Assessment: Fungsi, Jenis, dan Cara Menerapkannya untuk Mendukung Keputusan Bisnis

Tayang
Di tulis oleh:
Foto profil Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah
Di review oleh:
Mekari Talenta Expert Reviewer
Ayu Muharningtyas CHRP
Highlights
  • Assessment adalah proses penilaian berbasis data untuk mengevaluasi kinerja, potensi, dan kondisi bisnis secara objektif.
  • Cara menerapkannya dengan efektif adalah dengan membangun proses assessment dengan metode yang sesuai kebutuhan, gunakan alat ukur yang tervalidasi, dan integrasikan hasilnya ke dalam alur rekrutmen.

Mengambil keputusan yang tepat tidak lagi cukup mengandalkan intuisi atau pengalaman semata.

Baik dalam proses rekrutmen, pengembangan karyawan, evaluasi kinerja, maupun penyusunan strategi bisnis, organisasi membutuhkan assessment untuk menghasilkan keputusan yang lebih objektif dan terukur.

Menurut survei Society for Human Resource Management (SHRM), 56% perusahaan telah menggunakan skill assessment dalam proses seleksi, sementara satu dari empat perusahaan berencana memperluas penggunaannya dalam beberapa tahun ke depan.

Tren tersebut menunjukkan bahwa assessment semakin menjadi fondasi pengambilan keputusan berbasis data di berbagai fungsi organisasi.

Artikel ini akan membahas pengertian assessment, fungsi, jenis, manfaat, hingga cara menerapkannya secara efektif dalam perusahaan.

Apa itu pengertian assessment?

Secara sederhana, kamus Oxford mengartikan sebagai proses penilaian atau pengambilan keputusan terhadap sesuatu melalui proses pemikiran yang sudah matang.

Kata kunci, โ€œpemikiran matangโ€ pada kamus Oxford sendiri pun menjadi berkembang di kalangan para ahli dan akademisi. Sehingga kini assessment memiliki makna yang lebih spesifik.

Sebagai contoh, melalui penelusuran KBBI dan Westminster College, โ€œpemikiran matangโ€ ini berarti proses asesmen didasari dengan memahami data dan informasi dari objek asesmen.

Dengan kata lain, assessment adalah sebuah proses memahami atau menilai suatu entitas baik individu maupun non-individu berdasarkan informasi yang melekat pada entitas tersebut.

Informasi tersebut didapatkan melalui data atau dokumentasi yang berkaitan dengan kondisi entitas tersebut. Misalnya kondisi individu meliputi psikis, fisik, prestasi, atau latar belakang pendidikan.

Pengertian Asesmen dalam Bisnis

Pengertian Assessment: Fungsi, Jenis, dan Manfaat dalam Perusahaan

Asesmen jamak dilakukan dalam berbagai aktivitas. Misalnya dalam proses pendidikan, asesmen dilakukan untuk mengevaluasi pembelajaran dan mengetahui pemahaman siswa.

Lalu bagaimana dalam konteks bisnis?

Dalam konteks bisnis, assessment dilakukan untuk mengevaluasi dan mengetahui fungsi apa saja yang perlu diperbaiki atau dikembangkan berdasarkan kondisi bisnis saat ini dan di masa depan baik secara internal dan eksternal.

Asesmen dilakukan agar setiap fungsi perusahaan seperti HR, keuangan, marketing, produk, atau IT tetap sesuai dengan ekspektasi tujuan perusahaan.

Selain itu, menurut Ted Hessing, seorang praktisi six sigma mengatakan bahwa proses assessment pada bisnis merupakan proses berkelanjutan.

Pendapat para ahli tentang assessment

Luasnya spektrum assessment dalam berbagai bidang, beberapa ahli pun memiliki pendapat berbeda yang semakin memperluas fungsi dari asesmen itu sendiri, di antaranya sebagai berikut.

1. Robert M. Smith

Pakar pendidikan asal Amerika Serikat ini berpendapat bahwa proses assessment wajib mengedepankan aspek kepercayaan dan validitas.

