Performance Management vs Performance Appraisal: Perbedaan & Fungsinya

Tayang
Di tulis oleh:
Hafidh Ardianto
Hafidh Ardianto
Highlights
  • Performance management adalah proses berkelanjutan untuk meningkatkan dan mengembangkan kinerja karyawan, sedangkan performance appraisal merupakan proses evaluasi kinerja dalam periode tertentu.

  • Perbedaan utamanya terletak pada tujuan, cakupan, dan waktu pelaksanaannya. Performance management bersifat strategis dan berkelanjutan, sementara performance appraisal berfokus pada penilaian hasil kinerja dalam periode tertentu.

Di perusahaan dengan jumlah karyawan yang terus bertambah, menyelaraskan target bisnis dengan kinerja individu tidak cukup hanya mengandalkan penilaian tahunan.

Banyak organisasi masih menyamakan performance management dengan performance appraisal, padahal keduanya memiliki tujuan, pendekatan, dan dampak yang berbeda terhadap produktivitas organisasi.

Kesalahan memahami kedua konsep tersebut dapat membuat perusahaan terlalu fokus pada evaluasi, tetapi terlambat dalam mengembangkan kompetensi dan memperbaiki performa tim.

Hal ini sejalan dengan riset Gallup yang menunjukkan hanya 2 dari 10 karyawan merasa sistem performance management di organisasinya benar-benar memotivasi mereka untuk menghasilkan kinerja terbaik, sementara hanya 14% karyawan yang menganggap performance review mampu menginspirasi mereka untuk berkembang.

Artikel ini akan membahas perbedaan performance management dan performance appraisal, fungsi masing-masing, metode yang digunakan, serta kapan perusahaan perlu menerapkan keduanya secara bersamaan.

Performance Management dan Performance Appraisal

Sebelum mengetahui perbedaannya, Anda perlu memahami definisi dari kedua terminologi manajemen karyawan tersebut.

Performance management atau bahasa lokalnya manajemen performa adalah upaya perusahaan atau dalam lingkup lebih kecil yaitu tim dalam meningkatkan atau menjaga performa karyawan.

Performance management adalah upaya yang dilakukan agar karyawan terus merasa terlibat dalam pekerjaan dan mempertahankan atau mengembangkan performa yang baik.

Manajemen performa juga berupaya bagaimana karyawan mendapatkan kesempatan skill advancement untuk meraih KPI perusahaan.

Berbeda dengan performance management, performance appraisal adalah proses evaluasi untuk mengukur performa perusahaan dalam periode tertentu.

Singkatnya, perbedaan keduanya adalah pada penanganan. Performance management lebih kepada pengembangan dan perbaikan, performance appraisal adalah proses penilaian.

Selain itu banyak para ahli yang mendefinisikan bahwa performance management mengacu pada situasi saat ini dan masa depan.

Sedangkan performance appraisal mengacu pada apa yang telah dilakukan oleh karyawan di masa lalu.

Bisa disimpulkan bahwa performance management adalah proses proaktif dan pencegahan sedangkan performance appraisal adalah proses reaktif dan penanggulangan yang sama-sama bertujuan bagaimana performa karyawan berada pada tingkat terbaiknya.

Untuk mengetahui lebih jelas berikut tabel perbedaan antara performance management dan performance appraisal.

Performance AppraisalPerformance Management
Bersifat praktisBersifat strategis
asasmen bersifat top-downDapat dilakukan dengan diskusi
Mongoreksi kinerja yang telah laluMempersiapkan kinerja di masa depan
Dilakukan pada periode waktu tertentu (3 atau 6 bulan) atau satu hingga dua kali dalam setahunDilakukan kapanpun bahkan mingguan
Menggunakan peringkat (ranking)Tidak menggunakan ranking
Dilakukan dengan ketat dan sistematisDapat dilakukan kapan pun dan di mana pun
Penilain keseluruhan performaPenilaian pada bidang kerja tertentu
kuantitatifkualitatif
individualkolektif
Mempengaruhi insentif dan kompensasiTidak dipengaruhi kompensasi
Biasanya dilakukan dengan tim HRDBiasanya dilakukan oleh tim divisi dan dipandu oleh atasan tim

Baca juga: Cara Sukses Hadapi Karyawan Underperformance di Perusahaan

Performance Appraisal

Performance appraisal biasanya dilakukan pada periode tertentu, ada yang menerapkan per kuartal (3 bulan), 6 bulan, bahkan tahunan.

