Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) & Cara Perhitungannya

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) & Cara Perhitungannya

Sebagai seorang warga negara, Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan kata pajak. Namun ada beberapa dari Anda yang mungkin masih mengartikan pajak sebagai suatu yang menakutkan, merepotkan dan berhubungan dengan uang yang banyak. Anda tidak salah, namun juga tidak dapat dikatakan benar. Mungkin saja ketakutan Anda terlebih karena ketidaktahuan Anda tentang apa itu pajak. Untuk itu, artikel ini akan membantu Anda memahami tentang salah satu bagian pajak yaitu PTKP atau Penghasilan Tidak Kena Pajak.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Pengertian Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Karena PTKP sendiri merupakan salah satu bagian penting dalam penghitungan Pajak Penghasilan (PPh), maka penting untuk memahami pengertian dari PTKP sendiri sebelum memulai memahami keseluruhan dari PTKP dan cara penghitungannya.

Menurut kepada Undang-undang No. 36 Tahun 2008, Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) adalah komponen pengurangan dalam menghitung besarnya pajak penghasilan wajib pajak orang pribadi. Jadi, ketika Anda melakukan penghitungan  pajak, PTKP digunakan sebagai komponen pengurangan atas penghasilan yang Anda peroleh sebagai wajib pajak.

Tujuan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) sendiri sebenarnya bertujuan untuk meringankan masyarakat menengah kebawah yang pendapatannya kurang dari PTKP tidak berkewajiban membayar pajak lagi. Hal ini karena menurut ketentuan perpajakkan di Indonesia, Pajak Penghasilan (PPh) sebenarnya tidak dikenakan kepada seluruh penghasilan wajib pajak. Tetapi hanya dikenakan pada Penghasilan Kena Pajak (PKP), dimana di Indonesia sendiri menganut penerapan pajak progresif yang berarti semakin tinggi penghasilan maka akan semakin tinggi pula pajaknya. Untuk menentukan jumlah PKP wajib pajak, penghasilan bruto (penghasilan kotor) harus dikurangi dengan beberapa komponen yang salah satunya adalah PTKP. Hasil dari penghasilan bruto yang sudah dikurangi dengan komponen-komponen itulah yang merupakan jumlah PKP yang harus dilaporkan oleh para wajib pajak.

Pemberlakuan Tarif Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Jumlah besaran dari PTKP sendiri sebenarnya tidaklah tetap, hal ini dikarenakan pengaturan tentang PTKP dipengaruhi oleh indeks biaya hidup dan upah minimum yang tentu saja juga tidak tetap setiap tahunnya. Selain kedua hal tersebut, hal lainnya yang juga mempengaruhi jumlah PTKP adalah inflasi yang terjadi, sehingga ketiga komponen tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan Dirjen Pajak untuk menentukan besar PTKP.
Saat ini, jumlah PTKP yang berlaku masih berdasarkan kepada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) RI No.101/PMK.010/2016 tentang penyesuaian PTKP, yang berdasarkan pada UU No. 38 Tahun 2008 Pasal 7, yaitu:

  • Penghasilan Tidak Kena Pajak untuk diri Wajib Pribadi orang pribadi adalah sebesar Rp54.000.000,-
  • Penghasilan Tidak Kena Pajak tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin adalah Rp4.500.000,-
  • Penghasilan Tidak Kena Pajak tambahan untuk seorang istri dengan penghasilan dengan suami digabung adalah Rp54.000.000,-
  • Penghasilan Tidak Kena Pajak tambahan untuk setiap anggota keluarga, baik yang sedarah maupun memiliki garis keturunan lurus dan anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya yaitu Rp4.500.000,- jumlah tanggungan tersebut maksimal 3 orang.

Penerapan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Seperti yang kita ketahui bahwa jumlah PTKP setiap Wajib Pribadi berbeda-beda seperti yang sudah tertuang pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) RI No. 101/PMK.010/2016 dan juga UU No. 38 Tahun 2008 Pasal 7. Besarnya PTKP adalah Rp54.000.000,- bagi Wajib Pajak dengan status perkawinan single atau belum kawin dan akan berbeda bila Anda sudah menikah atau memiliki tanggungan.
Berikut akan dijelaskan jumlah PTKP yang dibagi menjadi empat bagian yaitu PTKP untuk laki-laki tidak kawin dan wanita (kawin/tidak kawin), PTKP untuk laki-laki kawin istri tidak bekerja/tidak usaha, PTKP untuk laki-laki kawin istri bekerja/usaha, dan PTKP atas warisan.