Oleh karena itu ketika sebuah organisasi melakukan asesmen, fokus utamanya adalah pada alat ukur yang digunakan sehingga hasilnya terukur dan dapat dilihat oleh semua orang.

Bisa dibilang, pendapat Robert M. Smith menjadi pondasi dari aktivitas asesmen yang ada saat ini.

2. Terry Overton

Merupakan seorang profesor di bidang psikologi sekaligus penulis buku anak ini berpendapat bahwa assessment merupakan proses yang dilakukan secara holistik.

Maksudnya, asesmen itu harus dilakukan secara menyeluruh tergantung dengan aspek-aspek penyertanya. Misalnya psikologis, latar belakang, hingga lingkungan.

Penulis buku Assessing Learners with Special Needs ini berpendapat bahwa setiap asesmen harus menggunakan metode yang berbeda-beda tergantung aspek penyertanya tadi.

3. James A. McLoughlin

Melalui bukunya Assessing Special Students: Strategies and Procedures, James McLoughlin berpendapat bahwa asesmen dilakukan untuk meningkatkan aspek-aspek yang dinilai.

Dalam konteks akademis, McLoughlin menjadikan asesmen sebagai proses untuk mendorong sistem belajar-mengajar siswa.

Beliau juga mengedepankan adanya feedback atau self-assessment yang menjadi cikal bakal proses asesmen modern yang jamak digunakan oleh perusahaan.

Dalam konteks bisnis praktis, teori asesmen McLoughlin tidak hanya ditujukan kepada karyawan atau konsumen, namun juga perusahaan itu sendiri.

4. Rena B. Lewis

Merupakan tandem menulis dari seorang James A McLoughlin ini sejatinya memperkuat teori Terry Overton yaitu proses asesmen harus mempertimbangkan unsur kesetaraan.

Proses asesmen tidak boleh dilakukan secara diskriminatif atau bias pada kelompok sosial tertentu terutama kelompok-kelompok minoritas.

Jenis-jenis fungsi assessment

Melihat luasnya spektrum assessment, maka proses ini memiliki beberapa jenis fungsi yaitu sebagai berikut.

Fungsi inisial

Fungsi satu ini digunakan untuk mengetahui kemampuan dan kesiapan seseorang atau suatu proyek sebelum aktivitas atau program dijalankan.

Asesmen ini dilakukan dengan melihat kesesuaian informasi dan data objek asesmen dengan persyaratan yang dibutuhkan. Bisa dalam bentuk dokumen, pre-test, interview, atau ceklis.

Perlu diingat, asesmen jenis ini hanya dilakukan pada awal sebelum program atau proyek dijalankan.

Dalam konteks bisnis, contoh asesmen inisial adalah proses rekrutmen karyawan atau studi kelayakan bisnis.

Fungsi diagnosis

Sebenarnya asesmen diagnosis memiliki kesamaan dengan asesmen inisial. Bedanya, asesmen diagnosis tidak hanya dilakukan di awal saja. Namun di tengah-tengah atau akhir periode kegiatan.

Selain itu, asesmen diagnosis bertujuan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, kemampuan, dan pengetahuan objek asesmen.

Fungsi formatif

Proses asesmen yang berlangsung selama program dijalankan atau dilakukan secara rutin dalam periode program atau kerja.

Dalam konteks organisasi bisnis misalnya, asesmen formatif sering digunakan untuk melakukan temuan-temuan yang terjadi pada proses operasional.

Selain itu, formatif asesmen merupakan proses asesmen dua arah, dimana baik penyelenggara (perusahaan) maupun peserta (karyawan) saling melakukan asesmen.

Contoh, 360 degree feedback, employee satisfaction, dan one-on-one interview.

Fungsi sumatif

Fungsi ini menjadikan assessment sebagai alat untuk menilai sebuah program atau individu di akhir periode.

Tujuan dari asesmen ini adalah untuk mengevaluasi dan memahami seberapa baik kinerja yang telah dilakukan selama satu periode berjalan.

