di DKI Jakarta adalah sebesar Rp4.641.854, DI Yogyakarta Rp1.840.915, di Kalimantan Timur Rp3.014.497.

Setiap daerah memiliki nilai yang berbeda karena dipengaruhi oleh standar hidup layak yang berbeda. Mengingat biaya hidup pada tiap daerah juga berbeda-beda.

UMR adalah standar minimum yang digunakan oleh pemberi kerja dalam pengupahan buruh/pekerja.

Tujuan ditetapkannya UMR adalah untuk memastikan supaya para pekerja mendapatkan upah sebagai penghasilan yang layak.

Bagaimana penghitungan standar penghasilan yang layak?

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Pengupahan No 78 Tahun 2015 Pasal 4 menyebutkan bahwa penghasilan layak adalah jumlah pendapatan pekerja dari hasil pekerjaannya sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup pekerja dan keluarga secara wajar.

UMR yang ditetapkan kepala daerah terdiri dari Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Berdasarkan PP Pengupahan, UMK harus lebih besar dari UMP dan upah minimum ini hanya berlaku bagi karyawan dengan masa kerja kurang dari satu tahun.

Baca juga: Cara Menghitung Persentase Kenaikan Gaji Karyawan

Apa itu UMR dan Gaji Pokok?

Apa itu Gaji Pokok? Gaji UMR?

Gaji pokok adalah imbalan dasar yang dibayarkan kepada pekerja berdasarkan tingkat atau jenis pekerjaan.

Besaran gaji  ditetapkan berdasarkan kesepakatan dalam perjanjian kerja atau peraturan perusahaan.

Dalam UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 94 dijelaskan bahwa besaran komponen gaji adalah sedikitnya 75% dari jumlah gaji pokok dan tunjangan tetap.

UMR atau upah minimum regional ini ditetapkan oleh pemerintah, termasuk besaran persentase kenaikan setiap tahunnya.

Sedangkan besaran gapok adalah tergantung dari kebijakan setiap perusahaan.

Baca juga: Pengaruh Kenaikan UMR Terhadap Gaji Pokok Anda

Alasan Mengapa UMR Berbeda-beda Adalah Apa?

Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 7, dijelaskan bahwa besaran UMR berbeda-beda di tiap daerah.

Penentuan arti UMR serta jumlahnya ini ditentukan oleh banyak hal.

Dalam penentuannya, Dewan Perwakilan Daerah atau DPD akan menghimpun data mengenai keberagaman perusahaan, jumlah pekerjanya, devisi dan nilai tambah yang dihasilkan, kemampuan perusahaan dalam membayar karyawan, asosiasi, dan yang terakhir adalah serikat pekerja di daerah masing-masing.

Hal ini semata-mata agar karyawan dapat hidup layak, meningkatkan produktivitas, serta daya beli mereka.

Besaran UMR juga tidak boleh memberatkan perusahaan karena bagaimanapun mereka harus tetap beroperasi dengan efisien dan mampu membayar gaji karyawannya.

Jadi, penetapan UMR akan bergantung pada kemampuan, sifat, serta jenis pekerjaan di tiap perusahaan di masing-masing daerah.

Jika mengacu pada Badan Pusat Statistik, penghitungan UMR yang paling ideal adalah dari inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi.

Dengan cara tersebut, tingkat kesejahteraan karyawan diharapkan dapat tercapai.

Daftar Gaji UMR atau UMP Tahun 2022 di 34 Provinsi Indonesia Adalah Sebagai Berikut

Lalu untuk daftar upah minimum regional UMP Tahun 2022 secara detail untuk acuan gaji pokok karyawan di seluruh provinsi yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut:

UMP 2022 Tiap Provinsi

  • DKI Jakarta: Rp4.641.854
  • Banten: Rp2.501.203
  • Jawa Barat: Rp1.841.487
  • Jawa Tengah: Rp1.813.011
  • Yogyakarta: Rp1.840.951
  • Jawa Timur: Rp1.891.567
  • Kalimantan Utara: Rp3.310.723
  • Kalimantan Timur: Rp2.981.378
  • Kalimantan Tengah: Rp2.992.516
  • Kalimantan Selatan: Rp2.906.473
  • Kalimantan Barat: Rp2.434.328
  • Papua: Rp3.561.932
  • Papua Barat: Rp3.200.000
  • Sulawesi Utara: Rp3.310.723
  • Sulawesi Barat: Rp2.678.863
  • Sulawesi Tenggara: Rp2.710.595
  • Sulawesi Tengah: Rp2.390.739
  • Sulawesi Selatan: Rp3.165.876
  • Gorontalo: Rp2.800.580
  • Bangka Belitung: Rp3.264.884
  • Kepulauan Riau: Rp 3.144.446
  • Riau: Rp2.938.564
  • Aceh: Rp3.166.460
  • Sumatera Selatan: Rp3.144.446
  • Sumatera Utara: Rp2.552.609
  • Sumatera Barat: Rp2.512.539
  • Jambi: Rp2.649.034
  • Lampung: Rp2.440.486
  • Bengkulu: Rp2.238.094
  • Maluku: Rp2.619.312
  • Maluku Utara: Rp2.863.231
  • Bali: Rp2.516.971
  • NTB: Rp2.207.212
  • NTT: Rp1.975.000.

