Apa Saja Dampak Negatif Sistem Kerja Outsourcing? Ini Jawabannya!

Tayang
Diperbarui
Di tulis oleh:
Foto profil Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah
Highlights
  • Sistem kerja alih daya (outsourcing) merupakan mekanisme perekrutan tenaga kerja melalui perusahaan penyalur pihak ketiga untuk operasional korporasi.
  • Dampak negatif sistem ini mencakup rendahnya kesejahteraan, pemotongan penghasilan, penahanan ijazah, serta terbatasnya jenjang karier karyawan.

Apa saja dampak negatif sistem kerja outsourcing adalah apa saja? Insight Talenta akan mengulasnya disini.

Banyak perusahaan zaman sekarang yang masih banyak menerapkan sistem kerja outsourcing selain sistem karyawan kontrak.

Salah satu alasan yang mendasari hal tersebut tak lain karena krisis ekonomi yang berimbas terhadap bisnis menuntut perusahaan untuk mengurangi pengeluaran karyawan.

Meski begitu, sistem kerja outsourcing masih menjadi primadona bagi banyak pekerja di Indonesia dengan alasan perekrutan lebih mudah tanpa harus mencari-cari pekerjaan.

Sistem kerja outsourcing juga menjadi idaman para freshgraduate dengan alasan “yang penting pengalaman dulu”.

Meski begitu, sistem outsourcing adalah sebuah sistem yang dianggap tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan karyawan.

Banyak sekali dampak negative yang didapat bagi para pekerja dengan status outsourcing.

Apa saja dampak negatif yang ditimbulkan?

Alasan Sebaiknya Anda Tidak Melirik Sistem Kerja Outsourcing Adalah Sebagai Berikut

Kurangnya Kesejahteraan Karyawan pada Sistem Outsourcing Adalah Hal Yang Sering Ditemui

Kurangnya kesejahteraan di mana upah atau tunjangan yang diterima oleh pekerja outsource biasanya lebih rendah dari pekerja tetap.

Disamping itu, banyak pula perusahaan yang tidak mengikutsertakan para pekerja outsource dalam program jaminan sosial tenaga kerja dan asuransi.

Hal ini menimbulkan gap yang tinggi antara kesejahteraan karyawan tetap dan karyawan outsource.

Bukan hanya itu saja, bahkan beberapa oknum pengusaha memanfaatkan sistem outsourcing sebagai lahan mendapatkan tenaga kerja murah.

Baca juga: Perbedaan Karyawan Kontrak dengan Karyawan Outsourcing

Tidak ada Tunjangan jika Diberhentikan

benefits attendance management system

Dalam aturan hukum ketenagakerjaan di Indonesia, tidak ada ketentuan yang mewajibkan perusahaan untuk memberikan kompensasi kepada pekerja dengan sistem outsourcing saat masa kerja berakhir atau mengalami PHK sebelum masa kontrak habis, kecuali jika tertera dalam dokumen perjanjian atau surat perjanjian kerja.

Berbeda dengan karyawan tetap yang berhak memperoleh kompensasi seperti uang pesangon jika mereka diberhentikan dari pekerjaan atau uang pisah ketika melakukan resign kerja.

Baca juga: Karyawan Dirumahkan Apakah Tetap Dapat THR?

Potongan Penghasilan oleh Perusahaan Outsourcing Adalah Seberapa Besar?

Pengelolaan Karyawan Industri Manufaktur dengan HRIS sistem outsourcing

Mengingat pekerjaannya sebagai penyalur tenaga kerja kepada perusahaan mitra, perusahaan outsourcing juga meminta keuntungan.

Sayangnya keuntungan tersebut bukan dimintakan kepada perusahaan tetapi dengan memotong penghasilan pekerja.

Akibatnya, payroll atau penghasilan yang diterima oleh pekerja outsourcing pun menjadi lebih rendah dari gaji kotor.

Baca Juga : Metode Absensi Kehadiran Secara Online Pengganti Absen Mesin Fingerprint Kantor

Pekerja Outsource Cenderung Sulit Berkembang

Satu hal negatif dari sistem kerja outsourcing adalah karyawan akan sulit berkembang karena dibatasi dengan kontrak jangka pendek dan berkutat pada pekerjaan-pekerjaan kelas rendah.

Sulit bagi karyawan outsourcing untuk berkembang dalam karir.

Hanya sedikit para pekerja outsourcing yang dilirik oleh perusahaan untuk menjadi karyawan tetap.

Namun seringkali kesempatan ini ditahan oleh para penyedia outsourcing itu sendiri.

Baca juga: Begini Menetapkan Gaji Karyawan Outsourcing

Ijazah Ditahan

Tidak sedikit para penyedia jasa outsourcing menahan ijazah para tenaga kerja.

Hal ini tentu merugikan. Pertama, Anda akan sulit mencari pekerjaan lainnya selama masa tahan ijazah.

Kedua, keamanan data pada ijazah Anda berisiko dicuri atau disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Apalagi jika penyedia layanan outsource juga menahan sertifikat profesi. Sebaiknya jangan!

Sistem Outsourcing Adalah Sebuah Sistem Yang Seringkali Tidak Sesuai dengan Kualifikasi

Beberapa pengalaman sahabat penulis, melamar sebagai outsource tidak semenarik yang dipikirkan.

Diiming-iming bekerja di perusahaan besar tapi ternyata dialihkan ke perusahaan yang bahkan tidak diketahui kredibilitasnya.