Contoh dalam perusahaan seperti PDCA, penilaian kinerja karyawan, evaluasi pelatihan kerja.

Fungsi ipsatif

Fungsi di mana asesmen dilakukan untuk mengukur kemampuan atau kinerja individu dari waktu ke waktu.

Biasanya asesmen ini digunakan oleh HR atau mengukur tren kinerja karyawan dari tahun ke tahun.

Fungsi pembanding (norm-referenced assessment)

Fungsi asesmen yang dilakukan untuk membandingkan objek satu dengan yang lainnya dalam satu kelompok yang sama.

Dalam konteks bisnis, asesmen ini dilakukan oleh perusahaan yang masih menggunakan sistem penghargaan karyawan (employee of the month)

Fungsi berdasarkan kriteria (criterion-referenced assessment)

Fungsi asesmen dengan melakukan penilaian berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan sebagai tolak ukur.

Dalam konteks bisnis, asesmen ini dilakukan untuk mengukur tingkat persaingan pasar, performa penjualan, atau asesmen kenaikan jabatan.

Fungsi holistik

Asesmen yang dilakukan dengan melihat berbagai aspek pada individu. Baik psikis, latar belakang, fisik, pengaruh lingkungan, kebutuhan dan pengalaman.

Asesmen ini biasanya dilakukan untuk meningkatkan motivasi atau inklusivitas dari individu. Contohnya dalam HR yaitu one-on-one interview.

Bagaimana assessment membantu bisnis berkembang?

Dalam praktiknya, assessment pada bisnis selalu mengacu pada balanced scorecard yaitu kerangka manajemen yang terdiri dari empat area yaitu SDM, keuangan, operasional, dan konsumen.

Keempatnya merupakan area penting atau jantung perusahaan. Dalam hal ini pemilik bisnis memastikan bahwa keempat aspek tersebut sejalan dengan tujuan perusahaan.

Di sini lah peran assessment yang mana membantu perusahaan untuk mengetahui bagian apa yang masih memiliki kekurangan atau perlu dikembangkan sehingga tujuan bisnis bisa tercapai.

Secara detail, proses assessment membantu perusahaan dalam hal berikut.

  • Membantu manajemen dalam mengambil keputusan strategis karena adanya kejelasan bagian mana yang perlu menjadi prioritas baik untuk diperbaiki maupun dikembangkan.
  • Dari segi HR, asesmen membantu perusahaan untuk mendapatkan kandidat terbaik sesuai dengan kebutuhan perusahaan
  • Dari segi HR, asesmen membantu perusahaan mengembangkan karyawan baik dari segi engagement, motivasi, pengetahuan, dan juga keahlian.
  • Dari segi keuangan, asesmen membantu perusahaan mengefisiensi biaya operasional
  • Dari segi operasional bisnis, asesmen membantu perusahaan untuk merampingkan proses bisnis sehingga lebih efektif
  • Dari segi hubungan dengan konsumen, asesmen membantu perusahaan memahami kebutuhan konsumen sehingga produk atau layanan yang ditawarkan memiliki nilai lebih bagi konsumen.

Asesmen yang berlangsung secara terus menerus juga membantu perusahaan untuk scale up misalnya saja dari perusahaan rintisan menjadi perusahaan menengah.

Jenis-jenis assessment di perusahaan

Sebagai gambaran, berikut jenis-jenis asesmen yang jamak digunakan oleh perusahaan:

Talent assessment

Asesmen yang dilakukan untuk mengukur kemampuan, potensi, dan kesesuaian karyawan dengan peran kerja yang dibutuhkan perusahaan.

Jenis asesmen ini umum dijumpai pada proses rekrutmen karyawan, proses kenaikan jabatan, atau restrukturisasi organisasi.

Contoh, tes aptitude, tes psikometri, tes keterampilan bidang, tes studi kasus, 360 degree feedback, survei kepuasan karyawan, atau penilaian kinerja karyawan.

