Panduan Lengkap Mengenai Penilaian Kinerja Karyawan

Bagaimana caranya mengelola sistem penilaian kinerja karyawan yang baik? Mengelola sistem penilaian kinerja karyawan atau performance appraisal tentu bukan hal yang mudah untuk dilakukan oleh perusahaan.

Namun jika diterapkan dengan tepat, penilaian kinerja karyawan dapat menjadi alat yang bisa menilai seberapa efektif performa karyawan terhadap kelangsungan perusahaan.

Di artikel kali ini, Talenta akan membahas secara detail serba-serbi penilaian kinerja karyawan, performance management system, serta bagaimana perencanaannya dapat diterapkan dengan baik di perusahaan. Simak penjelasan lengkapnya!

Apa Itu Penilaian Kinerja Karyawan?

Apa sebenarnya pengertian dari penilaian kinerja karyawan? Penilaian kinerja karyawan merupakan sebuah penilaian formal yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengevaluasi pekerjaan seorang karyawan.

Dalam penilaian tersebut, mereka akan menilai performa pekerjaan, mengidentifikasi kelemahan serta kelebihan, menerima feedback, sekaligus menentukan target yang harus dicapai sampai penilaian berikutnya.

Penilaian kinerja karyawan juga bisa disebut sebagai performance appraisal. Boleh jadi, sebelumnya penilaian kinerja karyawan hanya dilakukan setahun sekali oleh perusahaan.

Namun di zaman sekarang, banyak perusahaan atau startup yang mulai memiliki sistem penilaian kinerja karyawan yang lebih rutin, seperti per kuartal, per bulan, atau bahkan mingguan.

Tidak jarang, penilaian tersebut dilakukan dengan cara yang lebih santai berbarengan dengan penilaian secara formal, misalnya dengan melakukan 1-on-1 antara manajer dan bawahannya.

Ketika dilakukan dengan baik, penilaian kinerja karyawan akan membantu mereka mengetahui seberapa baik mereka sudah bekerja, bagaimana mereka dapat berkembang, serta bagaimana ekspektasi perusahaan terhadap mereka.

Sehingga, perusahaan yang sudah memanfaatkan penilaian kinerja dengan efektif dapat dengan mudah mengetahui mana saja karyawan yang memiliki performa yang baik, memperbaiki masalah sebelum masalah tersebut menjadi besar, menyampaikan dengan baik apa saja tujuan perusahaan yang harus dicapai, hingga membuat karyawan jadi semakin berkembang kariernya.

Mengapa Penilaian Kinerja Karyawan Menjadi Penting di Dalam Perusahaan?

penilaian karyawan

Pada dasarnya, penilaian kinerja karyawan diterapkan di perusahaan karena memiliki berbagai tujuan yang positif. Penerapannya tidak hanya akan menguntungkan karyawan, tetapi juga perusahaan.

Bayangkan sebuah penilaian kinerja bekerja seperti survei kepuasan pelanggan, yang mana merupakan cara ideal untuk mengetahui aspek mana yang bagus dari sebuah produk dan mana yang butuh dikembangkan atau diperbaiki.

Untuk mendapatkan performa terbaik dari seorang karyawan, Anda perlu mengetahui ekspektasi serta harapan yang mereka miliki terhadap perusahaan.

Sehingga penting bagi Anda untuk memberikan beberapa target pekerjaan yang harus dipelajari dan dikerjakan oleh karyawan dalam kurun waktu tertentu.

Lalu mengapa penilaian kinerja karyawan menjadi penting?

Sebagai Cara untuk Mempromosikan Karyawan

Penilaian kinerja dapat membuat Anda dan karyawan untuk melihat bagaimana perkembangan mereka dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Dengan Anda melakukan penilaian terhadap mereka, Anda juga dapat menilai apakah karyawan ini siap untuk diberikan tanggung jawab yang lebih dan mempromosikan mereka ke level jabatan yang lebih tinggi.

Jika mereka memiliki hasil penilaian yang bagus, Anda bisa memberikan kesempatan pada karyawan melalui promosi jabatan.

Ini adalah bentuk penghargaan untuk karyawan karena mereka telah bekerja keras dan tidak hanya sekadar mencapai target mereka tetapi juga mendapatkan hasil yang melebihi ekspektasi.

