3 Metode Penghitungan Struktur & Skala Upah yang Wajib HRD Perusahaan Pahami

Tayang
Diperbarui
Di tulis oleh:
Ervina Lutfi_225x225
Ervina Lutfi
Highlights
  • Struktur dan skala upah merupakan sistem penetapan rentang gaji berdasarkan jabatan, masa kerja, pendidikan, dan kompetensi untuk menciptakan pengupahan yang transparan.
  • Perusahaan wajib menyusun struktur ini sesuai regulasi agar karyawan memahami tingkatan gaji dan perusahaan terhindar dari risiko sanksi administratif.
  • Untuk mengelola struktur gaji dan proses pengupahan secara lebih akurat, perusahaan dapat mengandalkan payroll service seperti Mekari Talenta.

Pada dasarnya, semua karyawan yang bekerja akan mendapatkan gaji atau skala upah sebagai imbalan atas kerja keras yang mereka lakukan di suatu perusahaan atau badan usaha.

Setiap karyawan juga memiliki jumlah upah yang berbeda-beda. Semua itu bergantung pada di mana mereka bekerja, apa jabatan mereka, serta pekerjaan seperti apa yang mereka lakukan.

Untuk itu, diperlukan sistem pembayaran yang mengedepankan transparansi dan keterbukaan perihal gaji.

Hal ini juga didukung oleh tren global, di mana laporan Pay Transparency Pulse Report (2022) dari Visier menemukan bahwa hampir 80% karyawan menginginkan transparansi gaji, dan 68% di antaranya bahkan bersedia berpindah perusahaan secara lateral jika transparansi tersebut diterapkan.

Terkait hal tersebut, pemerintah mengeluarkan peraturan mengenai Struktur dan Skala Upah (SSU). Melalui SSU, perusahaan dapat menetapkan kerangka gaji yang lebih sistematis berdasarkan jabatan, kompetensi, dan faktor lainnya.

Di dalam artikel ini, akan dikupas lebih lanjut mengenai struktur dan skala upah berikut tiga jenis metode penghitungannya.

Apa Itu Struktur dan Skala Upah serta Fungsinya

Untuk menjunjung transparansi dalam sistem pengupahan, pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan mengenai struktur dan skala upah.

Menurut Permenaker Nomor 1 Tahun 2017 Pasal 3 Ayat 1, struktur dan skala upah merupakan tingkat upah yang diterima karyawan dari skala terendah hingga yang tertinggi, atau sebaliknya yang berlaku di dalam perusahaan.

Peraturan itu juga menyatakan bahwa setiap perusahaan wajib menyusun struktur dan skala upah. Struktur dan skala upah tersebut didasarkan pada jabatan, masa kerja, pendidikan, golongan, serta kemampuan masing-masing karyawan.

Perlu diketahui bahwa ada dua basis upah untuk menentukan SSU, yakni gaji pokok dan gaji pokok beserta tunjangan tetap.

Perbedaan keduanya terletak pada komponen yang digunakan sebagai dasar perhitungan. Gaji pokok merupakan imbalan dasar yang diberikan kepada karyawan sesuai dengan jabatan atau pekerjaan yang dilakukan, tanpa tambahan komponen lain.

Sementara itu, gaji pokok beserta tunjangan tetap mencakup gaji pokok yang ditambah dengan tunjangan yang dibayarkan secara rutin dan tidak dipengaruhi oleh kehadiran atau kinerja, seperti tunjangan jabatan, tunjangan keluarga, atau tunjangan tetap lainnya.

Struktur dan skala upah juga memiliki fungsi yang penting bagi perusahaan, yaitu sebagai pedoman dalam menentukan gaji berdasarkan satuan waktu.

Selain itu, struktur dan skala gaji dapat menjamin kepastian upah yang diperoleh pekerja. Fungsi lainnya dari SSU adalah untuk mengurangi budaya senioritas antarkaryawan di dalam suatu perusahaan.

Jika Anda membutuhkan template struktur gaji, Anda bisa download secara gratis dari Mekari Talenta. Template ini tersedia dalam format Word dan PDF, sehingga dapat Anda edit dan gunakan langsung sesuai kebutuhan perusahaan.

[Download Templates Salary Sructure, Gratis!]

Baca juga: Cara Menghitung Upah Lembur Sesuai Aturan

Tiga Jenis Metode Penghitungan SSU dan Cara Membuatnya

Untuk menghitung struktur dan skala upah, diperlukan beberapa metode yang tepat agar hasil yang dicapai maksimal.

Terdapat tiga jenis metode yang bisa dijadikan acuan oleh perusahaan untuk menyusun SSU sesuai peraturan yang berlaku.

