Cara Menulis Iklan Lowongan Pekerjaan yang Baik beserta 5 Contohnya

Tayang
Di tulis oleh:
Foto profil Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah
Highlights
  • Iklan lowongan kerja adalah media yang digunakan perusahaan untuk menginformasikan posisi yang tersedia dan menarik kandidat yang sesuai.
  • Cara menulis iklan lowongan yang efektif yaitu ditulis dengan judul posisi yang jelas, tanggung jawab dan kualifikasi terstruktur, serta instruksi lamaran yang mudah dipahami.

Menyusun iklan lowongan pekerjaan merupakan langkah penting dalam proses rekrutmen karena menjadi titik awal perusahaan menjangkau kandidat potensial.

Iklan yang disusun dengan jelas dan terstruktur dapat membantu perusahaan menarik pelamar yang memiliki kualifikasi sesuai dengan kebutuhan posisi.

Tak hanya itu, menurut survei Personnel Today yang dikutip dari Eurobrussels, sekitar 78% kandidat mengatakan bahwa job description yang terstruktur dengan baik memberikan pengalaman melamar yang lebih baik.

Sebaliknya, informasi yang kurang lengkap atau terlalu umum berisiko menghasilkan banyak lamaran yang tidak relevan.

Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami cara menulis iklan lowongan pekerjaan yang efektif agar proses seleksi kandidat dapat berjalan lebih efisien.

Artikel ini akan membahas cara membuat iklan lowongan kerja yang baik beserta contoh-contohnya.

Pengertian Iklan Lowongan Kerja

Cara Menulis Iklan Lowongan Kerja yang Baik dan Contohnya

Iklan lowongan kerja merupakan salah satu bentuk komunikasi rekrutmen yang digunakan perusahaan untuk menginformasikan kepada publik mengenai posisi yang sedang dibuka dalam organisasi.

Melalui iklan ini, perusahaan dapat menyampaikan kebutuhan tenaga kerja sekaligus menjangkau kandidat potensial yang memiliki kualifikasi sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Tujuan utama dari iklan lowongan kerja adalah menarik pelamar yang relevan agar proses rekrutmen dapat berjalan lebih efektif dan terarah.

Dengan penyampaian informasi yang jelas, perusahaan dapat mempersempit kandidat yang melamar sehingga mempermudah proses seleksi.

Pada umumnya, iklan lowongan kerja memuat informasi penting seperti profil singkat perusahaan, posisi yang dibuka, kualifikasi kandidat, tanggung jawab pekerjaan, persyaratan administrasi, lokasi kerja, hingga cara mengirimkan lamaran.

Saat ini, iklan lowongan kerja dapat dipublikasikan melalui berbagai kanal, mulai dari situs web perusahaan, platform lowongan kerja, media sosial profesional, hingga kanal komunikasi digital lainnya yang menjangkau lebih banyak pencari kerja.

Dengan strategi penyusunan dan distribusi yang tepat, iklan lowongan kerja dapat membantu perusahaan menjangkau talenta yang lebih luas serta mendukung proses rekrutmen yang lebih efektif dalam menemukan kandidat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Baca juga: Peran Vital Dispatcher Logistik: Tanggung Jawab, Manfaat, dan Pendapatan

Cara Membuat Iklan Lowongan Kerja yang Efektif

Selain untuk menarik lebih banyak pelamar, iklan lowongan kerja yang efektif juga berperan penting dalam memastikan kandidat yang melamar benar-benar sesuai dengan kebutuhan posisi.

Iklan yang disusun dengan jelas dan terstruktur membantu kandidat memahami peran pekerjaan sekaligus memudahkan perusahaan menyaring pelamar sejak tahap awal.

Karena itu, penyusunan job description perlu dibuat secara ringkas, jelas, dan fokus pada informasi yang paling relevan.

Bahkan, data dari Insight Global menunjukkan bahwa job description dengan panjang di bawah 300 kata dapat memperoleh sekitar 8,4% lebih banyak respons dibanding rata-rata, yang menunjukkan bahwa struktur yang ringkas dan kejelasan informasi dapat meningkatkan ketertarikan kandidat.

