Administrasi HR 8 min read

Contoh Aptitude Test yang Bisa Digunakan HR untuk Rekrutmen

By Jordhi FarhansyahPublished 13 Feb, 2023 Diperbarui 20 Maret 2024

Bagaimana contoh aptitude test yang baik untuk diterapkan oleh HR di perusahaan?

Proses rekrutmen modern kini tidak hanya mengandalkan interview dan pemberkasan.

Kini, HR atau perekrut bisa mempertimbangkan tes bakat atau yang lebih dikenal dengan aptitude test untuk mendapatkan talenta terbaik.

Menurut Dr. Tomas Chamorro-Premuzic, psikolog organisasi dalam tulisannya Ace of Assessment melalui Harvard Business Review, setidaknya lebih dari 75 persen perusahaan kini telah menggunakan assessment tools dalam proses rekrutmennya.

Aptitude test merupakan satu dari sekian banyak assessment tools perusahaan.

Aptitude test sendiri mampu membantu perusahaan dalam mengambil keputusan penting ketika memilih talenta terutama untuk posisi tertentu.

Lantas, bagaimana contoh aptitude test yang bisa diterapkan di perusahaan? Simak selengkapnya melalui artikel Mekari Talenta berikut ini.

Pengertian Aptitude Test

Aptitude test adalah contoh sebuah tes bakat yang digunakan untuk menentukan kecenderungan seseorang dalam menyelesaikan suatu masalah secara spesifik.

Berbeda dengan tes IQ yang digunakan untuk melihat kecerdasan seseorang secara menyeluruh, aptitude test mampu membantu perekrut atau HR manager melihat kemampuan alami seseorang sekaligus kelemahannya ketika melakukan tugas tertentu.

Tidak heran, jika aptitude test tidak berfokus hanya pada satu dimensi saja.

Namun menggunakan berbagai aspek pengetesan seperti kreativitas, kemampuan kognitif, numerik, bahkan mental.

Misalnya, talenta dengan hasil tes bakal kreativitas tinggi cenderung cocok untuk bidang pekerjaan kreatif seperti graphic design atau sebaliknya.

Talenta dengan hasil tes kognitif yang baik cenderung cocok untuk pekerjaan yang membutuhkan daya penalaran yang baik.

Kapan Aptitude Test Digunakan?

Umumnya, aptitude test digunakan sebagai contoh saat proses rekrutmen karyawan. Baik itu pada tingkat entry-level, tingkat menengah, hingga tingkat senior.

Namun menurut penelitian, tes bakat ini justru cenderung lebih banyak digunakan pada proses rekrutmen tingkat senior untuk mengetahui kemampuannya dalam menangani masalah spesifik.

Oleh karena itu, tes bakat atau aptitude test juga dapat digunakan ketika karyawan di perusahaan tertentu ingin naik jabatan dari posisi entry-level ke tingkat yang lebih tinggi.

Contoh Jenis Aptitude Test yang Sering Digunakan

Format aptitude test yang baik memiliki tiga syarat yaitu pertanyaan pilihan ganda, memiliki batas penilaian, dan pengerjaannya dilakukan dalam waktu terbatas.

Contoh skema aptitude test atau tes bakat juga berbeda-beda tergantung dengan jenis tesnya.

Lebih lengkapnya Anda bisa melihat contoh dan jenis masing-masing aptitude test di bawah ini.

1. Abstract Reasoning Test

Abstract reasoning test adalah jenis tes bakat untuk melihat kemampuan seseorang dalam mencerna informasi abstrak atau informasi yang mereka belum ketahui.

Seseorang dengan kemampuan penalaran abstrak yang baik mampu menyusun strategi baru dan mampu memecahkan masalah yang belum pernah mereka hadapi sebelumnya.

Abstract reasoning test umumnya tidak memiliki pertanyaan yang relevan.

Peserta hanya diminta untuk mencari jawaban yang benar dari berbagai pilihan yang ada.

Dalam beberapa kasus,  contoh soal dari abstract reasoning test juga bisa berupa soal-soal spasial.

Peserta diminta untuk memanipulasi objek atau bentuk yang diminta di dalam soal.

