Cara Mengelola Karyawan Kerja Remote yang Efektif

By Fitri DewantyPublished 24 Jun, 2023 Diperbarui 20 Maret 2024

Anda merasa mengelola Karyawan Remote terasa rumit? Temukan cara yang efektif mengelolanya dalam penjelasan Mekari Talenta berikut ini.

Karyawan remote pada dasarnya adalah karyawan atau orang-orang yang menangani pekerjaan di luar kantor.

Mereka dapat bekerja di mana saja tanpa perlu datang ke kantor.

Melakukan kerja secara remote sebenarnya bukanlah suatu hal baru. Banyak startup bahkan perusahaan mempekerjakan karyawan berbakat secara remote.

Tak hanya pekerja yang harus mengantisipasi tren bekerja secara remote, perusahaan juga harus mengantisipasinya dengan mengelola manajemen secara baik.

Sebelumnya, perusahaan yang banyak mempekerjakan karyawan remote adalah industri media.

Khususnya pada bidang jurnalis dan reporter yang tersebar di berbagai daerah tanpa kantor.

Mereka menjadi sumber informasi dalam meliput dan melaporkan peristiwa secara cepat dari berbagai daerah.

Saat ini, karyawan remote telah berkembang hingga industri kreatif dan startup, yang memungkinkan karyawan bekerja dari rumah, kedai kopi, co-working space, dan tempat lain yang masih terhubung dengan internet.

Memiliki karyawan remote sebenarnya menjadi hal yang menguntungkan. Di mana perusahaan dapat menghemat biaya untuk ruangan dan fasilitas kerja.

Di sisi lain, karyawan memiliki kebebasan untuk menentukan tempat yang paling nyaman untuk bekerja agar lebih produktif.

Walaupun demikian, perusahaan juga perlu memonitor karyawan remote dengan baik.

Berikut cara efektif yang dapat perusahaan lakukan untuk mengelola karyawan remote:

Cara Mengelola Karyawan Remote yang Efektif

1. Menjaga Komunikasi Tetap Efektif

Kunci keberhasilan utama dalam mempekerjakan karyawan remote adalah komunikasi yang efektif untuk mengatasi kendala jarak.

Mulai dari berkomunikasi untuk memberikan brief pekerjaan hingga informasi mengenai proses pekerjaan.

Komunikasi yang tidak efektif dan solid akan berdampak pada kegagalan rencana bisnis perusahaan.

Cari waktu dan cara terbaik untuk berkomunikasi dengan karyawan. Jika tim remote tersebar di zona waktu dan daerah yang berbeda-beda, penting bagi perusahaan untuk memikirkan jadwal yang tepat untuk meeting online.

Gunakanlah teknologi yang sekiranya mudah diakses dan memiliki banyak fungsi kolaborasi.

Agar kontrol tetap baik, jangan lupa untuk selalu mencatat dan menentukan deadline pekerjaan.

Baca Juga: Cara Mengelola Kehadiran Karyawan Remote Paling Efektif

2. Pilihlah Tim yang Tepat

Keberhasilan pekerjaan secara remote banyak bergantung pada orang-orang yang perusahaan rekrut untuk menanganinya.

Pilihlah tim yang tepat, seperti tim yang beranggotakan orang dengan kepribadian pekerja keras, kompeten, dan bersikap positif.

Hal tersebut akan menguntungkan operasional perusahaan.

Namun jika sebaliknya, pekerjaan secara remote akan menghadapi masalah serius, seperti target perusahaan tidak terpenuhi dan operasional perusahaan terhambat.

Sebelum memutuskan pembentukan tim remote, pilih kandidat berdasarkan kecakapan dan sikap karyawan.

Jangan memilih hanya karena karyawan tersebut kompeten namun ternyata memiliki sikap negatif, sepeti pemalas, pengeluh, yang mungkin akan menyulitkan perusahaan ke depannya.

Kepribadian karyawan seperti itu bisa diketahui saat wawacara, apakah ia termasuk orang disiplin, positif, dan self-motivated.

Baca Juga: 4 Cara Terbaik Bekerjasama Dengan Karyawan Milenial

3. Tetapkan Target yang Jelas

Umumnya, tidak ada supervisor yang didedikasikan untuk setiap saat mengawasi kinerja karyawan remote.

