Cuti Haid Karyawan: Aturan, Cara Izin, Jumlah Hari

By Jordhi FarhansyahPublished 28 May, 2023 Diperbarui 20 Maret 2024

Salah satu hak cuti yang khusus dalam aturan UU Ketenagakerjaan di Indonesia yang dimiliki oleh para karyawan wanita adalah cuti haid ( menstruasi / datang bulan). Karena itu di sini blog Mekari Talenta akan mengulas dengan detail termasuk cara izin cuti tidak masuk kerja karena haid.

Jenis cuti karyawan yang satu ini merupakan bentuk perhatian perusahaan bagi pegawainya yang merasakan gejala sakit berupa kram atau nyeri di sekitar bagian perut yang muncul akibat siklus menstruasi bulanan.

Rasa sakit yang dirasakan para karyawan wanita yang sedang haid dapat mengganggu konsentrasi dalam bekerja.

Gangguan konstentrasi saat bekerja akan membuat wanita tidak bisa bekerja dengan optimal sehingga dapat berujung pada penurunan performa dan kualitas pekerjaan mereka.

Alasan inilah yang menjadi dasar penerapan cuti haid di perusahaan.

Penerapan cuti haid juga menjadi perhatian pemerintah. Dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003.

Di pasal 81, pemerintah menetapkan aturan mengenai kewajiban perusahaan memberikan cuti bagi para pekerjanya yang sedang mengalami datang bulan yaitu pada hari pertama dan hari kedua saat menstruasi

Sedangkan, pasal 93 pada UU Ketenagakerjaan juga menyebut bahwa perusahaan tetap wajib memberikan upah kepada karyawan yang sedang mengambil cuti tersebut.

Pengambilan Cuti Haid Bagi Karyawan di Indonesia

Rasa sakit saat menstruasi menjadi dasar Cuti Haid

Hingga kini, ada berbagai opini dari para karyawan terkait dengan penerapan cuti haid pada berbagai perusahaan di tanah air.

Keluhan tentang sulitnya mendapatkan cuti tersebut pun bermunculan meski pemerintah telah memiliki peraturan cuti haid sebagai hak yang harus diterima oleh para karyawan wanita.

Pertanyaan yang muncul adalah: kenapa cuti datang bulan seringkali sukar diizinkan?

Aturan pemberian cuti ketika menstruasi memang telah diatur dalam Undang-Undang.

Namun, syarat dan ketentuan mengenai pemberian cuti tersebut tidak ada di Undang-Undang, melainkan dalam perjanjian kerja.

Dengan kata lain, perusahaan memiliki otoritas untuk menetapkan syarat dan ketentuan yang harus dipatuhi karyawan yang ingin mengambil cuti yang satu ini.

Baca Juga: 6 Manfaat Cuti Karyawan yang Perlu Anda Tahu

Pada Beberapa Perusahaan Memerlukan Syarat Surat Keterangan Dokter Untuk Mengambil Cuti Menstruasi

Beberapa perusahaan menetapkan surat keterangan dokter sebagai syarat untuk mengambil cuti haid bagi karyawan.

Syarat tersebut sebenarnya masih masuk akal karena perusahaan perlu bukti pemeriksaan medis yang menunjukkan bahwa karyawan yang bersangkutan memang mengalami gejala sakit akibat menstruasi.

Kendati demikian, banyak karyawan yang merasa keberatan hingga akhirnya mengurungkan niat untuk mengambil cuti tersebut

Tidak semua perusahaan mengharuskan surat keterangan dokter untuk memberikan izin cuti kepada karyawannya saat sedang datang bulan.

Ada perusahaan yang hanya meminta karyawan melayangkan surat keterangan cuti kepada HR saat sedang menstruasi.

Jadi, perkara sulit atau tidaknya pemberian haid bergantung pada aturan perusahaan.

Karyawan perlu menaati setiap aturan yang telah ditetapkan dalam perjanjian kerja yang mereka tandatangani, termasuk dalam urusan pengambilan cuti haid.

Baca Juga: Perhitungan Sisa Cuti Karyawan yang Dapat Diuangkan

Permudah Cara Izin Cuti Tidak Masuk Kerja Karena Haid Karyawan Wanita Dengan Aplikasi Mekari Talenta

Setiap karyawan wanita yang masih mengalami menstruasi memiliki hak untuk mengambil cuti haid dan tetap dibayar selama periode cuti diambil karyawan.