  • PTKP Laki-laki Tidak Kawin Atau Wanita (Kawin/Tidak Kawin)

Bila Anda sudah menikah, maka jumlah PTKP Anda akan bertambah sejumlah Rp4.500.000,- hal ini berlaku juga untuk setiap anggota keluarga yang menjadi tanggung jawab Anda. Berikut adalah jumlah PTKP sesuai dengan status perkawinan dan jumlah keluarga:

Kode PTKP Tahun 2016-2018
TK/0 Rp54.000.000,-
K/0 Rp58.500.000,-
K/1 Rp63.000.000,-
K/2 Rp67.500.000,-
K/3 Rp72.000.000,-

Contoh:

Saat Budi belum menikah, besaran PTKPnya adalah Rp54.000.000 dengan kode PTKP TK/0 namun saat Budi sudah menikah besaran PTKPnya menjadi Rp58.500.000 dengan perhitungan

Rp54.000.000 + Rp4.500.000 = Rp58.500.000

dengan kode K/0 begitu pula jika Budi nantinya memiliki anak yang juga akan terhitung sebagai tanggungannya maka jumlah PTKPnya akan ditambah Rp4.500.000,- dan menjadi kode K/1 dan seterusnya.
Yang harus Anda ingat adalah tanggungan dibatasi hingga paling banyak tiga orang dalam satu keluarga, hal ini sesuai dengan Pasal 1 huruf e PMK No. 101/PMK.010/2016. Karena itulah penting untuk memasukkan status perkawinan dan tanggungan dalam pelaporan pajak.

  • PTKP Laki-laki Kawin Istri Tidak Bekerja/Tidak Usaha

Tidak jauh berbeda dengan penjelasan tentang PTKP untuk laki-laki tidak kawin atau wanita (kawin/tidak kawin) yang telah dijelaskan diatas, jumlah PTKP untuk laki-laki kawin istri tidak bekerja/tidak usaha memiliki kode PTKP sebagai berikut:

Kode PTKP Tahun 2016-2018
TK/0 Rp54.000.000,-
K/0 Rp58.500.000,-
K/1 Rp63.000.000,-
K/2 Rp67.500.000,-
K/3 Rp72.000.000,-

Hal ini dikarenakan istri yang tidak bekerja dan tidak usaha masih dianggap menjadi tanggungan suami dalam satu keluarga tersebut, jadi perhitungannya akan sama saja dengan yang telah dijelaskan sebelumnya.

  • PTKP Laki-laki Kawin Istri Bekerja/Usaha

Kode PTKP untuk laki-laki kawin dengan istri yang bekerja atau memiliki usaha adalah sebagai berikut:

Kode PTKP Tahun 2016-2018
K/I/0 Rp112.500.000,-
K/I/1 Rp117.000.000,-
K/I/2 Rp121.500.000,-
K/I/3 Rp126.000.000,-

Contoh:
Bila Budi menikah dengan Ani yang juga memiliki pekerjaan tapi mereka tidak atau belum memiliki tanggungan maka jumlah PTKPnya adalah Rp112.500.000,- dengan perhitungan sebagai berikut Rp54.000.000,- + Rp54.000.000,- + Rp4.500.000,- = Rp112.500.000 dengan kode PTKP K/I/0.
Lalu satu tahun kemudian Budi dan Ani dikaruniai anak bernama Tina, maka jumlah PTKPnya adalah Rp117.000.000,- dengan kode PTKP K/I/1 dengan perhitungan sebagai berikut Rp54.000.000,- + Rp54.000.000,- + Rp4.500.000,- + Rp4.500.000,-= Rp117.000.000,- begitupun seterusnya.

  • PTKP Atas Warisan

Warisan yang belum terbagi juga termasuk kedalam penghasilan yang kena pajak, hal ini dikarenakan warisan dianggap dapat dibagikan kepada para ahli waris yang kemudian disatukan dengan penghasilan yang dimiliki oleh masing-masing ahli waris tersebut. Oleh karena itu, dalam melakukan perhitungan Penghasilan Kena Pajak (PKP) masing-masing ahli waris sudah memperoleh pengurangan berupa PTKP sehingga penghasilan dari warisan yang belum terbagi tidak diberikan pengurangan berupa PTKP.
Baca juga: Cara Kerja Pajak Online yang Bantu Kelola Pajak Lebih Mudah

Contoh Perhitungan Penghasilan Tidak Kena Pajak

Setelah memahami pengertian, tujuan, dan komponen dari Penghasilan Tidak Kena Pajak atau PTKP. Saat ini Anda harus juga memahami cara perhitungan dari PTKP itu sendiri dalam menghitung Pajak Penghasilan atau PPh dengan lebih mudah. Pada artikel ini akan diberikan contoh agar Anda lebih mudah memahami perhitungan ini:
Budi adalah seorang karyawan yang memiliki penghasilan Rp4.500.000,- per bulan masih berstatus lajang atau belum menikah. Maka beginilah bentuk skema perhitungan dari Budi

Gaji per bulan Rp4.500.000,-
Gaji setahun (Gaji sebulan x 12) Rp54.000.000,-
PPh 21 Terutang (Gaji setahun – PTKP) Rp0,-
PTKP (TK/0) Rp54.000.000,-

Kode dasar PTKP Budi adalah TK/0 atau sejumlah Rp54.000.000,- karena Budi adalah seorang karyawan yang belum menikah dan memiliki pendapatan sejumlah Rp4.500.000,- per bulannya sehingga Ia tidak memiliki PPh 21 terutang.
Itulah penjelasan mengenai PTKP atau Pendapatan Tidak Kena Pajak, semoga dengan membaca informasi yang ada di artikel ini Anda semakin paham mengenai pajak terutama tentang PTKP itu sendiri.


PUBLISHED27 Dec 2019
Sely
Sely