Insight Talenta

4 Jenis dan Contoh Form SPT Tahunan untuk Wajib Pajak di Indonesia

Form SPT adalah jenis formulir laporan pajak tahunan yang biasa harus kita laporkan pada pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) setiap tahunnya. Seperti apa contoh form SPT ini?

Kewajiban pelaporan ini sudah diatur pada Undang Undang PPh Nomor 36 Tahun 2008.

SPT tahunan sendiri dibedakan berdasarkan kriteria penerima penghasilan dan terbagi menjadi dua macam, yaitu SPT Masa dan SPT Tahunan.

Lalu apa penjelasan keduanya dan seperti apa contoh Form SPT yang berlaku di Indonesia? Simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut.

Perbedaan 2 Jenis Form SPT untuk Penerima Penghasilan

Ada dua jenis SPT yang perlu Anda ketahui, yaitu:

SPT Tahunan

contoh form spt

SPT Tahunan merupakan surat pemberitahuan yang dikeluarkan satu tahun sekali. Jenis SPT ini merupakan jenis pelaporan pajak yang wajib dilaporkan oleh baik wajib pajak perorangan maupun badan.

SPT Masa

SPT Masa dibuat untuk menunjukkan suatu masa pajak. Ia digunakan untuk 10 jenis pajak yang sudah ditetapkan oleh peraturan terkait perpajakan di Indonesia.

Ada 3 jenis yang bisa dikategorikan dari SPT Masa, yakni Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPh), serta Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Sekarang, mari kita lihat contoh form SPT yang ada.

Baca juga: Cara Lapor SPT Tahunan Perorangan dari Bukti Potong PPh 21 di Talenta

Jenis-Jenis dan Contoh Form SPT Tahunan Perorangan dan Badan

Form SPT adalah jenis formulir laporan pajak tahunan yang biasa harus kita laporkan pada pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) setiap tahunnya.

Jenis form SPT yang digunakan wajib pajak perorangan maupun badan berbeda-beda. Berikut penjelasan lengkapnya terkait perbedaannya yang digunakan di Indonesia.

Form SPT Tahunan 1770

Formulir SPT ini digunakan oleh para wajib pajak pribadi yang statusnya sebagai pemilik usaha ataupun seorang pekerja lepas yang ahli di bidang tertentu.

Selain itu, form SPT Tahunan 1770 juga diberikan kepada wajib pajak yang penghasilannya berasal lebih dari satu jenis pekerjaan, misalnya pekerjaan utama dan sampingan.

Form SPT ini juga ditujukan untuk orang yang bekerja di lebih dari satu perusahaan atau instansi serta punya penghasilan baik di dalam maupun luar negeri.

Form SPT Tahunan 1770 S

Form ini merupakan formulir SPT yang digunakan oleh para wajib pajak yang memiliki penghasilan lebih dari Rp60 juta setiap tahunnya.

Jika ada karyawan yang memiliki penghasilan dari dua tempat kerja yang berbeda dalam periode satu tahun pajak, ia juga harus melaporkan penghasilannya menggunakan form ini.

Di dalamnya terdapat dua lampiran yang harus diisi dengan lengkap oleh wajib pajak, seperti misalnya bukti potong pajak, total pendapatan mereka, dan lain sebagainya.

Baca juga: Infografis: Bagaimana Cara Membuat Bukti Potong PPh21 Pegawai Tetap?

Form SPT Tahunan 1770 SS

Tidak semua wajib pajak penghasilannya dikenakan potongan pajak. Seperti pada form SPT Tahunan 1770 SS, ia digunakan untuk para wajib pajak yang penghasilannya kurang atau setara dengan Rp60 juta per tahunnya.

Meski tidak dikenakan wajib pajak, namun mereka tetap harus melaporkan penghasilannya kepada negara.

Form SPT ini juga ditujukan bagi karyawan yang bekerja di satu perusahaan pada periode satu tahun tersebut.

Form ini juga digunakan jika wajib pajak memiliki penghasilan tambahan dari bunga bank.

Wajib pajak hanya perlu menuliskan kembali data-data yang ia dapatkan dari bukti potong PPh 21 1721 A1 untuk karyawan swasta atau bukti potong 1721 A2 untuk PNS.

Formulir SPT Tahunan 1771 untuk Badan

Bagi wajib pajak badan, form SPT yang digunakan hanya satu yakni form SPT Tahunan 1771 yang berisi enam lampiran yang harus diisi.

Dengan form SPT ini, wajib pajak badan harus melaporkan penghasilan, biaya, dan penghitungan PPh terutang dalam waktu satu tahun pajak.

Beberapa data yang harus diisi oleh wajib pajak badan di antaranya adalah identitas diri, penghasilan kena pajak (PKP), PPh terutang, kredit pajak, kompensasi kerugian fiskal, PPh final, dan juga penghasilan yang bukan objek pajak.

Untuk perhitungan PPh Badan, dasar perhitungan untuk menentukan besarnya pajak penghasilan yang terutang adalah PKP.

Kelola Penghitungan Pajak Karyawan dengan Software Talenta

Salah satu proses cukup rumit yang berkaitan dengan penghitungan payroll karyawan adalah penghitungan pajak pada masing-masing gaji karyawan.

Terlebih apabila HR masih menggunakan proses manual dalam menghitung gaji.

Salah satu software yang dapat membantu HR dalam menghitung gaji karyawan secara otomatis adalah software HRIS Talenta.

Dengan fitur Payroll Tax Calculator, komponen gaji karyawan dapat dihitung secara otomatis termasuk PPh 21 karyawan. Sistem Talenta selalu up to date dengan regulasi perpajakan di Indonesia.

Untuk kalkulator pajak di Talenta dapat menghitung PPh 21 dan PPh 26 baik untuk PKWT dan PKWTT secara otomatis menyesuaikan dengan peraturan terkini.

Fitur ini juga dapat menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) secara otomatis sesuai dengan regulasi yang ada.

Fitur lainnya adalah Payroll Report yang sangat berguna untuk karyawan melaporkan SPT. Talenta memiliki dokumen siap pakai untuk Laporan Pajak 1721-A1, sehingga memudahkan karyawan ketika mereka ingin lapor SPT dan mengisi formulir SPT mereka.

Tertarik menggunakan software HRIS online dari Talenta? Anda bisa mencoba fitur Payroll beserta dengan fitur-fitur unggulan Talenta lainnya dengan mencoba demonya secara gratis.

Daftarkan diri Anda dengan klik di tautan berikut ini dan coba Talenta sekarang juga!

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Talenta Sekarang!


PUBLISHED07 Feb 2022
Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah