Apa Saja Penyebab Karyawan Resign dari Perusahaan?

By Fitri DewantyPublished 20 Aug, 2023 Diperbarui 20 Maret 2024

Karyawan resign karena suatu penyebab merupakan sesuatu yang pasti pernah terjadi di perusahaan. Resign sendiri merupakan sebuah hak yang didapatkan oleh setiap karyawan. Hal ini diatur di dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Pasal 162 Ayat 3, yaitu karyawan dapat melakukan resign dengan memenuhi syarat:

  1. Mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri
  2. Tidak terikat dalam ikatan dinas
  3. Tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal mulai pengunduran diri.

Terdapat banyak faktor yang memengaruhi karyawan tersebut hingga akhirnya memutuskan untuk resign.

Faktor-faktor biasa muncul dari dalam perusahaan, seperti lingkungan kerja yang membuat karyawan tidak nyaman.

Kemudian, dapat juga muncul dari karyawan itu sendiri, seperti masalah keluarga membuat dirinya harus mengundurkan diri.

Selanjutnya, dapat juga berasal dari pihak luar, seperti tawaran pekerjaan yang lebih baik, atau kesempatan – kesempatan lain.

Berikut beberapa faktor karyawan melakukan pengunduran diri.

Kenali Penyebab Karyawan Resign dari Perusahaan, Kurangi Turnover!

Beban Kerja Terlalu Berat

Penyebab utama seseorang karyawan memilih resign dari pekerjaan mereka umumnya adalah beban kerja yang terlalu besar.

Kondisi ini sering terjadi di era kompetitif seperti sekarang, baik di perusahaan besar maupun dalam startup.

Meskipun karyawan Anda sangat menyukai bekerja atau workaholic, karyawan itu juga merupakan seorang manusia yang butuh istirahat dalam pekerjaan.

Karena biasanya, karyawan yang giat bekerja, akan membuat atasan memberikan pekerjaan secara berlebihan tanpa mengetahui kemampuan karyawan tersebut.

Akan menjadi masalah ketika penambahan beban kerja ini dilakukan terus menerus. Karyawan akan merasakan lebih kelelahan dari biasanya.

Jika hal ini terjadi terus menerus, karyawan tersebut tidak akan kuat baik secara mental dan fisik dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Meskipun, awalnya karyawan tersebut melakukan pekerjaan itu dengan sangat baik, hasil pekerjaan yang dilakukannya dalam kondisi yang lebih berat akan membuat kualitas hasil pekerjaannya menurun.

Hal ini kemudian membuat karyawan tersebut memilih untuk mengundurkan diri.

Baca Juga: Bagaimanakah Karyawan Ideal Menurut Tim Cook?

Visi Perusahaan Tidak Jelas

Alasan ini biasanya terjadi pada karyawan yang memiliki kepedulian pada pengembangan dirinya.

Apabila perusahaan tidak memiliki visi yang jelas, maka karyawan tersebut seperti melakukan sesuatu tanpa mempunyai tujuan.

Terdapat banyak karyawan yang sangat memperdulikan perannnya di suatu perusahaan atau masyarakat daripada gaji yang ia dapatkan.

Karyawan yang berada di level staf pun turut mengamati dan mengidentifikasi kondisi serta prospek perusahaan di masa depan.

Bahkan terkadang, pengamatan langsung dari para karyawan yang kesehariannya turun langsung berhadapan dengan pelanggan dan memproduksi barang/jasa ini lebih jeli dibanding manajer.

Karyawan seperti itu akan jeli mengamati situasi yang terjadi di sekitar, mulai dari keadaan finansial perusahaan, kebijakan, dampak terhadap sosial masyarakat, dan lain-lain.

Jika perusahaan sudah memperlihatkan pertanda buruk yang berpotensi merugikan karyawan di kemudian hari seperti keputusan atasan yang tidak konsisten, tidak transparan, dan lainnya, bisa membuat karyawan mencari tempat kerja baru.

Jika perusahaan memiliki visi yang baik, pastikan bahwa karyawan-karyawan memahami visi itu.

Beberapa cara seperti menyiapkan skema Organization Development ataupun Talent Management, akan memperlihatkan kepada karyawan, bagaimana sebenarnya perusahaan memiliki tujuan yang jelas.

