- Tes psikologi adalah metode asesmen untuk mengukur kemampuan kognitif, kepribadian, perilaku, hingga potensi kandidat dalam proses rekrutmen.
- Jenis tes psikologi meliputi tes kemampuan kognitif, kepribadian, psikometri, logika, hingga tes proyektif yang disesuaikan dengan kebutuhan posisi.
Memilih kandidat yang tepat tidak cukup hanya mengandalkan CV dan hasil wawancara. Banyak perusahaan kini menggunakan tes psikologi untuk memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai kemampuan berpikir, karakter, serta potensi kandidat sebelum mengambil keputusan hiring.
Dengan kombinasi metode asesmen yang tepat, HR dapat meningkatkan kualitas seleksi sekaligus mengurangi risiko salah rekrut.
Artikel ini akan membahas berbagai jenis tes psikologi yang umum digunakan dalam rekrutmen, fungsi masing-masing tes, serta kapan perusahaan sebaiknya menggunakannya.
Baca juga: Cara 20+ Perusahaan Global Menyaring Kandidat: 5 Jenis Asesmen Ini Terus Muncul
Jenis-Jenis Tes Psikologi yang Umum Digunakan
Berikut penjelasan mengenai jenis-jenis tes psikologi yang umum digunakan perusahaan untuk proses rekrutmen karyawan.
1. Logika Aritmatika

Tes ini dirancang untuk menilai kemampuan kandidat dalam berpikir logis dan memecahkan masalah yang melibatkan angka.
Kandidat akan dihadapkan pada soal-soal aritmatika yang memerlukan pemahaman mendalam tentang konsep matematika dasar serta kemampuan untuk menerapkan logika dalam situasi tertentu.
Tes ini sering digunakan dalam rekrutmen untuk posisi yang memerlukan keterampilan analitis yang kuat, seperti peran dalam keuangan, teknik, atau teknologi.
2. PAPI Kostick Test
PAPI (Personality and Preference Inventory) Kostick adalah tes psikometri yang dirancang untuk mengevaluasi bagaimana seseorang cenderung berperilaku di tempat kerja.
Tes ini mengukur berbagai aspek kepribadian, seperti cara kandidat menghadapi tekanan, interaksi dengan orang lain, dan preferensi dalam pengambilan keputusan.
Hasil dari tes ini dapat membantu perusahaan menentukan apakah kepribadian kandidat sesuai dengan budaya dan lingkungan kerja yang ada.
3. Tes Silogisme
Tes silogisme menguji kemampuan kandidat untuk membuat kesimpulan logis berdasarkan dua atau lebih premis.
Kandidat harus menentukan apakah kesimpulan yang diberikan benar, salah, atau tidak bisa dipastikan dari premis yang ada.
Tes ini berguna dalam menilai kemampuan analitis dan logis, terutama untuk peran yang memerlukan pemikiran kritis dan pemecahan masalah yang kompleks.
Baca Juga: Contoh Soal Psikotes dan Jawabannya untuk Proses Rekrutmen
4. House-Tree-Person-Test
Kandidat diminta untuk menggambar sebuah rumah, pohon, dan orang sebagai bagian dari tes ini.
Hasil gambar kemudian dianalisis oleh psikolog untuk mengungkapkan bagaimana kandidat memandang dirinya sendiri, lingkungannya, dan hubungannya dengan orang lain.
Tes ini sering digunakan dalam konseling atau evaluasi psikologis untuk mendapatkan wawasan tentang kondisi emosional dan psikologis kandidat.

5. Tes Menggambar Pohon (Koch Baum Test)
Tes ini meminta kandidat untuk menggambar sebuah pohon. Analisis gambar tersebut dapat memberikan wawasan tentang kepribadian, kondisi emosional, dan stabilitas psikologis individu.
Tes ini sering digunakan dalam psikologi klinis untuk mengevaluasi aspek-aspek emosional yang mendalam dari individu.
6. DiSC Personality Test
DiSC adalah model tes kepribadian yang mengevaluasi kandidat berdasarkan empat dimensi utama: Dominance (D), Influence (I), Steadiness (S), dan Conscientiousness (C). Setiap dimensi menggambarkan gaya perilaku tertentu dalam konteks kerja.
Tes ini berguna dalam mengidentifikasi gaya kerja kandidat dan bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain, serta dalam menentukan apakah gaya tersebut sesuai dengan peran yang ditawarkan.
Baca juga: Apa Itu Tes Psikologi dan Fungsinya dalam Rekrutmen
7. MBTI (The Myers-Briggs Type Indicator)
MBTI adalah tes kepribadian yang mengklasifikasikan individu ke dalam 16 tipe kepribadian berdasarkan kombinasi dari empat domain: Extraversion/Introversion, Sensing/Intuition, Thinking/Feeling, dan Judging/Perceiving.
Tes ini sangat populer dalam pengembangan diri dan sering digunakan dalam lingkungan kerja untuk meningkatkan pemahaman tentang diri sendiri dan orang lain, serta untuk mengoptimalkan kolaborasi tim.
8. Draw Man Test
Kandidat diminta untuk menggambar gambar manusia, dan gambar tersebut kemudian dianalisis untuk mengungkap aspek-aspek tersembunyi dari kepribadian mereka, seperti persepsi diri dan cara mereka melihat orang lain.
Tes ini digunakan dalam psikologi klinis dan rekrutmen untuk mengevaluasi kepribadian dan aspek emosional individu.
9. Army Alpha Intelligence Test
Army Alpha adalah salah satu tes intelegensi pertama yang digunakan secara luas, terutama dalam konteks militer. Tes ini mengukur berbagai aspek kecerdasan, termasuk kemampuan verbal, numerik, dan logis.
Meskipun awalnya dikembangkan untuk penggunaan militer, tes ini juga digunakan dalam konteks sipil untuk menilai kemampuan intelektual umum.
10. Kraepelin atau Pauli Test
Tes ini meminta kandidat untuk melakukan penjumlahan angka secara terus-menerus dalam waktu yang ditentukan.
Ini mengukur konsentrasi, ketahanan mental, dan kemampuan kerja di bawah tekanan.
Tes ini sering digunakan untuk posisi yang memerlukan daya tahan mental dan kemampuan untuk bekerja secara konsisten dalam jangka waktu yang lama.
11. Personal Preference Schedule Test

