Perbedaan Tunjangan Tetap dan Tidak Tetap Karyawan

Perbedaan Tunjangan Tetap dan Tidak Tetap Karyawan

Tunjangan karyawan merupakan bagian dari upah atau gaji yang akan diterima oleh karyawan sebagai imbalan atas pekerjaannya. Gaji yang dibayarkan oleh perusahaan umumnya terdiri atas 3 (tiga) komponen, yaitu gaji pokok, tunjangan tetap, atau tunjangan tidak tetap. Gaji pokok bisa saja ditambahkan dengan tunjangan tetap ataupun tunjangan tidak tetap. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pasal 94, persentase gaji pokok minimal yang ditetapkan adalah 75 dari total gaji pokok ditambah dengan tunjangan tetap. Jumlah gaji pokok dan tunjangan tetap itulah yang disebut sebagai upah tetap, yang besaran minimalnya sesuai dengan UMP (upah minimum provinsi). Sedangkan untuk besaran tunjangan tetap ataupun tidak tetap, belum ada peraturan yang mengatur dan membatasinya.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Gaji pokok diberikan sebagai imbalan dasar yang dibayarkan sesuai dengan tingkat pekerjaan karyawan. Besaran gaji pokok tersebut ditetapkan berdasarkan kesepakatan yang termuat dalam kontrak kerja. Berbeda dengan gaji pokok yang didasarkan pada kesepakatan, besaran tunjangan karyawan umumnya telah ditentukan masing-masing perusahaan. Berikut merupakan pengertian dari tunjangan tetap dan tidak tetap karyawan.

Pengertian Tunjangan Tetap dan Tidak Tetap

Berikut ini pengertian tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap sesuai SE-07/MEN/1990 (Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1990):

  1. Tunjangan tetap merupakan pembayaran yang teratur berkaitan dengan pekerjaan yang diberikan secara tetap untuk karyawan. Tunjangan tetap dibayarkan dalam waktu yang sama dengan pembayaran upah pokok. Tunjangan tetap berupa tunjangan anak, tunjangan perumahan, tunjangan daerah, dan sebagainya.
  2. Tunjangan tidak tetap merupakan suatu pembayaran secara langsung atau tidak langsung yang berkaitan dengan karyawan. Tunjangan tidak tetap diberikan secara tidak tetap untuk karyawan dan keluarganya serta dibayarkan dalam waktu yang tidak sama dengan pembayaran upah pokok. Tunjangan tidak tetap dapat berupa tunjangan transportasi dan tunjangan makan yang didasarkan pada kehadiran. Tunjangan dapat diberikan dalam bentuk uang ataupun fasilitas yang berkaitan dengan bentuk tunjangan.

Perbedaan Tunjangan Tetap dan Tidak Tetap

Perbedaan kedua tunjangan tersebut terletak pada faktor yang memengaruhinya. Pada tunjangan tetap tidak terpengaruh oleh faktor yang mudah berubah. Sedangkan, tunjangan tidak tetap dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mudah berubah dan tidak selalu dicantumkan pada slip gaji karyawan. Faktor yang dimaksud adalah kehadiran, atau absensi, serta faktor lain yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Pada tunjangan tetap, ada beberapa bentuk tunjangan yang bisa masuk dalam tambahan tetap seperti, tunjangan istri/anal, jabatan, kemahalan, dan lain-lain. Tunjangan tetap dikatakan tidak dipengaruhi faktor lain karena tambahan yang diberikan adalah tambahan hal-hal yang idealnya bersifat tetap selama kondisi tidak berubah.

Kondisi seperti memiliki istri idealnya akan tidak berubah. Kondisi ketertinggalan daerah yang kemudian akan mendapat tunjangan kemahalan juga bukan kondisi yang dapat berubah dalam hitungan hari. Tunjangan tetap akan dimasukkan dalam perhitungan gaji yang disampaikan pada karyawan sebagai faktor penambah tetap.
Sebaliknya, pada tunjangan tidak tetap diberikan sesuai dengan perhitungan waktu yang tidak sama dan dipengaruhi faktor kehadiran atau faktor yang mudah berubah lainnya. Misalnya, tunjangan diberikan saat kehadiran karyawan melebihi batas waktu tertentu, atau tunjangan yang diberikan saat karyawan perlu melakukan perjalanan dinas luar kota. Tunjangan yang diberikan merupakan hak karyawan ketika karyawan melakukan sesuatu yang sesuai dengan tujuan pemberian tunjangan tersebut.

Tunjangan Makan dan Tunjangan Transportasi

Ada beberapa kondisi khusus beberapa macam tunjangan yang harus diperhatikan lebih jauh. Tunjangan tersebut yakni tunjangan makan dan transportasi. Dalam kondisi tertentu, tunjangan ini bisa masuk dalam kategori tunjangan tetap. Namun, pada kondisi lain juga bisa menyebabkan tunjangan ini masuk dalam kategori tunjangan tidak tetap. Lalu, bagaimana hal tersebut bisa terjadi?

Tunjangan makan dan tunjangan transportasi akan masuk dalam kategori tunjangan tetap ketika kedua tunjangan tersebut diberikan secara reguler tanpa mempertimbangkan faktor kehadiran atau faktor lain. Sebaliknya, ketika tunjangan tersebut diberikan berdasarkan kegiatan di luar dan absensi, maka akan menjadi tunjangan tidak tetap. Hal tersebut bergantung dengan kebijakan dan ketentuan perusahaan yang berlaku.

Sebagai perusahaan atau tim HR yang bertanggung jawab dalam perhitungan gaji serta tunjangan karyawan, Anda harus memahami hal tersebut demi kelancaran dan keseimbangan perhitungan pengeluaran perusahaan. Anda bisa menggunakan aplikasi Talenta agar perhitungan gaji dan tunjangan tetap, serta tunjangan tidak tetap dapat dihitung dengan mudah. Dengan fitur Payroll yang ada dalam aplikasi Talenta, Anda bisa mengatur urusan payroll perusahaan secara praktis dan mudah. Tak hanya itu, fitur Payroll membantu Anda meminimalisasi terjadinya kesalahan hitung gaji dan bonus karyawan. Talenta juga menyediakan fitur aplikasi absensi karyawan secara online melalui smartphone. Yuk, daftarkan perusahaan Anda di Talenta sekarang juga.


PUBLISHED20 Aug 2019
Fitri
Fitri