Kondisi Lingkungan Kerja Membosankan Juga Bisa Menjadi Penyebab Karyawan Resign

Karyawan bisa memutuskan untuk resign karena mereka merasa kurang tertantang dengan pekerjaan mereka saat ini.

Bisa jadi pekerjaannya saat ini baik, kompensasinya baik, relasi kerja juga baik, tetapi memutuskan resign.

Banyak juga mereka yang sebenarnya memiliki keinginan untuk mendapat tantangan dan suasana kerja yang baru.

Seorang karyawan yang profesional, baik di perusahaan besar maupun startup, tentu tidak ingin terjebak dalam kondisi yang stagnan selama bertahun-tahun.

Ada beberapa kondisi membosankan yang bisa terjadi. Seperti, seseorang melakukan rutinitas pekerjaan yang sama berulang-ulang tanpa merasakan perubahan.

Hal ini merupakan penyebab utama seorang karyawan merasa jenuh yang bisa berujung resign.

Kondisi mebosankan dapat juga terjadi jika banyak masalah yang berkepanjangan dan tidak kunjung ada solusinya.

Bukannya malah tertantang, karyawan justru akan merasa muak.

Karyawan yang memiliki visi baik, akan selalu mencari tantangan dari apa yang dikerjakannya.

Tantangan ini ketika dapat diselesaikan akan jadi pencapaian pribadi, yang mendorong karyawan terus berkembang.

Perusahaan yang memiliki sedikit tantangan, jika memiliki karyawan dengan visi baik seperti ini kemudian akan merasa perkembangannya terhambat dan merasa tak lagi cukup pantas untuk berkembang bersama perusahaan.

Maka ia memilih untuk resign, dan mencari tantangan baru.

Baca Juga: Berbagai Kebiasaan Buruk yang Perlu Dihindari di Tempat Kerja

Perusahaan Tidak Apresiatif

Seorang karyawan tentu ingin pekerjaannya mendapatkan perhatian dari perusahaan.

Jika pekerjaan itu dilakukan dengan baik, maka sepatutnya memang karyawan tersebut diberikan apresiasi.

Minimnya apresiasi bisa membuat karyawan merasa pekerjaannya jika dilakukan dengan tidak baikpun tidak akan menjadi masalah.

Penghargaan bisa menjadi motivasi untuk terus melakukan yang terbaik saat bekerja.

Pemberian apresiasi tak harus berupa kenaikan gaji atau insentif.

Bisa dengan memberikan fasilitas terbaik di kantor, seperti laptop, sarana hiburan, dan lain-lain.

Apresiasi tidak harus selalu pada karyawan dengan pencapaian terbaik.

Pemberian apresiasi pada keberhasilan sekecil apapun, tentunya akan menambah semangat kerja bagi karyawan tersebut, dan kemudian dapat membuat hasil pekerjaannya akan lebih baik ke depannya.

Berbagai penyebab karyawan resign di atas bisa saja dihindari dengan koordinasi dan pemahaman menyeluruh pada karyawan perusahaan.

Bagian personalia atau tim HR memiliki peran penting untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan cara mengelola data karyawan secara cermat dan akurat.

Anda bisa menggunakan layanan Mekari Talenta untuk mengelola data personal serta kinerja karyawan dengan cepat dan akurat. Mekari Talenta menyediakan fitur Administrasi HR karyawan secara online melalui smartphone. Dengan Talenta, Anda bisa mengelola data karyawan dengan cepat, tepat, dan efisien. Yuk daftarkan perusahaan Anda di Mekari Talenta sekarang juga.

Tertarik untuk mencoba Talenta? Isi formulir ini untuk jadwalkan demo Mekari Talenta dengan sales kami dan konsultasikan masalah HR Anda kepada kami!

Anda juga bisa coba gratis Mekari Talenta sekarang dengan klik gambar di bawah ini.

Coba Gratis Aplikasi HRIS Talenta Sekarang!

Mendapatkan Kesempatan Lebih Baik

Memperoleh peluang pekerjaan yang lebih baik adalah salah satu faktor yang sering dijadikan alasan untuk mengakhiri pekerjaan.