Menentukan Kompensasi

Ketika menentukan kompensasi, sebagian perusahaan akan menilainya berdasarkan performa karyawan, lama mereka bekerja, serta kemampuan finansial dari perusahaan itu sendiri.

Dengan menerapkan penilaian kinerja karyawan, perusahaan dapat memutuskan apakah seorang karyawan layak untuk mendapatkan peningkatan kompensasi berdasarkan peningkatan performa mereka serta lama mereka bekerja.

Perusahaan juga bisa dapat menentukan apa saja pencapaian yang harus dicapai agar seorang karyawan memenuhi kriteria untuk mendapatkan bonus atau kenaikan gaji.

Misalnya saja seorang karyawan sales. Ketika dirinya telah memenuhi target penjualan, mereka tentu akan mendapatkan bonus tambahan dari perusahaan.

Karenanya, performa seorang karyawan harus dapat menentukan kompensasi yang mereka dapat. Hasil pekerjaan yang baik juga butuh apresiasi dan karyawan berhak mendapatkannya.

Dalam hal ini, fitur Talenta seperti KPI Management mampu membantu Anda untuk menilai jumlah insentif dan kompensasi karyawan berdasarkan performa mereka. Sehingga penilaian pun jadi lebih objektif.

Menilai Kemampuan Karyawan

Ketika Anda melakukan penilaian kinerja terhadap karyawan, Anda dapat mengidentifikasi beberapa kelemahan serta kelebihan dari kemampuan mereka.

Ketika mereka memiliki kekurangan pada satu keahlian tertentu, perusahaan dapat menyiapkan pelatihan tambahan.

Anda juga dapat memberikan gambaran terkait skill atau pelatihan yang cocok untuk posisi karyawan saat ini sehingga mereka mendapatkan gambaran umum apa saja skill yang diharapkan untuk mereka kuasai.

Pada fitur Task milik Talenta, karyawan sudah bisa diberikan serangkaian tugas yang harus mereka capai dalam kurun waktu tertentu. Di dalamnya juga terdapat progress bar untuk menilai sejauh mana pekerjaan tersebut selesai. Ini bisa menjadi bahan untuk menilai seberapa jauh kemampuan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Ketika perusahaan dapat mendukung karyawan untuk bekerja lebih baik lagi, secara tidak langsung akan meningkatkan moral para karyawan.

Agar Karyawan Lebih Disiplin

Dengan memanfaatkan beberapa metode penilaian kinerja karyawan, perusahaan dapat menyimpan track record terkait performa mereka.

Termasuk jika di dalamnya terdapat review negatif terkait perilaku karyawan.

Sehingga, bukti-bukti tertulis yang didapat pada saat penilaian dapat menjadi landasan bagi perusahaan untuk menindaklanjuti karyawan tersebut dan menjadi pembelajaran bagi karyawan lainnya agar lebih disiplin.

Komponen yang Termasuk dalam Sistem Penilaian Kinerja Karyawan

360 degree feedback

Untuk dapat memiliki sistem penilaian kinerja karyawan yang efektif, tidak bisa semata-mata hanya mengandalkan metode review saja tanpa arah yang jelas.

Komponen-komponen untuk bisa menerapkan penilaian kinerja yang efektif di antaranya meliputi persiapan ekspektasi pekerjaan dan standar performa, memberikan pelatihan, penilaian itu sendiri, serta reward dan kompensasi berdasarkan performa.

Jika dilakukan dengan efektif, tingkat kepuasan karyawan serta efektivitas akan meningkat. Maka dari itu, penting untuk menerapkan program penilaian kinerja karyawan yang dapat memenuhi kebutuhan perusahaan dan karyawan.

Persiapkan Ekspektasi Pekerjaan

Manajemen performa dapat dimulai jauh sebelum karyawan mendapatkan penilaian kinerja pertama mereka. Sehingga, persiapan itu harus dilakukan bahkan semenjak hari pertama karyawan masuk.

Hari pertama karyawan baru adalah memastikan bahwa mereka mendapatkan hal apa saja yang diekspektasikan perusahaan terhadap pekerjaan mereka nanti.

Deskripsi pekerjaan bisa saja memuat berbagai tugas dan tanggung jawab karyawan. Namun, ekspektasi pekerjaan meliputi tanggung jawab pekerjaan serta bagaimana seharusnya sikap seorang karyawan melakukan tanggung jawab tersebut.

Pada saat proses rekrutmen, perusahaan mungkin selalu bisa menampilkan deskripsi pekerjaan dengan jelas, namun banyak juga dari perusahaan yang gagal mendiskusikan pada karyawan tujuan dari pekerjaan barunya dan bagaimana pekerjaan tersebut berdampak pada perusahaan.

Mendiskusikan ekspektasi pekerjaan akan menjelaskan kepada karyawan mengenai bagaimana pekerjaan day-to-day mereka nanti harus dikerjakan.

Ini akan menghindari miskonsepsi terkait pekerjaan karyawan dan menciptakan kesalingpahaman di antara karyawan dan perusahaan. Sehingga effort yang dilakukan karyawan akan lebih maksimal.

Standar Performa Karyawan

Salah satu komponen penting lainnya yang bisa membuat penilaian kinerja karyawan berjalan lebih efektif adalah dengan memiliki standar performa karyawan.

Standar performa karyawan merupakan sebuah benchmark yang digunakan manajer untuk menilai performa bawahan mereka.

Benchmark ini sangat berguna untuk menilai seberapa baik performa seorang karyawan sehingga manajer bisa menilainya secara presisi melalui rating.

Misalnya saja, seorang karyawan sales memiliki performa standar seperti ‘dapat mencapai target penjualan sejumlah Rp100 juta per bulan’ atau ‘mendapatkan 10 klien baru dalam satu bulan’.

Ketika ada karyawan sales yang dapat melebihi benchmark yang telah ditentukan, itu berarti performa mereka layak dinilai melebihi ekspektasi.

Benchmark yang sudah diset oleh perusahaan untuk karyawan bisa menjadi OKR yang harus dicapai oleh karyawan dalam kurun waktu tertentu.

Di Talenta sendiri, fitur KPI Management dapat digunakan untuk menentukan benchmark dari masing-masing divisi. Anda dapat mengelola KPI dalam jangka waktu tertentu untuk dicapai karyawan. Sehingga, Anda juga bisa mengidentifikasi mana saja divisi yang mampu mencapai target, melampauinya, atau bahkan belum bisa mencapainya.

Software manajemen tugas dan proyek karyawan terintegrasi manejemen KPI - Talenta by Mekari

Melakukan Pelatihan

Mengajarkan kepada para manajer dan supervisor bagaimana caranya melakukan performance review untuk bawahan mereka hanyalah salah satu cara untuk membuat metode penilaian karyawan yang efektif.

Namun, jika perusahaan memberikan pelatihan leadership pada mereka, mereka dapat meningkatkan pemahaman karyawan akan pentingnya performance appraisal.

Objektif dari pemberian penilaian ini adalah memberikan pemahaman pada manajer terkait berbagai teknik yang bisa memberikan karyawan feedback yang konstruktif.

Dengan pendekatan yang konstruktif, karyawan bisa mendapatkan gambaran secara menyeluruh mengenai performa mereka selama ini.

Hingga kemudian, mereka bisa tahu apa yang selama ini menjadi kekurangan dan siap meningkatkan kembali performanya.

Kompensasi dan Reward Berdasarkan Performa Karyawan

Jika ada hal yang ditunggu oleh semua karyawan ketika periode penilaian kinerja karyawan datang, hal tersebut adalah promosi, peningkatan gaji, serta bonus akhir tahun.

Maka dari itu, perusahaan perlu membuat program penilaian kinerja karyawan yang efektif. Untuk mewujudkannya, perusahaan perlu merumuskan bagaimana skema kompensasi yang bisa diberikan pada karyawan dari hasil review mereka.

Di sini, komunikasi antara perusahaan dan karyawan juga penting untuk dapat menyamakan persepsi dan ekspektasi mereka terhadap promosi dan kenaikan gaji.

Perusahaan perlu menggarisbawahi bahwa kompensasi bukan lah hal yang pasti didapatkan begitu saja. Oleh karena itu, perusahaan harus dapat mengembangkan program penilaian kinerja karyawan yang efektif.