UU Ketenagakerjaan memastikan legalitas hak tersebut sekaligus mengatur sanksi bagi perusahaan yang melanggar aturan tersebut, yaitu pidana paling singkat 1 bulan dan paling lama 4 tahun, atau denda paling sedikit 10 juta Rupiah dan paling banyak 400 juta Rupiah (Pasal 93 ayat 2).

Jika Anda adalah pemimpin perusahaan atau kepala HR, maka mempermudah pengambilan cuti haid karyawan sesuai peraturan di Indonesia harus menjadi prioritas Anda.

Anda bisa menggunakan software HR Mekari Talenta untuk menghilangkan sistem formulir pengajuan cuti menggunakan kertas yang sudah ketinggalan zaman dan begitu merepotkan.

Fitur cuti online di aplikasi cuti Mekari Talenta dapat mempercepat proses pengajuan cuti karyawan, dan datanya langsung terintegrasi dengan data manajemen absensi karyawan hingga payroll.

Kenali berbagai kelebihan lainnya di link berikut https://www.talenta.co/solusi/aplikasi-cuti-karyawan/ atau isi formulir untuk mencoba demo gratis Mekari Talenta untuk perusahaan Anda.

Tertarik untuk mencoba Mekari Talenta? Isi formulir ini untuk jadwalkan demo dengan sales kami dan konsultasikan masalah HR Anda kepada kami!

Baca Juga: 10 Manfaat Software Payroll untuk Perusahaan Anda

Apakah Cuti Haid Di Indonesia Mengurangi Cuti Tahunan?

Dalam aturan yang umum, cuti haid biasanya tidak dianggap sebagai pengurangan dari cuti tahunan.

Cuti haid adalah jenis cuti yang diberikan kepada karyawan wanita sebagai hak untuk menghadapi kondisi fisiologis bulanan yang dapat memengaruhi kesehatan dan kinerja mereka.

Hal ini biasanya tidak dihitung sebagai bagian dari cuti tahunan atau cuti tahunan yang diberikan oleh perusahaan.

Cuti tahunan atau biasanya disebut sebagai cuti libur tahunan adalah hak yang diberikan kepada karyawan untuk beristirahat dan berlibur selama periode tertentu setiap tahunnya.

Tujuannya adalah untuk memberikan karyawan waktu untuk beristirahat dan mengisi ulang energi mereka.

Cuti tahunan ini umumnya terpisah dari jenis cuti lainnya seperti cuti sakit, cuti melahirkan, atau cuti haid.

Namun, peraturan mengenai cuti dan tunjangan bisa bervariasi tergantung pada hukum dan regulasi di negara masing-masing, serta kebijakan perusahaan tempat karyawan bekerja.

Oleh karena itu, sebaiknya karyawan mengacu pada peraturan dan kebijakan yang berlaku di tempat mereka bekerja untuk memahami bagaimana cuti haid dan cuti tahunan diatur.

Baca Juga: Apakah Karyawan Cuti Tetap Digaji atau Dipotong Gaji?

Apakah Cuti Haid Perlu Surat Dokter?

Aturan kebijakan mengenai apakah cuti haid memerlukan surat dokter atau tidak dapat bervariasi tergantung pada hukum dan regulasi di negara masing-masing seperti di Indonesia serta kebijakan perusahaan tempat karyawan bekerja.

Di beberapa negara atau perusahaan, cuti haid mungkin tidak memerlukan surat dokter sebagai persyaratan untuk mengajukannya.

Ini mungkin karena cuti haid dianggap sebagai hak alami dan umum bagi wanita, dan atasan atau perusahaan cenderung menghormati privasi karyawan dalam hal ini.

Beberapa Alasan Kenapa Perlu Surat Dokter

Namun, di beberapa tempat atau perusahaan, mungkin ada aturan dan persyaratan untuk mengajukan cuti haid yang memerlukan surat dokter.

Ini bisa disebabkan oleh beberapa alasan, seperti:

  1. Verifikasi: Perusahaan ingin memastikan bahwa karyawan benar-benar memerlukan cuti haid dan tidak menyalahgunakan hak ini.
  2. Kebijakan Internal: Beberapa perusahaan mungkin memiliki kebijakan yang mengharuskan karyawan untuk menyediakan bukti medis jika ingin mengambil cuti tertentu, termasuk cuti haid.
  3. Jaminan Perlindungan: Dalam beberapa kasus, persyaratan surat dokter dapat memberikan perlindungan kepada karyawan dan perusahaan. Ini dapat membantu mencegah penyalahgunaan dan memberikan klarifikasi atas kondisi kesehatan yang mendasari pengajuan cuti.

