HR Planning 5 min read

Sesuaikan Kembali Fokus HR di Perusahaan dengan 9 Hal Ini

By Ervina LutfiPublished 13 Jun, 2023 Diperbarui 20 Maret 2024

Sayangnya, masih ada banyak perusahaan yang terkesan menyepelekan peran divisi HR, sehingga tidak memberikan perhatian yang seharusnya. Alhasil, divisi HR pun jadi “tenggelam” dan fokus HR jadi kurang jelas.

Padahal cara Anda mengelola karyawan di tempat kerja sangat menentukan kesuksesan bisnis Anda.

Dalam prosesnya, divisi HR menjadi pihak yang akan paling banyak terlibat mengingat job desc-nya yang memang berhubungan langsung dengan karyawan.

Meski begitu, bukan berarti Anda bisa membiarkan kondisi tersebut begitu saja.

Anda dapat melakukan strategi refocusing agar divisi HR bisa memberikan performa yang lebih maksimal dengan fokus HR yang lebih jelas pula.

Namun, bagaimana Anda bisa melakukannya?

Sesuaikan Kembali Fokus HR di Perusahaan dengan 4 Hal Ini

1. Serahkan perihal komunikasi internal ke tim marketing

Pada dasarnya, hal-hal yang berhubungan dengan karyawan memang menjadi fokus pekerjaan HR.

Walau begitu, bukan berarti divisi HRD harus melakukan segala tugas mereka sendirian.

Salah satu yang bisa Anda serahkan ke tim atau divisi lain adalah komunikasi internal.

Anda bisa menyerahkan hal-hal yang berkaitan dengan komunikasi internal perusahaan ke tim marketing.

Idealnya, tim marketing memiliki keahlian dalam komunikasi dengan audiens.

Menambahkan tanggung jawab internal baru seharusnya tidak akan menjadi beban bagi mereka.

Selain itu, hal ini juga akan membantu mengurangi pengeluaran karena divisi HR tidak perlu bergabung dengan kelas strategi komunikasi.

Di sisi lain, tim marketing pun punya kesempatan untuk meningkatkan engagement antar karyawan di perusahaan.

Baca Juga : Talenta, Aplikasi HRD Indonesia yang Harus Dicoba Perusahaan

2. Talent management menjadi salah satu prioritas utama

Karyawan merupakan aset terpenting perusahaan karena merekalah yang berusaha keras untuk memberikan produk dan layanan terbaik demi pelanggan.

Mengingat bisnis yang terus berkembang, terkadang karyawan dituntut untuk mengerjakan berbagai peran dan tanggung jawab baru.

Hal ini sebetulnya merupakan sesuatu yang positif, tetapi perlu diingat bahwa mengembangkan talenta dan kemampuan karyawan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.

Di sinilah fokus HR bisa membantu memperlancar hal tersebut. Jadikan talent management sebagai salah satu prioritas utama saat melakukan refocusing HRD.

Dalam program talent management, hal-hal yang biasanya diikutsertakan adalah program mentoring, management training, manajemen performa, dan pengembangan kemampuan leadership.

Jika keempat hal tersebut bisa ter-cover, karyawan pasti mampu mengemban tugas dan tanggung jawab barunya dengan baik.

Anda juga bisa coba gunakan Mekari Talenta sekarang dengan klik gambar di bawah ini untuk permudah proses talent management.

Coba Gratis Aplikasi HRIS Mekari Talenta Sekarang!

Baca Juga: Pengertian dan Manfaat Talent Management

3. Fokus HR agar lebih mengutamakan engagement karyawan

Nah, ini dia hal yang biasanya paling sering diabaikan oleh divisi HR di perusahaan.

Padahal, menurut situs Forbes, perusahaan yang memiliki tingkat engagement karyawan tinggi mampu menghasilkan keuntungan yang jauh lebih banyak.

Jadi, usahakan untuk menjadikan hal ini sebagai salah satu prioritas dalam strategi fokus HR.

Kuncinya adalah membuat karyawan bersedia bekerja keras untuk perusahaan secara sukarela.

Kabar baiknya, ada beragam cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan engagement karyawan.

Salah satunya adalah memastikan bahwa kebutuhan mereka terpenuhi.

Hal-hal sesimpel menyiapkan cemilan saat kerja atau memberikan konsumsi ketika lembur dapat membuat karyawan merasa diperhatikan.

Pastikan juga Anda memenuhi kesejahteraan mereka, misalnya dengan membayar upah lembur tepat waktu dan memberikan asuransi kesehatan.

4. Pekerjaan administratif lama kelamaan bisa memperlambat fokus HR

Salah satu kendala yang banyak dihadapi divisi HR sehingga membuat mereka seolah “tenggelam” adalah banyaknya hal-hal administratif yang harus dikerjakan.

Hal tersebut memang menjadi tanggung jawab divisi HR, tetapi bukan berarti tidak ada cara yang bisa Anda lakukan untuk mempermudah dan menyederhanakan prosesnya.

Di era digital seperti sekarang, sudah seharusnya Anda memanfaatkan teknologi untuk mengerjakan berbagai hal administratif.

Divisi HR tidak kalah pentingnya dari divisi-divisi lain di perusahaan Anda.

Jadi, usahakan untuk memberikan perhatian yang sesuai pada divisi HR. Melakukan refocusing atau sistem fokus HR dapat menjadi salah satu cara ampuh.

Semoga berhasil!

Baca Juga: Berbagai Kebiasaan Buruk yang Perlu Dihindari di Tempat Kerja

5. Gunakan, terapkan Teknologi dan Digitalisasi divisi HR

HR harus memprioritaskan penerapan teknologi dan digitalisasi dalam semua aspek manajemen sumber daya manusia.