Agar lebih mudah memahami perbedaannya, berikut perbandingan ketiga metode tersebut:

MetodeKarakteristikKelebihanCocok untuk
Dua TitikMenggunakan pendekatan matematis dan grafik (midpoint & rentang upah)Lebih terstruktur dan objektifPerusahaan dengan struktur jabatan yang cukup jelas
Rangking SederhanaMengurutkan jabatan berdasarkan tingkat kesulitan dan tanggung jawabMudah diterapkan dan tidak kompleksPerusahaan dengan jumlah jabatan terbatas
Poin FaktorMenilai jabatan berdasarkan faktor dan skor tertentu (lingkungan kerja, keahlian, dll)Paling detail dan akuratPerusahaan dengan struktur organisasi kompleks

Setelah memahami perbedaannya, berikut penjelasan masing-masing metode secara lebih rinci.

1. Metode Rangking Sederhana

metode ranking skala sederhana untuk mengukut struktur dan skala upah

Metode rangking sederhana menitikberatkan penghitungan struktur dan skala upah sesuai kemampuan dan tingkat jabatan.

Jadi, semakin berat tugas seseorang, maka semakin tinggi pula upah yang diterimanya. Biasanya, metode ini diimplementasikan apabila di dalam suatu perusahaan tidak begitu ada banyak ragam jabatan. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam metode ini adalah:

  • Menguraikan tugas masing-masing jabatan yang ada di perusahaan. Misalnya, tugas seorang CEO adalah menentukan arah strategis perusahaan, menciptakan jaringan bisnis, dan melaporkan perkembangannya kepada dewan direksi.
  • Membuat daftar jabatan, lalu diurutkan berdasarkan uraian tugas dari yang memiliki tugas termudah sampai tugas tersulit. Misalnya Office Boy, Junior Staff, Senior Staff, Manajer dan CEO.
  • Setelah itu, membuat tabel dengan format kolom jabatan, golongan, upah terkecil dan terbesar.
  • Menentukan upah terkecil untuk jabatan terendah. Untuk itu, perusahaan perlu mempertimbangkan upah minimum.
  • Menentukan upah terbesar untuk jabatan terendah.
  • Menentukan upah terkecil dan terbesar untuk jabatan selanjutnya dengan mengikuti dua langkah di atas.
  • Memasukkan upah terkecil dan terbesar masing-masing jabatan ke dalam tabel struktur dan skala upah.
  • Menentukan golongan untuk masing-masing jabatan.

Baca juga: Dasar Hukum Struktur dan Skala Upah (SSU) di Indonesia

2. Metode Dua Titik

Metode dua titik untuk perhitungan struktur dan skala upah

Metode dua titik merupakan metode penghitungan struktur dan skala upah yang dilakukan secara manual. Namun, metode ini bersifat matematis dan kelak diterapkan dalam bentuk grafik.

Dalam metode ini, Anda dapat dengan mudah mengelompokkan jabatan yang memiliki golongan sama.

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam metode ini adalah:

  • Membuat daftar atau tabel yang memuat kolom nomor urut, nama, jabatan dan upah.
  • Mengurutkan dan mengidentifikasi upah terendah hingga tertinggi.
  • Menentukan jumlah golongan jabatan.
  • Membuat format tabel struktur dan skala upah yang terdiri dari kolom rentang, golongan jabatan, upah terkecil, upah tengah (mid poin) dan upah terbesar. Setelah itu, masukkan golongan jabatan yang telah dikelompokkan pada langkah sebelumnya
  • Menentukan rentang upah untuk masing-masing golongan.
  • Menggunakan prinsip upah terendah sama dengan upah tengah terendah, dan upah tertinggi sama dengan upah tengah tertinggi.
  • Menghitung upah tengah antara upah tengah terendah dan upah tengah tertinggi. Rumus yang digunakan dalam penghitungan ini adalah rumus persamaan garis lurus yaitu Y=a+b (X).
  • Menghitung upah terkecil dan upah terbesar masing-masing golongan jabatan dengan menggunakan rumus-rumus pada tabel rumus skala upah.

Berdasarkan upah tengah yang telah ditentukan, perusahaan kemudian dapat menghitung batas minimum dan maksimum upah untuk setiap golongan jabatan dengan rumus berikut:

  • Upah terkecil = 2 x upah tengah : (rentang+2)
  • Upah terbesar = (2 x upah tengah) x (rentang+1) : rentang+2

Baca juga: Rumus Contoh Cara Menghitung Gaji Karyawan Bulanan hingga Per Jam

3. Metode Poin Faktor

Metode poin faktor untuk perhitungan struktur dan skala upah

Metode poin faktor pada dasarnya hampir sama dengan metode dua titik, yakni bersifat sistematis. Yang membedakannya adalah prosesnya.