Performance Appraisal vs Performance Management System

Ada yang menjadi pembeda antara performance appraisal dengan performance management system. Performance management merupakan sebuah usaha yang dilakukan oleh perusahaan untuk menjaga performa dari masing-masing divisi dan karyawan.

Dalam sebuah performance management system, perusahaan akan melakukan berbagai cara agar bisa mempertahankan atau bahkan meningkatkan performa karyawan agar jadi lebih baik.

Perusahaan juga akan mengupayakan agar karyawan berkesempatan untuk meningkatkan kemampuan mereka melalui berbagai cara, seperti misalnya pelatihan.

Ini bertujuan agar karyawan dapat mencapai OKR yang sudah ditentukan.

Sementara itu, performance appraisal atau penilaian kinerja merupakan sebuah serangkaian evaluasi untuk menilai performa perusahaan dan karyawan pada masa tertentu.

Sehingga jika kita simpulkan secara sederhana, performance management merupakan proses pengelolaan dan pengembangan, sementara performance appraisal merupakan proses penilaian kinerja.

Berikut merupakan tabel untuk membedakan keduanya.

Performance Appraisal Performance Management
Bersifat praktis Bersifat strategis
asesmen bersifat top-down Dapat dilakukan dengan diskusi
Mengoreksi kinerja yang telah lalu Mempersiapkan kinerja di masa depan
Dilakukan pada periode waktu tertentu (3 atau 6 bulan) atau satu hingga dua kali dalam setahun Dilakukan kapanpun bahkan mingguan
Menggunakan peringkat (ranking) Tidak menggunakan ranking
Dilakukan dengan ketat dan sistematis Dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun
Penilaian keseluruhan performa Penilaian pada bidang kerja tertentu
kuantitatif kualitatif
individual kolektif
Mempengaruhi insentif dan kompensasi Tidak dipengaruhi kompensasi
Biasanya dilakukan dengan tim HRD Biasanya dilakukan oleh tim divisi dan dipandu oleh atasan tim

Maka dari itu, penting agar keduanya dapat berjalan beriringan.

Performance management dapat bertindak sebagai fondasi yang dapat membentuk bagaimana seorang karyawan dapat secara efektif bekerja dan meningkatkan performa perusahaan.

Sementara sistem penilaian kinerja karyawan bertindak sebagai bahan evaluasi untuk mengapresiasi usaha karyawan sekaligus menjadi dasar pertimbangan untuk meningkatkan performa mereka lebih baik lagi.

Apa itu Performance Development Planning?

Performance development planning atau PDP merupakan sebuah proses yang bertujuan untuk meningkatkan performa karyawan.

Performance development plan dapat membantu manajer dan karyawan untuk mengidentifikasi berbagai area untuk peningkatan, menentukan goals, mengukur progres, dan merancang strategi untuk mencapai objektif yang telah ditentukan.

Proses ini akan mengurangi inefisiensi dan ketidakakuratan yang dihasilkan dari proses performance review yang masih tradisional.

Proses ini juga akan melibatkan karyawan untuk melakukan pendekatan yang lebih proaktif sebagai bagian dari manajemen performa di perusahaan.

PDP biasanya dilakukan per kuartal dan berbarengan dengan performance review, di mana karyawan dan manajernya akan berdiskusi untuk mengecek progres masing-masing dan melakukan perubahan jika diperlukan.

Beberapa manfaat dari performance development planning di antaranya:

  • Menyamakan objektif perusahaan di antara tim
  • Progres dan hasil yang dapat diukur dengan jelas
  • Akuntabilitas
  • Metode pengembangan karyawan yang sifatnya lebih strategis
  • Memiliki roadmap yang jelas untuk mencapai tujuan

Proses PDP ini akan bisa menyamakan fokus pengembangan personal dan profesional seorang karyawan dengan perusahaan.

Perencanaan yang matang akan membuka kesempatan untuk karyawan bisa mengevaluasi target mereka sehingga mereka bisa memberikan kontribusi efektif pada perusahaan.

