- Job posting adalah pengumuman resmi lowongan kerja untuk menarik kandidat berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
-
Transparansi informasi kualifikasi, kompensasi, dan pola kerja efektif mempercepat proses rekrutmen serta memperkuat employer branding.
Job posting sering ditulis terburu-buru sebagai formalitas administratif, padahal cara sebuah lowongan disusun secara langsung menentukan kualitas dan jumlah kandidat yang melamar.
Data ini menunjukkan bahwa transparansi dalam job posting bukan sekadar soal etika, melainkan strategi konkret untuk menjangkau lebih banyak kandidat karyawan berkualitas sejak tahap awal proses rekrutmen.
Sebaliknya, job posting yang minim detail berisiko menyaring kandidat yang salah, memperlambat proses seleksi, dan pada akhirnya memperbesar biaya rekrutmen secara keseluruhan.
Artikel ini akan membahas apa itu job posting, tujuan dan komponennya, perbedaannya dengan job description, serta cara membuat dan mengukur efektivitasnya. Termasuk kesalahan yang perlu dihindari dan contoh job posting.
Apa itu Job Posting?
Job posting adalah pengumuman resmi yang dibuat oleh perusahaan atau organisasi untuk memberitahukan kepada publik bahwa mereka sedang mencari kandidat untuk mengisi posisi tertentu.
Pengumuman ini menjadi salah satu bagian penting dalam proses rekrutmen karena membantu perusahaan menjangkau dan menarik kandidat yang sesuai dengan kebutuhan posisi.
Job posting biasanya dipublikasikan di berbagai platform seperti situs karir, web perusahaan, job portal online, media sosial, atau melalui jaringan profesional. Kanal yang digunakan dapat disesuaikan dengan karakteristik posisi dan kandidat yang ingin dijangkau.
Informasi yang dicantumkan umumnya meliputi nama posisi, ringkasan pekerjaan, tanggung jawab, kualifikasi dan persyaratan, lokasi serta jenis pekerjaan, informasi perusahaan, kompensasi dan benefit, hingga cara melamar.
Dengan informasi yang jelas, kandidat dapat menilai kesesuaian mereka dengan posisi sebelum mengajukan lamaran.
Baca Juga: 7 Alur & Tahapan Rekrutmen Karyawan untuk Hiring yang Lebih Strategis
Apa Tujuan dari Job Posting bagi Perusahaan?
Berikut adalah tujuan dari adanya job posting.
1. Menarik Kandidat yang Tepat
Dengan memberikan informasi posisi, tanggung jawab, dan kualifikasi secara jelas, job posting membantu perusahaan menarik kandidat yang sesuai dengan kebutuhan posisi.
2. Mempercepat Proses Rekrutmen
Informasi yang lengkap membantu kandidat menilai kesesuaian mereka dengan posisi sebelum melamar. Hal ini dapat membantu HR menyaring pelamar yang lebih relevan sejak tahap awal rekrutmen.
3. Meningkatkan Visibilitas dan Employer Branding
Job posting yang dipublikasikan melalui berbagai kanal dapat memperluas jangkauan lowongan sekaligus meningkatkan visibilitas perusahaan dan employer branding di mata kandidat.
4. Menjamin Kesesuaian Kandidat dengan Kebutuhan Perusahaan
Kualifikasi dan persyaratan yang jelas membantu perusahaan mendapatkan pelamar dengan kompetensi, pengalaman, dan latar belakang yang sesuai dengan kebutuhan posisi.
Perbedaan Job Posting dengan Job Description
Job posting dan job description sama-sama memuat informasi mengenai suatu posisi, tetapi digunakan untuk tujuan yang berbeda.