Ketika kita sedang bekerja, mungkin muncul tawaran menarik dari perusahaan lain yang menggiurkan.

Ini bisa berupa tawaran gaji yang lebih besar, jalur karier yang lebih terang, atau manfaat serta fasilitas tambahan yang lebih menguntungkan.

Jika Anda mendapatkan tawaran seperti ini dan bermaksud untuk melepaskan pekerjaanmu saat ini, adalah wajar untuk mengemukakan alasan bahwa ada tawaran menarik dari perusahaan lain.

Dalam situasi ini, perusahaan tempat Anda bekerja saat ini mungkin ingin mempertahankanmu dan akan berusaha memberikan tawaran yang lebih menggiurkan agar Anda tidak pindah ke perusahaan lain.

Ini berarti bisa berupa kenaikan gaji atau peningkatan jabatan yang akan mencerahkan masa depan karir Anda.

Lingkungan Kerja yang Tidak Sehat nan Toxic

Bekerja di lingkungan kerja yang beracun tentu tidak menghadirkan kebahagiaan dan dapat mengurangi produktivitas Anda.

Lingkungan toxic juga merupakan salah satu penyebab utama karyawan resign dari sebuah perusahaan.

Lingkungan beracun ini bisa disebabkan oleh rekan kerja yang tidak kooperatif, atasan yang terlalu mengatur, atau beban kerja yang terlalu berlebihan.

Terjebak dalam lingkungan kerja yang beracun dapat merugikan kesehatan fisik dan mental Anda.

Oleh karena itu, keinginan untuk keluar dari lingkungan beracun adalah alasan yang masuk akal untuk mengundurkan diri.

Anda berhak mendapatkan lingkungan kerja yang lebih positif di tempat lain.

Baca Juga: Alasan dan Tips Untuk Bertahan di Pekerjaan Yang Tidak Disukai

Gaji yang Kurang Sesuai Dengan Harapan Menjadi Salah Satu Penyebab Utama Karyawan Resign

Gaji yang tidak sesuai dengan tuntutan pekerjaan yang Anda hadapi juga dapat menjadi alasan Anda mengajukan pengunduran diri.

Sebelum mengambil langkah ini, Anda dapat dengan sopan dan profesional meminta kenaikan gaji kepada atasan dan bagian SDM.

Jika upaya ini sudah dilakukan namun tidak membuahkan hasil, Anda mungkin ingin mempertimbangkan langkah lain dan mencari peluang yang lebih menguntungkan di tempat lain.

Diketahui bahwa banyak pekerja mencari pekerjaan baru untuk mendapatkan kompensasi yang lebih baik.

Jika Anda merasa bahwa gaji yang diterima tidak sesuai dengan tanggung jawab yang Anda emban.

Selain itu Anda merasa tidak mungkin mendapatkan peningkatan gaji melalui negosiasi, maka alasan ini bisa menjadi pertimbangan saat Anda memutuskan untuk mengundurkan diri.

Karena itu, untuk Anda yang memiliki perusahaan, pastikan gaji karyawan yang sesuai.

Karena ini adalah salah satu faktor penyebab karyawan resign, dan bahkan pindah ke kompetitor karena dibajak.

Tidak Sejalan dengan Budaya/Lingkungan Kerja

Setiap perusahaan memiliki budaya dan lingkungan kerja yang unik. Budaya tersebut mungkin sesuai atau tidak sesuai dengan Anda.

Budaya kerja yang positif dan seimbang dapat merangsang produktivitas, menciptakan suasana kerja yang menyenangkan, mendukung komunikasi terbuka, serta memperkuat kerja tim yang efektif.

Namun, jika Anda merasa tidak selaras dengan budaya kerja yang ada di perusahaan saat ini, Anda dapat mempertimbangkan untuk mengajukan pengunduran diri dengan menggunakan alasan ini.

Agar dapat menghindari situasi yang serupa, Anda dapat melakukan penelitian lebih mendalam tentang budaya perusahaan yang akan Anda lamar di masa mendatang.

Langkah ini penting agar Anda dapat menemukan perusahaan yang memiliki budaya dan lingkungan kerja yang sesuai dengan nilai dan perkembangan Anda.

Anda dapat berdiskusi dengan teman atau mencari ulasan perusahaan melalui berbagai situs lowongan pekerjaan.

