Insight Talenta 6 min read

Take Home Pay (THP): Komponen, Cara Menghitung, & Perbedaannya dengan Gaji

Tayang
Di tulis oleh:
Foto profil Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah
Di review oleh:
Mekari Talenta Expert Reviewer
Alfisyah Akbar S.E
Highlights
  • Take home pay (THP) adalah jumlah penghasilan bersih yang diterima karyawan setelah seluruh komponen pendapatan ditambah dan seluruh potongan, seperti BPJS, pajak, maupun potongan lainnya, dikurangi.
  • THP dihitung dari kombinasi gaji pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, bonus atau insentif, kemudian dikurangi PPh 21, iuran BPJS, serta potongan lain sesuai kebijakan perusahaan.

Bagi banyak perusahaan, proses payroll bukan sekadar menghitung gaji, tetapi memastikan setiap komponen penghasilan dan potongan dihitung secara akurat, transparan, serta sesuai regulasi.

Kesalahan dalam menghitung take home pay (THP) dapat menurunkan kepercayaan karyawan, meningkatkan beban administrasi HR, hingga memicu risiko kepatuhan.

Dampaknya pun tidak bisa dianggap sepele.

Riset The Workforce Institute at Kronos menunjukkan bahwa 49% karyawan akan mulai mencari pekerjaan baru setelah mengalami dua kali kesalahan payroll.

Dengan pengelolaan payroll yang akurat dan transparan, perusahaan dapat meningkatkan pengalaman karyawan sekaligus meminimalkan risiko kesalahan perhitungan gaji.

Artikel ini akan membahas pengertian take home pay (THP), komponen penyusunnya, perbedaannya dengan gaji pokok, rumus perhitungan, serta contoh menghitung THP secara tepat.

Apa Itu Arti Take Home Pay atau  THP?

Kepanjangan thp adalah? Apa itu arti, pengertian, artinya take home pay adalah? Simak penjelasannya hanya di Insight Talenta disini!

Di atas adalah contoh slip gaji karyawan yang juga menjelaskan berapa total take home pay yang akan dibawa pulang karyawan tersebut. Lalu apa sih arti THP?

Take home pay (THP)ย artinya adalah suatu pembayaran utuh yang diterima oleh setiap karyawan yang bekerja di suatu perusahaan setelah menambahkan pendapatan-pendapatan rutin maupun insidentil yang merupakan hak karyawan.

Pembayaran tersebut telah dikurangi dengan hal-hal yang sudah diatur oleh pemerintah dan kebijakan dari perusahaan tempat karyawan tersebut bekerja.

Singkatnya, gaji bersih yang diterima oleh setiap karyawan setelah dikurangi pajak, berbagai tunjangan, serta benefit-benefit lain yang sifatnya rutin setiap bulannya.

Arti dari take home pay seringkali dianggap sama dengan pendapatan rutin biasa.

Padahal dalam arti THP adalah gaji ini sebenarnya, pendapatan rutin merupakan komponen gaji karyawan dari transaksi tetap.

Di mana biasanya sudah dijanjikan dalam perjanjian tertulis berupa jumlah nominal yang nantinya secara rutin akan didapatkan oleh karyawan setiap bulannya.

Sementara untuk take home pay artinya jumlah total yang dibayarkan sudah tidak termasuk tanggung jawab para karyawan.

Umumnya sudah dipotong secara langsung oleh staff HRD dan personalia di perusahaan.

Baca juga: Jenis Hak Karyawan yang Perlu Diketahui Perusahaan

Beragam Jenis Serta Istilah Gaji

Selain membahas take home pay, ada juga beberapa istilah gaji yang kerap muncul, berikut adalah beberapa di antaranya.

Gaji Pokok

Gaji pokok hanyalah salah satu komponen dari seluruh gaji yang akan diterima oleh karyawan dan merupakan gambaran seberapa besar gaji inti dari seseorang.

Jadi misalnya, jika seseorang memiliki gaji pokok sebesar Rp6 juta, saat gajian ia tidak akan menerima sebesar itu.

Gaji pokok perlu ditambah dengan komponen pengurang dan penambah lainnya sebelum akhirnya mendapatkan nominal yang kita sebut sebagai take home pay.

Gaji Insidentil

Gaji insidentil adalah gaji di luar gaji bulanan yang didapatkan oleh karyawan, misalnya karena kerja lembur, bonus, ataupun THR.

Jumlahnya sendiri akan berbeda antara satu karyawan dengan karyawan lainnya.

