Ketentuan Pembayaran Gaji, Ini Pemahaman Perusahaan

Tayang
Diperbarui
Di tulis oleh:
Ervina Lutfi_225x225
Ervina Lutfi
Highlights
  • Ketentuan pembayaran gaji merupakan aturan baku mengenai hak kompensasi finansial pekerja yang regulasinya diatur secara ketat oleh pemerintah.
  • Pelaksanaan penggajian wajib dibayarkan penuh sesuai periode kesepakatan waktu dengan komposisi upah pokok minimal sebesar 75 persen.

Ketentuan pembayaran gaji karyawan merupakan salah satu kewajiban perusahaan dalam rangka memberikan kompensasi atas kontribusi yang diberikan pada perusahaan. Tentu saja karena Indonesia merupakan negara hukum, terdapat ketentuan gaji karyawan yang diatur oleh pemerintah.

Sederhananya, hal ini diberlakukan agar kedua belah pihak dapat melaksanakan kewajiban dan mendapatkan haknya dengan porsi yang sesuai seperti yang tertera pada slip gaji karyawan.

Pahami Ketentuan Pembayaran Gaji Karyawan

Jika akan membicarakan mengenai ketentuan pembayaran gaji karyawan di Indonesia, maka tidak akan jauh dari pembahasan peraturan baku seperti UU Ketenagakerjaan dan Peraturan Pemerintah.

Hal ini mungkin memang terdengar membosankan, namun sebagai pemberi kerja, Anda wajib memahami peraturan yang berlaku di Indonesia agar tidak tersandung kasus hukum terkait ketenagakerjaan.

Beberapa peraturan yang terkait gaji karyawan, akan dijelaskan pada beberapa poin di bawah ini.

Pasal 1 Ayat 30 UU Ketenagakerjaan

Peraturan ini berisi definisi mengenai upah atau gaji, yakni hak pekerja atau buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja atau buruh yang ditetapkan.

Uang yang dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan atau peraturan perundang-undangan, termasuk tunjangan yang diberikan.

Menyambung regulasi ini, terdapat frasa ‘peraturan perundang-undangan’ yang tertera di sana. Artinya, terdapat peraturan lain yang digunakan sebagai acuan dalam hal pembayaran gaji karyawan ini.

Pasal 12 , Pasal 13 dan Pasal 15 PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan

Penetapan upah didasarkan pada satuan waktu dan/atau satuan hasil. Pasal 12 ini kemudian dijelaskan lebih lanjut pada Pasal 13 dan 15 PP yang sama. Pada Pasal 13 Ayat 1, berbunyi bahwa upah berdasarkan satuan waktu, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ditetapkan secara harian, mingguan atau bulanan.

Pada Pasal 15 Ayat 1, menyebutkan bahwa upah berdasarkan satuan hasil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ditetapkan sesuai dengan hasil pekerjaan yang telah disepakati.

Ayat 2 menyebutkan bahwa penetapan besarnya upah sebagaimana yang dimaksud dalam Ayat 1 dilakukan oleh pengusaha berdasarkan hasil kesepakatan antara pekerja atau buruh dengan pengusaha.

Baca Juga: Mengenal PPN dan PPh Pasal 22: Semua yang Anda Perlu Ketahui

Pasal 19 dan Pasal 20

Pada PP yang sama, Pasal 19 menyebutkan bahwa pembayaran upah oleh pengusaha dilakukan dalam jangka waktu paling cepat seminggu sekali atau paling lambat sebulan sekali, kecuali bila perjanjian kerja untuk diberlakukan untuk pekerjaan kurang dari tempo satu minggu.

Pasal 20 sendiri menyatakan bahwa upah pekerja atau buruh harus dibayarkan seluruhnya pada setiap periode dan per tanggal pembayaran upah.

Jika dilihat dari dua peraturan ini, tidak ditemukan secara spesifik kapan tanggal yang dianjurkan untuk pembayaran upah.

Hanya saja memang ketentuan pembayaran gaji karyawan harus dilaksanakan pada setiap periode waktu yang disepakati, baik mingguan atau bulanan.

PP Nomor 78 Tahun 2015

Masih pada PP yang sama juga ditemukan beberapa peraturan lain yang mencakup banyak hal terkait gaji karyawan.

Faktor seperti upah minimum, upah karena menjalankan bentuk dan cara pembayaran upah, upah kerja lembur, denda dan potongan upah, upah tidak masuk kerja.

Hal yang diperhitungkan dengan upah, upah tidak masuk karena berhalangan, struktur dan skala pengupahan proporsional, upah pembayaran pesangon serta perhitungan pajak penghasilan.

>Setiap hal di atas diatur secara rinci di Peraturan Pemerintah tersebut untuk menjadi acuan dalam pemberian upah dan pengelolaan upah di Indonesia.

Upah Minimum dan Upah Pokok

Perlu menjadi perhatian khusus, bahwa kedua frasa ini sering disamakan sebagai satu arti. Nyatanya, terdapat perbedaan definisi yang cukup mendasar dalam upah minimum dan upah pokok.

Upah minimum didefinisikan sebagai standar minimum yang digunakan oleh pelaku industri untuk memberikan upah pada karyawan di lingkungan kerjanya.

Besaran upah minimum nantinya disusun oleh dewan pengupahan provinsi.

Upah pokok sendiri, dijelaskan sebagai besaran upah yang diterima karyawan diluar tunjangan dan komponen lain yang menambah upah karyawan.

Besarnya upah pokok adalah minimal 75% dari upah minimum yang berlaku pada wilayah tersebut. Di sini letak perbedaannya.

