Insight Talenta

Berikut Contoh dan Penjelasan Kontrak Kerja Karyawan PKWT, PKWTT, serta Freelance

Ada banyak contoh surat perjanjian, contoh kontrak kerja karyawan tetap swasta yang bisa Anda termukan di blog Insight Talenta di sini. Dibahas juga perbedaan, definisi, jenis dan fungsi dari masing masing contoh surat perjanjian kontrak kerja karyawan swasta atau freelance.

Bagi Anda yang bekerja di bidang HR, mencari contoh kontrak kerja karyawan di internet mungkin pernah Anda lakukan.

Kontrak kerja karyawan sendiri merupakan bagian penting dari dokumen perjanjian kerja yang harus ditandatangani oleh calon karyawan baru dan perusahaan.

Kontrak kerja tersebut kemudian akan mengikat kedua belah pihak selama periode waktu tertentu.

Agar Anda bisa membuatnya dengan baik dan bisa dimengerti oleh kedua belah pihak, Anda perlu memahami dan mencari tahu contoh kontrak kerja karyawan yang bisa Anda gunakan.

Berikut ini adalah beberapa jenis kontrak kerja karyawan dapat menjadi acuan untuk Anda.

Pengertian Surat Kontrak Kerja Karyawan

Sebelum Tanda Tangan Kontrak Kerja, Perhatikan Hal Berikut!

Sebenarnya, apa sih definisi lengkap dari kontrak kerja karyawan?

Sederhananya, kontrak kerja merupakan perjanjian tertulis antara karyawan dengan perusahaan yang memuat syarat-syarat kerja, hak, serta kewajiban karyawan selama masa jabatan.

Dalam prakteknya, perusahaan wajib memberikan kontrak kerja kepada calon karyawan sebelum pekerjaan mereka dimulai.

Di dalamnya, kontrak kerja akan memuat dengan jelas hak serta kewajiban karyawan dari perusahaan yang dibuat sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan di Indonesia.

Tidak hanya itu, di dalamnya juga mencantumkan peraturan kerja yang harus dipatuhi karyawan selama bekerja di perusahaan.

Hal ini sudah diatur berdasarkan Undang-undang No. 13/2003 pasal 52 ayat 1 tentang Ketenagakerjaan yang mengatakan bahwa perjanjian kerja harus dibuat atas dasar:

  1. Kesepakatan dari kedua belah pihak
  2. Kemampuan atau kecakapan melakukan perbuatan hukum
  3. Adanya pekerjaan yang diperjanjikan.
  4. Pekerjaan yang diperjanjikan tersebut tidak bertentangan dengan ketertiban umum, kesusilaan dan peraturan Undang-Undang yang berlaku.

Fungsi Surat Kontrak Kerja Karyawan

Selain sebagai catatan atau bukti resmi perekrutan karyawan, surat kontrak kerja juga memiliki berbagai fungsi lainnya. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Persetujuan antara karyawan dan pemberi kerja
  • Mencantumkan hak serta kewajiban antara karyawan dan pemberi kerja
  • Pegangan agar kedua pihak menjalankan hak serta kewajibannya
  • Pedoman dasar jika terjadi pelanggaran baik dari sisi pemberi kerja maupun karyawan
  • Mempermudah penyelesaian masalah

Komponen-Komponen yang Terdapat pada Surat Kontrak Kerja Karyawan

Ketika karyawan dan perusahaan sudah menyepakati serta menandatangani surat kontrak kerja, surat tersebut nantinya akan menjadi landasan terjalinnya hubungan kerja antara keduanya.

Untuk itu ketika Anda hendak membuat contoh surat kontrak kerja yang benar, Anda perlu memperhatikan apa saja komponen yang terdapat di dalamnya.

Jika kita mengacu pada pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, terdapat 9 unsur yang harus ada di dalam surat kontrak kerja karyawan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Nama, alamat perusahaan, serta jenis usaha
  • Nama, jenis kelamin, umur, dan alamat karyawan
  • Jabatan karyawan atau jenis pekerjaannya
  • Tempat bekerja
  • Besaran gaji karyawan serta pembayarannya
  • Hak dan kewajiban pengusaha dan karyawan
  • Jangka waktu berlakunya perjanjian kerja
  • Tempat dan tanggal perjanjian kerja dibuat
  • Tanda tangan pihak yang disebut dalam perjanjian kerja

Semua unsur tersebut merupakan hal yang biasa ada dalam contoh surat kontrak kerja yang umum digunakan di perusahaan. Selain itu, HR juga perlu memperhatikan beberapa hal berikut ketika membuat kontrak kerja.