Oleh sebab itu, agar membuat tim remote termotivasi dengan sendirinya, perusahaan perlu memberikan target atau sasaran yang jelas untuk dicapai setiap karyawan.

Tetapkan target pekerjaan yang harus dilakukan dan tenggat waktunya.

Target harus jelas, realistis, dan dapat diukur, sehingga perusahaan dapat menilai kinerja karyawan dari output pekerjaannya.

Baca Juga: 4 Hal Ini Jadi Tanda Anda Butuh Aplikasi Database Karyawan

4. Buatlah Pertemuan Tim Sesekali

Agar hubungan antar tim tetap terjaga dan profesional, tidak ada salahnya sesekali melakukan pertemuan tim secara langsung.

Misalnya, sekali atau dua kali dalam sebulan.

Walaupun hanya melakukan obrolan ringan, namun hal ini dapat memperkuat kerja sama tim.

Selain itu, dengan bertemu secara langsung tim remote dan perusahaan dapat menilai masing-masing secara langsung.

Baca Juga: Beralih ke Software Payroll HR Online dan Tinggalkan Proses Manual!

5. Tetapkan Zona Waktu

Tidak menutup kemungkinan bahwa tim remote dapat tersebar di berbagai daerah dengan zona waktu yang berbeda.

Perusahaan perlu memikirkan cara memudahkan proses manajemen untuk sebisa mungkin untuk menyesuaikan perbedaan zona waktu.

Sebenarnya ini bukan sebuah keharusan, namun jika dibutuhkan deadline harian, zona waktu akan berpengaruh.

Agar masalah tersebut teratasi, perusahaan bisa memilih pekerja remote yang berada di zona waktu tidak jauh berbeda. Atau mungkin dengan membuat kesepakatan di awal, seperti zona waktu kerja mengikuti kantor pusat.

Baca Juga: 5+ Aplikasi Payroll Terbaik yang Bisa Anda Coba Gratis Di Indonesia!

6. Gunakan Aplikasi yang Tepat Untuk Kelola Karyawan Yang Kerja Remote Seperti Aplikasi HRIS Mekari Talenta

Karena tidak bertemu secara langsung, teknologi sangat penting dalam kegiatan kerja dengan karyawan remote.

Bekerja secara remote akan lebih banyak menggunakan file digital yang mudah ditransfer sebagai pengganti dokumen fisik.

Tim akan bekerja dengan mengoptimalkan gadget seperti laptop atau smartphone, serta jaringan internet yang terkoneksi dengan aman.

Perusahaan dan karyawan bisa menggunakan aplikasi, tools, atau software gratis maupun berbayar untuk berbagai keperluan.

Misalnya, penunjang komunikasi (seperti Zoom, GoTo Meeting), manajemen project (seperti Dropbox, Slack), produktivitas, time-tracking, dan pembayaran.

Anda juga bisa menggunakan layanan software Mekari Talenta untuk mengelola data kehadiran hingga proses penggajian karyawan remote secara mudah.

Mekari Talenta memiliki fitur absensi online yang dirancang untuk memudahkan pencatatan absensi karyawan yang berada di berbagai lokasi. Karyawan bisa mengisi absensi secara mudah menggunakan ponsel atau laptopnya.

Tertarik untuk mencoba Talenta? Isi formulir ini untuk jadwalkan demo Talenta dengan sales kami dan konsultasikan masalah HR Anda kepada kami!

Anda juga bisa coba gratis Talenta sekarang dengan klik gambar di bawah ini.

Coba Gratis Aplikasi HRIS Talenta Sekarang!

Kerja Remote: Konsep, Ragam Pekerjaan, dan Manfaat Untuk Karyawan dan Perusahaan

Seiring dengan dinamika evolusi dunia kerja, paradigma mengenai cara bekerja juga mengalami transformasi yang signifikan.

Salah satu model yang semakin populer adalah sistem kerja remote, yang dikenal juga dengan istilah remote working.

Perubahan pola kerja ini diimplementasikan oleh banyak perusahaan sebagai respon terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan fleksibilitas dalam berkarir.