Migrasi ke sistem cloud based, penggunaan platform rekrutmen digital, serta pelatihan dan pengembangan berbasis teknologi menjadi bagian penting dari transformasi HR.

Menuju masa depan yang cerdas dan efisien, HR perlu menggandeng teknologi dan digitalisasi sebagai mitra strategis.

Memperkenalkan sistem cloud based akan memudahkan akses data dan informasi karyawan secara terpusat, mengurangi tumpang tindih, dan meningkatkan kolaborasi tim.

Platform rekrutmen digital akan mempercepat proses seleksi, mencari calon berkualitas dengan lebih cepat dan tepat sasaran.

Tak hanya itu, investasi dalam pelatihan dan pengembangan berbasis teknologi akan memperkuat keterampilan karyawan untuk menghadapi tantangan industri yang terus berkembang.

Perpaduan teknologi dan sumber daya manusia akan menciptakan budaya inovasi di dalam perusahaan, memacu produktivitas, dan meningkatkan kepuasan karyawan.

Lompatlah ke depan dengan keyakinan, karena HR yang berbasis teknologi adalah fondasi yang kokoh untuk kesuksesan organisasi di era digital ini.

6. Bantu HR Lebih Fokus Dengan Aplikasi HRIS Mekari Talenta

Jadi, dalam penerapan strategi fokus HR kali ini, mulailah untuk menggunakan software khusus seperti Mekari Talenta.

Mulai dari database karyawan, manajemen absensi online, payroll, sistem reimbursement, recruitment tracking, bahkan hingga manajemen training, semuanya bisa dikelola secara otomatis.

Fitur-fitur tersebut akan mempercepat kinerja divisi HR sehingga Anda pun hemat waktu dan dapat melakukan hal-hal lain yang lebih penting.

Tertarik untuk mencoba Mekari Talenta?

Isi formulir ini untuk jadwalkan demo Mekari Talenta dengan sales kami dan konsultasikan masalah HR Anda kepada kami!

7. Utamakan Fokus HR Pada Manajemen Kinerja dan Pengembangan Karyawan

Menuju masa depan yang dinamis, HR harus mengutamakan fokus pada manajemen kinerja dan pengembangan karyawan.

Mengadopsi pendekatan modern dan teknologi berbasis cloud menjadi kunci sukses dalam mengoptimalkan kinerja tim.

Dengan sistem cloud based, HR dapat melacak progres karyawan secara real-time, memberikan umpan balik yang lebih tepat, dan mengidentifikasi area pengembangan yang dibutuhkan.

Penggunaan teknologi ini akan memastikan bahwa karyawan mendapatkan dukungan yang tepat dan peluang untuk tumbuh.

Selain itu, pendekatan ini akan menciptakan lingkungan kerja yang dinamis, transparan, dan kolaboratif.

Karyawan akan merasa dihargai dan didukung dalam menghadapi tantangan dan mencapai tujuan bersama.

Jadi, jangan ragu untuk menghadirkan revolusi teknologi dalam manajemen kinerja dan pengembangan karyawan.

Bersiaplah untuk menghadapi masa depan dengan HR yang lebih kuat dan efektif!

8. Fokus Pengembangan Kepemimpinan Dengan Succession Plan Yang Tepat

Fokus pada pengembangan kepemimpinan yang efektif dan inovatif dengan succession plan yang tepat harus menjadi prioritas HR.

Mengidentifikasi dan mengembangkan calon-calon pemimpin masa depan akan memastikan kesinambungan perusahaan dan pemenuhan posisi penting di masa mendatang.

Membangun pemimpin yang kuat dan inovatif adalah esensi dari kesuksesan jangka panjang perusahaan.

HR perlu memprioritaskan rencana suksesi yang tepat untuk memastikan kelangsungan organisasi.

Dengan fokus pada pengembangan kepemimpinan, HR harus aktif mengidentifikasi bakat-bakat potensial di antara karyawan dan memberikan dukungan untuk pertumbuhan dan pengembangan mereka.

Menciptakan program pengembangan khusus untuk calon pemimpin masa depan akan mengasah keterampilan kepemimpinan dan meningkatkan kualitas kepemimpinan di semua tingkatan organisasi.

Succession plan yang baik akan mengurangi risiko kehilangan pemimpin kunci, sehingga perusahaan tidak akan kehilangan arah dan stabilitas ketika pemimpin saat ini pensiun atau pindah ke posisi lain.

Dengan pemimpin yang berkualitas dan siap mengambil alih, perusahaan dapat menghadapi tantangan masa depan dengan keyakinan dan sukses.

Baca Juga: Sistem HRIS: Manfaat dan Pentingnya bagi Perusahaan

9. Kolaborasi, Budaya Kerja Keseimbangan Kerja dan Kehidupan

Membangun budaya kerja yang kolaboratif dan menyenangkan harus menjadi perhatian HR.

Memberikan kesempatan untuk bermain dan berinteraksi di lingkungan kerja akan meningkatkan semangat dan kreativitas karyawan.

HR juga harus fokus pada keseimbangan kerja dan kehidupan bagi karyawan.

Menawarkan opsi kerja remote dan fleksibilitas dalam jadwal kerja dapat meningkatkan kualitas hidup karyawan dan mengurangi tingkat stres.

 

banner tentu bisa june
Image
Ervina Lutfi
Seorang product manager berpengalaman, juga kontributor yang rutin memproduksi tulisan seputar HR, bisnis, dan pemasaran dengan pembahasan teliti, terstruktur, serta mudah dipahami.