Namun efektifnya, performance appraisal dilakukan setiap 3 bulan.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, performance appraisal berfungsi untuk memperbaiki atau meluruskan pekerjaan karyawan yang tidak sesuai dengan target atau bahkan visi perusahaan.

Performance appraisal juga bertujuan untuk mengetahui pekerjaan apa yang harus diperbaiki dan metode apa yang kira-kira bisa dihilangkan agar pekerjaan dapat dilakukan dengan efektif.

Performance appraisal juga bisa menjadi kesempatan karyawan untuk memberikan evaluasi dan masukan kepada perusahaan.

Apa saja yang menjadi hambatan saat bekerja, bagaimana proses kerjasamanya, dan hal lain yang berhubungan dengan kinerja karyawan.

Performance Management dan Performance Appraisal

Adapun performance appraisal memiliki alat ukur secara umum yaitu:

Metode Ranking

Metode ranking adalah metode yang paling umum dan paling dasar dalam melakukan pengukuran kinerja karyawan.

Perusahaan akan me-ranking mulai dari karyawan terbaik dan terburuk dalam satu tim tertentu atau bahkan organisasi keseluruhan.

Kelebihan metode ini, karyawan bisa lebih termotivasi untuk bekerja lebih baik, proses pengurutan murni berdasarkan level kinerja, dan juga lebih mudah untuk dibuat.

Kekurangannya adalah data yang disajikan kurang komprehensif sehingga HRD sulit untuk memahami bagian apa yang perlu diperbaiki.

Selain itu, metode ini akan sulit digunakan jika karyawan usaha Anda banyak.

Metode Forced Distribution

Metode dengan menilai kriteria yang sudah disesuaikan oleh perusahaan.

Misalnya saja perusahaan menerapkan kriteria dari “buruk” hingga “terbaik” dengan melakukan persentase sesuai dengan kategori tersebut.

Metode ini digunakan apabila sulit untuk mengurutkan peringkat masing masing karyawan karena ada beberapa karyawan yang memiliki kinerja yang sama

Kelebihan dari metode ini digunakan untuk meminimalkan bias pada penilaian.

Kekurangannya, alih-alih untuk meminimalkan bias, karyawan cenderung merasa tidak adil.

Misalnya saja karyawan tersebut secara kinerja disiplin namun memang menemui banyak masalah pada kategori tertentu sehingga mendapatkan penilaian yang buruk.

Metode Ceklis

Berisi rangkaian pernyataan yang diberikan sesuai dengan pekerjaan yang sedang dijalani.

Tim HR selanjutnya akan memberikan ceklis mana yang lebih menggambarkan situasi karyawan saat ini.

Kelebihan dari metode ceklis adalah penilaian sangat mendekati dengan situasi karyawan.

Kekurangannya, metode ini cukup memakan waktu sehingga dirasa kurang efektif.

Metode Kejadian Kritis

Penilaian diberikan pada kejadian tertentu apakah cara kerja yang dilakukan efektif, baik, dan sesuai atau tidak.

Proses ini tentu melibatkan supervisor tim untuk melakukan penilaian.

Biasanya penilaian ini diberikan ketika sedang mengerjakan proyek tertentu yang kemudian dirangkum sebagai bahan evaluasi.

Kelebihan dari metode ini adalah HR dapat mengetahui kemampuan dan kelemahan yang dimiliki karyawan secara detail.

Kekurangannya, metode ini dinilai sangat bias dan dipengaruhi oleh halo effect dan horn effect.

Baca juga: Mengenal Metode SMART untuk Pencapaian Target Kerja

Performance Management

Bisa dikatakan performance management adalah bagian keseluruhan yang didalamnya juga ada proses performance appraisal.

Ada beberapa metode yang bisa digunakan dalam performance management.

Pertama, melakukan one on one session antara karyawan dan atasan.

Hal ini bertujuan untuk menyatukan visi, membicarakan kendala dan capaian yang telah diraih dalam satu periode kerja.

Selain itu, atasan juga wajib memberikan keterbukaan kepada karyawan atas keluhan dan kesulitan yang sedang dihadapi karyawan.

Kedua, personal development program dimana atasan biasanya memberikan pelatihan khusus kepada bawahan.

Atasan akan memberikan kesempatan karyawannya untuk mengikuti pelatihan atau kursus di luar kantor guna mengembangkan skillset karyawan.

Keduanya bisa dikategorikan sebagai proses management by objectives dimana atasan mencoba meluruskan atau menyelaraskan tugas dan tujuan perusahaan sehingga karyawan dapat melakukan pekerjaannya dengan baik.

Optimalkan Performance Management dengan Mekari Talenta

Membedakan performance management dan performance appraisal merupakan langkah penting agar perusahaan tidak hanya mampu mengevaluasi kinerja, tetapi juga membangun budaya kerja yang mendorong peningkatan performa secara berkelanjutan.

Ketika keduanya diterapkan secara terintegrasi, perusahaan dapat menyelaraskan tujuan bisnis, pengembangan kompetensi, hingga pengambilan keputusan berbasis data secara lebih efektif.

Agar proses pengelolaan kinerja berjalan lebih efisien, perusahaan dapat memanfaatkan Mekari Talenta.

Melalui fitur Performance Management, perusahaan dapat menetapkan KPI dan OKR, melakukan penilaian kinerja, mengelola feedback, menyusun Individual Development Plan (IDP), hingga memantau perkembangan karyawan dalam satu platform yang terintegrasi dengan HRIS, payroll, dan sistem pengelolaan SDM lainnya.

Jadwalkan demo Mekari Talenta untuk melihat bagaimana solusi ini dapat membantu membangun sistem manajemen kinerja yang lebih strategis dan berkelanjutan.

Pertanyaan Umum seputar Perbedaan Performance Management dan Performance Appraisal

Apakah perusahaan tetap memerlukan performance appraisal jika sudah menerapkan performance management?

Apakah perusahaan tetap memerlukan performance appraisal jika sudah menerapkan performance management?

Ya. Performance appraisal tetap diperlukan sebagai bagian dari performance management karena berfungsi memberikan penilaian formal terhadap pencapaian kinerja dalam periode tertentu. Hasil appraisal dapat digunakan sebagai dasar keputusan terkait promosi, kompensasi, maupun pengembangan karier. Namun, appraisal sebaiknya bukan satu-satunya aktivitas pengelolaan kinerja.

Mana yang lebih efektif, performance management atau performance appraisal?

Mana yang lebih efektif, performance management atau performance appraisal?

Keduanya memiliki fungsi yang berbeda sehingga tidak dapat dibandingkan secara langsung. Performance management lebih efektif untuk menjaga peningkatan kinerja secara berkelanjutan melalui coaching, feedback, dan pengembangan kompetensi. Sementara itu, performance appraisal lebih efektif sebagai alat evaluasi formal terhadap hasil kerja yang telah dicapai.

Seberapa sering performance management sebaiknya dilakukan?

Seberapa sering performance management sebaiknya dilakukan?

Performance management idealnya dilakukan secara berkelanjutan melalui check-in rutin, one-on-one meeting, maupun feedback berkala. Banyak organisasi menerapkan sesi mingguan atau bulanan agar hambatan dapat diatasi lebih cepat. Pendekatan continuous performance management juga terbukti meningkatkan keterlibatan karyawan ketika feedback diberikan secara konsisten.

Apakah performance appraisal selalu memengaruhi kenaikan gaji atau bonus?

Apakah performance appraisal selalu memengaruhi kenaikan gaji atau bonus?

Tidak selalu, meskipun pada banyak perusahaan hasil performance appraisal menjadi salah satu pertimbangan dalam pemberian bonus, kenaikan gaji, maupun promosi. Organisasi modern umumnya juga mempertimbangkan kompetensi, potensi, kontribusi jangka panjang, serta pencapaian target bisnis. Karena itu, keputusan kompensasi tidak hanya bergantung pada satu hasil penilaian.

Bagaimana cara mengintegrasikan performance management dan performance appraisal?

Bagaimana cara mengintegrasikan performance management dan performance appraisal?

Perusahaan dapat menjadikan performance appraisal sebagai salah satu tahapan dalam siklus performance management. Prosesnya dimulai dari penetapan sasaran (goal setting), monitoring progres, coaching dan feedback berkala, evaluasi formal melalui appraisal, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan individual development plan (IDP). Dengan pendekatan ini, penilaian tidak berhenti pada evaluasi, tetapi menghasilkan rencana pengembangan yang selaras dengan kebutuhan bisnis dan pertumbuhan karyawan.

Image
Hafidh Ardianto Penulis
SEO content writer yang telah aktif sejak 2020, berfokus pada pembuatan konten berkualitas tinggi untuk meningkatkan traffic organik dan visibilitas website. Ahli dalam riset keyword, analisis kompetitor, dan pengembangan strategi brand messaging yang tepat sasaran.
Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.

WhatsApp Hubungi sales