Berikut salah satu contoh abstract reasoning test:

2. Artistic Aptitude Test

Contoh jenis aptitude test satu ini sedikit digunakan oleh banyak perusahaan dan umumnya digunakan oleh instansi pendidikan di bidang seni.

Meski begitu, beberapa industri yang membutuhkan tenaga kreatif dan artistik menggunakan tes jenis ini untuk mengukur sejauh mana seseorang tersebut mengembangkan kreativitasnya terutama ketika diberikan arahan tertentu.

Format tes ini umumnya berupa perintah tertulis di mana peserta wajib menerjemahkan perintah tersebut ke dalam bentuk artistik. Baik itu visual, gerakan, atau musik.

3. Basic Comprehension Test

Jenis aptitude test ini bertujuan untuk menguji pemahaman peserta terhadap pengetahuan umum baik pengetahuan linguistik maupun pengetahuan dasar secara umum.

Tes ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman dan kepekaan calon karyawan terhadap informasi secara umum.

Adapun contoh dari basic comprehension test meliputi:

  • Tes linguistik bahasa Inggris. Mulai dari tata bahasa, kosakata dan cara menarik kesimpulan dari sebuah narasi
  • Tes pengetahuan umum seperti nama ibu kota dan penalaran dari suatu teori
  • Tes linguistik bahasa Indonesia. Mulai dari padanan kata atau sinonim maupun lawan kata atau antonim

4. Inductive Reasoning Test

Inductive reasoning test adalah contoh salah satu jenis aptitude test untuk mengetahui kemampuan peserta dalam menarik kesimpulan dari kondisi atau pernyataan yang lebih spesifik.

Tes yang bertujuan untuk menguji kemampuan berpikir secara logis dan analitis ini sering ditemui dalam bentuk soal silogisme seperti contoh berikut:

  • Semua penderita penyakit kolesterol dilarang makan gorengan
  • Kakek penderita kolesterol
  • Jawaban: ….

5. Logical Reasoning Test

Kebalikan dari abstract reasoning test, jenis tes ini menuntut seseorang untuk memecahkan suatu masalah dari informasi yang sudah disediakan.

Melalui tes ini, peserta diminta untuk menjawab pertanyaan secara logis berdasarkan fakta, pengetahuan, dan penalaran yang mereka miliki sekaligus informasi yang diberikan pada soal.

Tes ini dibuat untuk melihat kemampuan calon karyawan dalam memecahkan masalah berdasarkan situasi dan informasi yang sudah ada.

Berikut contoh dari logical reasoning test.

contoh aptitude test

6. Mechanical Reasoning Test

Bagian dari aptitude test yang menggunakan mekanisme fisika sebagai simulasi soal. Mulai dari cara kerja katrol, cara kerja gigi, dan perbandingan kecepatan suatu kendaraan.

Meski mechanical reasoning test menggunakan pendekatan fisika, jenis tes bakat satu ini kini umum digunakan di berbagai perusahaan bahkan untuk posisi non-teknis.

Tes ini bertujuan untuk mengetahui penalaran logika calon karyawan ketika dihadapi dengan situasi sesungguhnya dari suatu pekerjaan.

Contoh mechanical reasoning test adalah sebagai berikut.

sumber: practiceaptitudetests.com

Baca Juga : Test EQ untuk Karyawan? Berikut Daftar Pertanyaannya

7. Numerical Reasoning Test

Numerical reasoning test adalah salah satu jenis tes untuk mengetahui peserta dalam memecahkan suatu masalah yang berhubungan dengan angka dan data.

Melalui tes ini, perekrut bisa mengetahui kemampuan calon karyawan dalam mengolah data serta menarik kesimpulan berdasarkan informasi berupa angka.

Umumnya, soal numerical reasoning test berupa data tabel, grafik, atau narasi yang menjelaskan situasi tertentu menggunakan angka.

Berikut contoh numerical reasoning test yang umum digunakan.

contoh aptitude test

sumber gambar: Assessmentcenterhq.com

Koran mana yang memiliki persentase pembaca perempuan lebih banyak dibanding pria?

8. Organizational Aptitude Test

Contoh aptitude test satu ini digunakan dengan memberikan simulasi situasi di sebuah organisasi atau ruang kerja kepada peserta.