Jabatan dan Lingkup Kerja Karyawan

Jabatan yang dimiliki seorang karyawan tentunya memiliki lingkup kerja serta tanggung jawab yang berbeda-beda. Sudah merupakan tugas HR untuk memastikan jabatan serta lingkup kerja mereka sudah sesuai dengan deskripsi dan menuliskannya di dalam surat kontrak kerja.

Meski dalam interview HR sudah menjelaskannya pada calon karyawan, namun hal ini perlu dituangkan kembali dalam kontrak kerja. Ini bertujuan agar karyawan dapat memikirkan kembali sebelum memutuskan untuk menandatangani surat kontrak kerja tersebut.

Rincian Upah serta Kompensansi

‍Gaji merupakan hal penting lainnya yang harus dimasukkan dalam surat kontrak kerja, termasuk rincian komponen gaji serta tunjangan yang akan diterima oleh karyawan kelak.

HR harus memastikan bahwa gaji yang tertulis di dalam surat kontrak kerja ditulis secara rinci, termasuk komponen, bonus, gaji kotor, hingga take home pay yang akan diterima karyawan.

Masa Kontrak Kerja serta PHK

‍Bagi karyawan yang kontraknya merupakan PKWT atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, hal ini merupakan hal yang penting di dalam surat kontrak kerja.

HR perlu memastikan kapan tanggal ia mulai serta berakhirnya masa kerja dan mencatatnya dengan jelas pada surat kontrak kerja.

Ini agar baik HR dan karyawan dapat tahu kapan kontrak kerja berakhir dan HR dapat memutuskan apakah akan melanjutkan kontrak kerja atau menyudahinya sebelum melewati tanggal terakhir ia kerja. Kemudian, kebijakan terkait apa saja yang menyebabkan PHK juga perlu dicantumkan dengan jelas.

Pelanggaran serta Sanksi

Kontrak kerja harus berisikan hak serta kewajiban yang harus dipenuhi oleh karyawan. Termasuk apabila kewajiban tersebut tidak dapat dipenuhi. Perusahaan akan mencantumkan apa saja sanksi yang akan diterima karyawan.

Ini agar karyawan memahami dengan pasti batasan-batasan yang tidak boleh ia langgar di dalam perusahaan.

Status Karyawan, Jam Kerja, Cuti, dan Hak Lainnya

‍Dalam contoh surat kontrak kerja, HR juga perlu mencantukan dengan jelas status karyawan, jam kerja, serta kebijakan cuti di perusahaan. Misalnya, apakah karyawan merupakan karyawan kontrak atau karyawan di masa percobaan.

Jam kerja perlu dicantumkan agar karyawan mengetahui kapan jam masuk kantor yang berlaku. Sementara prosedur cuti juga perlu dijelaskan sehingga karyawan mengetahui berapa jatah cuti yang bisa ia ambil dan kapan ia mendapatkan hak cutinya.

Jenis-jenis Kontrak Kerja Karyawan dan Contoh Surat Perjanjian Kerja Karyawan

Beberapa perusahaan biasanya menerapkan sistem kontrak kerja untuk para karyawannya sebelum mereka ditetapkan menjadi karyawan tetap.

Untuk karyawan kontrak, Indonesia menerapkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu atau PKWT.

PKWT adalah perjanjian kerja dengan waktu yang sudah ditetapkan dan hanya boleh diperpanjang selama dua kali.

Sementara itu untuk karyawan tetap, Indonesia memiliki Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu atau PKWTT.

Biasanya, karyawan akan diberikan masa percobaan tiga bulan sebelum benar-benar ditetapkan sebagai karyawan tetap.

Baca Juga: 5 Perbedaan Karyawan Outsourcing dan Karyawan Kontrak

Contoh Kontrak Kerja Karyawan Kontrak (PKWT)

contoh kontrak kerja karyawan pkwt

Ketika perusahaan hendak membuat kontrak kerja kepada karyawan yang statusnya karyawan kontrak, perusahaan tersebut menggunakan PKWT.

Ketentuan ini sudah berdasarkan dengan Keputusan Menteri Tenaga kerja dan Transmigrasi No. 100/MEN/IV.2004, di mana definisinya adalah perjanjian kerja antara pekerja dengan perusahaan untuk mengadakan hubungan kerja dalam waktu tertentu atau untuk pekerja tertentu.

Di dalamnya, PKWT ini nantinya akan berisi tentang jangka waktu kontrak kerja, hak dan kewajiban kedua pihak, jabatan, fasilitas yang didapat, gaji, employee benefit, tunjangan karyawan, serta ketentuan lainnya.