Bagaimana Menerapkan Sistem Penilaian Kinerja Karyawan yang Baik di Dalam Perusahaan

KPI Management

Banyak dari karyawan yang merasa bahwa mereka kurang mendapatkan cukup feedback terkait performa mereka selama ini.

Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa 65% karyawan menginginkan feedback lebih banyak dari yang selama ini mereka dapatkan.

Namun selain hanya sekadar memberikan feedback, perusahaan juga perlu memikirkan bagaimana melakukan performance review yang lebih efektif.

Untuk itu, berikut adalah beberapa tips untuk menjalankan performance review yang lebih baik untuk karyawan.

1. Ketahui Lebih Dulu Metode Performance Review yang Ingin Dilakukan

Sebelum melakukan proses penilaian kinerja karyawan, Anda perlu memastikan bahwa karyawan Anda memiliki kesempatan untuk memberikan feedback maupun menerima feedback terkait pekerjaan mereka.

Tanpa keduanya, karyawan akan merasa kehilangan arah terkait apa sebenarnya tujuan dari pekerjaan yang mereka kerjakan selama ini.

Sebelum Anda bisa mengevaluasi kinerja mereka, Anda perlu mengetahui metode performance review seperti apa yang cocok diterapkan di perusahaan Anda.

Anda juga perlu memastikan akan seberapa sering perusahaan melakukan performance review.

Misalnya, Anda merasa bahwa metode 360-Review lebih cocok diterapkan di perusahaan Anda ketimbang Psychological Appraisal.

Apapun kebijakan perusahaan terkait metodenya, pastikan karyawan mendapatkan feedback yang mereka butuhkan.

2. Pastikan Ada Timbal Balik dalam Melakukan Penilaian Kinerja

Jangan menilai karyawan tanpa memberikan mereka kesempatan untuk menilai dirinya sendiri. Penilaian yang konstruktif itu sifatnya dua arah.

Jadi, jika Anda tidak terbuka untuk menerima feedback, Anda tidak bisa mengharapkan mereka untuk terbuka juga.

Jadi harus ada keterbukaan, baik karyawan dengan manajernya, maupun dengan perusahaan agar performance review yang dilakukan dapat mendukung perkembangan semua pihak.

3. Pastikan Manajer Mempersiapkan Materi sebelum Melakukan Review dengan Bawahan

Sistem penilaian kinerja karyawan membutuhkan waktu, sehingga manajer harus menjadwalkannya beberapa hari sebelumnya.

Sebelum memulai, pastikan bahwa manajer sudah memiliki catatan berdasarkan data-data penilaian yang telah dilakukan sebelumnya. Jadi, jangan datang dengan tangan kosong.

Lihat data-data kuantitatif seperti misalnya report penjualan, klien yang berhasil didapatkan, atau jumlah traffic.

Penilaian kualitatif juga sama pentingnya, seperti feedback dari klien atau rekan kerja, observasi secara personal, dan sikap karyawan selama bekerja.

Data-data ini berguna dipakai untuk mendiskusikan penilaian manajer kepada karyawan bersangkutan.

4. Tentukan Target

Target akan membantu manajer dan karyawan untuk bekerja mencapai tujuan yang sama sehingga mereka bisa lebih fokus.

Target ini nantinya akan menjadi benchmark yang akan menjadi dasar penilaian untuk karyawan Anda. Tanpa target, akan sulit untuk menentukan strategi peningkatan performa selanjutnya.

Di akhir penilaian karyawan, Anda harus mendefinisikan target serta langkah-langkah apa yang harus diaplikasikan untuk mencapainya.

Ini akan menjadi bagian dari blueprint untuk karyawan pegang dan laksanakan hingga penilaian kinerja karyawan di periode selanjutnya.

5. Pastikan untuk Memberikan Penilaian yang Sifatnya Membangun

Tidak semua sistem penilaian kinerja karyawan berjalan mulus. Pastinya, manajer akan melihat beberapa performa bawahannya yang menurun dan mengharuskan mereka membicarakan kekurangan ini.

Yang perlu digarisbawahi adalah, jangan sampai penilaian ini sifatnya untuk menunjuk kesalahan dari karyawan. Pastikan manajer fokus pada bagaimana karyawan bisa memulai, berhenti, dan lanjutkan.