Baca juga: Contoh Tes Aptitude yang Bisa Digunakan untuk Rekrutmen

Market assessment

Digunakan untuk mengukur kondisi dan posisi bisnis di pasar saat ini dan masa depan. Proses ini mengukur 3 hal utama yaitu dinamika pasar, konsumen, dan kompetitor.

Contoh dari asesmen ini adalah analisis SWOT, analisis STP, survei kepuasan pelanggan, atau analisis kebijakan dan regulasi.

Business assessment

Mengutip Deloitte, business assessment dilakukan perusahaan untuk merespon kemajuan teknologi dan isu sosial-lingkungan yang berdampak bagi operasi dan pertumbuhan bisnis.

Contoh, asesmen cash flow, asesmen modal kerja dan likuiditas, asesmen struktur pendanaan, asesmen risiko, dan asesmen dampak.

Perlu dicatat, setiap perusahaan memiliki proses, metode, dan model assessment yang berbeda-beda tergantung jenis usaha, skala, atau usia bisnis.

Namun 3 jenis assessment di atas tadi merupakan gambaran umum dari proses assessment yang sering dilakukan oleh perusahaan.

Tips melakukan assessment yang ideal

Proses assessment harus berjalan efektif. Jika tidak, justru hanya akan membuang-buang waktu dan biaya.

Asesmen sendiri membutuhkan biaya. Hal ini karena proses asesmen tidak hanya melibatkan internal perusahaan namun pihak ketiga seperti konsultan atau penyedia assessment tools.

Oleh karena itu, Anda bisa mengikuti beberapa tips berikut ini agar proses assessment bisa berjalan secara efektif dan ideal.

  • Identifikasi masalah di tiap fungsi organisasi Anda, apakah kondisi saat ini dan kemungkinan masa depan sudah selaras dengan tujuan bisnis Anda
  • Runutkan masalah-masalah tadi menjadi actionable goals. Contoh pada fungsi HR yaitu berhasil merekrut kandidat di bidang UX researcher di bulan sekian
  • Tentukan jenis asesmen yang ingin Anda gunakan. Pastikan sesuai dengan masalah dan fungsi yang membutuhkan asesmen
  • Proses asesmen pastinya membutuhkan waktu, oleh karena itu pastikan Anda membuat time frame pelaksanaan assessment untuk memantau setiap prosesnya
  • Rekam data hasil asesmen agar Anda bisa melihat perubahan hasilnya seiring waktu. Hal ini juga dilakukan untuk mengevaluasi pendekatan assessment yang Anda gunakkan
  • Manfaatkan assessment tools yang sesuai dengan tujuan awal.

Tingkatkan Akurasi Rekrutmen dengan Assessment Terintegrasi dari Mekari Talenta

Assessment membantu perusahaan mengambil keputusan yang lebih objektif di berbagai aspek, mulai dari rekrutmen, pengembangan karyawan, penilaian kinerja, hingga perencanaan talenta.

Dengan proses assessment yang terstruktur, perusahaan dapat mengurangi subjektivitas, memperoleh insight yang lebih mendalam, dan memastikan setiap keputusan didasarkan pada data yang relevan.

Salah satu penerapan assessment yang paling krusial adalah pada proses rekrutmen. Selain menilai pengalaman dan kualifikasi melalui CV, perusahaan juga perlu memahami kompetensi, potensi, serta kesesuaian kandidat dengan kebutuhan posisi dan budaya kerja agar keputusan hiring menjadi lebih akurat.

Melalui Advance Recruitment, Mekari Talenta menghadirkan fitur Assessment yang membantu perusahaan mengelola proses penilaian kandidat dalam satu platform.

HR dapat membuat dan mengirim berbagai jenis assessment, memantau pengerjaan kandidat secara real-time, hingga melihat hasil evaluasi tanpa harus menggunakan tools terpisah.

Selain itu, perusahaan juga dapat memanfaatkan MBTI Assessment untuk memperoleh insight mengenai tipe kepribadian, gaya bekerja, kekuatan, serta potensi kandidat sebagai bahan pertimbangan dalam proses seleksi.

