Begini Cara Menghitung Penghasilan Kena Pajak bagi Pegawai

Begini Cara Menghitung Penghasilan Kena Pajak bagi Pegawai

Bagaimana cara menghitung penghasilan kena pajak bagi pegawai juga cara menghitung dpp dasar pengenaan pajak? Disini akan diulas oleh Insight Talenta.

Sebagai dasar perhitungan pajak, Wajib Pajak perlu mengetahui berapa Penghasilan Kena Pajak (PKP) yang dikenakan.

Penghasilan Kena Pajak atau PKP dalam pemungutan pajak merupakan dasar perhitungan dalam menghitung Pajak Penghasilan (PPh)

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Talenta Sekarang!

Bagaimana Cara Menghitung Penghasilan Kena Pajak Bagi Pegawai? Kira-Kira Begini Cara Menghitung Penghasilan Kena Pajak bagi Pegawai!

Mari dibahas mulai dari bagaimana Undang-Undang mengatur Penghasilan Kena Pajak? Cara menghitung dasar pengenaan pajak juga bagaimana contoh perhitungannya?

Nah, semoga tulisan tentang bagaimana cara menghitung penghasilan kena pajak, cara menghitung dasar pengenaan pajak disini bisa bermanfaat untuk Anda yang memerlukannya.

Aplikasi Talenta bisa permudah perhitungan pajak penghasilan PPh 21 karyawan Anda.

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Talenta Sekarang!

Penghasilan Kena Pajak Menurut Undang-Undang

Di Indonesia, Penghasilan Kena Pajak (PKP) diatur dalam Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan.

Tepatnya pada Pasal 17, dijelaskan bahwa Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak Orang Pribadi ditetapkan dalam persentase yang diklasifikasi jumlah penghasilan dalam satu tahun.

Adapun besaran persentase tarifnya sebagai berikut:

Lapisan Penghasilan Kena Pajak Tarif Pajak (Memiliki NPWP) Tarif Pajak (Tidak Memiliki NPWP)
Hingga Rp50.000.000 dalam setahun 5% 6%
Di atas Rp50.000.000 hingga Rp250.000.000 dalam setahu 15% 18%
Di atas Rp250.000.000 sampai Rp500.000.000 25% 30%
Di atas Rp500.000.000 30% 36%

Sedangkan bagi Wajib Pajak Badan tarifnya sebesar 25% berlaku sejak tahun pajak 2010 yang semula 28%.

Selain Pasal 17, Undang-Undang juga mengatur perhitungan PKP bagi Wajib Pajak dalam negeri dan Bentuk Usaha Tetap pada Pasal 6.

Di mana Penghasilan Kena Pajak merupakan perhitungan dari penghasilan bruto yang dikurangi dengan biaya-biaya tertentu yang meliputi:

  1. Biaya yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan operasional usaha seperti biaya pembelian, bunga, premi asuransi.
  2. Penyusutan atas pengeluaran untuk memperoleh harta berwujud dan amortisasi.
  3. Iuran kepada dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan.
  4. Kerugian karena penjualan.
  5. Kerugian selisih kurs mata uang.
  6. Biaya penelitian atau pengembangan perusahaan yang dilakukan di Indonesia.
  7. Biaya beasiswa, magang, dan pelatihan.
  8. Piutang yang tidak dapat ditagih dengan persyaratan yang diatur dalam Undang-Undang.
  9. Sumbangan dana dalam rangka penanggulangan bencana nasional yang ketentuannya diatur dalam Peraturan Pemerintah.
  10. Biaya pembangunan infrastruktur sosial yang ketentuannya diatur dalam Peraturan Pemerintah.
  11. Sumbangan fasilitas pendidikan yang ketentuannya diatur dalam Peraturan Pemerintah.
  12. Sumbangan dalam rangka pembinaan olahraga yang ketentuannya diatur dalam Peraturan Pemerintah.

Dalam Pasal 6 UU No.36/2008 PPh juga menjelaskan Wajib Pajak (WP) berhak mendapat kompensasi ketika mengalami kerugian setelah pemotongan dari penghasilan bruto.

Kerugian tersebut dapat dikompensasikan dengan penghasilan mulai tahun pajak berikutnya berturut-turut hingga 5 tahun.

Sedangkan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi, perhitungan Penghasilan Kena Pajak bisa dikurangi dengan nilai Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Selengkapnya tentang PTKP dapat Anda lihat di sini.

Baca Juga : Kenali PPh Pasal 21 dan Cara Hitungnya

Dasar Pengenaan Pajak bagi Pegawai 

Penting bagi HRD untuk mengetahui bahwa dasar pengenaan pajak bagi pegawai diatur dalam Pasal 21 UU No.36/2008 Pajak Penghasilan.

Untuk lebih jelasnya, berikut dasar pengenaan Penghasilan Kena Pajak bagi pegawai yang diatur dalam PER-16/2016.

Subjek yang Dipotong Dasar Pengenaan Penghasilan Kena Pajak
Pegawai Tetap Jumlah penghasilan bruto dikurangi dengan:
  1. Biaya jabatan sebesar 5% dari penghasilan bruto, setinggi-tingginya Rp500.000 sebulan atau Rp6.000.000 setahun.
  2. Iuran terkait gaji yang dibayar pegawai kepada dana pensiun.
  3. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)
Pegawai Tidak Tetap yang menerima upah pada waktu tertentu dan penghasilan kumulatif yang diterima dalam 1 bulan kurang dari Rp4.500.000 Tidak ada pemotongan
Pegawai Tidak Tetap yang menerima upah pada waktu tertentu sepanjang penghasilan kumulatif yang diterima dalam 1 bulan hingga dan tidak melebihi Rp4.500.000 Penghasilan dikurangi Rp450.000
Pegawai Tidak Tetap yang menerima upah pada waktu tertentu sepanjang penghasilan kumulatif yang diterima dalam 1 bulan melebihi Rp4.500.000 hingga Rp10.200.000 Penghasilan dikurangi PTKP sebenarnya.

