HR Planning 4 min read

Budget Rekrutmen: Cara Perhitungan, Komponen, dan Tips Penghematan

Tayang
Di tulis oleh:
Foto profil Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah
Di review oleh:
Mekari Talenta Expert Reviewer
Hendry Tjiu
Highlights
  • Anggaran rekrutmen merupakan perencanaan alokasi dana operasional perusahaan untuk mendanai seluruh rangkaian proses penyaringan hingga penerimaan karyawan baru.
  • Penghematan biaya ini dapat dioptimalkan melalui pengurangan turnover, program referensi internal, optimasi media sosial, serta pemanfaatan aplikasi HRIS.

Berapa budget atau anggaran rekrutmen yang dibutuhkan dalam satu kali merekrut? Anggaran biaya rekrutmen atau cost per hire adalah salah satu metrik yang digunakan HR dalam merekrut karyawan.

Ada banyak faktor berkaitan dengan biaya yang perlu diperhatikan ketika merekrut. Dengan mengetahuinya, Anda dapat membuat strategi dan pembuatan keputusan yang lebih baik. Berikut selengkapnya.

Mekari Talenta

Apa Itu Anggaran Biaya atau Budget Rekrutmen?

Anggaran biaya atau budget rekrutmen adalah alokasi dana yang direncanakan oleh perusahaan untuk mendanai seluruh proses rekrutmen dari awal hingga akhir.

Budget ini disusun agar perusahaan dapat memastikan bahwa setiap langkah dalam proses rekrutmen berjalan efisien dan sesuai dengan kebutuhan, tanpa melebihi kapasitas keuangan yang tersedia.

Anggaran rekrutmen sangat penting untuk memaksimalkan upaya dalam mendapatkan kandidat yang tepat, sekaligus mengontrol biaya agar tidak terlalu besar.

Dalam anggaran rekrutmen, berbagai pengeluaran biasanya diantisipasi, termasuk biaya pemasangan iklan lowongan kerja di berbagai platform, baik itu situs web perusahaan, media sosial, maupun portal lowongan kerja.

Selain itu, anggaran ini juga mencakup biaya penyaringan CV dan lamaran, pelaksanaan wawancara, serta tahap onboarding bagi karyawan baru. Banyak perusahaan juga menggunakan software atau platform rekrutmen yang memudahkan proses tersebut, dan biaya penggunaan teknologi ini harus dimasukkan dalam anggaran.

Dengan perencanaan yang matang, budget rekrutmen membantu perusahaan mengelola setiap aspek rekrutmen dengan lebih terarah dan efisien.

Baca juga: 5 Proses Rekrutmen Karyawan Yang Ada Di Perusahaan

Mengapa Anggaran Rekrutmen Penting?

Anggaran rekrutmen memiliki peran penting dalam memastikan bahwa perusahaan dapat bersaing secara efektif dalam menarik kandidat berkualitas.

Dengan menentukan anggaran rekrutmen yang sesuai, perusahaan dapat menggunakan anggaran ini sebagai patokan dan membandingkannya dengan perusahaan sejenis dalam industri yang sama.

Hal ini membantu perusahaan menetapkan standar biaya yang kompetitif, baik dalam hal pemasangan iklan lowongan kerja, penawaran gaji dan tunjangan, maupun penggunaan teknologi rekrutmen modern.

Dengan demikian, perusahaan dapat tetap kompetitif dalam perebutan talenta, tanpa mengeluarkan biaya yang berlebihan dibandingkan pesaingnya.

Selain itu, perencanaan anggaran rekrutmen sangat penting untuk menjaga efisiensi keuangan perusahaan. Dengan rencana anggaran yang matang, perusahaan dapat memperkirakan secara tepat komponen biaya yang diperlukan, mulai dari biaya pemasaran lowongan, penyaringan CV, wawancara, hingga onboarding.

Hal ini membantu perusahaan menghindari pembengkakan biaya yang tidak perlu dan memastikan setiap pengeluaran sudah diperhitungkan sebelumnya.

Perencanaan anggaran ini juga berfungsi sebagai alat pengendali, di mana setiap langkah dalam proses rekrutmen diawasi agar sesuai dengan alokasi dana yang telah ditetapkan, sehingga perusahaan dapat mencapai hasil maksimal dengan biaya yang efektif.

Komponen Biaya Rekrutmen dan Cara Menghitungnya

Komponen biaya rekrutmen terdiri dari beberapa elemen penting yang mencakup berbagai tahap dalam proses rekrutmen. Pertama, biaya iklan lowongan kerja, yang mencakup pemasangan iklan di berbagai platform seperti situs pencari kerja, media sosial, atau iklan berbayar.

Kedua, biaya platform rekrutmen atau software yang digunakan untuk memproses lamaran, menyaring kandidat, dan mengelola seluruh proses rekrutmen.

Selanjutnya, biaya wawancara juga harus diperhitungkan, baik wawancara secara online yang mungkin membutuhkan alat komunikasi khusus, maupun wawancara offline yang memerlukan ruang dan fasilitas.