Data dan tren mengindikasikan peningkatan jumlah individu yang mempraktikkan remote working, menunjukkan tren yang menggairahkan untuk masa depan dunia kerja.

Dalam artikel ini, akan diuraikan dengan cermat dan formal mengenai apa itu kerja remote, berbagai jenis pekerjaan yang dapat dijalankan dengan model ini, serta manfaat besar yang dapat diperoleh oleh individu dan perusahaan.

Baca Juga: Sistem Kerja Remote dan Aplikasi HRD Yang Memudahkan

Apa Itu Kerja Remote?

Secara esensial, kerja remote dapat didefinisikan sebagai bentuk pekerjaan yang memungkinkan individu untuk melaksanakan tugas-tugas pekerjaan tanpa adanya kewajiban fisik hadir di tempat kerja fisik atau kantor.

Metode ini memungkinkan individu untuk bekerja dari lokasi yang lebih bervariasi, seperti dari rumah, kafe, ruang coworking, atau bahkan lokasi-lokasi lain yang memiliki koneksi internet yang memadai.

Hal ini menandakan adanya pergeseran dari paradigma kerja tradisional yang mengharuskan kehadiran fisik di kantor perusahaan.

Selain konsep dasar ini, kerja remote juga merujuk pada fleksibilitas dalam mengatur jadwal kerja.

Pekerja dapat memilih jam kerja yang lebih sesuai dengan ritme mereka sendiri, selama mereka dapat menyelesaikan tugas dengan efektif dan efisien.

Pendekatan ini mempertimbangkan kebutuhan individu untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, sehingga tercipta kondisi yang lebih seimbang dan harmonis.

Menurut sumber yang terpercaya seperti Skill Crush, kerja remote mampu memberikan kenyamanan yang signifikan bagi para pekerja.

Dalam hal ini, individu tidak lagi harus menghadapi tantangan perjalanan harian ke kantor yang dapat mempengaruhi kesejahteraan dan produktivitas mereka.

Dari segi psikologis, individu yang memiliki pilihan untuk bekerja secara remote atau fleksibel cenderung memiliki kondisi kesehatan mental yang lebih baik.

Lebih dari itu, work-life balance mereka berada dalam kondisi yang sangat baik.

Hal ini menjelaskan bahwa model kerja remote secara tidak langsung dapat meningkatkan tingkat produktivitas dan kepuasan kerja.

Baca Juga: Analisis Karakter Karyawan Secara Umum Dan Berdasar Generasi

Ragam Pekerjaan Karyawan Yang Bisa Dilakukan Dengan Kerja Remote

Kemajuan teknologi, terutama dalam hal konektivitas internet, telah memberikan peluang luas untuk berbagai jenis pekerjaan yang dapat dijalankan secara remote.

Model kerja ini tidak terbatas pada jenis pekerjaan tertentu, melainkan mencakup berbagai bidang dan industri.

Berikut adalah beberapa jenis pekerjaan karyawan yang dapat dilakukan dengan model kerja remote:

  1. Pekerjaan Kreatif dan Desain: Para desainer grafis, ilustrator, penulis konten, dan fotografer dapat dengan mudah menjalankan pekerjaan mereka secara remote. Platform kolaborasi online memungkinkan tim kreatif untuk berkoordinasi dan berbagi ide dari jarak jauh.
  2. Pengembangan Perangkat Lunak dan IT: Pekerjaan di bidang teknologi informasi, seperti pengembangan perangkat lunak, pemrograman, analisis data, dan pengujian perangkat lunak, dapat dijalankan secara remote dengan bantuan alat-alat komunikasi dan kolaborasi.
  3. Pekerjaan Pemasaran Digital: Pekerjaan di bidang pemasaran digital, termasuk manajemen media sosial, kampanye iklan online, dan analisis pemasaran, dapat dilakukan dari mana saja dengan akses ke internet.
  4. Pekerjaan Layanan Pelanggan: Banyak perusahaan memungkinkan pekerjaan layanan pelanggan dijalankan secara remote. Pekerja dapat menjawab pertanyaan dan memberikan dukungan melalui email, chat, atau telepon.
  5. Penelitian dan Konsultasi: Profesional di bidang penelitian dan konsultasi dapat melakukan pekerjaan mereka dari lokasi yang berbeda. Mereka dapat mengumpulkan data, menganalisis informasi, dan memberikan rekomendasi dari jarak jauh.
  6. Pendidikan dan Pelatihan: Instruktur, tutor, dan pelatih dapat memberikan sesi pelatihan atau pembelajaran online kepada peserta dari berbagai lokasi.
  7. Pekerjaan Administratif: Beberapa pekerjaan administratif, seperti manajemen proyek, administrasi data, dan penjadwalan, dapat dijalankan secara remote dengan bantuan alat kolaborasi online.