Namun, penting untuk diingat bahwa cuti haid adalah hak yang penting bagi wanita, dan persyaratan berlebihan seperti meminta surat dokter dapat menjadi hal yang tidak sensitif terhadap kondisi pribadi wanita.

Idealnya, perusahaan harus memiliki kebijakan yang menghormati privasi karyawan dan memberikan kelonggaran yang memadai dalam hal ini.

Untuk mengetahui persyaratan cuti haid di tempat kerja Anda, sebaiknya Anda merujuk pada kebijakan perusahaan dan regulasi yang berlaku di negara Anda.

Jika ada ketidakjelasan, Anda bisa berbicara dengan bagian sumber daya manusia atau pihak yang berwenang di perusahaan Anda.

Bagaimana Cara Izin Cuti Tidak Masuk Kerja Karena Haid?

Cara izin tidak masuk kerja karena haid dapat berbeda-beda tergantung pada kebijakan perusahaan, budaya kerja di negara Anda, dan regulasi yang berlaku termasuk Indonesia.

Berikut ini adalah langkah-langkah umum yang dapat Anda pertimbangkan:

  1. Periksa Kebijakan Perusahaan: Pertama-tama, pastikan Anda memahami aturan kebijakan perusahaan terkait cuti haid. Baca panduan perusahaan atau peraturan yang mengatur izin tidak masuk kerja karena alasan kesehatan.
  2. Pemberitahuan Awal: Jika Anda merasa bahwa Anda tidak akan dapat bekerja karena kondisi haid, beri tahu atasan atau bagian sumber daya manusia dengan pemberitahuan sebelumnya. Usahakan memberi tahu mereka secepat mungkin, seperti sehari sebelumnya atau sesuai dengan kebijakan perusahaan.
  3. Komunikasi Jelas: Sampaikan alasan Anda dengan jelas dan sopan kepada atasan atau pihak yang berwenang. Anda tidak perlu memberikan detail yang terlalu pribadi, tetapi berikan informasi bahwa Anda memerlukan waktu istirahat karena kesehatan.
  4. Izin atau Surat Pengajuan Cuti Haid Karyawan: Jika perusahaan memerlukan formalitas tertentu, seperti izin atau surat pengajuan cuti, pastikan Anda mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Beberapa perusahaan mungkin memerlukan Anda untuk mengisi formulir cuti atau mengirimkan email resmi.
  5. Dokumen Pendukung (Jika Diperlukan): Jika perusahaan mensyaratkan dokumen pendukung, seperti surat dokter, pastikan Anda memiliki dokumen tersebut. Jika Anda memiliki riwayat medis atau rekomendasi dokter terkait kondisi kesehatan Anda saat haid, ini bisa berguna.
  6. Kepatuhan Terhadap Kebijakan: Pastikan Anda mengikuti langkah-langkah yang telah ditentukan oleh perusahaan dalam proses pengajuan izin tidak masuk kerja. Ini bisa termasuk mengirimkan email kepada atasan, mengisi formulir, atau memberikan dokumen pendukung.
  7. Cara Menggantikan Kerja Anda: Jika memungkinkan, beritahu rekan kerja atau atasan tentang bagaimana pekerjaan Anda akan digantikan saat Anda tidak hadir. Ini membantu menjaga kelancaran tugas-tugas yang perlu diselesaikan.
  8. Perhatikan Kesehatan: Selama cuti haid, prioritaskan istirahat dan perhatikan kesehatan Anda. Ini adalah waktu bagi Anda untuk merawat diri sendiri dan memastikan Anda kembali dengan kondisi yang lebih baik.

Ingatlah bahwa aturan mengenai izin tidak masuk kerja karena haid dapat berbeda-beda di berbagai tempat.

Pastikan Anda memahami kebijakan perusahaan dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan ketika mengikuti cara izin cuti tidak masuk kerja karena haid di atas.

Jika Anda memiliki keraguan atau pertanyaan, jangan ragu untuk berbicara dengan bagian sumber daya manusia atau atasan Anda.

banner tentu bisa june
Image
Jordhi Farhansyah
Penulis yang selama 2 tahun terakhir fokus memproduksi konten seputar HR dan bisnis. Selain menulis, sehari-hari Jordhi juga aktif merawat hobinya di bidang fotografi analog.