Berikut beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan saat membuat iklan lowongan kerja.

1. Gunakan Judul Posisi yang Spesifik dan Mudah Dipahami

Judul merupakan bagian pertama yang dilihat oleh kandidat. Karena itu, gunakan nama posisi yang umum digunakan di industri agar mudah ditemukan oleh pencari kerja.

Sebagai praktik yang baik:

  • Gunakan nama jabatan standar, misalnya HR Generalist, Digital Marketing Specialist, atau Finance Manager.
  • Hindari judul yang terlalu kreatif seperti โ€œMarketing Ninjaโ€ atau โ€œGrowth Hacker Rockstarโ€ karena dapat membingungkan kandidat.
  • Jika diperlukan, tambahkan level posisi seperti Junior, Senior, atau Manager.

Judul yang jelas membantu kandidat memahami posisi yang ditawarkan sekaligus meningkatkan relevansi pelamar.

2. Berikan Ringkasan Posisi dan Peran dalam Organisasi

Setelah judul, berikan deskripsi singkat mengenai tujuan dari posisi tersebut. Bagian ini membantu kandidat memahami bagaimana peran tersebut berkontribusi terhadap tim atau fungsi bisnis.

Ringkasan ini cukup ditulis dalam 2โ€“3 kalimat, misalnya:

  • fungsi utama posisi
  • divisi tempat posisi berada
  • tujuan utama pekerjaan

Contoh:

Posisi ini bertanggung jawab mengelola strategi pemasaran digital perusahaan untuk meningkatkan brand awareness dan perolehan leads. Kandidat akan bekerja sama dengan tim marketing dan sales dalam menjalankan kampanye digital.

3. Jelaskan Tanggung Jawab Utama Pekerjaan

Selanjutnya, tuliskan tanggung jawab utama yang akan dijalankan oleh kandidat pada posisi tersebut. Gunakan format bullet points agar informasi lebih mudah dibaca. Idealnya, tuliskan 4โ€“6 tanggung jawab utama yang paling relevan dengan posisi.

Contoh:

  • Mengelola dan menjalankan kampanye digital marketing di berbagai platform
  • Menganalisis performa kampanye menggunakan data analytics
  • Berkolaborasi dengan tim konten dan desain untuk kebutuhan kampanye
  • Menyusun laporan performa marketing secara berkala

4. Cantumkan Kualifikasi Kandidat Secara Terstruktur

Bagian ini membantu HR menyaring kandidat yang sesuai dengan kebutuhan posisi. Tuliskan kualifikasi dalam bentuk poin agar lebih mudah dipahami.

Usahakan hanya mencantumkan kriteria yang benar-benar dibutuhkan, agar tidak membuat kandidat potensial ragu untuk melamar.

Beberapa hal yang biasanya dicantumkan antara lain:

  • tingkat pendidikan
  • pengalaman kerja
  • keterampilan teknis yang dibutuhkan
  • kemampuan tambahan yang relevan

Contoh:

  • Minimal S1 di bidang Marketing, Komunikasi, atau bidang terkait
  • Memiliki pengalaman minimal 3 tahun di digital marketing
  • Menguasai tools analisis seperti Google Analytics atau Meta Ads Manager
  • Memiliki kemampuan komunikasi dan koordinasi yang baik

5. Sertakan Informasi Lokasi dan Sistem Kerja

Informasi mengenai lokasi kerja menjadi salah satu faktor penting bagi kandidat dalam mempertimbangkan sebuah posisi.

Informasi ini membantu kandidat menentukan apakah posisi tersebut sesuai dengan preferensi dan kondisi mereka.

Oleh karena itu, pastikan Anda mencantumkan:

  • lokasi kantor atau area kerja
  • sistem kerja (on-site, hybrid, atau remote)

Contoh:

Lokasi kerja: Sudirman, Jakarta Selatan (Hybrid working arrangement).

6. Jelaskan Cara Melamar dengan Jelas

Terakhir, sertakan informasi mengenai bagaimana kandidat dapat melamar posisi yang dibuka. Instruksi yang jelas akan membantu kandidat memahami langkah selanjutnya sekaligus memudahkan tim HR mengelola lamaran yang masuk.