Tiga poin penting ini akan memberikan arahan yang jelas mengenai bagaimana karyawan bisa belajar dari kesalahan dan mau untuk bekerja lebih baik lagi.

Hindari juga kalimat-kalimat normatif seperti ‘Kamu perlu bekerja lebih keras lagi’. Coba untuk berikan arahan yang jelas sehingga karyawan dapat mengaplikasikannya.

6. Bicarakan Bonus dan Kompensasi pada Kesempatan Terpisah

Pastikan bahwa diskusi mengenai bonus, promosi, atau kenaikan gaji terpisah dengan review. Memisahkan agenda ini akan membantu pembicaraan untuk lebih fokus pada performa seorang karyawan.

Begitu waktunya tiba untuk Anda membicarakan kompensasi, pastikan bahwa karyawan paham di mana posisi mereka berada.

Apakah mereka layak diberikan kompensasi berdasarkan performa mereka atau belum waktunya. Ketidaktahuan mereka untuk mengetahui hal ini akan menyebabkan pengurangan rasa percaya mereka terhadap perusahaan.

Bagaimana Talenta Dapat Membantu Anda dalam Membuat Sistem Penilaian Kinerja Karyawan yang Efektif

Bagi HR, manajemen performa merupakan proses cukup rumit dan panjang. Prosesnya pun dianggap penting karena hasilnya dapat menentukan peningkatan performa secara keseluruhan.

Untuk bisa memperoleh hasil yang maksimal, HR juga bisa didukung dengan teknologi seperti sistem HRIS yang membantu mereka mengelola performa masing-masing karyawan sehingga mereka bisa memantau perkembangan dengan mudah.

Salah satu software HRIS yang mampu mengakomodir manajemen performa di perusahaan dengan baik adalah Talenta.

Fitur Performance Management memiliki segudang fitur agar perusahaan dapat memantau performa karyawan dengan lebih efektif. Berikut adalah beberapa di antaranya.

Task

Dengan fitur ini, Anda dapat mengelola aktivitas dan pekerjaan karyawan dengan mudah dan terintegrasi. Artinya, masing-masing manajer dapat mengelola manajemen tugas masing-masing bawahannya sehingga KPI mereka dapat dipantau secara real-time.

Task Management Tool

Dengan Task Management Tool, Anda dapat mengintegrasikan segala pekerjaan karyawan dan proyek yang sedang mereka kerjakan.

Ini memungkinkan karyawan yang bekerja dalam tim dapat memantau aktivitas mereka dengan mudah.

Di dalamnya, karyawan bisa mendelegasikan tugas, melihat to-do list serta progres kerja, hingga membuat time tracker untuk tugas-tugas tertentu yang membutuhkan deadline.

Project Management Tool

Lewat Project Management Tool, masing-masing karyawan dapat mengelola proyek dan detail tugas dengan mudah dan sistematis.

Ditambah, berbagai tugas yang ada di dalam sebuah proyek juga dapat diintegrasikan sehingga karyawan dapat memantaunya dengan mudah.

Fitur ini juga dilengkapi dengan progress bar sehingga karyawan dapat melihat progres ter-update dari proyek yang sedang berjalan.

Selain itu untuk memudahkan karyawan, semua update proyek dan pekerjaan bisa diberitahukan melalui notifikasi dan email.

Integrasi Manajemen KPI

Untuk memudahkan manajer dalam memantau target KPI karyawannya, setiap penugasan dapat diintegrasikan ke dalam modul KPI yang ada di Talenta.

Fitur ini sangat berguna agar manajer dapat melakukan penilaian kinerja karyawan dengan mudah.

Direct Performance Review

Mengelola kinerja karyawan dengan aplikasi performance review dengan 360 degree feedback by Talenta

Untuk memudahkan HR melakukan penilaian kinerja karyawan, Talenta memiliki fitur Direct Performance Review di mana karyawan dapat memberikan penilaian yang komprehensif melalui software Talenta dengan mudah.

Proses penilaian juga dapat dilakukan secara transparan baik untuk kedua sisi.

360-Feedback Review

Salah satu sistem penilaian kinerja yang paling umum diterapkan di perusahaan hadir di Talenta. Fitur ini sangat mudah digunakan sehingga semua lapisan karyawan dapat melakukan penilaian terhadap karyawan lainnya dengan mudah.