Sebenarnya ini sangat subyektif. Pilihlah perusahaan outsourcing yang memang bisa dipercaya dan memang memiliki beberapa relasi dari perusahaan yang memiliki nama.

Saelain itu, Anda seringkali ditawari pekerjaan sebagai customer service tapi pada kenyataannya pekerjaan Anda adalah sales.

Tentu ini hanya akan membuang waktu.

Baca juga: Tips Menghitung Gaji Karyawan Outsourcing

Sistem kerja outsourcing sejatinya adalah sebuah sistem yang tidak buruk jika dijalankan sesuai peraturan yang ditetapkan pemerintah.

Namun satu hal yang perlu Anda ketahui adalah pintar-pintar memilih penyedia layanan jasa outsourcing agar Anda tidak tertipu.

Insight Talenta merupakan blog HR dan payroll yang dikelola oleh Talenta, penyedia layanan jasa HR sytsem & software, serta aplikasi payroll.

Aplikasi penggajian karyawan yang mengatur proses pembayaran dan perhitungan gaji secara otomatis dan sistematis.

Talenta telah dipercaya oleh banyak industri dalam mengelola karyawan mulai dari attendance management, hingga payroll system.

Tertarik untuk mencoba Talenta? Isi formulir ini untuk jadwalkan demo Talenta dengan sales kami dan konsultasikan masalah HR Anda kepada kami!

FAQ (Frequently Asked Questions)

Apakah semua pekerja outsourcing mendapatkan hak yang sama dengan karyawan tetap?

Apakah semua pekerja outsourcing mendapatkan hak yang sama dengan karyawan tetap?

Tidak. Hak pekerja outsourcing pada dasarnya tetap dilindungi oleh peraturan ketenagakerjaan, seperti hak atas upah, jaminan sosial, waktu kerja, dan keselamatan kerja. Namun, terdapat beberapa hak yang memang berbeda dengan karyawan tetap, terutama yang berkaitan dengan jenjang karier, skema kompensasi tertentu, atau kebijakan internal perusahaan pengguna. Perbedaan tersebut bergantung pada isi perjanjian kerja serta kebijakan perusahaan. Karena itu, pekerja sebaiknya memahami kontrak kerja sebelum menerima penawaran pekerjaan.

Bagaimana cara memilih perusahaan outsourcing yang terpercaya?

Bagaimana cara memilih perusahaan outsourcing yang terpercaya?

Sebelum bergabung, pastikan perusahaan outsourcing memiliki legalitas yang jelas, reputasi yang baik, serta bekerja sama dengan perusahaan pengguna yang kredibel. Periksa juga apakah kontrak kerja memuat informasi lengkap mengenai gaji, tunjangan, jaminan sosial, jam kerja, dan hak serta kewajiban kedua belah pihak. Anda juga dapat mencari ulasan dari mantan karyawan atau memastikan perusahaan memiliki proses rekrutmen yang profesional. Langkah ini membantu mengurangi risiko menghadapi praktik kerja yang tidak sesuai harapan.

Apakah karyawan outsourcing bisa diangkat menjadi karyawan tetap?

Apakah karyawan outsourcing bisa diangkat menjadi karyawan tetap?

Ya, tetapi hal tersebut bergantung pada kebutuhan perusahaan pengguna dan kebijakan yang berlaku. Beberapa perusahaan membuka kesempatan bagi pekerja outsourcing dengan performa baik untuk mengikuti proses seleksi internal menjadi karyawan tetap. Namun, tidak semua perusahaan memiliki kebijakan tersebut sehingga peluangnya dapat berbeda-beda. Oleh karena itu, penting bagi pekerja untuk terus meningkatkan kompetensi dan menunjukkan kinerja yang konsisten selama masa penugasan.

Apa yang perlu diperhatikan sebelum menandatangani kontrak kerja outsourcing?

Apa yang perlu diperhatikan sebelum menandatangani kontrak kerja outsourcing?

Sebelum menandatangani kontrak, pastikan Anda membaca seluruh isi perjanjian dengan teliti, termasuk masa kerja, besaran gaji, jam kerja, fasilitas yang diberikan, ketentuan lembur, serta mekanisme pemutusan hubungan kerja. Perhatikan juga apakah perusahaan memberikan kepesertaan jaminan sosial sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan ragu meminta penjelasan apabila terdapat klausul yang kurang dipahami. Memahami isi kontrak sejak awal dapat membantu menghindari kesalahpahaman di kemudian hari.

Apakah sistem outsourcing cocok untuk fresh graduate?

Apakah sistem outsourcing cocok untuk fresh graduate?

Bagi sebagian fresh graduate, pekerjaan outsourcing dapat menjadi langkah awal untuk memperoleh pengalaman kerja, memperluas jaringan profesional, dan mengembangkan keterampilan di dunia kerja. Namun, sebelum menerima tawaran, sebaiknya pertimbangkan prospek pengembangan karier, program pelatihan yang tersedia, serta reputasi perusahaan penyedia outsourcing. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, Anda dapat menentukan apakah posisi tersebut sesuai dengan tujuan karier jangka panjang.

Image
Jordhi Farhansyah Penulis
Penulis dengan pengalaman selama sepuluh tahun dalam menghasilkan konten di berbagai bidang dan kini berfokus pada topik seputar human resources (HR) dan dunia bisnis. Dalam kesehariannya, Jordhi juga aktif menekuni fotografi analog sebagai bentuk ekspresi kreatif di luar rutinitas menulis.
Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.

WhatsApp Hubungi sales