Job description umumnya menjadi acuan internal perusahaan dalam menjelaskan peran dan tanggung jawab suatu posisi, sedangkan job posting digunakan untuk menginformasikan lowongan kepada kandidat.
| Aspek | Job Posting | Job Description |
|---|---|---|
| Tujuan | Menarik kandidat untuk melamar posisi yang tersedia. | Menjelaskan peran, tanggung jawab, dan persyaratan suatu posisi secara lebih terperinci. |
| Audiens | Kandidat atau pencari kerja. | HR, hiring manager, karyawan, dan pihak internal terkait. |
| Sifat | Ditujukan untuk kebutuhan rekrutmen dan umumnya dipublikasikan secara eksternal. | Umumnya digunakan sebagai dokumen internal perusahaan. |
| Penggunaan | Dipublikasikan melalui website perusahaan, job portal, media sosial, atau kanal rekrutmen lainnya. | Digunakan sebagai acuan dalam rekrutmen, pengelolaan peran, evaluasi kinerja, dan pengembangan karyawan. |
| Tingkat Detail | Lebih ringkas dan fokus pada informasi yang dibutuhkan kandidat untuk mempertimbangkan lamaran. | Lebih detail dan mencakup informasi menyeluruh mengenai suatu posisi. |
Apa Saja Komponen dalam Job Posting?
Job posting perlu memuat informasi yang cukup untuk membantu kandidat memahami posisi, tanggung jawab, dan persyaratan yang dibutuhkan. Bagi HR, kelengkapan informasi ini juga penting untuk menarik kandidat yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Berikut beberapa komponen yang perlu diperhatikan saat menyusun job posting:
1. Judul Posisi
Gunakan nama jabatan yang spesifik, umum digunakan di industri, dan mudah dipahami kandidat. Hindari penggunaan istilah internal perusahaan atau judul yang terlalu kreatif agar lowongan lebih mudah ditemukan melalui pencarian.
2. Ringkasan Pekerjaan
Berikan gambaran singkat mengenai posisi yang dibuka, tujuan utama peran tersebut, dan kontribusinya terhadap tim atau perusahaan. Bagian ini membantu kandidat memahami konteks pekerjaan sebelum membaca informasi yang lebih detail.
3. Tanggung Jawab Pekerjaan
Jelaskan tugas dan tanggung jawab utama yang akan dijalankan oleh kandidat. Gunakan poin-poin yang spesifik dan prioritaskan tanggung jawab yang paling penting untuk posisi tersebut.
4. Kualifikasi dan Persyaratan
Cantumkan kualifikasi yang dibutuhkan, seperti pendidikan, pengalaman kerja, keterampilan, sertifikasi, maupun kompetensi tertentu.
HR sebaiknya membedakan persyaratan yang wajib dipenuhi dengan kualifikasi tambahan agar kandidat dapat menilai kesesuaiannya dengan posisi.
5. Lokasi dan Pola Kerja
Informasikan lokasi pekerjaan serta pola kerja yang diterapkan perusahaan, seperti on-site, hybrid, atau remote. Jika posisi memiliki ketentuan khusus terkait jam kerja atau perjalanan dinas, informasi tersebut juga dapat dicantumkan.
6. Kompensasi dan Benefit
Cantumkan informasi mengenai gaji, tunjangan, bonus, asuransi, cuti, atau benefit lainnya sesuai kebijakan perusahaan. Jika perusahaan belum mencantumkan nominal gaji, setidaknya jelaskan benefit utama yang dapat menjadi pertimbangan kandidat.
Baca Juga: 10 Jenis Benefit Karyawan yang Bantu Tingkatkan Loyalitas
7. Informasi Perusahaan
Berikan gambaran singkat mengenai perusahaan, seperti bidang usaha, skala perusahaan, nilai, atau lingkungan kerja. Informasi ini dapat membantu kandidat memahami perusahaan sekaligus memperkuat employer branding.
8. Cara Melamar
Jelaskan cara kandidat mengirimkan lamaran, dokumen yang perlu disiapkan, serta kanal yang digunakan untuk melamar. Jika terdapat batas waktu pendaftaran, cantumkan tanggal atau periode lamaran secara jelas.
9. Batas Waktu Lamaran
Jika perusahaan menerapkan batas waktu pendaftaran, informasikan tenggat tersebut dalam job posting. HR juga dapat mencantumkan keterangan bahwa lowongan dapat ditutup lebih awal apabila posisi telah terisi.
Baca Juga: Tips Membuat CV Menarik untuk Fresh Graduated
Cara Membuat Job Posting yang Efektif
Setelah memahami komponen yang perlu dicantumkan, HR juga perlu memperhatikan cara menyusun dan menyampaikan informasi tersebut agar job posting dapat menarik kandidat yang sesuai.