PTKP sebenarnya adalah PTKP untuk jumlah hari kerja sebenarnya yang didapat dengan membagi besaran PTKP dengan jumlah hari dalam setahun (360 hari)

Pegawai Tidak Tetap yang menerima upah pada waktu tertentu sepanjang penghasilan kumulatif yang diterima dalam 1 bulan melebihi Rp10.200.000 Penghasilan disetahunkan dikurangi PTKP setahun

 

Baca Juga : Dasar Pengenaan Pajak PPh 21, Begini Penjelasannya

Contoh dan Cara Menghitung Dasar Pengenaan Penghasilan Kena Pajak

Untuk lebih mudah memahami cara menghitung dasar pengenaan Penghasilan Kena Pajak bagi pegawai, mari simak contoh pada bab ini.

Contoh pertama, Wajib Pajak yang memiliki Penghasilan Kena Pajak tidak lebih dari Rp50.000.000.

Di mana Andri adalah pegawai tetap dengan penghasilan Rp 8.000.000 perbulan dan telah bekerja lebih dari setahun dan masih melajang.

Lantas berapa Dasar Pengenaan Pajaknya?

 

Penghasilan bruto dalam setahun 12 x Rp8.000.000

=  Rp96.000.000

Biaya Jabatan 5% x Rp96.000.000

= Rp4.800.000

Penghasilan setelah dikurangi biaya jabatan Rp96.000.000 – Rp4.800.000

= Rp91.200.000

Penghasilan Kena Pajak

catatan: (Karena Andri masih melajang maka PTKP yang dikenakan sebesar Rp54.000.000)

Rp91.200.000 – Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

(Rp91.200.000 – Rp54.000.000)

= Rp37.200.000

PPh 21 terutang

(karena Penghasilan Kena Pajak Andri dalam setahun tidak lebih dari Rp50.000.000 maka lapisan tarif yang dikenakan sebesar 5%)

5% x Rp37.200.000

= Rp1.860.000

 

Contoh kedua, Wajib Pajak yang memiliki Penghasilan kena Pajak lebih dari Rp50.000.000.

Kali ini, Luqman adalah karyawan tetap dari perusahaan ternama dengan gaji Rp10.000.000 per bulan dan saat ini Ia belum menikah.

Maka perhitungannya akan seperti ini.

 

Penghasilan bruto dalam setahun 12 x Rp10.000.000

=  Rp120.000.000

Biaya Jabatan 5% x Rp120.000.000

= Rp6.000.000

Penghasilan setelah dikurangi biaya jabatan Rp120.000.000 – Rp6.000.000

= Rp114.000.000

Penghasilan Kena Pajak

catatan: (Karena Andri masih melajang maka PTKP yang dikenakan sebesar Rp54.000.000)

Rp114.000.000 – Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

(Rp114.000.000 – Rp54.000.000)

= Rp60.000.000

PPh 21 terutang

Karena Penghasilan Kena Pajak Luqman dalam setahun lebih dari Rp50.000.000 maka lapisan tarif yang dikenakan sebesar 5% dan 15%

  1. Cara membaginya adalah dengan mengalikan kelipatan pertama, Rp50.000.000 dengan tarif lapisan pertama, 5%.
  2. Selanjutnya mengalikan sisanya (Rp60.000.000 – Rp50.000.000 = Rp10.000.000) dengan tarif lapisan kedua, 15%.
  3. Kemudian hasil dari keduanya dijumlahkan.
5% x Rp.50.000.000

= Rp2.500.000

15% x Rp.10.000.000

= Rp1.500.000

(Rp2.500.000 + Rp1.500.000)

= Rp4.000.000

 

Baca Juga : THR Lebaran Wajib Dipotong Pajak, Begini Hitungannya

Kelola Pajak Penghasilan Lebih Mudah dengan Software Payroll

Menghitung Pajak Penghasilan memang sedikit menyulitkan dan menyita waktu dan sangat riskan jika Anda tidak benar-benar memahami peraturan perpajakan.

Untuk lebih mempermudah perhitungan pajak bagi karyawan, Anda bisa mengandalkan software Payroll Talenta.

Dengan Talenta, Anda bisa menghitung gaji karyawan dengan komponen penyerta seperti PPh, THR, kompensasi, dan tunjangan lainnya dengan mudah dan terintegrasi.

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Talenta Sekarang!

Payslip Talenta

Contoh slip gaji karyawan yang dibuat dengan aplikasi payroll Talenta menampilkan juga seberapa besar pajak penghasilan PPh 21 karyawan tersebut.

Talenta juga menyediakan simulasi perhitungan pajak atau tax calculator sebagai gambaran perhitungan pajak penghasilan karyawan Anda.

Ingin mencoba Talenta? Silahkan Isi formulir ini untuk jadwalkan demo Talenta dengan sales kami dan konsultasikan masalah HR Anda kepada kami!

Nah, semoga tulisan tentang bagaimana cara menghitung penghasilan kena pajak, cara menghitung dasar pengenaan pajak disini bisa bermanfaat untuk Anda yang memerlukannya.


PUBLISHED16 Jun 2021
Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah


Kelola payroll & administrasi HR jadi lebih mudah, siap kembangkan bisnis lebih cepat

Jadwalkan Demo

Jadwalkan Demo

Jadwalkan demo & konsultasi langsung dengan Talenta

Jadwalkan Demo
Coba Demo Interaktif

Coba Demo Interaktif

Eksplorasi fitur Talenta untuk kebutuhan payroll & administrasi HR

Coba Sekarang