Salah satu tahap penting dalam metode ini adalah bagaimana perusahaan mengelompokkan jabatan berdasarkan total poin hasil evaluasi. Pengelompokan ini kemudian menjadi dasar dalam penentuan golongan jabatan dan rentang upah yang sesuai.

Dalam metode ini, terdapat tiga hal inti yang harus dilakukan oleh perusahaan dalam menghitung struktur dan skala upah.

Pertama adalah menganalisa jabatan. Analisa jabatan meliputi pengumpulan dan pengolahan informasi terkait data jabatan.

Kedua, mengevaluasi jabatan. Pada tahap ini, masing-masing jabatan akan dinilai berdasarkan faktor yang terdiri dari lingkungan kerja, tanggung jawab, keahlian, dan usaha.

Setelah itu, faktor tersebut dipecah lagi menjadi pengetahuan, pengalaman, fisik, mental, kondisi kerja, dan keuangan. Jabatan akan diurutkan berdasarkan golongan yang terendah hingga tertinggi.

Ketiga, menentukan struktur dan skala upah.

Proses penentuan ini didasarkan pada tingkat pendidikan, pengalaman, dan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing karyawan.

Selain itu, perusahaan juga harus memperhatikan upah minimum yang berlaku agar struktur gaji tetap sesuai regulasi.

Dalam metode poin faktor, untuk menentukan struktur dan skala upah perusahaan ada beberapa langkah penting yang harus dilakukan, yakni:

  • Menetapkan batas terendah dan batas tertinggi dari total poin terkecil dan total poin terbesar.
  • Menentukan jumlah golongan jabatan berdasarkan interval keseluruhan poin.
  • Membuat tabel yang memuat interval keseluruhan poin dan golongan jabatan.
  • Menentukan persentase rentang upah terkait golongan jabatan berdasarkan tabel rentang.
  • Membuat tabel struktur dan skala upah bersama rentang upah.
  • Menentukan upah tengah (mid poin) terendah dan upah tertinggi dari golongan jabatan terendah dan tertinggi (pengelompokan jabatan dengan total poin terkecil). Jika total poin terkecil atau terbesar berbeda-beda, maka penghitungan didasarkan dari rata-rata poin.
  • Menghitung upah tengah antara upah tengah terendah dan upah tengah tertinggi. Rumus yang digunakan dalam penghitungan ini adalah rumus persamaan garis lurus yaitu Y=a+b (X).
  • Menghitung upah terkecil dan upah terbesar untuk golongan jabatan dengan menggunakan rumus yang ada pada tabel rumus skala upah.

Adapun batas upah terkecil dan terbesar dapat dihitung menggunakan rumus berikut:

  • Upah terkecil = 2 × upah tengah : (rentang + 2)
  • Upah terbesar = (2 × upah tengah) × (rentang + 1) : (rentang + 2)

Ketiga metode di atas dapat dijadikan referensi dalam menyusun struktur dan skala upah. Namun, pemilihan metode sebaiknya disesuaikan dengan kondisi perusahaan, seperti kompleksitas organisasi dan variasi jabatan yang ada.

Sesuai Pasal 12 Kepmenaker Nomor 1 Tahun 2017, perusahaan yang tidak menyusun dan mendistribusikan struktur dan skala upah kepada karyawan dapat dikenai sanksi administratif.

Sanksi tersebut, sebagaimana diatur dalam Pasal 59 Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, meliputi teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara alat produksi, hingga pembekuan kegiatan usaha.

Optimalkan Pengelolaan Struktur dan Skala Upah dengan Mekari Talenta

Dalam praktiknya, penyusunan struktur dan skala upah seringkali masih dilakukan secara manual dan terpisah dari sistem payroll.

Hal ini tidak hanya memakan waktu, tetapi juga berisiko menimbulkan ketidakkonsistenan data, terutama dalam penentuan rentang gaji, midpoint, hingga pelaporan untuk kebutuhan audit.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, perusahaan membutuhkan sistem yang mampu menyusun dan mengelola struktur gaji secara terintegrasi, akurat, dan berbasis data.

Mekari Talenta merupakan solusi end-to-end HRIS berbasis cloud yang AI-centric untuk membantu perusahaan mengelola seluruh proses SDM secara terintegrasi, mulai dari absensi, payroll, hingga manajemen kinerja dalam satu platform yang efisien dan minim proses manual.