PKWT hanya bisa dibuat untuk jenis pekerjaan tertentu. Menurut Pasal 59 ayat 1 UU Ketenagakerjaan, berikut adalah beberapa pekerjaan yang bisa menggunakan PKWT:

  • Pekerjaan yang hanya selesai dalam sekali waktu, maksimal waktu penyelesaiannya 3 tahun;
  • Pekerjaan yang hanya akan ada secara musiman; atau
  • Pekerjaan yang berkaitan dengan suatu produk dan kegiatan baru atau adanya produk tambahan namun masih dalam proses percobaan.

Di dalam undang-undang, perusahaan dilarang membuat PKWT untuk jenis-jenis pekerjaan yang sifatnya tetap.

Misalnya saja, Anda ingin merekrut karyawan sebagai tim business development, Anda tidak bisa menggunakan PKWT karena posisi jabatan ini sifatnya tetap di perusahaan.

Untuk durasinya sendiri, PKWT memiliki waktu maksimal selama 2 tahun dan hanya boleh diperpanjang satu kali dengan jangka waktu 1 tahun.

Namun, kerap kali perusahaan lupa dengan masa akhir karyawan kontrak yang akan habis.

Sehingga terkadang, baru diperpanjang apabila telah melewati batas waktu yang seharusnya.

Software HRIS Talenta memiliki fitur ESS atau Employee Self-Service di mana user dari karyawan tersebut bisa mendapat email pemberitahuan terkait masa kontrak atau probation yang akan habis.

Dashboard software HR Talenta by Mekari pada desktop dan mobile

Sehingga, karyawan tersebut bisa segera diperpanjang kontraknya atau diangkat statusnya menjadi karyawan tetap berdasarkan hasil evaluasi.

Pada menu Dashboard Talenta, perusahaan juga bisa melihat status karyawan serta periode habis probation dan kontraknya.

Sehingga perusahaan akan tetap up to date terkait status semua karyawannya.

[DOWNLOAD TEMPLATE PKWT DI SINI]

Baca Juga: Karyawan Tetap vs Karyawan Kontrak, Mana yang Terbaik?

Contoh Surat Perjanjian Kontrak Kerja Karyawan Tetap (PKWTT)

Contoh surat perjanjian kerja karyawan tetap swasta PKWTT

Jika Anda ingin membuat kontrak kerja untuk karyawan tetap Anda, maka Anda bisa membuat PKWTT. Untuk contoh surat perjanjian kerja karyawan tetap swasta salah satunya seperti diatas.

Pengertian PKWTT sendiri dapat mengacu pada Pasal 1 angka 2 Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor KEP. 100/MEN/VI/2004 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Kerja Waktu Tertentu, yakni perjanjian kerja antara pekerja dengan pengusaha untuk mengadakan hubungan kerja yang bersifat tetap.

PKWTT sendiri sebenarnya dapat dibuat baik secara tertulis maupun lisan. Ini berbeda dengan pembuatan PKWT yang hanya bisa dibuat secara tertulis dan harus dicatatkan pada dinas ketenagakerjaan.

[DOWNLOAD TEMPLATE PKWTT DI SINI]

Baca Juga: Keuntungan Menggunakan Karyawan Kontrak

Contoh Kontrak Kerja Karyawan Freelance

Untuk karyawan freelance, mungkin agak berbeda dengan contoh surat perjanjian kontrak kerja karyawan tetap swasta.

Bahkan bagi pekerja freelance, tidak jarang kesepakatan antara mereka dengan klien terjadi hanya melalui WhatsApp atau email.

Namun, metode yang hanya mengandalkan komunikasi tidak resmi ini akan menyulitkan kedua belah pihak dan berisiko menyebabkan masalah di kemudian hari.

Maka dari itu, untuk melindungi freelance, perusahaan yang baik harus juga membuat kontrak kerja.

Pada dasarnya, perusahaan dapat menggunakan PKWT untuk membuat kontrak kerja dengan freelance.

Namun, yang membedakan adalah periode kontraknya lebih sedikit.

Umumnya selama 3 bulan atau 6 bulan, untuk kemudian diperpanjang kembali jika masanya hampir habis.

Baca Juga: Serba-Serbi Karyawan Kontrak dan Perjanjian Kerja

Komponen yang Terkandung dalam Surat Perjanjian Kontrak Kerja Karyawan Tetap Atau Tidak Tetap

Sebelum Anda membuat kontrak kerja karyawan, ada beberapa kriteria atau persyaratan yang harus dimuat di dalam kontrak tersebut. Berikut adalah persyaratannya.

1. Menerangkan pemberi kerja serta karyawan

Sebagai awalan, dalam surat kontrak kerja antara karyawan dan perusahaan, pastinya kedua belah pihak harus disebutkan nama, alamat, serta jabatan masing-masing dengan jelas.

