Cuti Bersama Bertambah 4 Hari, Ini Aturannya ke Karyawan Swasta

Cuti Bersama Bertambah 4 Hari, Ini Aturannya ke Karyawan Swasta

Pemerintah telah menyepakati perubahan cuti bersama tahun 2020 yang awalnya 20 hari menjadi 24 hari. Salah satu yang ditambah adalah cuti bersama Lebaran selama 2 hari.

Hal ini tercantum pada Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga Menteri bernomor 174 Tahun 2020, 01 Tahun 2020, dan 01 Tahun 2020 yang ditandatangani pada Senin, 9 Maret 2020 mengatur tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PANRB No. 728 Tahun 2019, No. 213 Tahun 2019, No. 01 Tahun 2019 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020.

“Setelah diskusi 2 jam 30 menit dan diakhiri penandatanganan SKB tiga Menteri disaksikan Menko PMK dan Menparekraf,” ungkap Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy seperti dikutip, Selasa (10/3).

Rinciannya, cuti bersama Lebaran bertambah 2 hari, yakni 28 dan 29 Mei 2020, sehingga menjadi 26-29 Mei 2020. Sementara itu, hal yang sama juga ditambahkan pada Tahun Baru Islam atau 1 Muharram 1442 yakni 21 Agustus 2020. Untuk Maulid Nabi Muhammad ditambahkan pada 30 Oktober 2020.

Pemerintah mengklaim, kebijakan ini ditetapkan untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan pengaturan arus lalu lintas usai Hari Raya Idul Fitri. Berdasarkan PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS, cuti bersama bagi PNS tidak mengurangi cuti tahunan.

Ilustrasi Cuti Bersama Kemnaker

Berikut Ini Rincian Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020:

Hari Libur Nasional Tahun 2020

1. 1 Januari: Tahun Baru 2020 Masehi
2. 25 Januari: Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili
3. 22 Maret: Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
4. 25 Maret: Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1942
5. 10 April: Wafat Isa Al Masih
6. 1 Mei: Hari Buruh Internasional
7. 7 Mei: Hari Raya Waisak 2564
8. 21 Mei: Kenaikan Isa Al Masih
9. 24-25 Mei: Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah
10. 1 Juni: Hari Lahir Pancasila
11. 31 Juli: Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah
12. 17 Agustus: Hari Kemerdekaan RI
13. 20 Agustus: Tahun Baru Islam 1442 Hijriyah
14. 29 Oktober: Maulid Nabi Muhammad SAW
15. 25 Desember: Hari Raya Natal

Cuti Bersama Tahun 2020

1. 22, 26, 27, 28 dan 29 Mei: Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah
2. 21 Agustus: Tahun Baru Islam 1442 Hijriyah
3. 30 Oktober: Maulid Nabi Muhammad SAW
4. 24 Desember: Hari Raya Natal

Manfaat, Fungsi, Penyusunan dan Contoh Notula Rapat

Aturan Cuti Tahunan

Cuti tahunan merupakan hak karyawan yang wajib diberikan oleh pengusaha kepada karyawan. Sesuai dengan Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 79 Ayat 2c, cuti tahunan yang diberikan sebanyak 12 hari bagi karyawan yang sudah bekerja selama 12 bulan secara terus menerus.

Namun bagi karyawan baru atau belum memiliki masa kerja 12 bulan, maka coba lakukan review terhadap perjanjian kerja. Karena cuti tahunan ini juga disesuaikan dengan kesepakatan antara pengusaha dan karyawan yang biasanya tertuang dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, ataupun perjanjian kerja bersama. Untuk metode perhitungannya pun terdiri atas beberapa metode. Jangan lupa cuti tahunan juga memiliki batas waktu, maka pastikan Anda mengetahui kapan cuti tahunan Anda akan berakhir.

Peraturan Mempekerjakan Karyawan PKWT Sesuai UU Ketenagakerjaan

Aturan Cuti Bersama ke Karyawan Swasta

Cuti merupakan hak yang dimiliki oleh setiap orang yang memiliki status sebagai karyawan. Pentingnya pengambilan cuti bagi karyawan adalah memberikan kesempatan bagi setiap karyawan untuk mengambil waktu istirahat setelah bekerja keras untuk perusahaan. Selain itu, cuti dianggap sebagai salah satu penghargaan atas kontribusi karyawan untuk kemajuan perusahaan. Lalu bagaimana aturan main cuti bersama bagi karyawan swasta?

Saat diterapkan, ada perbedaan signifikan antara Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan swasta. Bagi ASN, cuti bersama tidak akan mengurangi jatah cuti tahunan yang berjumlah 12 hari per tahun. Lain halnya dengan karyawan swasta yang akan mengurangi jumlah cuti tahunan sebagaimana semestinya.

Merujuk kepada Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor 70 Tahun 2018, ada beberapa poin penting, yaitu:

1. Cuti bersama yang ditetapkan pemerintah sudah menjadi bagian dalam cuti tahunan sebagaimana hak pekerja,

2. Pelaksanaan cuti bersama bersifat fakultatif atau pilihan sesuai dengan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja/buruh dan/atau serikat pekerja/serikat buruh dengan pengusaha, perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama dan peraturan perundang-undangan, dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan operasional perusahaan,

3. Pekerja/buruh yang melaksanakan cuti pada hari cuti bersama, maka hak cuti yang diambilnya mengurangi hak atas cuti tahunan pekerja/buruh yang bersangkutan,

4. Pekerja/buruh yang bekerja pada hari cuti bersama, maka hak cuti tahunannya tidak berkurang dan kepadanya dibayarkan upah seperti hari kerja biasa.


PUBLISHED10 Mar 2020
Wiji Nurhayat
Wiji Nurhayat