Upah minimum merupakan jumlah keseluruhan, yakni upah pokok ditambah dengan tunjangan dan variabel lain. Sedangkan upah pokok hanya satu variabel saja, kompensasi atas kerja yang diberikan oleh karyawan pada perusahaan dengan hitungan dasar.

Pemahaman pada aturan baku yang berlaku di Indonesia perlu Anda miliki. Sebagai pemberi kerja, aturan ini merupakan batasan utama yang harus ditaati agar dapat berbisnis dengan lancar di negara ini.

Baca Juga: Beberapa Kesalahan Perhitungan PPh 21 yang Harus Dihindari

Beralih ke Sistem Payroll Otomatis ke Mekari Talenta

Ketentuan pembayaran gaji sendiri sifatnya mengikat, namun bisa fleksibel menyesuaikan persetujuan yang dilakukan antara Anda dan karyawan. Untuk membantu mengelola upah karyawan perusahaan Anda, disarankan untuk menggunakan software payroll terbaik dari Mekari Talenta.

Layanan pengelolaan upah ini bisa dengan mudah menghitung, mengirimkan dan memberikan bukti berupa slip gaji pada setiap karyawan dengan akurasi tinggi. Segera coba demo gratis Talenta dan rasakan kemudahan dalam pekerjaan.

Tertarik untuk mencoba Mekari Talenta? Isi formulir ini untuk jadwalkan demo Talenta dengan sales kami dan konsultasikan masalah HR Anda kepada kami!

Baca juga: Current Ratio: Definisi, Rumus, dan Cara Hitung

FAQ (Frequently Asked Questions)

Apa saja ketentuan pembayaran gaji karyawan yang harus dipatuhi perusahaan?

Apa saja ketentuan pembayaran gaji karyawan yang harus dipatuhi perusahaan?

Perusahaan wajib membayar gaji sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati dalam perjanjian kerja serta mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain besaran gaji, perusahaan juga harus memperhatikan komponen upah, waktu pembayaran, dan hak-hak lain yang melekat pada karyawan. Kepatuhan terhadap aturan ini membantu mencegah perselisihan hubungan kerja. Dengan memahami regulasi sejak awal, perusahaan dapat menjalankan proses payroll secara lebih tertib dan transparan.

Kapan perusahaan wajib membayarkan gaji karyawan?

Kapan perusahaan wajib membayarkan gaji karyawan?

Pada umumnya, pembayaran gaji dilakukan sesuai periode yang telah disepakati dalam perjanjian kerja, baik secara mingguan maupun bulanan. Regulasi mengatur bahwa pembayaran upah dilakukan paling cepat satu minggu sekali atau paling lambat satu bulan sekali, kecuali untuk jenis pekerjaan tertentu yang memiliki ketentuan berbeda. Yang terpenting, gaji harus dibayarkan penuh pada tanggal pembayaran yang telah ditetapkan. Konsistensi jadwal pembayaran juga membantu menjaga kepercayaan dan kepuasan karyawan.

Apa perbedaan antara upah minimum dan upah pokok?

Apa perbedaan antara upah minimum dan upah pokok?

Upah minimum merupakan standar penghasilan minimum yang wajib dipenuhi perusahaan sesuai ketentuan pemerintah di suatu wilayah. Sementara itu, upah pokok adalah bagian dari total penghasilan yang diterima karyawan sebelum ditambah tunjangan atau komponen lainnya. Dalam praktiknya, upah pokok menjadi salah satu komponen penyusun total upah. Memahami perbedaan keduanya penting agar perusahaan dapat menyusun struktur pengupahan yang sesuai dengan regulasi.

Apakah perusahaan boleh menentukan tanggal pembayaran gaji sendiri?

Apakah perusahaan boleh menentukan tanggal pembayaran gaji sendiri?

Ya, perusahaan dapat menentukan tanggal pembayaran gaji sesuai kebijakan internal selama telah disepakati dalam perjanjian kerja dan dilakukan secara konsisten. Peraturan tidak menetapkan tanggal tertentu, tetapi mewajibkan pembayaran dilakukan sesuai periode yang telah disepakati. Perubahan jadwal pembayaran sebaiknya dikomunikasikan kepada seluruh karyawan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Dengan begitu, proses penggajian tetap berjalan tertib dan sesuai ketentuan.

Bagaimana cara memastikan proses pembayaran gaji lebih akurat dan efisien?

Bagaimana cara memastikan proses pembayaran gaji lebih akurat dan efisien?

Perusahaan dapat menggunakan sistem payroll atau HRIS untuk mengotomatisasi proses perhitungan gaji, tunjangan, potongan, hingga pembuatan slip gaji. Sistem ini membantu meminimalkan kesalahan perhitungan manual sekaligus memastikan pembayaran dilakukan tepat waktu. Selain itu, seluruh data penggajian tersimpan secara terpusat sehingga lebih mudah diaudit dan dikelola. Penggunaan teknologi juga membantu perusahaan menjaga kepatuhan terhadap regulasi pengupahan yang berlaku.

Image
Ervina Lutfi Penulis
Product manager sekaligus penulis konten profesional yang rutin membahas topik HR, bisnis, dan digital marketing. Gaya penulisan yang terstruktur dan informatif memudahkan pembaca memahami strategi bisnis dan pengelolaan sumber daya manusia.
Nidiya
Nidiya Felani Suardy

Nidiya Felani S adalah seorang  dengan pengalaman lebih dari 17 tahun di bidang Human Resources. Ia memiliki keahlian di berbagai aspek HR, termasuk Compensation & Benefits, Talent Acquisition, HRIS (Human Resource Information System), Employee Relations, Industrial Relations, dan Learning & Development.

Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.

WhatsApp Hubungi sales