Insight Talenta

Inilah 9 Alasan Perusahaan Melakukan PHK Karyawan

Inilah 9 Alasan Perusahaan Melakukan PHK Karyawan

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tentu bukan hal yang ingin didengar atau bahkan dialami oleh setiap karyawan. Akan mengerikan rasanya, jika harus dipecat saat kebutuhan ekonomi karyawan semakin meningkat. Namun jangan khawatir, perusahaan tidak akan melakukan PHK secara sepihak atau sewenang-wenang karena hal tersebut diatur dalam undang-undang.

PHK tak selalu berarti hanya pemecatan, namun semua pemutusan hubungan kerja, termasuk pensiun atau karyawan mengundurkan diri. Berdasarkan UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, berikut ini sembilan alasan yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk melakukan PHK karyawan.

1. PHK karena karyawan melakukan kesalahan berat

Berdasarkan Pasal 158 Ayat (1) dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, perusahaan bisa melakukan PHK jika karyawan melakukan kesalahan berat, antara lain:

  1. Melakukan penipuan, pencurian, atau penggelapan barang dan/atau uang milik perusahaan;
  2. Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan perusahaan;
  3. Mabuk, meminum minuman keras yang memabukkan, memakai dan/atau mengedarkan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya di lingkungan kerja;
  4. Melakukan perbuatan asusila atau perjudian di lingkungan kerja;
  5. Menyerang, menganiaya, mengancam, atau mengintimidasi teman sekerja atau pengusaha di lingkungan kerja;
  6. Membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan;
  7. Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan dalam keadaan bahaya barang milik perusahaan yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan;
  8. Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan teman sekerja atau pengusaha dalam keadaan bahaya di tempat kerja;
  9. Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan yang seharusnya dirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara; atau
  10. Melakukan perbuatan lainnya di lingkungan perusahaan yang diancam pidana penjara 5 tahun atau lebih.

PHK yang dilakukan karena kesalahan berat mengharuskan perusahaan memiliki bukti yang kuat sebelum menggunakan alasan ini. Misalnya, pelaku tangkap tangan, ada pengakuan, laporan dari pihak berwenang serta 2 orang saksi.

2. Ditahan pihak berwajib

Perusahaan bisa memberlakukan pemutusan hubungan kerja jika karyawan tidak dapat melakukan tanggung jawab pekerjaannya karena ditahan pihak berwajib. Berdasarkan UU Ketenagakerjaan, perusahaan wajib membayar karyawan uang penghargaan masa kerja sebanyak 1 kali ditambahkan dengan uang penggantian hak. Namun, jika nantinya setelah 6 bulan karyawan dinyatakan tidak bersalah, maka perusahaan wajib mempekerjakan kembali karyawan tersebut.

3. Karyawan melakukan pelanggaran

Perusahaan bisa melakukan PHK karena pelanggaran yang dilakukan karyawan. Jenis pelanggarannya berbeda-beda, karena masing-masing perusahaan memiliki peraturannya sendiri. Umumnya, pihak perusahaan akan mengeluarkan surat peringatan terlebih dahulu sebelum melakukan PHK. Sebagian besar perusahaan melakukan PHK setelah pekerja tersebut menerima 3 kali surat peringatan.

4. Karyawan ingin resign

Pemutusan hubungan kerja dapat dilakukan perusahaan saat karyawan memenuhi syarat mengundurkan diri. Syarat yang harus dipenuhi oleh karyawan untuk mengundurkan diri, antara lain:

  1. Diharuskan mengajukan permohonan mengundurkan diri secara tertulis selambat-lambatnya 30 hari sebelum hari pengunduran diri;
  2. Tidak terikat dalam ikatan dinas;
  3. Tetap melakukan kewajibannya sampai dengan hari pengunduran dirinya;
  4. Bila si karyawan memenuhi persyaratan tersebut, PHK akan dilakukan. Tentu saja bedanya, dalam kasus ini, Pemutusan Hubungan Kerja dilakukan atas permintaan karyawannya sendiri, bukan keputusan dari pihak perusahaan.

Berbeda dengan alasan di poin-poin sebelumnya, dalam kasus ini, PHK dilakukan atas permintaan pekerja, bukan keputusan dari pihak perusahaan.

Baca juga: Exit Interview, Hal Penting yang Sering Dilupakan HRD

5. Perubahan status dan efisiensi perusahaan

Perubahan status, penggabungan, peleburan, dan perubahan kepemilikan dapat menjadi alasan perusahaan melakukan PHK. Umumnya, PHK akan dilakukan untuk efisiensi perusahaan seandainya perusahaan memerlukan perampingan karyawan atau ada beberapa posisi yang tidak dibutuhkan lagi.

Jika perusahaan bermaksud melakukan efisiensi untuk kemajuan perusahaan, maka PHK bisa dilakukan namun disertai dengan pembayaran kompensasi untuk pegawainya.

6. Perusahaan akan tutup atau bangkrut

Perusahaan bisa dinyatakan tutup atau bangkrut jika perusahaan mengalami kerugian terus menerus selama 2 tahun, dibuktikan dengan laporan atau audit akuntan publik. Selain itu, perusahaan bisa melakukan PHK jika terjadi keadaan memaksa (force majeure), misalnya bencana atau hal buruk yang tidak bisa dihindari.

Jika perusahaan mengalami kerugian atau force majeure, maka karyawan yang mengalami PHK berhak mendapatkan 1 kali uang pesangon, 1 kali upah penghargaan masa kerja, dan uang penggantian.

7. Karyawan meninggal dunia

Karyawan yang telah dinyatakan meninggal dunia akibat sakit atau suatu hal, maka hubungan kerja otomatis berakhir. Dalam hal ini, perusahaan berkewajiban memberikan uang kepada keluarga sebanyak 2 kali uang pesangon, 1 kali uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak.

Baca juga: Pengertian Tingkat Turnover Karyawan

8. Karyawan pensiun

Pemutusan hubungan kerja dikarenakan karyawan telah memasuki usia pensiun, maka karyawan berhak mendapat imbalan pesangon. Besaran pesangon karyawan telah diatur di Undang-Undang Ketenagakerjaan Pasal  167.

9. Karyawan mangkir

Bagi karyawan yang mangkir atau tidak hadir bekerja selama 5 hari berturut-turut tanpa keterangan tertulis yang jelas atau dilengkapi bukti-bukti sah, setelah adanya teguran lisan ataupun tertulis sebanyak 2 kali, maka perusahaan berhak memutuskan hubungan kerja pada karyawan tersebut. Dalam hal ini, perusahaan dapat menganggap pekerja telah melakukan pengunduran diri.

Itulah alasan-alasan yang dapat digunakan perusahaan untuk melakukan PHK terhadap karyawannya. Pemutusan hubungan kerja tentu menjadi hal yang ingin dihindari baik oleh karyawan maupun perusahaan. Walaupun demikian, jika PHK tetap terpaksa harus dilakukan, maka sebaiknya diselesaikan secara kekeluargaan dan tetap taat aturan. Sehingga hubungan antara karyawan dan perusahaan tetap baik.

Sebagai tim HR, penting bagi Anda untuk mengetahui alasan-alasan PHK tersebut secara rinci. Di samping itu, Anda bisa menggunakan layanan Talenta untuk mengelola data personal serta kinerja karyawan dengan cepat dan akurat. Talenta menyediakan fitur Administrasi HR yang dapat membantu Anda menyiapkan new employee melalui tahapan onboarding yang dapat disesuaikan dengan regulasi perusahaan.
 


PUBLISHED10 Oct 2019
Fitri
Fitri