Informasi yang perlu dicantumkan biasanya meliputi:

  • platform tempat kandidat melamar
  • dokumen yang perlu disiapkan (CV, portofolio, atau sertifikat)
  • batas waktu pengiriman lamaran
  • kontak HR jika kandidat membutuhkan informasi tambahan

Cara penulisan instruksi ini dapat disesuaikan dengan kanal rekrutmen yang digunakan perusahaan.

Misalnya, pada platform seperti job portal, proses lamaran biasanya dilakukan langsung melalui sistem yang tersedia. HR cukup mengarahkan kandidat untuk melamar melalui halaman tersebut, contohnya:

Silakan kirimkan lamaran Anda melalui tombol โ€œApplyโ€ pada halaman lowongan ini dengan melampirkan CV terbaru dan portofolio.

Beberapa perusahaan juga menggunakan halaman karier di website perusahaan atau sistem rekrutmen internal. Untuk itu, Ansa bisa sertakan instruksi seperti berikut ini:

Lamaran dapat dikirimkan melalui halaman karier perusahaan di careers.perusahaan.com dengan melengkapi formulir aplikasi dan mengunggah CV terbaru.

Baca juga: Peran dan Kualifikasi Sales Representative: Tanggung Jawab, KPI, dan Pendapatan

Kesalahan yang Harus Dihindari dalam Menulis Iklan Lowongan Pekerjaan

Membuat iklan lowongan pekerjaan yang efektif melibatkan menghindari beberapa kesalahan umum yang dapat mengurangi daya tarik iklan dan kualitas kandidat yang mendaftar.

Berikut adalah beberapa kesalahan yang perlu dihindari dalam membuat iklan lowongan pekerjaan:

1. Judul Posisi Tidak Jelas atau Terlalu Kreatif

Judul yang tidak jelas dapat membuat kandidat kesulitan memahami posisi yang ditawarkan. Selain itu, judul yang terlalu kreatif juga sering sulit ditemukan di job portal.

Sebagai praktik yang lebih efektif:

  • Gunakan nama posisi yang umum di industri, misalnya Account Manager, HR Officer, atau Data Analyst.
  • Hindari judul seperti โ€œMarketing Ninjaโ€ atau โ€œSales Rockstarโ€.

2. Deskripsi Pekerjaan Terlalu Umum

Deskripsi pekerjaan yang terlalu singkat atau terlalu umum juga dapat mengurangi efektivitas iklan lowongan kerja. Pasalnya, kandidat perlu mengetahui gambaran mengenai tanggung jawab utama yang akan mereka jalankan jika diterima di posisi tersebut.

Oleh karena itu, penting untuk menjelaskan peran pekerjaan secara ringkas namun tetap informatif. Dengan deskripsi yang jelas, kandidat dapat menilai apakah pengalaman dan keterampilan mereka sesuai dengan kebutuhan posisi.

3. Persyaratan yang Terlalu Banyak atau Tidak Relevan

Kesalahan lain yang cukup sering terjadi adalah mencantumkan terlalu banyak persyaratan yang tidak semuanya benar-benar diperlukan.

Hal ini dapat membuat kandidat potensial merasa ragu untuk melamar karena merasa tidak memenuhi seluruh kriteria yang tercantum.

alam praktiknya, HR sebaiknya hanya menuliskan kualifikasi yang benar-benar penting untuk menjalankan pekerjaan tersebut.

Dengan cara ini, perusahaan tetap dapat menarik kandidat yang kompeten tanpa membuat persyaratan terlihat terlalu berat.

4. Tidak Mencantumkan Informasi Lokasi Kerja

Informasi mengenai lokasi kerja sering kali menjadi pertimbangan utama bagi kandidat sebelum memutuskan untuk melamar sebuah posisi.

Jika iklan lowongan tidak mencantumkan lokasi kerja, kandidat mungkin akan ragu atau bahkan melewati iklan tersebut.

