Koperasi Karyawan: Pengertian dan Manfaatnya bagi Para Pekerja

Tayang
Di tulis oleh:
Foto profil Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah
Highlights
  • Koperasi karyawan merupakan lembaga koperasi primer di lingkungan perusahaan yang didirikan secara mandiri demi meningkatkan kesejahteraan finansial para anggotanya.
  • Mekanisme pengelolaan badan usaha ini dijalankan secara demokratis berdasarkan asas kekeluargaan melalui pembagian sisa hasil usaha secara adil.

Pernahkah kamu mendengar istilah mengenai koperasi karyawan? Beberapa dari kamu mungkin ada yang sudah mengenal koperasi jenis tersebut.

Berdasarkan pasal 15 Undang-undang Nomor 25 tahun 1992, koperasi dibagi menjadi dua yaitu koperasi primer dan koperasi sekunder.

Dilansir dari Kompas, koperasi primer adalah koperasi yang didirikan oleh perorangan. Anggotanya paling sedikit biasanya mencapai 20 orang.

Sementara itu, koperasi sekunder adalah koperasi yang didirikan oleh kumpulan koperasi primer.

Dalam hal ini, koperasi karyawan dikategorikan ke dalam koperasi primer lantaran bentuk koperasi ini merupakan kumpulan orang dengan kepentingan ekonomi yang sama.

Umumnya, wilayah kerja koperasi primer juga meliputi satu lingkungan kerja, kelurahan, ataupun desa.

Lantas kira-kira apa pengertian dari koperasi karyawan? Jangan khawatir, berikut Talenta akan menjelaskannya kepadamu.

Apa itu Koperasi Karyawan?

Koperasi karyawan adalah sebuah koperasi yang berada di sebuah perusahaan tertentu.

Biasanya, anggota dari bentuk koperasi ini adalah karyawan-karyawan yang berada di perusahaan tersebut.

Koperasi karyawan biasanya disingkat dengan kopkar agar lebih mudah untuk diucapkan.

Sama seperti koperasi pada umumnya, kopkar juga menerapkan asas kekeluargaan di dalamnya.

Tujuan didirikannya bentuk koperasi ini adalah untuk mengembangkan perekonomian dan juga membantu menyejahterakan para karyawan di suatu perusahaan.

Sifat kopkar pun sangat terbuka, tidak ada paksaan dan semuanya boleh ikut asalkan masih di dalam perusahaan.

Meskipun berada di dalam naungan perusahaan, bentuk koperasi ini harus berjalan secara mandiri.

Ketika ada masalah terkait keuangan ataupun yang lainnya, mereka harus menyelesaikannya dengan sendiri tanpa bantuan perusahaan.

Bentuk koperasi ini juga biasanya harus memiliki badan hukum dan terdaftar secara resmi.

Baca Juga: Aturan Pinjaman Karyawan di Perusahaan Sesuai SOP

Tujuan dan Fungsi Koperasi Karyawan

koperasi karyawan

Tujuan dibentuknya koperasi karyawan adalah untuk berkontribusi mensejahterakan dan juga membantu mengembangkan taraf perekonomian para karyawan yang menjadi anggota koperasi di sebuah perusahaan.

Semua hal terkait produktivitas karyawan, yang tidak dapat diberikan oleh perusahaan, maka akan disediakan oleh koperasi.

Dengan begitu, perusahaan maupun karyawan masing-masing memperoleh keuntungan.

Adapun beberapa fungsi lainnya adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan kesejahteraan sosial dengan membangun potensi ekonomi para anggota serta masyarakat umum.
  • Berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup para anggota.
  • Memperkuat sistem perekonomian sebagai dasar ketahanan dan kekuatan ekonomi nasional dengan menjadi pondasinya.
  • Mengembangkan dan mewujudkan perekonomian nasional yang lebih baik melalui kegiatan usaha bersama berlandaskan demokrasi ekonomi dan asas kekeluargaan

Baca Juga: 6 Tips untuk Menjaga Kerjasama Tim Bagi HR Di Perusahaan

Struktur Organisasi Koperasi Karyawan

Agar sebuah koperasi dapat berjalan lancar, maka diperlukan adanya struktur organisasi yang baik.

Berdasarkan Undang-Undang RI No.25 Tahun 1992 perihal Perkoperasian, struktur organisasi koperasi karyawan adalah sebagai berikut:

  • Rapat anggota
  • Pengurus
  • Pengawas
  • Manajer
  • Unit usaha
  • Anggota

Cara Kerja Koperasi Karyawan

Umumnya kopkar bersifat sangat terbuka, sehingga tidak ada paksaan dan semua karyawan boleh mendaftar menjadi anggota, dengan syarat masih bekerja di dalam perusahaan tersebut.

Meskipun berada di bawah kepemimpinan perusahaan, koperasi ini tetap harus berjalan secara mandiri.

Dalam pelaksanaannya, kopkar harus memperhatikan prinsip-prinsip dalam koperasi.

Di antaranya sebagai berikut:

  • Pembagian hasil harus dilakukan secara adil sesuai dengan besarnya usaha dari tiap anggota.
  • Bersifat mandiri.
  • Dikelola secara demokratis.
  • Mendapatkan pendidikan perkoperasian.
  • Bersifat sukarela dan terbuka dalam menjadi anggota.
  • Dapat bekerja sama antar kopkar lainnya.
  • Membatasi pemberian balas jasa pada modal.

Dasarnya, cara kerja kopkar tergantung pada tujuan utama dibentuknya koperasi tersebut.

Apabila didirikan dengan tujuan yang sama seperti koperasi simpan pinjam, maka para anggota diwajibkan untuk membayar iuran beserta cicilan secara rutin.

Baca Juga: Cara Mengelola Karyawan Kerja Remote yang Efektif

Contoh Laporan Keuangan Koperasi Karyawan

Berikut adalah contoh dari laporan keuangan koperasi yang ada di perusahaan.

Manfaat jadi Anggota Koperasi Karyawan

Setelah mengetahui definisi dari bentuk koperasi yang satu ini, mungkin kamu semakin tertarik untuk mengetahuinya lebih mendalam.

Hal ini termasuk apa saja manfaat yang didapatkan saat menjadi anggota.

Pastinya akan ada banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan saat bergabung dengannya.

Kira-kira apa saja manfaat tersebut?

1. Belajar berorganisasi

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, koperasi akan diurus oleh anggota yang masuk di dalamnya.

Hal ini dapat membantu anggotanya dalam belajar berorganisasi.

2. Mengatur keuangan dengan baik

Manfaat lain dari anggota bentuk koperasi ini adalah kamu dapat mengatur keuangan dengan baik.

Setiap orang terkadang tidak mampu mengatur keuangan dengan baik sehingga yang terjadi gaji bulanannya habis dalam waktu sekejap.

Dengan masuk ke dalam anggota kopkar kamu tentu dapat mengatur keuangan dengan baik.

Pasalnya, kamu sudah tahu akan menyisihkan sebagian gaji bulanan untuk dimasukkan ke dalam koperasi.

Perlu diperhatikan pula bahwa ada beberapa koperasi karyawan yang iurannya berasal dari pemotongan gaji sesuai secara langsung.

3. Saling membantu karyawan satu sama lain

Saat memutuskan untuk menyimpan sebagian dana di dalam koperasi karyawan, secara tidak langsung kamu turut membangun modal koperasi.

Hal itu dapat memudahkan karyawan lainnya untuk meminjam uang ke kopkar jika sedang sangat membutuhkan uang untuk kebutuhannya.

Akan tetapi perlu diperhatikan, koperasi menekankan untuk meminjam uang ketika ada hal yang mendesak.

Dengan demikian, kopkar tidak akan mengutamakan orang-orang yang meminjam karena untuk kebutuhan konsumtif semata.

4. Mendapatkan keuntungan

Kamu akan mendapatkan keuntungan dari kopkar yang berupa SHU atau sisa hasil usaha.