Tes psikologis atau asesmen juga menjadi komponen penting untuk memastikan kecocokan kandidat dengan posisi yang diinginkan. Selain itu, biaya onboarding, seperti pengenalan perusahaan, dan pelatihan awal bagi karyawan baru, juga perlu diperhitungkan, karena fase ini penting untuk membantu karyawan beradaptasi dan memulai pekerjaan dengan baik.

Cara menghitung budget rekrutmen harus disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan target jumlah karyawan baru yang akan direkrut. Pertama, identifikasi setiap komponen biaya yang terkait dengan proses rekrutmen, lalu hitung perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk setiap tahap.

Misalnya, jika perusahaan berencana untuk merekrut 10 karyawan baru, maka perlu dihitung berapa biaya iklan yang dibutuhkan untuk menjangkau kandidat potensial, berapa biaya platform rekrutmen yang akan digunakan, serta biaya lain seperti wawancara dan onboarding.

Selain itu, perusahaan juga perlu memperhitungkan durasi rekrutmen dan frekuensi rekrutmen, apakah dilakukan secara reguler atau hanya pada waktu-waktu tertentu.

Untuk menghindari overbudget, sangat penting untuk mengalokasikan anggaran secara efisien dan mencatat setiap pengeluaran dalam proses rekrutmen.

Ini dapat dilakukan dengan mencatat setiap tahap yang melibatkan biaya, dan memastikan bahwa pengeluaran tetap dalam batas anggaran yang telah ditetapkan.

Membuat laporan berkala dan melakukan peninjauan terhadap anggaran yang sudah dikeluarkan juga dapat membantu perusahaan untuk mengendalikan pengeluaran dan memastikan bahwa tidak ada komponen yang terlewat atau mengalami pembengkakan biaya.

Tips Menghemat Biaya Rekrutmen Karyawan

Berikut adalah penjelasan dari setiap tips untuk menghemat biaya rekrutmen karyawan.

Kurangi Employee Turnover

Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi biaya rekrutmen adalah dengan menjaga retensi karyawan yang sudah ada. Ketika tingkat turnover (pergantian karyawan) rendah, perusahaan tidak perlu sering mengalokasikan dana untuk rekrutmen berulang.

Investasi dalam pelatihan, pengembangan karier, dan menciptakan lingkungan kerja yang positif dapat meningkatkan loyalitas karyawan dan menekan frekuensi rekrutmen.

Baca Juga: Turnover Karyawan: Arti, Jenis, Faktor, & Cara Mencegahnya

Optimalkan Media Sosial

Menggunakan media sosial seperti LinkedIn, Instagram, dan Facebook sebagai platform untuk mengiklankan lowongan kerja dapat menghemat biaya karena sebagian besar fitur posting lowongan tersedia secara gratis.

Media sosial juga memungkinkan perusahaan menjangkau audiens yang lebih luas dan menargetkan kandidat yang sesuai secara lebih tepat. Ini juga memberikan fleksibilitas dalam berinteraksi dengan calon karyawan dan membangun employer branding yang kuat.

Manfaatkan Talent Pool

Membangun dan memelihara talent pool, yaitu database berisi kandidat potensial yang pernah melamar atau berinteraksi dengan perusahaan, sangat membantu menghemat biaya dan waktu dalam rekrutmen di masa mendatang.

Dengan talent pool, perusahaan tidak perlu memulai pencarian kandidat dari awal setiap kali membuka lowongan, karena sudah memiliki data kandidat yang bisa dipertimbangkan kembali sesuai kebutuhan.

Gunakan Job Portal Gratis

Job portal gratis atau berbiaya rendah bisa menjadi alternatif yang efisien untuk mengiklankan lowongan kerja. Situs seperti Indeed, Glassdoor, atau portal lokal tertentu sering kali menawarkan layanan dasar secara gratis, atau dengan biaya yang jauh lebih rendah daripada media tradisional.

Dengan memanfaatkan platform ini, perusahaan dapat mencapai audiens yang relevan tanpa harus mengeluarkan banyak dana.

Maksimalkan Employee Referral

Program referensi karyawan (employee referral) merupakan cara yang efisien dan hemat biaya untuk menemukan kandidat berkualitas. Karyawan yang sudah ada dapat merekomendasikan orang-orang dari jaringan mereka yang mereka anggap cocok untuk posisi yang dibutuhkan.

Ini mengurangi biaya pemasaran, mempercepat proses rekrutmen, dan meningkatkan peluang untuk mendapatkan kandidat yang tepat karena direkomendasikan oleh orang-orang yang memahami budaya dan kebutuhan perusahaan.

Pakai Software HRIS dengan Fitur Rekrutmen Seperti Mekari Talenta

Penggunaan software HRIS seperti Mekari Talenta, dapat mengurangi biaya operasional rekrutmen yang dilakukan secara manual.

Fitur Rekrutmen dari Mekari Talenta sistem otomatis untuk job postingi, penyaringan kandidat, penjadwalan wawancara, dan manajemen dokumen.