Seluruh hasil assessment tersimpan langsung pada profil kandidat dan terhubung dengan proses rekrutmen, sehingga recruiter dapat membandingkan kandidat secara lebih objektif, mempercepat proses shortlisting, serta mengambil keputusan hiring dengan lebih percaya diri.

Ingin membangun proses rekrutmen yang lebih objektif dan terstruktur? Jadwalkan demo Mekari Talenta dan lihat bagaimana fitur Assessment membantu perusahaan mengevaluasi kandidat secara lebih akurat dalam satu platform terintegrasi.

Pertanyaan Umum seputar Assesment

Apa perbedaan assessment, evaluasi, dan audit?

Apa perbedaan assessment, evaluasi, dan audit?

Assessment berfokus pada proses mengukur kondisi atau kemampuan berdasarkan kriteria tertentu untuk mendukung pengambilan keputusan. Evaluasi bertujuan menilai hasil dari suatu program atau aktivitas yang telah berjalan. Sementara itu, audit dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar, kebijakan, atau regulasi yang berlaku.

Apakah assessment harus selalu menggunakan tes?

Apakah assessment harus selalu menggunakan tes?

Tidak. Assessment dapat dilakukan melalui berbagai metode seperti wawancara, observasi, studi kasus, simulasi kerja, survei, analisis dokumen, hingga tes kompetensi. Metode yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan tujuan assessment dan karakteristik objek yang dinilai.

Seberapa sering perusahaan sebaiknya melakukan assessment?

Seberapa sering perusahaan sebaiknya melakukan assessment?

Frekuensinya bergantung pada tujuan yang ingin dicapai. Assessment rekrutmen dilakukan saat proses seleksi, sedangkan assessment kinerja atau kompetensi umumnya dilakukan secara berkala, misalnya setiap semester atau tahunan. Untuk kebutuhan organisasi, assessment juga dapat dilakukan ketika terjadi perubahan strategi, restrukturisasi, atau transformasi bisnis.

Bagaimana memastikan hasil assessment tetap objektif?

Bagaimana memastikan hasil assessment tetap objektif?

Perusahaan perlu menggunakan indikator penilaian yang jelas, alat ukur yang telah tervalidasi, serta melibatkan lebih dari satu penilai jika diperlukan. Dokumentasi hasil assessment juga perlu disimpan agar keputusan dapat ditelusuri dan dievaluasi kembali apabila diperlukan.

Apakah assessment hanya bermanfaat bagi HR?

Apakah assessment hanya bermanfaat bagi HR?

Tidak. Assessment juga digunakan oleh berbagai fungsi bisnis, seperti keuangan untuk menilai risiko, operasional untuk mengevaluasi efektivitas proses, pemasaran untuk memahami perilaku pelanggan, hingga manajemen dalam menentukan prioritas strategi bisnis. Dengan demikian, assessment menjadi bagian penting dari pengambilan keputusan di seluruh organisasi.

Image
Jordhi Farhansyah Penulis
Penulis dengan pengalaman selama sepuluh tahun dalam menghasilkan konten di berbagai bidang dan kini berfokus pada topik seputar human resources (HR) dan dunia bisnis. Dalam kesehariannya, Jordhi juga aktif menekuni fotografi analog sebagai bentuk ekspresi kreatif di luar rutinitas menulis.
Ayu M
Ayu Muharningtyas S.Psi CHRP

Ayu M. adalah Human Resources Manager di Qwiik. Ia berpengalaman lebih dari 10 tahun di bidang Human Resources, khususnya dalam Talent Acquisition, Assessment Center, Organizational Development, Employer Branding, serta Culture & Talent Development. Salah satu inisiatif yang paling berkesan adalah Virtual Sharing Session bersama universitas-universitas di kota besar Indonesia, di mana Ayu berperan sebagai moderator.

Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.

WhatsApp Hubungi sales