Perbedaan Take Home Pay dengan Gaji

Dari penjelasan di atas, mungkin Anda sudah dapat memahami perbedaan THP dengan gaji pokok.

Jika mengacu pada Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja No 7 Tahun 1990 tentang Pengelompokan Upah, gaji pokok sendiri merupakan imbalan dasar yang dibayarkan pada pekerja berdasarkan tingkatan atau jenis pekerjaan tertentu yang besarannya sudah ditetapkan berdasarkan kesepakatan perusahaan dengan karyawan.

Jadi secara singkat dapat disebutkan bahwa gaji pokok merupakan salah satu komponen utama dari penghasilan yang diterima karyawan setiap bulan.

Bukan merupakan gaji bersih yang didapatkan karyawan.

Gaji pokok sendiri besarannya berbeda-beda dan tergantung pada posisi dan jenis pekerjaan masing-masing karyawan.

Akan tetapi, nominalnya akan selalu sama setiap bulan.

Berbeda dengan take home pay yang jumlahnya adalah akan berbeda-beda setiap bulan menyesuaikan komponen-komponen gaji lainnya.

Kemudian, penetapan gaji pokok juga harus didasarkan oleh dua ketentuan.

Yang pertama, jika komponen gaji karyawan hanya terdiri dari gaji pokok tanpa adanya tunjangan, maka gaji pokok tidak boleh kurang dari upah minimum yang berlaku di daerah masing-masing.

Kemudian, jika gaji karyawan terdiri dari gaji pokok beserta tunjangan, baik tetap maupun tidak tetap, maka gaji pokok karyawan jumlahnya paling sedikit harus 75 persen dari jumlah gaji pokok dan tunjangan.

Komponen Perhitungan Take Home Pay atau THP Adalah Sebagai Berikut

Untuk proses penghitungannya, memiliki acuan perhitungan tersendiri guna menghindari kesalahpahaman antara karyawan dengan para staff Human Resource perusahaan.

Sehingga akan lebih baik jika pihak perusahaan dapat menyampaikan terlebih dahulu mengenai ketentuan serta komponen upah yang berlaku di dalam suatu perusahaan kepada para karyawan.

Beberapa komponen penghitungan take home pay / THP di antaranya adalah sebagai berikut:

Pendapatan Rutin

Pendapatan rutin merupakan gaji rutin yang diberikan perusahaan berdasarkan kesepakatan pada saat proses rekrutmen dan tertulis dalam perjanjian kerja. Komponen-komponen tersebut meliputi gaji pokok, tunjangan tidak tetap, dan tunjangan tetap.

Pendapatan insidental 

Ini adalah pendapatan tidak tetap yang diterima karyawan karena berbagai alasan, misalnya bonus, lembur, perhitungan THR, dan lain sebagainya.

Komponen pemotongan gaji

Komponen pemotongan gaji yang dimaksud seperti iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, pajak penghasilan, pinjaman karyawan, dan lain-lain.

Kemudian, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 mengenai Upah, komponen upah terdiri dari:

Gaji pokok

Gaji Pokok adalah sebuah upah dasar yang akan dibayarkan oleh perusahaan kepada karyawan menyesuaikan dengan tingkatan atau jenis pekerjaan.

Nominal besarannya sudah ditetapkan berdasarkan kesepakatan dan sudah ditulis dalam sebuah kontrak kerja.

Dengan memahami beberapa komponen ini, Anda akan lebih mengerti juga pembahasan lebih dalam terkait apa itu arti, pengertian take home pay THP gaji adalah seperti apa.

Tunjangan Tetap

>Tunjangan tetap adalah yaitu pembayaran yang dilakukan oleh perusahaan kepada karyawan dan akan dilakukan secara rutin.

Tunjangan ini berhubungan dengan prestasi atau target perusahaan yang dicapai oleh setiap karyawan.

Tunjangan Tidak Tetap

Yang dimaksud dengan tunjangan tidak tetap adalah yaitu pemberian upah secara tidak tetap oleh perusahaan kepada karyawan dan keluarganya.

Pembayaran tunjangan tidak tetap biasanya akan dilakukan berdasarkan satuan waktu yang berbeda dengan pembayaran gaji tetap.

Selain memahami acuan perhitungan gaji karyawan, hal penting lainnya adalah mengenai aturan atau ketentuan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang akan berlaku dalam perusahaan.

Di dalam UU No. 13 Tahun 2003 pasal 89, upah minimum akan ditentukan secara langsung setiap tahun agar bisa menciptakan kehidupan yang layak untuk masyarakat secara umum.

Baca juga: Ragam Komponen Gaji Tidak Tetap Karyawan di Indonesia

Cara Menghitung Take Home Pay

Prinsip perhitungan THP gaji adalah jumlah dari keseluruhan upah yang diterima oleh setiap karyawan yang bekerja pada sebuah perusahaan.

Rumus THP  ini berasal dari pengertian upah itu sendiri, yang disebutkan pada Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat (30):

Upah merupakan hak pekerja yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pemberi kerja kepada pekerja yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kontrak kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja serta keluarganya atas suatu pekerjaan yang dilakukan.

Karena take home pay sesuai pengertian terdiri dari komponen yang berbeda dengan upah, maka besarannya adalah total dari keseluruhan upah karyawan, ditambah dengan pendapatan insidental, kemudian dikurangi oleh potongan atas kewajiban karyawan.

Secara garis besar, perhitungannya dengan rumus THP gaji adalah sebagai berikut:

Rumus THP = ( pendapatan rutin + pendapatan insidental ) – ( potongan BPJS + PPh 21 + potongan lainnya )

Contoh Cara Menghitung Take Home Pay yang Benar

Contoh Informasi Gaji dengan Slip Gaji Sederhana take home pay

Berikut adalah beberapa contoh kasus perhitungannya yang bisa Anda pelajari dan ketahui.

Contoh Kasus Cara Menghitung Take Home Pay THP Perusahaan DEF

Seorang karyawan Perusahaan DEF mempunyai gaji pokok sebesar Rp 8.000.000. Di bulan September 2020.

Lalu karyawan Perusahaan DEF tersebut mendapat potongan pinjaman karyawan di perusahaannya sebesar Rp200.000, ada juga pembayaran rutin iuran BPJS Kesehatan sebesar Rp280.000, serta ditambah iuran potongan BPJS ketenagakerjaan sebesar Rp90.000.

Lalu di bulan tersebut seorang karyawan Perusahaan DEF bisa melampaui target penjualan, sehingga dia mendapat bonus penjualan sebesar Rp6.000.000.

Jadi cara menghitung THP gaji karyawan tersebut dan besarnya adalah seberapa?

Berikut dibawah ini caranya :

Rumus Cara Menghitung Take home pay = (Rp 8.000.000+ Rp 6.000.000) โ€“ (Rp 180.000 + Rp 90.000+ Rp 200.000) = Rp10.650.000

Dari hasil perhitungan diatas, THP di bulan September 2020 yang diterima karyawan Perusahaan DEF tersebut adalah sebesar Rp11.530.000.

Karena arti dari THP jumlah dari keseluruhan gaji yang diterima oleh setiap karyawan yang bekerja pada sebuah perusahaan setelah dikurangi potongan, jadi perhitungan diatas adalah melibatkan penjumlahan gaji pokok plus tunjangan dan dikurangi dengan potongan yang ada.

Contoh Kasus Cara Menghitung Gaji THP Perusahaan GHI

Seorang karyawan Perusahaan GHI memiliki gaji pokok sebesar Rp5.000.000.

Di bulan Agustus 2024, karyawan Perusahaan GHI tersebut mempunyai potongan pinjaman di kantornya sebesar Rp50.000 dan iuran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan sebesar Rp200.000.

Pada bulan yang sama, karyawan Perusahaan GHI tersebut mendapatkan bonus senilai Rp3.500.000.

Berikut perhitungannya:

Cara menghitung take home pay karyawan tersebut adalah = (Rp5.000.000 + Rp3.500.000) โ€“ (Rp200.000 + Rp300.000 + Rp50.000) = Rp7.950.000.

Berdasarkan perhitungan di atas, pendapatan bersih THP atau take home pay yang akan diperoleh karyawan tersebut artinya adalah sebesar Rp 7.950.000.

Persoalan ini menjadi tantangan bagi Divisi HRD untuk mensosialisasikannya kepada para karyawan.

Sosialisasi memang penting untuk dilakukan karena sebagian besar karyawan tidak memahami apa itu take home pay, bagaimana perbedaannya dengan upah, UMR/UMP, dan lainnya.

Selain pengelolaan take home pay karyawan, tugas divisi HR lainnya adalah mengurus dan membuat kebijakan absensi pegawai.

Banyak perusahaan yang mulai menggunakan aplikasi absensi untuk membantu HR mengelola absensi karyawan.

Dengan penggunaan aplikasi tersebut, urusan presensi dan penggajian akan saling terintegrasi, tentu hal tersebut akan meminimalisir adanya human error.

Baca juga: Rumus dan Cara Menghitung Persentase Kenaikan Gaji Karyawan

Cara Menghitung Take Home Pay Lebih Mudah dengan Talenta HRIS

Nah, sekarang Anda paham dengan apa itu take home pay.

Agar perhitungan upah karyawan lebih mudah, cepat dan akurat, gunakan software payroll Talenta.

Mekari Talenta adalah aplikasi HRD dengan fitur software HRIS yang mencakup payroll yang terintegrasi pada sistem HRIS.

Tentunya hal ini akan lebih mempermudah dalam menghitung gaji karyawan di perusahaan.

Penggunaan software payroll akan meminimalisir terjadinya salah hitung upah karyawan.

Nah, itu dia beberapa pembahasan mengenai kepanjangan THP seperti apa, bagaimana rumus perhitungan THP, juga apa itu pengertian THP seperti yang telah diulas.

Lalu penjelasan lengkap mengenai apa itu artinya THP, hingga cara menghitung take home pay adalah seperti yang telah dibahas di blog Mekari Talenta di atas.

Seperti telah dijelaskan juga, urusan payroll karyawan akan lebih mudah dengan bantuan aplikasi Mekari Talenta dengan fitur payroll management-nya.

Apakah Anda tertarik mencoba aplikasi Mekari Talenta? Jadwalkan demo dengan tim sales sekarang!

 

Pertanyaan Umum seputar Take Home Pay

Apakah take home pay selalu sama setiap bulan?

Apakah take home pay selalu sama setiap bulan?

Tidak. Besaran THP dapat berubah karena dipengaruhi komponen yang bersifat variabel, seperti lembur, bonus, insentif, tunjangan kehadiran, hingga potongan pinjaman atau ketidakhadiran. Oleh karena itu, nominal yang diterima karyawan setiap bulan belum tentu sama meskipun gaji pokoknya tetap.

Apakah THR termasuk dalam take home pay?

Apakah THR termasuk dalam take home pay?

Ya, ketika THR dibayarkan, nominal tersebut menjadi bagian dari total penghasilan yang diterima karyawan pada periode penggajian tersebut. Namun, THR bukan komponen pendapatan rutin bulanan sehingga hanya memengaruhi THP pada bulan ketika THR dibayarkan.

Mengapa dua karyawan dengan gaji pokok yang sama bisa memiliki THP yang berbeda?

Mengapa dua karyawan dengan gaji pokok yang sama bisa memiliki THP yang berbeda?

Karena take home pay dipengaruhi banyak faktor selain gaji pokok, seperti tunjangan, bonus, lembur, status pajak, kepesertaan BPJS, hingga potongan pinjaman atau cicilan perusahaan. Akibatnya, nominal akhir yang diterima masing-masing karyawan dapat berbeda meskipun gaji pokoknya sama.

Apakah take home pay sama dengan gross salary?

Apakah take home pay sama dengan gross salary?

Tidak. Gross salary atau gaji bruto adalah total pendapatan sebelum dikurangi pajak dan berbagai potongan wajib. Sementara itu, take home pay merupakan jumlah bersih yang benar-benar ditransfer ke rekening karyawan setelah seluruh potongan diterapkan.

Mengapa perusahaan sebaiknya menghitung THP menggunakan software payroll?

Mengapa perusahaan sebaiknya menghitung THP menggunakan software payroll?

Perhitungan THP melibatkan banyak komponen yang terus berubah, termasuk regulasi perpajakan, BPJS, lembur, bonus, dan berbagai kebijakan internal perusahaan. Penggunaan software payroll membantu mengurangi risiko human error, mempercepat proses penggajian, serta memastikan perhitungan dilakukan secara konsisten dan sesuai peraturan yang berlaku.

Image
Jordhi Farhansyah Penulis
Penulis dengan pengalaman selama sepuluh tahun dalam menghasilkan konten di berbagai bidang dan kini berfokus pada topik seputar human resources (HR) dan dunia bisnis. Dalam kesehariannya, Jordhi juga aktif menekuni fotografi analog sebagai bentuk ekspresi kreatif di luar rutinitas menulis.
Alfisyah Akbar (1)
Alfisyah Akbar, S.E

HR & General Affair dengan pengalaman lebih dari 3 tahun dalam mengelola data administratif kepegawaian mulai perekrutan, orientasi karyawan, proses manajemen kinerja, pendataan SDM serta pengadaan fasilitas pegawai. Terampil dalam pengadaan barang kantor, pengelolaan, pengecekan, pembelian serta pendistribusian fasilitas untuk menunjang kinerja pegawai.

Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.

WhatsApp Hubungi sales