Cara Menghitung Gaji Karyawan Berdasarkan Omset Beserta Contoh

Bagi Anda yang baru memulai sebuah usaha mungkin ada satu pertanyaan besar; Bagaimana cara menghitung gaji karyawan berdasarkan omset?

Gaji karyawan dalam dunia usaha termasuk ke dalam labor cost atau biaya SDM yang persentasenya berasal dari omset.

Memang ini bukan tugas seorang HRD sepenuhnya. Namun bagi Anda yang baru memulai usaha pasti akan dituntut untuk multitasking dan penting untuk mengetahui perhitungan ini.

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Talenta Sekarang!

Lantas, bagaimana cara menghitung gaji karyawan berdasarkan omset? Simak artikel dari Insight Talenta.

Cara Menghitung Gaji Karyawan Berdasarkan Omset

Begini Cara Menghitung Gaji Karyawan Berdasarkan Omset

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, gaji karyawan termasuk ke dalam beban usaha yang dinamakan beban tenaga kerja atau SDM.

Beban tenaga kerja ini merupakan persentase yang diperoleh dari omset atau pendapatan kotor dari usaha Anda.

Pada perusahaan menengah atau besar, beban usaha bukan hanya bicara perhitungan gaji karyawan saja namun lebih kompleks yang meliputi  biaya retensi dan rekrutmen.

Namun pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM, beban usaha biasanya hanya terdiri dari gaji karyawan.

Lantas, bagaimana cara menghitung gaji karyawan berdasarkan omset?

Jawabannya adalah tergantung omset dan kebutuhan usaha Anda. Namun yang paling ideal menurut para ahli adalah 15% hingga 20% dari omset yang didapat.

Selain itu dalam sebuah tulisan, biaya ideal untuk tenaga kerja atau labor cost adalah paling tidak kurang dari 30%.

Jadi, misalnya omset bisnis Anda sebesar Rp100.000.000 per bulan maka apabila menggunakan persentase 15% maka beban tenaga kerja yang harus dikeluarkan adalah Rp15.000.000 per bulan.

Dari biaya tenaga kerja Rp15.000.000 ini, Anda bisa mengalokasikan biaya tersebut sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja yang ada.

Misal, Anda sebagai pemilik usaha roti bekerja juga secara operasional yang sekaligus menangani rekrutmen, payroll, keuangan, dan pemanggang roti. Maka Anda juga berhak mendapatkan upah dari alokasi biaya tenaga kerja tersebut.

Bagaimana Cara Menetapkan Gaji Karyawan dengan Cara Menghitung Omset?

Sebenarnya tidak ada aturan pasti bahwa perusahaan harus menghitung atau menetapkan gaji dengan cara menghitung omset perusahaan.

Namun Pemerintah melalui PP No.36 Tahun 2021 tentang Pengupahan mengatur batas bawah berapa karyawan digaji untuk berbagai jenis perusahaan.

Bagi skala usaha menengah dan besar, dalam menentukan gaji minimal, perusahaan wajib mengikuti aturan Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Dimana perhitungannya telah ditetapkan oleh Gubernur Provinsi dari masing-masing daerah dengan mengacu rata-rata pertumbuhan ekonomi dan konsumsi per kapita tiap provinsi atau kabupaten.

Sedangkan, bagi skala Usaha Kecil dan Mikro (UKM) pemerintah memberikan keringanan batas bawah gaji yang bisa dibayarkan.

Mengingat Usaha Kecil dan Mikro memiliki pendapatan yang lebih kecil yaitu hanya sebesar Rp 76 juta hingga Rp 1 miliar per tahun.

Adapun untuk menentukan batas bawah gaji bagi pelaku usaha UKM adalah paling sedikit 50% dari rata-rata konsumsi masyarakat setingkat provinsi.

Misal Anda memiliki usaha kecil di daerah Jakarta. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat rata-rata konsumsi di Jakarta di tahun 2020 adalah Rp2.257.991.

Maka upah minimal yang harus dibayarkan adalah Rp1.128.995 yaitu 50% dari Rp2.257.991.

Itu berarti jika Anda memiliki biaya tenaga kerja sebesar Rp15.000.000 dan Anda berencana menggaji karyawan sebesar Rp1.800.000 (di atas gaji minimum bagi UMKM), maka jumlah karyawan yang bisa Anda rekrut adalah kurang dari 8 orang.

Angka 8 tersebut diambil dari Rp15.000.000 dibagi dengan alokasi gaji karyawan sebesar Rp1.800.000.

Nah, sebelum mulai pelajari cara menghitung gaji karyawan berdasarkan omset, cari tahu dulu apakah gaji karyawan Anda dikenai pajak penghasilan PPH 21.

Apakah Gaji Karyawan Saya Dikenakan Pajak?

Jika menurut Peraturan Dirjen Pajak No.PER-16/PJ/2016 tentang Tata Cara Pemotongan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Penghasilan Orang Pribadi ada beberapa klasifikasi orang yang dapat dikenakan Pajak Penghasilan.

Apabila penghasilan karyawan Anda kurang dari Rp4.500.000 per bulan maka tidak dikenakan pajak penghasilan Pasal 21.

Namun apabila Anda menggaji karyawan secara harian lebih dari Rp450.000 per hari, maka karyawan tersebut dikenakan Pajak Penghasilan dengan perhitungan pajaknya adalah 5% dari upah harian tersebut yang telah dikurangi Rp450.000.