Hal ini memungkinkan perusahaan dapat menghemat waktu, mengurangi risiko kesalahan manusia, serta meningkatkan efisiensi secara keseluruhan. Terlebih saat ini Mekari Talenta mampu terhubung dengan LinkedIn untuk mem-posting lowongan pekerjaan, sehingga memudahkan jangkauan untuk pencarian kandidat terbaik.

Jika tertarik menggunakan Mekari Talenta, Anda bisa menghubungi tim sales kami dengan berdiskusi mengenai kebutuhan Anda dan coba gratis demo aplikasinya sekarang juga.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Berapa persentase anggaran rekrutmen yang ideal dibandingkan dengan biaya SDM perusahaan?

Berapa persentase anggaran rekrutmen yang ideal dibandingkan dengan biaya SDM perusahaan?

Tidak ada persentase baku yang berlaku untuk semua perusahaan karena kebutuhan rekrutmen setiap bisnis berbeda. Umumnya, anggaran rekrutmen dipengaruhi oleh tingkat turnover, jumlah posisi yang dibuka, tingkat kesulitan mencari kandidat, dan strategi employer branding perusahaan. Perusahaan yang sedang berekspansi biasanya memiliki porsi anggaran rekrutmen lebih besar dibandingkan perusahaan yang hanya melakukan penggantian karyawan. Oleh karena itu, evaluasi anggaran sebaiknya dilakukan secara berkala agar tetap sesuai dengan target bisnis dan kebutuhan tenaga kerja.

Apa perbedaan antara budget rekrutmen dan cost per hire?

Apa perbedaan antara budget rekrutmen dan cost per hire?

Budget rekrutmen adalah total dana yang disiapkan perusahaan untuk menjalankan seluruh proses perekrutan dalam periode tertentu. Sementara itu, cost per hire merupakan metrik yang menghitung rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan satu orang karyawan baru. Dengan kata lain, budget rekrutmen adalah perencanaan anggaran, sedangkan cost per hire digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan anggaran tersebut. Menggabungkan keduanya akan membantu HR mengevaluasi apakah proses rekrutmen sudah berjalan secara efektif dan ekonomis.

Bagaimana cara mengevaluasi apakah anggaran rekrutmen sudah digunakan secara efektif?

Bagaimana cara mengevaluasi apakah anggaran rekrutmen sudah digunakan secara efektif?

Evaluasi dapat dilakukan dengan membandingkan biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang diperoleh dari proses rekrutmen. HR dapat melihat metrik seperti cost per hire, time to hire, quality of hire, hingga tingkat retensi karyawan baru setelah beberapa bulan bekerja. Jika biaya tinggi tetapi kualitas kandidat rendah atau tingkat turnover masih tinggi, berarti strategi rekrutmen perlu diperbaiki. Sebaliknya, apabila perusahaan mampu mendapatkan kandidat yang sesuai dengan biaya yang terkendali, anggaran rekrutmen dapat dikatakan telah digunakan secara efektif.

Kapan perusahaan perlu menambah anggaran rekrutmen?

Kapan perusahaan perlu menambah anggaran rekrutmen?

Perusahaan sebaiknya mempertimbangkan penambahan anggaran ketika menghadapi ekspansi bisnis, pembukaan cabang baru, atau kebutuhan merekrut talenta dengan keahlian yang sangat spesifik. Anggaran tambahan juga dapat diperlukan ketika persaingan mendapatkan kandidat semakin tinggi sehingga perusahaan harus memperkuat employer branding atau menggunakan kanal rekrutmen premium. Namun, penambahan anggaran sebaiknya didasarkan pada analisis kebutuhan, bukan sekadar meningkatkan pengeluaran. Dengan begitu, investasi rekrutmen tetap memberikan hasil yang optimal.

Apa saja KPI yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan anggaran rekrutmen?

Apa saja KPI yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan anggaran rekrutmen?

Selain cost per hire, perusahaan dapat menggunakan beberapa indikator seperti time to fill, time to hire, offer acceptance rate, quality of hire, dan retention rate karyawan baru. KPI tersebut memberikan gambaran apakah anggaran yang dikeluarkan mampu menghasilkan proses rekrutmen yang cepat sekaligus berkualitas. Mengukur beberapa KPI secara bersamaan juga membantu HR mengidentifikasi area yang masih dapat dioptimalkan. Dengan evaluasi yang konsisten, perusahaan dapat menyusun strategi rekrutmen yang lebih efisien pada periode berikutnya.

Image
Jordhi Farhansyah Penulis
Penulis dengan pengalaman selama sepuluh tahun dalam menghasilkan konten di berbagai bidang dan kini berfokus pada topik seputar human resources (HR) dan dunia bisnis. Dalam kesehariannya, Jordhi juga aktif menekuni fotografi analog sebagai bentuk ekspresi kreatif di luar rutinitas menulis.
Hendry Tjiu (2)
Hendry Tjiu, CHRP

Hendry Tjiu adalah seorang profesional di bidang human capital dengan lebih dari 18 tahun pengalaman.

Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.

WhatsApp Hubungi sales