Oleh karena itu, penting untuk menyebutkan lokasi kantor secara jelas serta menjelaskan apakah sistem kerja yang diterapkan bersifat on-site, hybrid, atau remote. Informasi ini juga membantu perusahaan menyaring kandidat yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan posisi.

5. Instruksi Lamaran Tidak Dijelaskan dengan Baik

Instruksi mengenai cara melamar juga perlu ditulis dengan jelas agar kandidat mengetahui langkah yang harus dilakukan setelah membaca iklan lowongan kerja.

Pada platform job portal, kandidat biasanya dapat langsung melamar melalui tombol Apply yang tersedia pada halaman lowongan.

Dalam situasi ini, HR cukup mengarahkan kandidat untuk mengunggah CV dan dokumen pendukung melalui sistem yang tersedia.

Namun pada beberapa perusahaan, proses lamaran dilakukan melalui halaman karier di website perusahaan atau melalui sistem rekrutmen internal.

Dalam kondisi seperti ini, HR perlu memberikan instruksi yang lebih spesifik mengenai cara mengisi formulir lamaran serta dokumen yang perlu diunggah oleh kandidat. Instruksi yang jelas akan membantu perusahaan mengelola lamaran secara lebih terstruktur.

6. Tidak Menjelaskan Profil Perusahaan

Banyak kandidat ingin mengetahui gambaran mengenai perusahaan sebelum memutuskan untuk melamar sebuah posisi.

Jika iklan lowongan tidak menyertakan informasi mengenai perusahaan, kandidat mungkin akan kesulitan memahami konteks pekerjaan yang ditawarkan.

Oleh karena itu, sebaiknya sertakan deskripsi singkat mengenai perusahaan, seperti bidang industri, fokus bisnis, atau nilai yang dianut oleh organisasi. Informasi ini dapat membantu kandidat menilai apakah mereka cocok dengan lingkungan kerja perusahaan.

Contoh-contoh Iklan Lowongan Pekerjaan

Setelah memahami cara menyusun iklan lowongan kerja yang efektif, langkah berikutnya adalah melihat contoh penerapannya secara langsung.

Contoh iklan lowongan berikut dapat membantu HR memahami bagaimana informasi posisi, kualifikasi, dan instruksi lamaran disampaikan secara jelas kepada kandidat.

Dengan melihat struktur contoh ini, perusahaan juga dapat menyesuaikan format iklan sesuai dengan kebutuhan posisi yang sedang dibuka.

1. Contoh Iklan Lowongan Pekerjaan Barista

Berikut adalah contoh iklan lowongan kerja untuk posisi barista yang biasanya digunakan pada bisnis F&B seperti kafe atau restoran.

Contoh ini menunjukkan bagaimana sebuah iklan lowongan dapat disusun secara sederhana namun tetap menyampaikan informasi penting seperti posisi, kualifikasi kandidat, serta cara melamar pekerjaan.

Contoh-contoh Iklan Lowongan Pekerjaan barista

2. Contoh Iklan Lowongan Pekerjaan Jurnalis

Berikut contoh iklan lowongan kerja untuk posisi jurnalis yang biasanya digunakan oleh perusahaan media atau platform berita digital.

Contoh ini menunjukkan bagaimana perusahaan dapat menampilkan beberapa posisi sekaligus dalam satu iklan, lengkap dengan deskripsi peran dan kualifikasi yang dibutuhkan.

Contoh-contoh Iklan Lowongan Pekerjaan jurnalis

3. Contoh Iklan Lowongan Pekerjaan Waiter

Contoh berikut merupakan iklan lowongan kerja untuk posisi waiter atau waitress pada industri restoran dan hospitality.

Iklan seperti ini umumnya menampilkan informasi dasar seperti posisi yang dibuka, kualifikasi kandidat, serta cara mengirimkan lamaran.

Contoh-contoh Iklan Lowongan Pekerjaan waiter

4. Contoh Iklan Lowongan Pekerjaan Content Creator

Berikut contoh iklan lowongan kerja untuk posisi content creator yang biasanya dibutuhkan oleh perusahaan di bidang pemasaran digital, media, atau brand yang aktif di platform online.