Melalui tes ini, perekrut bisa melihat kemampuan peserta dalam menangani masalah yang terjadi pada ruang kerja atau organisasi.

Selain itu, perekrut juga bisa mengetahui tingkat integritas, kedisiplinan, efektivitas, rasa tanggung jawab, dan juga kemampuan adaptasi calon karyawan.

Berikut salah satu contoh organizational aptitude test.

Saya selalu mencatat prioritas pekerjaan yang sifatnya penting dan tidak

  1. Setuju
  2. Tidak setuju
  3. Ragu-ragu

Melakukan diskusi dengan atasan ketika ingin merubah strategi pekerjaan

  1. Selalu
  2. Sering
  3. Jarang
  4. Pernah
  5. Tidak pernah

9. Physical Aptitude Test

Physical aptitude test biasanya digunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan kekuatan fisik seperti pemadam kebakaran, security, atau pekerjaan kasar yang membutuhkan fisik kuat.

Contoh skema physical aptitude test umumnya menggunakan klasifikasi tertentu.

Misalnya berat, usia, dan jenis kelamin.

Contoh physical aptitude test adalah sebagai berikut:

  • Daya tahan tubuh bagian atas
  • Kekuatan abdominal
  • Daya tahan dan kelenturan otot
  • Daya tahan tubuh bagian bawah

10. STEM (Science, Technology, Engineering, and Maths) Aptitude Test

STEM adalah aptitude test yang paling umum digunakan oleh banyak perusahaan.

STEM umumnya memiliki format soal berupa matematika, aritmatika, dan juga penalaran secara logis.

STEM juga digunakan untuk mengetahui kemampuan seseorang secara spesifik di bidang pekerjaan tertentu.

Misalnya kemampuan teknis dan penalaran terhadap kasus-kasus tertentu di bidang tertentu.

Contoh soal STEM adalah sebagai berikut.

  • Soal deret angka seperti 1, 3, 3, 7, … (berapa angka berikutnya)
  • Apabila Andi memiliki uang Rp10.000 dan Ia membeli 2 buah permen A dengan seharga Rp300. Berapa sisa uang Andi?
  • Soal aljabar seperti: “Nilai x dari 5x = 20 adalah”

11. Verbal Reasoning Test

Contoh soal aptitude test jenis ini umumnya berbentuk narasi yang menjelaskan informasi tertentu dalam bentuk cerita, berita, atau esai.

Melalui verbal reasoning test, perekrut bisa mengetahui kemampuan calon karyawan dalam mencerna informasi berupa tulisan serta kemampuan dalam mengambil keputusan berdasarkan informasi naratif.

Soal verbal reasoning test umumnya berlaku untuk beberapa jawaban soal. Misalnya satu teks narasi berlaku untuk menjawab 1 – 10 nomor soal.

Berikut contoh verbal reasoning test

contoh aptitude test

sumber: graduatemonkey.com

Contoh Cara Menyusun Aptitude Test Karyawan yang Baik saat Proses Rekrutmen

Contoh aptitude test yang baik tentu didapatkan dari penyusunan tes yang baik dan tidak serampangan.

Berikut ini, langkah-langkah menyusun aptitude test yang baik bagi perusahaan Anda:

  1. Pastikan aptitude test yang digunakan sudah terstandarisasi dan telah teruji secara psikometris yang mampu menunjukkan hasil yang konsisten
  2. Susun aptitude test sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Posisi apa yang dicari, berapa besar skala rekrutmennya, jenjang apa yang dibutuhkan, dan berapa lama waktunya
  3. Menggunakan assessment tools seperti aplikasi rekrutmen karyawan untuk mempermudah Anda dalam melacak, merangkum, dan mengambil keputusan

Manfaat Penerapan Aptitude Test yang Tepat untuk Perusahaan

Melansir Job Flare, penggunaan aptitude test  mampu menghasilkan hasil dua kali lebih baik dari wawancara kerja.

Lalu apa saja manfaat yang bisa didapat oleh perusahaan dengan penggunaan aptitude test?

  1. Perusahaan mampu memetakan potensi kemampuan calon karyawan sesuai dengan kebutuhan jabatan atau fungsi kerja
  2. Memudahkan perusahaan dalam mengambil keputusan ketika melakukan rekrutmen massal atau proses rekrutmen yang bersifat penting
  3. Perusahaan bisa mendapatkan karyawan terbaik dengan cara yang lebih efisien dibanding hanya mengandalkan pengalaman kerja dan tingkat pendidikan
  4. Perusahaan bisa mendapatkan hasil asesmen yang lebih objektif
  5. Perusahaan pada akhirnya memiliki standar dalam proses rekrutmen
  6. Mampu mengidentifikasi skill gap atau ketimpangan kemampuan perusahaan dengan apa yang seharusnya dibutuhkan industri. Dengan begitu, HR manager mampu menyusun program strategis untuk mengembangkan kemampuan karyawan

Selain memiliki kelebihan, aptitude test juga memiliki beberapa kekurangan salah satunya adalah tidak adanya pengukuran soft skill.

Selain itu tes ini bisa saja tidak akurat tergantung dengan kondisi psikis dan kesehatan peserta.

Oleh karena itu, aptitude test tidak bisa dijadikan satu-satunya tools yang digunakan saat proses rekrutmen.

Tes bakat bisa Anda masukkan ke dalam rangkaian proses rekrutmen.

Baca Juga : Pengertian dan Manfaat Talent Management

Tips Menghadapi Aptitude Test untuk Calon Karyawan

Bagi calon karyawan yang akan menghadapi aptitude test ada beberapa tips yang harus Anda catat di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Sebelum tes dimulai, persiapkan fisik dan mental Anda. Biarkan tubuh dan otak Anda beristirahat satu atau dua hari sebelum tes
  • Baca dan simak petunjuk pengerjaan tes secara seksama
  • Rajin berlatih untuk mengerjakan aptitude test terutama apabila Anda lemah dalam aritmatika
  • Pahami format dari tes bakat dan fokus pada apa yang Anda kuasai
  • Kerjakan soal yang menurut Anda mudah terlebih dahulu
  • Abaikan peserta lain yang mampu mengerjakan soal dengan cepat dan fokus hanya pada diri sendiri

Itu lah penjelasan lengkap dan singkat tentang contoh aptitude test dan manfaat yang bisa didapat oleh HR manager atau perekrut dalam mengimplementasikannya.

Saat ini, aptitude test adalah salah satu bentuk asesmen yang wajib Anda pertimbangkan dalam program rekrutmen.

Apalagi jika melihat pasar tenaga kerja yang semakin banyak dengan tingkat kebutuhan yang beragam.

Pastikan juga Anda menggunakan aplikasi rekrutmen karyawan untuk mempermudah proses rekrutmen.

Fitur import CV di dalam aplikasi & software rekrutmen karyawan online | Talenta

Salah satunya adalah dengan aplikasi HRIS Mekari Talenta.

Melalui Mekari Talenta, proses rekrutmen jauh lebih efisien dan cepat dengan berbagai fitur mulai dari dashboard rekrutmen hingga Applicant Tracking System (ATS).

Selain mempermudah rekrutmen, fitur Database Management aplikasi Mekari Talenta juga memungkinkan Anda untuk mengelola data karyawan dengan lebih mudah dengan data yang tersentralisasi melalui teknologi cloud.

Tanpa khawatir tentang keamanan, fitur Database Management aplikasi Mekari Talenta terenkripsi sehingga hanya pengguna saja yang mampu mengakses database karyawan maupun perusahaan.

Selain itu, Talenta juga sudah memiliki sertifikasi ISO 27001 sehingga terjamin keamanan tanpa biaya maintenance dan update system.

Jika saat ini perusahaan Anda ingin berkembang lebih baik dari sisi rekrutmen dan pengelolaan data karyawan, konsultasikan masalah HR Anda bersama tim sales Mekari Talenta sekarang juga.

banner tentu bisa june
Image
Jordhi Farhansyah
Penulis yang selama 2 tahun terakhir fokus memproduksi konten seputar HR dan bisnis. Selain menulis, sehari-hari Jordhi juga aktif merawat hobinya di bidang fotografi analog.