Baca Juga: Kesalahaan Interview Pekerjaan, No1 Jangan Ungkit Perusahaan Lama

Ingin Mengubah Karier (Career Switching)

Terdapat situasi di mana Anda mungkin merasa bahwa pekerjaan saat ini telah menimbulkan kejenuhan atau kurang sesuai.

Alasannya bisa bervariasi, seperti tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan atau minat Anda.

Meskipun merasa demikian, sebaiknya Anda tidak terburu-buru dalam mengajukan pengunduran diri.

Cobalah ambil beberapa hari cuti untuk mengisi kembali energi dan secara hati-hati pertimbangkan keputusan ini.

Anda juga bisa mencoba berdialog dengan atasan atau bagian SDM, mungkin ada peluang untuk berpindah ke divisi yang lebih sesuai dengan keinginan Anda.

Namun, jika ternyata tidak ada opsi yang memadai, Anda dapat menjadikan keinginan untuk mengubah arah karier sebagai dasar yang tepat untuk mengajukan pengunduran diri.

Keseimbangan Kerja dan Kehidupan yang Terganggu ( Tidak Work Life Balance ) Bisa Menjadi Penyebab Karyawan Terbaik Resign

Beberapa perusahaan mungkin memiliki jadwal kerja yang tidak ideal, menyebabkan karyawan sering kali harus bekerja lembur atau berjam-jam lamanya.

Kondisi ini mengakibatkan sedikit waktu yang tersisa untuk melibatkan diri dalam hal-hal di luar pekerjaan, seperti keluarga, rekreasi, hobi, atau bahkan istirahat yang memadai.

Banyak individu yang memilih untuk mengundurkan diri dari pekerjaan mereka karena ketidakseimbangan antara bekerja dan menjalani kehidupan pribadi.

Ada banyak karyawan yang mencari peluang pekerjaan baru dengan pertimbangan ini.

Jika anda merasa bahwa keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi anda terganggu, alasan ini memiliki dasar yang masuk akal untuk mengajukan pengunduran diri.

Perusahaan yang memiliki sikap yang baik akan memahami serta berusaha memperbaiki budaya kerja yang ada.

Baca Juga: Dear HR, Ini Cara Atasi Karyawan yang Jenuh dalam Pekerjaan

Tidak Ada Kejelasan Mengenai Jenjang Karier Kedepannya

Selain gaji, ketidakpastian terkait jenjang karier juga bisa menjadi alasan yang rasional untuk memutuskan berhenti bekerja.

Misalnya, jika Anda telah bekerja di perusahaan saat ini selama beberapa tahun namun tidak mengalami kenaikan jabatan dan tetap berada pada posisi yang sama.

Hal ini bisa menjadi semakin frustrasi jika sebelumnya perusahaan telah berjanji akan memberikan peluang kenaikan jabatan namun kenyataannya tidak terwujud.

Anda memiliki hak untuk meraih kemajuan karier yang lebih baik di lingkungan perusahaan lain.

Oleh karena itu, mengajukan pengunduran diri dengan alasan ketidakjelasan jenjang karier adalah langkah yang masuk akal.

Memiliki Komitmen Baru dalam Hubungan Pribadi, Salah Satu Penyebab Karyawan Resign

Komitmen terhadap hubungan pribadi juga dapat menjadi alasan resign yang rasional.

Contohnya, jika anda telah menikah dan kemudian memiliki tanggungan anak.

Pada satu titik mungkin Anda akan memilih untuk fokus menjadi ibu rumah tangga sehingga memutuskan untuk berhenti bekerja.

Jika situasi anda seperti ini, tidak perlu ragu untuk mengajukan pengunduran diri dengan alasan tersebut.

Biasanya, perusahaan akan menghormati dan memahami keputusan yang telah anda buat.

Pindah Jalur Jadi Wirausahawan dan Memulai Usaha atau Bisnis Pribadi

Alasan resign berikutnya adalah memulai usaha atau bisnis sendiri.

Tidak sedikit pekerja yang setelah memiliki modal yang cukup, akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja dan beralih menjadi pengusaha.

Apakah anda juga memiliki rencana serupa?