Self-Review

Selain memberikan kesempatan untuk karyawan saling memberikan penilaian pada karyawan lainnya, Talenta juga memiliki fitur Self-Review.

Sehingga karyawan mendapatkan kesempatan untuk menilai kinerjanya secara mandiri. Karena penting bagi perusahaan untuk memiliki penilaian kinerja yang bersifat dua arah untuk menciptakan transparansi.

Direct Report/Team Review

Fitur ini juga membuat penilaian kinerja pada tim maupun direct report. Penilaian dilakukan secara lebih transparan, terstruktur, serta bisa dilakukan semua karyawan di berbagai level.

Performance Review Management

HR dapat mengelola proses performance review dengan mudah. Talenta memiliki berbagai template yang bisa dipakai menyesuaikan kebutuhan.

Nantinya, baik HR dan manajer juga akan mendapatkan laporan penilaian yang komprehensif di setiap periode penilaian kinerja.

9 Box Matrix

Kepemimpinan di sebuah perusahaan merupakan sesuatu yang harus dikelola. Perusahaan harus mencari pemimpin-pemimpin baru untuk menjadi penerus yang dapat memajukan perusahaan.

Dengan fitur 9 Box Matrix di Talenta, saat penilaian kinerja Anda bisa melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk mengidentifikasi calon pemimpin baru. Anda dapat memetakan kinerja karyawan berpotensi dan dapat mengetahui bagaimana potensi mereka di masa depan.

KPI Management

Setiap divisi di perusahaan pastinya memiliki KPI-nya masing-masing. Dengan fitur KPI Management, masing-masing divisi dapat mengelola KPI mereka untuk memastikan tujuan bisnis perusahaan dapat tercapai.

Berikut adalah beberapa fitur pendukungnya.

Set Company/Team Goal

Fitur ini memungkinkan Anda untuk mendokumentasikan tujuan organisasi dengan lebih mudah. Sehingga Anda dapat memberikan arahan yang jelas pada seluruh karyawan di perusahaan.

Create and Assign Task to Employee

Lewat fitur pendukung ini, Anda dapat membuat tugas yang mendukung tujuan perusahaan atau tim dan bisa distribusikan dengan mudah kepada karyawan atau tim terkait yang bertanggung jawab terhadap tugas tersebut.

Monitor Update an Goal Status

Fitur ini memungkinkan Anda untuk update secara berkala pada setiap tugas yang telah diberikan dan monitor perkembangan prosesnya dengan lebih mudah di satu dashboard.

Calculate Employee Incentive

Anda bisa integrasikan modul manajemen KPI dengan payroll untuk melakukan penghitungan bonus atau kompensasi berdasarkan performa yang dicapai karyawan.

Pay Employee Bonus & Incentive

Dengan fitur ini, Anda bisa melakukan pembayaran bonus/insentif karyawan atas performa yang telah dicapai dengan menyesuaikan payroll karyawan secara otomatis.

Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai manajemen penilaian kinerja karyawan di dalam suatu perusahaan. Semuanya dapat dilakukan dengan mudah apabila Anda memiliki target yang jelas terkait masa depan perusahaan.

Ditambah lagi, dengan tools seperti Talenta, HR dapat mengelola manajemen performa karyawan dengan mudah dan perkembangan karyawan dapat tercatat dengan rapi di tiap periode.

Tertarik menggunakan Talenta untuk mengelola penilaian kinerja di perusahaan Anda? Coba dulu demo Talenta secara gratis dengan mendaftarkannya pada tautan berikut ini. Jangan lupa untuk konsultasikan permasalahan HR lainnya pada ahli kami.


PUBLISHED27 Aug 2021
Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah


Kelola payroll & administrasi HR jadi lebih mudah, siap kembangkan bisnis lebih cepat

Jadwalkan Demo

Jadwalkan Demo

Jadwalkan demo & konsultasi langsung dengan Talenta

Jadwalkan Demo
Coba Demo Interaktif

Coba Demo Interaktif

Eksplorasi fitur Talenta untuk kebutuhan payroll & administrasi HR

Coba Sekarang
WhatsApp Hubungi sales