Dashboard Mekari Talenta HD

Salah satu fitur unggulannya adalah Salary Structure, yang memungkinkan perusahaan menyusun struktur dan skala upah sesuai regulasi serta kebutuhan organisasi secara lebih sistematis dan terdokumentasi.

salary structure Mekari Talenta 2

Melalui fitur ini, perusahaan dapat:

  • Menyusun struktur gaji berdasarkan komponen payroll (gaji pokok, tunjangan, atau custom component)
  • Menentukan rentang gaji (minimum, midpoint, maksimum) secara fleksibel
  • Menggunakan berbagai metode perhitungan seperti spread percentage, actual salary, atau custom amount
  • Menarik data historis gaji untuk membangun struktur yang lebih akurat dan berbasis data
  • Menghasilkan laporan struktur gaji untuk kebutuhan audit dan perencanaan

Selain penyusunan struktur gaji, Mekari Talenta juga menyediakan fitur manajemen kompensasi dan benefit lainnya. Anda bisa simak fitur lengkapnya dalam video berikut.

Dengan sistem yang terintegrasi, perusahaan dapat meningkatkan akurasi perhitungan, menjaga konsistensi struktur upah, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Tertarik mencoba Mekari Talenta? Jadwalkan demo gratis dan temukan bagaimana solusi ini dapat membantu Anda menyusun dan mengelola struktur dan skala upah secara lebih efisien dan terintegrasi.

Reference

What Is Salary Structure And How To Make One (With Samples)

Pertanyaan Umum seputar Perhitungan Struktur dan Skala Upah

Bagaimana cara menentukan midpoint (upah tengah) dalam SSU?

Bagaimana cara menentukan midpoint (upah tengah) dalam SSU?

Midpoint ditentukan sebagai titik tengah dari rentang gaji dalam satu golongan jabatan. Nilai ini biasanya dihitung berdasarkan distribusi antara upah minimum dan maksimum agar tetap proporsional. Midpoint berfungsi sebagai acuan utama dalam menyusun struktur gaji. Dengan midpoint, perusahaan dapat menjaga keseimbangan antar level jabatan.

Apa yang dimaksud dengan rentang upah dalam struktur gaji?

Apa yang dimaksud dengan rentang upah dalam struktur gaji?

Rentang upah adalah batas minimum dan maksimum gaji dalam satu golongan jabatan. Rentang ini digunakan untuk memberikan fleksibilitas dalam menentukan gaji berdasarkan pengalaman, kinerja, atau kompetensi karyawan. Semakin tinggi jabatan, biasanya rentangnya juga semakin lebar. Hal ini memungkinkan perusahaan mengakomodasi variasi individu dalam satu level.

Bagaimana menentukan jumlah golongan jabatan dalam SSU?

Bagaimana menentukan jumlah golongan jabatan dalam SSU?

Jumlah golongan jabatan ditentukan berdasarkan kompleksitas struktur organisasi dan variasi posisi yang ada. Perusahaan dapat mengelompokkan jabatan dengan tanggung jawab yang mirip ke dalam satu golongan. Dalam metode poin faktor, hal ini dilakukan berdasarkan interval total poin. Semakin kompleks organisasi, biasanya semakin banyak golongan yang dibutuhkan.

Bagaimana cara menentukan upah minimum dan maksimum tiap golongan?

Bagaimana cara menentukan upah minimum dan maksimum tiap golongan?

Upah minimum biasanya ditentukan dengan mempertimbangkan upah minimum yang berlaku serta posisi jabatan terendah. Sementara itu, upah maksimum ditentukan berdasarkan nilai jabatan tertinggi dalam golongan tersebut. Perhitungan ini juga dipengaruhi oleh midpoint dan rentang yang ditetapkan. Tujuannya agar distribusi gaji tetap adil dan konsisten.

Metode mana yang paling akurat untuk menghitung struktur dan skala upah?

Metode mana yang paling akurat untuk menghitung struktur dan skala upah?

Tidak ada satu metode yang paling akurat untuk semua perusahaan. Metode poin faktor umumnya lebih detail karena berbasis evaluasi jabatan, tetapi juga lebih kompleks. Metode dua titik lebih sederhana dan terstruktur secara matematis. Pemilihan metode sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, ukuran, dan kompleksitas organisasi.

Image
Ervina Lutfi Penulis
Product manager sekaligus penulis konten profesional yang rutin membahas topik HR, bisnis, dan digital marketing. Gaya penulisan yang terstruktur dan informatif memudahkan pembaca memahami strategi bisnis dan pengelolaan sumber daya manusia.
Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.

WhatsApp Hubungi sales