Jangan lupa juga untuk menuliskan hari dan tanggal kontrak tersebut dibuat.

2. Menjelaskan status, tugas, serta tanggung jawab pelamar kerja

Bagian ini akan berisi tentang status pekerjaan calon karyawan, penempatan posisi, serta apa saja yang akan menjadi tanggung jawabnya saat bekerja.

3. Masa berlaku pekerjaan

Pada bagian ini, kontrak kerja karyawan akan berisi tentang seberapa lama karyawan tersebut akan bekerja.

Bagian ini lebih dikhususkan untuk karyawan kontrak maupun freelance.

4. Gaji yang akan diterima

Pada bagian ini, perusahaan harus menjelaskan besaran gaji yang akan diterima oleh karyawan serta waktu pembayarannya.

5. Kesepakatan

Kesepakatan maksudnya adalah rasa sukarela di antara kedua pihak yang menyepakati kontrak kerja.

Kesepakatan ini harus dibuat bukan atas dasar paksaan ataupun penipuan.

Di dalamnya termasuk besaran imbalan yang diterima, prosedur misalnya terjadi pengunduran diri atau pemecatan, hingga apabila terjadi force majeur.

6. Tanda tangan kesepakatan

Setelah semuanya dibuat, kedua belah pihak harus menandatangani kontrak kerja tersebut.

Tanda tangan dilakukan di atas materai untuk memperkuat kontrak kerja secara hukum.

Sehingga, apabila ada salah satu pihak yang melakukan pelanggaran, pihak lainnya tidak akan dirugikan.

Kontrak kerja ini harus ditandatangani oleh karyawan maupun perusahaan tanpa adanya paksaan.

Pengelolaan kontrak kerja tiap karyawan dilakukan oleh HR, penting untuk HR update status karyawan yang akan habis kontrak.

Kini sudah hadir aplikasi absensi online berbasis android dan macOS yang terintegrasi dengan database karyawan.

Sehingga jika karyawan melakukan absensi, HR akan menyadari status kontrak dari karyawan tersebut.

Baca Juga: Sebelum Tanda Tangan Kontrak Kerja, Perhatikan Hal Berikut!

Update Status Karyawan Sebelum Masa Berlakunya Habis

Itulah tadi pembahasan definisi serta contoh kontrak kerja karyawan yang bisa Anda ketahui.

Pada dasarnya, kontrak kerja adalah hal yang cukup krusial di dalam perusahaan.

Maka dari itu, Anda perlu berhati-hati untuk membuat kontrak kerja agar tidak merugikan Anda dan juga karyawan tersebut.

Untuk membantu menangani hal tersebut, perlu digunakan aplikasi HRIS seperti Talenta agar pendataan karyawan kontrak tidak salah yang tentu akan sangat merugikan karyawan kontrak tersebut.

Pastikan juga bahwa kontrak kerja yang Anda buat sudah sesuai dengan peraturan atau undang-undang yang berlaku di Indonesia.

Jangan lupa juga, jika kontrak kerja karyawan segera habis, Anda harus segera memutuskan apakah melanjutkan kontrak kerja dengan karyawan yang bersangkutan atau mengangkatnya menjadi karyawan tetap.

Dengan menggunakan aplikasi employee self service dari Talenta, akan ada notifikasi apabila kontrak karyawan dan masa probation mereka akan segera habis agar Anda bisa segera memperbaruinya.

Sehingga, Anda bisa segera melakukan performance review terhadap kinerja mereka melalui fitur Performance Management milik Talenta.

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Talenta Sekarang!

Dari hasil review nanti, Anda bisa memutuskan apakah ingin memperpanjang kontrak, mengangkatnya menjadi karyawan tetap, atau tidak dilanjutkan lagi kontraknya.

Nah, di atas adalah beberapa contoh surat perjanjian kerja karyawan tetap, contoh surat perjanjian kontrak kerja karyawan swasta dan contoh surat kontrak kerja karyawan yang mungkin Anda perlukan.

Dijelaskan juga Kalau Talenta juga merupakan HRIS dengan fitur payroll software yang bisa permudah pengelolaan karyawan serta proses penggajian karyawan melalui aplikasi penggajian tersebut.

Semoga berguna dan jangan lupa untuk dibagikan di sosial media! Coba gratis software HRIS Talenta di sini!

Jika Anda membutuhkan aplikasi lain seperti mengelola keuangan dan perpajakan untuk perusahaan, Anda dapat mencoba menggunakan produk-produk dari Mekari yang sudah saling terintegrasi.


PUBLISHED28 Sep 2022
Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah