Komponen Penting Penggajian untuk Proses Payroll yang Lebih Efektif Dan Efisien

Apa saja komponen penting penggajian untuk proses payroll yang lebih efektif dan efisien? Berikut akan diulas oleh Insight Talenta disini!

Kegiatan HR tidak sekedar berurusan dengan personil yang Anda miliki di perusahaan, melainkan juga mengurus berbagai hal strategis lain.

Mulai dari penggajian hingga perencanaan strategis internal, semua harus dapat diselesaikan dengan baik serta memberikan output paling berkualitas.

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Talenta Sekarang!

Namun apa jadinya, jika masalah mendasar seperti penggajian saja masih harus menemui banyak masalah dan hambatan?

Sebagai HR Anda harus memahami dengan benar dan tepat kompinen gaji apa saja yang akan diberikan sebagai hak karyawan.

Jika terjadi, hal ini akan berakibat fatal dan dapat membawa masalah lain untuk perusahaan Anda.

Penyampaian gaji dengan komponen payroll yang runtut dan rinci juga akan menghindarkan perusahaan Anda dari menurunnya kepercayaan karyawan pada perusahaan.

Komponen Penting Penggajian untuk Proses Payroll yang Lebih Efektif Dan Efisien

Untuk itu, simak penjelasan di bawah ini, agar komponen gaji yang Anda berikan tidak salah.

1. Gaji Kotor

Dapat dipahami sebagai jumlah keseluruhan gaji yang diberikan perusahaan pada karyawan.

Gaji kotor sendiri merupakan jumlah total dari gaji pokok ditambah dengan berbagai uang tunjangan yang diberikan pada karyawan.

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Talenta Sekarang!

Nantinya, jumlah ini tidak seluruhnya dapat dinikmati karyawan melainkan akan dipotong beberapa variabel lain seperti iuran wajib, pajak, serta potongan pinjaman atau investasi tertentu.

Baca Juga : Ragam Komponen Gaji Tidak Tetap Karyawan di Indonesia

2. Komponen Payroll Tunjangan

Untuk bagian ini sebenarnya sangat fleksibel, tergantung dari kebijakan perusahaan Anda serta posisi karyawan yang diberikan gaji.

Beberapa tunjangan yang biasa diberikan di Indonesia antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Tunjangan Harian

    Biasanya berupa tunjangan makan (atau makanan) atau dana transportasi (jika posisi tempat tinggal cukup jauh).

    Tunjangan ini diberikan secara harian, dan bisa diklaim ketika karyawan masuk kerja.

  2. Tunjangan Pakaian

    Diberikan ketika perusahaan memiliki dresss code tertentu dan mengharuskan karyawan mengenakan pakaian tersebut.

    Bisa diberikan dalam bentuk uang tunai, bahan atau kain, atau berupa pakaian.

  3. Tunjangan Kemahalan / Daerah Tertinggal

    Komponen payroll ini diberikan jika posisi kerja karyawan berada di daerah tertinggal, terpencil atau perbatasan negara yang membuat biaya hidup membengkak.

    Biasanya diberikan pada karyawan yang bekerja di luar pulau jawa dan jauh dari pusat kota.

  4. Tunjangan Jabatan

    Diberikan pada seorang karyawan yang menempati jabatan atau posisi tertentu. Tunjangan ini diberikan sebagai kompensasi beban kerja yang dipikul oleh karyawan tersebut.

    Biasanya karyawan yang berhak menerima tunjangan ini adalah karyawan yang memiliki tanggung jawab lebih besar.

  5. Tunjangan Ahli

    Diberikan pada karyawan yang memiliki keahlian tertentu dan memerlukan studi khusus atau pengalaman khusus untuk mendapatkannya.

    Tidak semua karyawan dapat menikmati tunjangan ini.

  6. Tunjangan Keluarga / Anak dan Istri

    Komponen payroll ini diberikan jika karyawan berstatus menikah atau menikah dan memiliki anak. Tunjangan ini diberikan sebagai kompensasi atas tambahan biaya hidup yang dimiliki karyawan tersebut.

  7. Tunjangan Kinerja Tahunan atau Bonus

    Diberikan ketika karyawan memberikan performa yang melebihi ekspektasi dan menyebabkan perusahaan mendapatkan laba di atas target yang ditentukan.

    Biasanya diberikan pada periode akhir tahun atau tutup buku.

  8. Tunjangan Hari Raya

    Salah satu tunjangan paling umum yang diberikan di Indonesia baik di perusahaan swasta maupun negeri.

    Tunjangan hari raya THR ini akan diberikan ketika hari raya tiba (biasanya Idul Fitri) dan diterimakan satu tahun sekali.

  9. Uang Lembur

    Komponen payroll ini diberikan untuk lembur yang dilakukan karyawan dan dihitung per jam menurut aturan yang berlaku.

    Upah lembur sendiri memiliki ketentuan jelas, mulai dari perhitungan besaran upah lembur hingga jumlah maksimal yang dapat dilakukan.

  10. Dinas Luar

    Ketika karyawan melakukan dinas luar atau urusan di luar kota, biasanya perusahaan akan memberikan sejumlah dana atau fasilitas pendukung.

    Bisa diterimakan secara insidental atau diterimakan pada waktu penggajian tiba.

Baca Juga : Apa Itu Payroll dan Bagaimana Prosesnya Lebih Cepat dengan HRIS

3. Komponen Payroll Potongan dan Iuran

Untuk bagian ini merupakan bagian variabel pengurang dari jumlah total gaji yang diterima karyawan.

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Talenta Sekarang!

  1. Pajak Penghasilan

    Baik disetorkan sendiri atau disetorkan oleh perusahaan (atau pihak lain sebagai pemotong), harus dibayarkan oleh karyawan. Jumlah pajaknya menyesuaikan penghasilan karyawan, status perkawinan dan jumlah tanggungan.

  2. Program BPJS Ketenagakerjaan

    Proses Payroll Karyawan
    Setidaknya ada 5 variabel berbeda yang dapat diikuti oleh karyawan atau ditentukan oleh perusahaan.

    • Jaminan Kesehatan

      Diselenggarakan dengan tujuan untuk menjamin karyawan agar memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan. Besarannya 5%, terdiri dari 4% dibayar oleh perusahaan dan 1% dibayar oleh karyawan (Komponen payroll ini dipotong dari gaji).

    • Jaminan Kecelakaan Kerja

      Jaminan kecelakaan kerja JKK Merupakan jaminan untuk karyawan yang memiliki risiko pekerjaan (dari sangat rendah hingga sangat tinggi, terdapat 5 tingkatan), tarifnya berurutan dari yang terendah adalah 0,24%, 0,54%, 0,89%, 1,27% dan 11,74% untuk yang paling berat.

    • Jaminan Hari Tua

      Manfaat tunai yang dibayarkan sekaligus saat karyawan memasuki usia pensiun, meninggal dunia atau mengalami cacat permanen yang menyebabkan selesainya hubungan kerja. Besarnya adalah 5,7% dengan komposisi 2% dibayar oleh karyawan dan 3,7% dibayarkan perusahaan.

    • Jaminan Pensiun

      Iuran pensiun ditetapkan sebesar 3%, dengan komposisi 2% dibayar oleh perusahaan dan 1% dibayar oleh karyawan. Diberikan secara bertahap dengan besaran sesuai dengan perjanjian.

    • Jaminan Kematian

      Jaminan Kematian JK Uang tunai yang diberikan pada ahli waris ketika karyawan meninggal dunia di luar dari kecelakaan kerja. Besaran iurannya adalah 0,3% yang dibayarkan oleh perusahaan.

  3. Potongan Lain

    Beberapa potongan-potongan lain yang ada dalam komponen payroll berikut diantaranya:

    • Potongan Pinjaman

      Dilakukan jika perusahaan menyediakan fasilitas pinjaman karyawan yang jumlah dan besaran potongannya telah diatur dan disetujui sebelumnya.

    • Potongan Investasi

      Jika terdapat program investasi karyawan, maka iuran ini juga dilakukan sebagai bentuk partisipasi dari karyawan pada program investasi yang diberlakukan di perusahaan.

    • Potongan Tidak Masuk

      Dilakukan jika karyawan tidak masuk kerja tanpa alasan yang jelas atau melakukan cuti tidak berbayar. Jumlahnya menyesuaikan total ketidakhadiran karyawan pada periode waktu tertentu.

Baca Juga : Komponen Database, Penggajian ,Serta Penjelasannya

4. Komponen Payroll Gaji Bersih

Merupakan total gaji yang diterima dan sampai ke tangan karyawan setelah memperhitungkan tambahan dari tunjangan dan pengurangan dari potongan dan iuran.

Bagaimana Proses Perhitungan Gaji Karyawan Dengan Komponen Payroll Yang Ada?

Meski Anda sudah mengetahui komponen apa saja yang ada dalam penggajian, masalah payroll karyawan tidak selesai sampai di sana.

Hal selanjutnya yang harus Anda ketahui adalah bagaimana proses perhitungan gaji karyawan?

Ini sangat penting diperhatikan, karena salah melakukan perhitungan Anda dapat mengalami masalah, salah satunya hilangnya kepercayaan karyawan Anda.

Proses penghitungan komponen payroll gaji, meski Anda sudah memahami variabel yang ada didalamnya, bukanlah proses yang mudah.

Karena setiap karyawan memiliki catatan pekerjaan yang berbeda-beda, jumlah absen yang tidak selalu sama, jumlah jam lembur yang berbeda, serta kegiatan lain yang tidak dapat disamaratakan untuk semua orang.

Setiap variabel tersebut kemudian harus dihitung satu persatu dengan benar dan tepat sehingga tidak ada kejadian salah hitung atau salah penyampaian gaji.

Menghitung gaji pokok, tunjangan utama, tunjangan tidak tetap, potongan pajak penghasilan PPh 21, iuran BPJS Kesehatan, iuran BPJS Ketenagakerjaan dan sebagainya untuk satu karyawan saja akan memakan waktu tidak sedikit.

Untuk memberikan gambaran, berikut skema paling sederhana dari penghitungan gaji yang biasa dilakukan di perusahaan di Indonesia :

 

Bahkan dengan skema tersebut, masih terlihat cukup rumit bukan?

Baca Juga : Benefit Karyawan di Indonesia, HR Wajib Tahu Jenisnya!

Kelola Komponen Payroll Lebih Mudah Dengan Aplikasi Talenta

Sistem penggajian yang dapat dikatakan tradisional tersebut rasanya tidak lagi relevan, dan sudah saatnya Anda mendapatkan kemudahan dengan memanfaatkan salah satu software penggajian terbaik, Talenta.

Setiap variabel yang ada pada penjelasan di atas, setiap prosesnya dapat dilakukan secara otomatis dan memiliki akurasi data yang tinggi.

Setiap karyawan akan mendapat penghitungan yang benar.

Staf HRD Anda tak lagi perlu dipusingkan dengan penghitungan manual, serta yang tidak kalah repot, pengecekan manual.

Setiap proses diselesaikan dengan dasar database terpadu, dan terintegrasi dengan sistem serta fitur lain sehingga akan sangat membantu efektivitas kinerja HR.

Segera gunakan Talenta, dan maksimalkan waktu yang Anda miliki dengan otomatisasi penggajian dan pengelolaan HR! Ajukan demo Talenta sekarang!

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Talenta Sekarang!

Apa saja komponen penting penggajian untuk proses payroll yang lebih efektif dan efisien telah diulas oleh Insight Talenta di atas.

Semgoa bisa bermanfaat, dan silahkan untuk membagikan tulisan ini ke sosial media.

Baca Juga : Perbedaan Tunjangan Tetap dan Tidak Tetap Karyawan


PUBLISHED18 Sep 2019
Ervina
Ervina


Kelola payroll & administrasi HR jadi lebih mudah, siap kembangkan bisnis lebih cepat

Jadwalkan Demo

Jadwalkan Demo

Jadwalkan demo & konsultasi langsung dengan Talenta

Jadwalkan Demo
Coba Demo Interaktif

Coba Demo Interaktif

Eksplorasi fitur Talenta untuk kebutuhan payroll & administrasi HR

Coba Sekarang