Nah, di atas itu adalah daftar upah minimum regional UMP 2o22 di 34 provinsi yang ada di Indonesia.

Perbedaan Gaji Pokok dan Upah Minimum Regional UMR Adalah Apa Saja?

Perbedaan Gaji Pokok Dan UMR Atau Upah Minimum Regional Adalah Sebagai Berikut

Berdasarkan Pasal 41 PP Pengupahan, arti UMR adalah upah minimum yang bisa terdiri dari upah tanpa tunjangan atau upah pokok termasuk tunjangan tetap.

UMR atau upah minimum regional berlaku di suatu wilayah setelah mendapat persetujuan dari Gubernur.

Ketentuan mengenai Upah Minimum ini adalah didasarkan pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja No 01 Tahun 1999 tentang Upah Minimum.

Dokumen tersebut menyatakan kalau Upah Minimum Regional ini dibedakan menjadi dua yaitu :

  • Upah Minimum Regional Tingkat I (UMR Tk I) atau upah minimum yang hanya berlaku di satu provinsi.
  • Upah Minimum Regional Tingkat II (UMR Tk II) atau upah minimum yang hanya berlaku di daerah kabupaten/kotamadya atau sesuai pada wilayah pembangunan ekonomi daerah atau karena kekhususan wilayah tertentu.

Komponen UMR upah minimum regional bisa terdiri dari gaji pokok saja tanpa tunjangan tetap atau gaji pokok yang sudah termasuk tunjangan tetap untuk karyawan.

Baca juga: Pentingnya Mengetahui 8 Jenis Tunjangan Karyawan

Upah minimum ini biasanya ditinjau selambat-lambatnya setiap 2 tahun sekali, dan ditetapkan dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut:

  • Kebutuhan hidup di suatu daerah
  • Nilai Indeks harga konsumen (IHK)
  • Kemampuan, perkembangan, dan kelangsungan sebuah perusahaan
  • Upah pada umumnya yang berlaku di daerah tertentu dan antar daerah
  • Kondisi pasar kerja saat itu
  • Tingkat perkembangan perekonomian negara dan pendapatan per kapita negara

Dengan demikian, pengertian gaji pokok adalah komponen dari gaji UMR dengan kemungkinan perhitungan sebagai berikut:

  1. Gaji pokok lebih kecil dari UMR, jika besaran UMR adalah Rp3.000.000, maka pekerja menerima gaji sebesar Rp2.500.000 dan tunjangan tetap Rp500.000.
  2. Gaji pokok sama dengan UMR, jika besaran UMR Rp3.000.000, maka pekerja menerima gaji tanpa tunjangan Rp3.000.000.
  3. Gaji pokok lebih besar dari UMR, jika besaran UMR adalah Rp3.000.000, maka pekerja menerima gaji Rp3.500.000.

Hitung Gaji Pokok Karyawan Kini Makin Mudah dengan Talenta

Perusahaan yang menggaji karyawan sesuai dengan UMR upah minimum regional maka harus merevisi upah karyawan setiap tahun menyesuaikan kenaikan UMR yang ditetapkan pemerintah.

Dibutuhkan ketelitian yang tinggi dalam menghitung gaji karyawan karena menyangkut kelayakan hidup keluarganya.

Agar terbebas dari kesalahan dalam sistem penggajian perusahaan, Anda dapat menggunakan bantuan software penggajian Talenta.

Talenta HRIS adalah salah satu software penggajian terbaik di Indonesia yang memiliki fitur payroll lengkap.

Mulai dari gaji pokok, bonus hingga hitungan PPh 21.

Selain menyediakan fitur dengan sistem payroll, Talenta juga memiliki banyak fitur unggulan dan terintegrasi dengan absensi mobile karyawan online, cuti dan lembur serta tunduk pada peraturan pemerintah terbaru.

Cari tahu selengkapnya mengenai informasi produk Talenta HRIS di website Talenta.

Atau jika Anda tertarik untuk menggunakan Talenta, Anda bisa isi formulir berikut ini untuk coba demo gratis Talenta secara langsung.

Anda juga bisa jadwalkan demo Talenta dengan Tim Sales kami jika ingin mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai produk Aplikasi HR Talenta.

hitung gaji karyawan makin mudah dengan Talenta

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!

Nah, sekarang beberapa pertanyaan berikut sudah terjawab setelah membaca artikel diatas sampai selesai.

Semoga informasi terkait penjelasan apa itu beda gaji pokok dengan UMR atau upah minimum regional ini bisa berguna untuk Anda yang memerlukannya.

Jangan lupa untuk dibagikan di sosial media ya.


PUBLISHED15 Nov 2022
Risna
Risna