Berbeda lagi jika Anda menggaji karyawan secara harian namun dibayar secara kumulatif dengan jumlah lebih dari Rp4.500.000 dan kurang dari Rp10.200.000, maka karyawan tersebut dikenakan pajak.

Perhitungannya adalah 5% dari pengurangan antara upah harian dan PTKP sebenarnya (PTKP – 360 hari).

Anda bisa membaca artikel tentang besaran PTKP melalui: Cara Menghitung PPh 21 Pegawai dengan PTKP

Terakhir, apabila Anda memiliki karyawan dengan kontrak penggajian yang wajar per bulannya dan lebih dari Rp4.500.000 maka perhitungannya menggunakan perhitungan pajak penghasilan progresif.

Jadi setelah tahu apakah gaji karyawan Anda dikenai pajak atau tidak, baru bisa melanjutkan ke cara menghitung gaji karyawan berdasarkan omset.

Contoh Perhitungan Gaji Karyawan dengan Pajak

Untuk lebih memahami terkait perhitungan gaji dengan pajak, mari simak contoh berikut ini.

Contoh 1

Anda mempekerjakan karyawan secara harian selama 5 hari dengan upah Rp500.000 per hari sebagai penjaga booth sementara. Berapakah Pajak Penghasilan karyawan tersebut?

Untuk mencari tahunya adalah menggunakan rumus 5% x (upah harian – Rp450.000). Berdasarkan rumus tersebut maka didapatkan perhitungan sebagai berikut:

  • 5% x (Rp500.000 – Rp450.000) = Rp2.500.

Maka Pajak Penghasilan karyawan harian Anda sebesar Rp2.500.

Contoh 2

Anda mempekerjakan karyawan harian lepas untuk membantu membungkus roti dengan upah Rp70.000 per hari dengan durasi kerja 20 hari.

Apakah karyawan tersebut dikenakan pajak penghasilan? Tentu tidak. Hal tersebut karena upah hariannya tidak sampai Rp450.000 dan per bulannya tidak sampai Rp4.500.000

Contoh 3

Anda mempekerjakan karyawan harian lepas yang bekerja selama 20 hari dengan upah per harinya adalah Rp250.000 dengan akumulasi penghasilan sebesar Rp5.000.000.

Dengan penghasilan lebih dari Rp4.500.000 namun kurang dari Rp450.000 per hari, karyawan Anda satu ini tetap dikenakan pajak dengan metode perhitungan menggunakan PTKP sebenarnya.

Jika karyawan Anda belum menikah, maka didapat perhitungan sebagai berikut:

  • 5% x (upah sehari x PTKP sebenarnya(nilai PTKP/360))
  • 5% x (Rp250.000 x Rp54.000.000/360 (Karena karyawan Anda belum menikah)
  • 5% x Rp100.000 = Rp5.000

Itu berarti, Pajak Penghasilan karyawan Anda adalah sebesar Rp5.000 dalam satu periode kerja yang dijanjikan dalam hal ini adalah 20 hari.

Kesimpulan

Cara menghitung gaji karyawan berdasarkan omset sejatinya kembali kepada kebijakan Anda sebagai pengusaha dengan melihat aturan-aturan yang berlaku seperti PP No.36 Tahun 2021 dan mengikuti pedoman pemotongan pajak penghasilan.

Selain itu, batas ideal dalam mengalokasi gaji karyawan adalah 15% hingga 20% atau kurang dari 30% dari total omset perusahaan.

Perhitungan gaji memang menjadi persoalan sederhana apabila Anda baru memulai usaha. Namun, apabila usaha Anda mulai berkembang terutama dalam penambahan tenaga kerja, perhitungan gaji bisa saja sangat merepotkan.

Sehingga penggunaan teknologi seperti software payroll menjadi salah satu bentuk investasi bisnis Anda dalam rangka mengoptimalkan bisnis Anda yang sedang berkembang.

 

Dengan adanya software payroll, Anda bisa memperingkas pekerjaan perhitungan gaji yang dapat dilakukan secara otomatis dan aman tanpa takut khawatir adanya kesalahan.

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Talenta Sekarang!

Saatnya beralih ke teknologi payroll yang lebih baik dengan Talenta dan simak artikel-artikel lainnya dari Insight Talenta untuk informasi seputar HRIS dan payroll.

Software Payroll Talenta memiliki beragam kelebihan yang dapat membantu Anda dalam mengelola payroll.

 Diintegrasikan dengan sistem absensi online, Anda dapat menghitung gaji karyawan secara otomatis dan membayarkan gaji karyawan dengan lebih cepat.

Jangan lupa untuk daftarkan perusahaan Anda jika ingin mencoba demo Talenta secara gratis dengan klik gambar di bawah ini.

manajemen personalia

 


PUBLISHED22 Sep 2021
Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah


Kelola payroll & administrasi HR jadi lebih mudah, siap kembangkan bisnis lebih cepat

Jadwalkan Demo

Jadwalkan Demo

Jadwalkan demo & konsultasi langsung dengan Talenta

Jadwalkan Demo
Coba Demo Interaktif

Coba Demo Interaktif

Eksplorasi fitur Talenta untuk kebutuhan payroll & administrasi HR

Coba Sekarang