Dilansir dari Kompas, pembagian SHU biasanya ditentukan dalam rapat anggota tahunan (RAT).

Pembagian SHU yang akan diterima tentu sesuai dengan kebijakan masing-masing kopkar yang ada di perusahaan tersebut.

Itu dia penjelasan singkat mengenai koperasi karyawan serta beragam manfaat yang kamu dapatkan jika masuk ke dalam salah satu anggotanya.

Baca Juga: Karyawan Tetap vs Karyawan Kontrak, Mana yang Terbaik?

Cara Kerja Koperasi Karyawan

Dari beberapa sumber yang dikumpulkan oleh Mekari Talenta, cara kerja koperasi nyatanya dilandasi dengan prinsip-prinsip koperasi yang terdiri dari:

  • Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha dari masing-masing anggota
  • Kemandirian
  • Pengelolaan dilakukan secara demokratis
  • Pendidikan perkoperasian
  • Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
  • Kerja sama antar koperasi
  • Pemberian balas jasa yang terbatas pada modal.

Adapun dalam praktiknya, apabila mengacu pada koperasi simpan pinjam, cara kerja koperasi adalah antara anggotanya membayar iuran dan cicilan secara rutin dan tertib.

Oleh karena itu, sebenarnya cara kerja koperasi karyawan lagi-lagi kembali pada tujuan utama didirikannya koperasi tersebut.

Apabila koperasi karyawan didirikan dengan fungsi yang serupa dengan koperasi simpan pinjam, maka cara kerjanya cenderung tidak terlalu berbeda dengan koperasi simpan pinjam.

Selain mengacu pada tujuan koperasi karyawan dibentuk, tapi juga, cara kerja koperasi karyawan tentu berdasarkan pada persetujuan antara seluruh pihak yang terkait, agar tidak ada kesalahpahaman di kemudian hari.

Baca Juga: Pakai Aplikasi Lembur Otomatis Untuk Permudah Ajukan Lembur

Kelola Slip Gaji Karyawan Koperasi dengan Mekari Talenta

Mekari Talenta adalah salah satu software HRIS untuk manajemen sumber daya manusia.

Software HRIS biasanya bertujuan mengurangi beban kerja administrasi di bidang penggajian, perpajakan karyawan, absensi, dan performance appraisal.

Selain itu, Talenta juga menyediakan fitur mobile friendly yang disebut mobile employee-self service yang dapat memudahkan karyawan untuk mengakses Talenta melalui smartphone atau gadget masing-masing.

Fitur-fitur yang disediakan Talenta juga dilengkapi dengan detail-detail sehingga memudahkan karyawan dalam melakukan pekerjaan.

Pada fitur aplikasi slip gaji otomatis, komponen seperti bonus, tunjangan, pajak, insentif, dan lain-lain ditambahkan.

Dengan demikian perhitungan akan menjadi lebih efisien dan efektif dan karyawan tidak perlu meminta slip gaji secara manual ke HR.

Kelebihan Mekari Talenta

Berikut.

1. Fitur yang disajikan sangat berlimpah

Keunggulan dari Mekari Talenta selain sebagai software slip gaji salah satunya adalah fitur yang dibawakan sangat banyak dan berlimpah.

Mulai dari pinjaman tunai, halaman recruitment, halaman cuti custom, hingga pengumuman karyawan pun disediakan oleh Mekari Talenta ini, berikut ini detail fiturnya

2. Kostumisasi yang sangat terperinci

Semua hal yang diatur di dalam Mekari Talenta diatur secara sangat terperinci, Di sini bahkan bisa membuat rumus cuti sendiri dan rumus denda sendiri.

3. Tim support yang efektif dan responsif

Tidak usah bergelut dengan bot ketika memberikan keluhan atau komplain, CS dari Mekari Talenta akan dengan sigap membantu dalam hitungan menit saja.