Dengan demikian, ragam pekerjaan yang dapat dijalankan dengan model kerja remote sangat luas dan beragam.

Hal ini membuktikan fleksibilitas yang dimiliki oleh model ini dalam mendukung berbagai jenis aktivitas profesional.

Baca Juga: 8 Persiapan Remote Working Paling Penting

Manfaat yang Diberikan oleh Kerja Remote

Penggunaan model karyawan kerja remote memberikan sejumlah manfaat besar bagi individu, perusahaan, dan masyarakat secara keseluruhan. Beberapa manfaat utama yang dapat diperoleh meliputi:

  1. Work-Life Balance yang Lebih Baik: Salah satu manfaat paling diakui dari kerja remote adalah penciptaan work-life balance yang lebih baik. Individu dapat lebih mudah mengatur waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, yang berkontribusi pada kesejahteraan dan kebahagiaan mereka.
  2. Peningkatan Produktivitas: Dalam lingkungan yang lebih santai dan nyaman, individu cenderung lebih fokus dan produktif. Mereka memiliki lebih banyak kendali atas lingkungan kerja mereka, yang dapat meningkatkan efisiensi dalam menyelesaikan tugas-tugas.
  3. Efisiensi Biaya: Model kerja ini dapat membantu individu menghemat biaya transportasi, pakaian kerja, dan biaya sehari-hari lainnya yang terkait dengan bekerja di kantor. Di sisi lain, perusahaan juga dapat menghemat biaya operasional kantor.
  4. Akses ke Talenta Global: Penerapan kerja remote membuka pintu bagi perusahaan untuk merekrut dan bekerja sama dengan individu berbakat dari seluruh dunia. Ini memberikan akses lebih luas terhadap beragam keahlian dan pengalaman.
  5. Dampak Lingkungan Positif: Dengan berkurangnya kebutuhan akan perjalanan harian ke kantor, emisi karbon dan dampak lingkungan lainnya dapat berkurang. Ini sejalan dengan perkembangan kerja yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
  6. Fleksibilitas Pekerjaan: Kerja remote memberikan fleksibilitas dalam mengatur waktu kerja, yang dapat disesuaikan dengan preferensi dan ritme individu. Hal ini juga memungkinkan orang untuk menjalankan beberapa tanggung jawab lain di luar pekerjaan.
  7. Kesempatan untuk Berinovasi: Model kerja ini mendorong tim untuk mencari cara baru dan inovatif untuk berkolaborasi dan menyelesaikan tugas. Kreativitas dan inovasi dapat berkembang dengan lebih bebas dalam lingkungan yang mendukung kerja jarak jauh.

Kesimpulannya, karyawan kerja remote bukanlah sekadar tren sementara, melainkan merupakan paradigma kerja yang semakin diterima dan mengakar dalam dunia profesional.

Transformasi ini didukung oleh kemajuan teknologi dan perubahan dalam gaya hidup serta preferensi pekerja.

Ragam pekerjaan yang dapat dijalankan dengan metode ini membuktikan fleksibilitas yang luas, sementara manfaat yang dihasilkan mencakup berbagai aspek yang positif.

Oleh karena itu, baik individu maupun perusahaan diharapkan dapat mengoptimalkan potensi kerja remote untuk mencapai produktivitas, kesejahteraan, dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

banner tentu bisa june
Fitri Dewanty
Penulis dengan pengalaman lebih dari 2 tahun di pemasaran dan startup, serta memiliki kemampuan di bidang brand communication, event planning, dan marketing activations. Seorang ahli untuk produksi konten, campaign idea, dan vendor relationship, dengan reputasi kuat di penulisan kreatif, problem-solving, dan operational improvement.