Tes ini mengevaluasi preferensi pribadi kandidat dalam konteks sosial dan pekerjaan, seperti bagaimana mereka memandang kepemimpinan, hubungan interpersonal, dan pengambilan risiko.
Hasil tes ini memberikan wawasan tentang apa yang memotivasi kandidat dan bagaimana mereka cenderung berperilaku di tempat kerja.
Baca Juga: 10 Cara Seleksi Karyawan yang Efektif untuk Perusahaan
12. Psikotes Spasial
Tes ini mengevaluasi kemampuan kandidat untuk berpikir dalam tiga dimensi, mengenali pola, dan memahami hubungan spasial antara objek.
Tes ini sangat relevan untuk profesi yang melibatkan pemikiran spasial yang kompleks, seperti arsitek, desainer, dan insinyur.
13. Tes Kemampuan Verbal
Tes ini mengevaluasi kemampuan verbal kandidat, termasuk pemahaman bacaan, kosa kata, dan kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif.
Tes ini sering digunakan dalam rekrutmen untuk posisi yang memerlukan kemampuan komunikasi yang kuat, seperti peran dalam penulisan, pemasaran, dan hubungan masyarakat.
14. Tes Wartegg
Kandidat diminta untuk melengkapi gambar-gambar tak lengkap dalam tes Wartegg, dan respon mereka dianalisis untuk mengungkap pola pikir, kreativitas, dan kepribadian mereka.
Tes ini sering digunakan dalam psikologi klinis dan rekrutmen untuk mengevaluasi kepribadian yang lebih dalam dan aspek psikologis yang mungkin tidak terungkap melalui tes lainnya.
Baca juga: Redundansi Karyawan, Baik atau Buruk?
15. Logika Penalaran
Tes logika penalaran menilai kemampuan kandidat untuk memproses informasi, membuat hubungan logis, dan menarik kesimpulan yang valid dari data yang disediakan.
Tes ini sering digunakan dalam rekrutmen untuk peran yang memerlukan keterampilan analitis yang kuat, seperti analis data atau perencana strategi.
16. Tes Kemampuan Sosial
Tes kemampuan sosial mengevaluasi kemampuan sosial kandidat, seperti keterampilan komunikasi, kerja tim, dan kemampuan untuk berkolaborasi dengan orang lain.
Selain itu, tes ini sangat relevan untuk posisi yang membutuhkan interaksi manusia yang intens, seperti manajemen, penjualan, dan layanan pelanggan.
17. Tes Intelegensi (IQ)
Tes IQ mengevaluasi berbagai aspek intelegensi, termasuk kemampuan untuk memecahkan masalah, berpikir logis, dan belajar dari pengalaman.
Tes ini sering digunakan dalam rekrutmen untuk menilai potensi kognitif dan kemampuan belajar, serta untuk mengidentifikasi kandidat yang memiliki bakat intelektual yang tinggi.
Baca Juga: Contoh Aptitude Test yang Bisa Digunakan HR untuk Rekrutmen
Kelola Assessment Kandidat Secara Terintegrasi dengan Mekari Talenta
Tes psikologi merupakan salah satu metode assessment yang membantu perusahaan memahami kemampuan, kepribadian, serta potensi kandidat secara lebih objektif. Namun, proses rekrutmen yang efektif tidak berhenti pada satu jenis tes saja. Perusahaan juga perlu mengombinasikan berbagai metode assessment, seperti tes keterampilan, studi kasus, hingga evaluasi kompetensi agar keputusan hiring menjadi lebih akurat dan konsisten.
Melalui Advance Recruitment, Mekari Talenta menghadirkan fitur Assessment yang membantu perusahaan mengelola seluruh proses penilaian kandidat dalam satu platform terintegrasi.
HR dapat membuat berbagai jenis assessment sesuai kebutuhan posisi, mengirim undangan tes langsung kepada kandidat, memantau progres pengerjaan secara real-time, hingga mengevaluasi hasil tanpa perlu berpindah ke aplikasi lain.

Selain itu, perusahaan juga dapat memanfaatkan MBTI Assessment untuk memperoleh insight mengenai tipe kepribadian, gaya bekerja, kekuatan, serta potensi kandidat sebagai bahan pertimbangan dalam proses seleksi.

Seluruh hasil assessment tersimpan langsung pada profil kandidat dan terhubung dengan alur rekrutmen. Recruiter dapat membandingkan kandidat berdasarkan data yang terstruktur, mempercepat proses shortlisting, serta mengambil keputusan hiring dengan lebih objektif dan percaya diri.

Ingin membangun proses rekrutmen yang lebih objektif, efisien, dan berbasis data? Jadwalkan demo Mekari Talenta dan lihat bagaimana fitur Assessment membantu perusahaan mengevaluasi kandidat secara lebih akurat dalam satu platform terintegrasi.