Tertarik menggunakan Mekari Talenta? Coba gratis demonya sekarang juga dengan berkonsultasi lewat tim sales kami.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Siapa saja yang dapat menjadi anggota koperasi karyawan?

Siapa saja yang dapat menjadi anggota koperasi karyawan?

Pada umumnya, anggota koperasi karyawan adalah pegawai yang masih aktif bekerja di perusahaan tempat koperasi tersebut didirikan. Setiap koperasi biasanya memiliki syarat keanggotaan yang diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). Selain memenuhi persyaratan administrasi, calon anggota juga perlu memahami hak dan kewajiban yang berlaku. Dengan demikian, seluruh anggota dapat berpartisipasi secara aktif dalam menjalankan kegiatan koperasi.

Apa yang perlu dipertimbangkan sebelum bergabung dengan koperasi karyawan?

Apa yang perlu dipertimbangkan sebelum bergabung dengan koperasi karyawan?

Sebelum menjadi anggota, karyawan sebaiknya memahami tujuan, program, serta mekanisme operasional koperasi. Penting juga untuk mengetahui besaran simpanan wajib, simpanan pokok, maupun aturan terkait pinjaman jika koperasi menyediakan layanan tersebut. Selain itu, pelajari bagaimana pembagian sisa hasil usaha (SHU) dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari. Memahami seluruh ketentuan sejak awal akan membantu anggota memanfaatkan koperasi secara optimal.

Bagaimana koperasi karyawan dapat mendukung kesejahteraan perusahaan secara keseluruhan?

Bagaimana koperasi karyawan dapat mendukung kesejahteraan perusahaan secara keseluruhan?

Keberadaan koperasi karyawan dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif melalui berbagai program yang mendukung kebutuhan anggotanya. Ketika karyawan memperoleh akses terhadap layanan keuangan atau kebutuhan sehari-hari dengan lebih mudah, tingkat kesejahteraan mereka juga dapat meningkat. Dampaknya, perusahaan berpotensi memiliki karyawan yang lebih fokus dan produktif dalam bekerja. Hubungan yang harmonis antara koperasi, karyawan, dan perusahaan juga dapat memperkuat budaya kerja yang positif.

 

Apa tantangan yang sering dihadapi dalam pengelolaan koperasi karyawan?

Apa tantangan yang sering dihadapi dalam pengelolaan koperasi karyawan?

Salah satu tantangan terbesar adalah menjaga transparansi dalam pengelolaan keuangan dan pengambilan keputusan. Selain itu, rendahnya partisipasi anggota dalam rapat atau kegiatan koperasi juga dapat memengaruhi perkembangan organisasi. Pengurus perlu memastikan seluruh aktivitas dikelola secara profesional, terdokumentasi, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pemanfaatan teknologi juga dapat membantu meningkatkan efisiensi administrasi serta pelaporan koperasi.

Apakah koperasi karyawan dapat bekerja sama dengan pihak lain?

Apakah koperasi karyawan dapat bekerja sama dengan pihak lain?

Ya, koperasi karyawan dapat menjalin kerja sama dengan lembaga keuangan, pemasok, maupun koperasi lainnya untuk mengembangkan usahanya. Kerja sama tersebut dapat memberikan manfaat berupa akses pembiayaan, harga barang yang lebih kompetitif, atau pengembangan layanan bagi anggota. Namun, setiap bentuk kerja sama harus tetap sesuai dengan tujuan koperasi dan memperoleh persetujuan berdasarkan mekanisme yang berlaku. Dengan pengelolaan yang baik, kolaborasi tersebut dapat meningkatkan manfaat yang diterima seluruh anggota.

Image
Jordhi Farhansyah Penulis
Penulis dengan pengalaman selama sepuluh tahun dalam menghasilkan konten di berbagai bidang dan kini berfokus pada topik seputar human resources (HR) dan dunia bisnis. Dalam kesehariannya, Jordhi juga aktif menekuni fotografi analog sebagai bentuk ekspresi kreatif di luar rutinitas menulis.
Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.

WhatsApp Hubungi sales