Apabila anda memiliki keinginan untuk memulai usaha pribadi, ini bisa menjadi dasar yang tepat untuk mengajukan pengunduran diri.

Perusahaan akan menerima dan menghormati keputusan anda untuk mengembangkan potensi dan bisnis pribadi.

Karena Alasan Kesehatan Bisa Menjadi Penyebab Karyawan Resign

Keadaan kesehatan yang tidak optimal bisa berdampak pada kinerja di tempat kerja, baik secara fisik maupun mental.

Apabila anda mengalami masalah kesehatan yang mengakibatkan kesulitan dalam bekerja atau bahkan tidak mampu untuk kembali bekerja, maka jangan ragu untuk mengajukan pengunduran diri dengan alasan ini.

Selain itu, jika pekerjaan anda merugikan kesehatan fisik dan mental, anda juga memiliki hak untuk mengajukan resign, mengingat kesejahteraan dan kesehatan anda memiliki prioritas yang tinggi.

Tidak hanya itu, jika anda harus merawat anggota keluarga seperti orang tua, saudara, atau pasangan yang sedang sakit dan memerlukan perhatian khusus, ini juga bisa menjadi alasan yang valid untuk mengajukan pengunduran diri.

Pindah Tempat Tinggal Dan Tidak Memungkinkan Untuk WFH

Perubahan lokasi domisili atau tempat tinggal bisa menjadi alasan yang masuk akal untuk mengajukan pengunduran diri.

Terutama jika perpindahan tersebut mengakibatkan jarak yang cukup jauh dari tempat kerja.

Misalnya, jika anda saat ini bekerja di Jakarta dan keluarga anda memutuskan untuk pindah ke Jogja.

Mengingat jarak antara Jakarta dan Jogja yang cukup signifikan, harap Anda pertimbangkan dengan baik.

Sebelum anda mengambil langkah resign, sebaiknya ajukan pertanyaan kepada atasan atau HRD apakah ada kemungkinan anda dapat bekerja secara remote dari rumah (WFH).

Jika memungkinkan, anda masih bisa melanjutkan pekerjaan di perusahaan ini.

Namun, jika WFH tidak memungkinkan, maka pengunduran diri mungkin menjadi opsi yang perlu anda pertimbangkan.

Mengejar Pendidikan Lebih Lanjut

Salah satu alasan resign yang rasional adalah untuk mengejar pendidikan lebih lanjut.

Bagi sebagian individu, meraih gelar pendidikan yang diidamkan merupakan prioritas.

Dengan bekal pendidikan yang lebih tinggi, peluang karier yang lebih baik dapat terbuka.

Namun, tidak semua orang dapat mengimbangi antara kuliah dan pekerjaan secara bersamaan.

Jika anda berkeinginan untuk fokus dalam menyelesaikan pendidikan, mengajukan pengunduran diri bisa menjadi pilihan yang masuk akal.

Atau, anda bisa mencari peluang pekerjaan baru yang lebih fleksibel dan dapat diatur sesuai jadwal kuliah, seperti pekerjaan paruh waktu atau sebagai pekerja lepas (freelancer).

Terhambat dalam Perkembangan Karir Bisa Menjadi Penyebab Banyak Karyawan Resign

Pernahkah anda merasa bahwa perkembangan karier anda terhenti?

Mungkin karena sudah cukup lama menjalankan tugas yang sama, sehingga merasa tak ada hal baru yang dapat dipelajari.

Dalam situasi tersebut, keinginan untuk meraih pengalaman dan tantangan baru dalam dunia kerja mungkin semakin kuat.

Perasaan terhambat dalam perkembangan dan hasrat untuk menghadapi tantangan baru bisa menjadi alasan yang beralasan untuk mengajukan pengunduran diri.

Langkah ini mencerminkan keinginan anda untuk terus belajar dan tumbuh, meskipun bukan di bawah bendera perusahaan sekarang.

banner tentu bisa june
Fitri Dewanty
Penulis dengan pengalaman lebih dari 2 tahun di pemasaran dan startup, serta memiliki kemampuan di bidang brand communication, event planning, dan marketing activations. Seorang ahli untuk produksi konten, campaign idea, dan vendor relationship, dengan reputasi kuat di penulisan kreatif, problem-solving, dan operational improvement.