Dalam iklan ini, biasanya dicantumkan kualifikasi terkait kemampuan kreatif, penguasaan tools desain, serta pengalaman membuat konten digital.

Contoh-contoh Iklan Lowongan Pekerjaan Content creator

5. Contoh Iklan Lowongan Pekerjaan Project Manager

Berikut contoh iklan lowongan kerja untuk posisi project manager yang biasanya dibutuhkan oleh perusahaan di bidang teknologi, konstruksi, maupun jasa profesional.

Iklan untuk posisi ini umumnya menekankan pengalaman manajemen proyek, kemampuan koordinasi tim, serta keterampilan perencanaan dan pengelolaan timeline pekerjaan.

Contoh Iklan Lowongan Pekerjaan Project Manager

Kelola Proses Rekrutmen Lebih Efisien dengan Mekari Talenta

Menyusun iklan lowongan kerja yang jelas dan menarik merupakan langkah awal untuk mendapatkan kandidat yang tepat.

Namun dalam praktiknya, proses rekrutmen tidak berhenti pada pembuatan job posting saja.

Tim HR juga perlu mengelola berbagai tahapan lain seperti publikasi lowongan, penyaringan kandidat, proses wawancara, hingga onboarding karyawan baru.

Jika semua proses tersebut dilakukan secara manual atau menggunakan banyak tools terpisah, proses hiring bisa menjadi lebih lama dan kurang efisien.

Untuk membantu perusahaan mengelola proses rekrutmen secara lebih terstruktur, Anda dapat memanfaatkan software rekrutmen dari Mekari Talenta.

Mekari Talenta menyediakan platform rekrutmen berbasis AI yang membantu tim HR mengelola seluruh proses hiring dalam satu sistem terintegrasi.

job management dalam fitur rekrutment Mekari Talenta

Dengan Mekari Talenta, perusahaan dapat memanfaatkan berbagai fitur dan kapabilitas berikut:

  • Job posting otomatis ke berbagai platform, seperti LinkedIn, JobStreet, dan career site perusahaan dalam satu kali posting.
  • Screening kandidat berbasis AI, yang membantu memeringkat kandidat berdasarkan kecocokan skill dan kebutuhan posisi.
  • Manajemen kandidat terpusat, sehingga seluruh lamaran dapat dikelola dari satu dashboard.
  • Shortlisting kandidat lebih cepat, dengan fitur preview CV tanpa perlu mengunduh dokumen satu per satu.
  • Pengelolaan proses wawancara, mulai dari penjadwalan interview hingga penilaian kandidat dalam satu sistem.
  • Tracking pipeline rekrutmen, untuk memantau progres kandidat pada setiap tahapan hiring.
  • Template lowongan kerja yang dapat dikustomisasi, sehingga HR dapat membuat job posting lebih cepat dan konsisten.
  • Dashboard dan laporan rekrutmen, untuk membantu tim HR memantau performa proses hiring secara lebih komprehensif.
  • Integrasi proses rekrutmen hingga onboarding, sehingga data kandidat yang diterima dapat langsung dilanjutkan ke tahap administrasi karyawan.
  • Keamanan data berstandar internasional, dengan sertifikasi keamanan untuk melindungi data kandidat dan perusahaan.

Dengan sistem rekrutmen yang terintegrasi, tim HR dapat menghemat waktu hingga 40% dalam proses hiring sekaligus menemukan kandidat terbaik dengan lebih cepat.

Tertarik mencoba Mekari Talenta? Jadwalkan demo bersama tim kami dan temukan bagaimana software rekrutmen berbasis AI dapat membantu perusahaan Anda merekrut kandidat terbaik secara lebih efisien.

Image
Jordhi Farhansyah Penulis
Penulis dengan pengalaman selama sepuluh tahun dalam menghasilkan konten di berbagai bidang dan kini berfokus pada topik seputar human resources (HR) dan dunia bisnis. Dalam kesehariannya, Jordhi juga aktif menekuni fotografi analog sebagai bentuk ekspresi kreatif di luar rutinitas menulis.
Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.

WhatsApp Hubungi sales