1. Gunakan Judul Posisi yang Jelas
Gunakan nama posisi yang umum digunakan di industri dan mudah dipahami kandidat. Hindari istilah internal perusahaan atau judul yang terlalu kreatif agar lowongan lebih mudah ditemukan melalui pencarian.
2. Buat Deskripsi yang Ringkas dan Spesifik
Jelaskan tanggung jawab utama posisi secara singkat dan fokus pada pekerjaan yang benar-benar akan dilakukan. Hindari deskripsi yang terlalu panjang atau menggunakan istilah yang tidak relevan dengan posisi.
3. Tulis Kualifikasi yang Relevan
Cantumkan persyaratan yang benar-benar dibutuhkan untuk menjalankan pekerjaan. Pisahkan kualifikasi wajib dan tambahan agar kandidat dapat menilai kesesuaiannya dengan posisi secara lebih mudah.
4. Tampilkan Nilai yang Ditawarkan Perusahaan
Selain menjelaskan pekerjaan, sampaikan informasi yang dapat menjadi pertimbangan kandidat, seperti kompensasi, benefit, kesempatan pengembangan karier, atau lingkungan kerja.
Informasi ini juga dapat membantu memperkuat employer branding perusahaan.
5. Gunakan Bahasa yang Jelas dan Inklusif
Hindari jargon internal, kalimat yang terlalu kompleks, atau persyaratan yang berpotensi membatasi kandidat tanpa alasan yang relevan dengan pekerjaan. Gunakan bahasa yang profesional, mudah dipahami, dan inklusif.
6. Buat Format yang Mudah Dipindai
Gunakan heading, paragraf pendek, dan bullet point untuk memisahkan informasi penting. Format yang terstruktur membantu kandidat menemukan informasi seperti kualifikasi, lokasi, benefit, dan cara melamar dengan lebih cepat.
7. Sertakan Ajakan Melamar yang Jelas
Berikan instruksi yang spesifik mengenai cara mengirimkan lamaran, dokumen yang diperlukan, dan batas waktu pendaftaran jika ada. Gunakan call-to-action yang jelas agar kandidat mengetahui langkah selanjutnya.
Contoh Job Posting
Posisi: Marketing Manager
Tentang Posisi
PT Angin Dingin sedang mencari Marketing Manager untuk mengembangkan dan menjalankan strategi pemasaran yang mendukung pertumbuhan bisnis. Posisi ini akan bertanggung jawab dalam mengelola kampanye pemasaran, menganalisis tren pasar, dan mengoptimalkan aktivitas pemasaran perusahaan.
Tanggung Jawab:
- Mengembangkan dan menjalankan strategi pemasaran.
- Mengelola kampanye pemasaran dan promosi.
- Menganalisis tren pasar dan performa kampanye.
- Berkoordinasi dengan tim sales dan tim terkait untuk mencapai target bisnis.
Kualifikasi:
- Minimal S1 di bidang Pemasaran, Bisnis, atau bidang terkait.
- Memiliki pengalaman minimal 3 tahun di bidang pemasaran.
- Memiliki kemampuan analisis dan komunikasi yang baik.
- Mampu mengelola beberapa proyek pemasaran secara bersamaan.
Lokasi: Jakarta, Indonesia
Jenis Pekerjaan: Full-time
Benefit: Tunjangan kesehatan, cuti tahunan, dan program pengembangan karyawan.
Tentang Perusahaan
PT Angin Dingin merupakan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan mengembangkan solusi digital untuk berbagai kebutuhan bisnis.
Cara Melamar
Kirimkan CV dan portofolio melalui email hr@angindingin.com dengan subjek “Marketing Manager – [Nama Kandidat]”.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Membuat Job Posting
Job posting yang kurang jelas atau tidak sesuai dengan kebutuhan posisi dapat menarik kandidat yang tidak relevan dan membuat proses screening menjadi lebih panjang. Karena itu, HR perlu menghindari beberapa kesalahan berikut:
1. Menggunakan Judul Posisi yang Tidak Jelas
Hindari penggunaan istilah internal atau judul yang terlalu kreatif sehingga kandidat kesulitan memahami posisi yang ditawarkan. Gunakan job title yang umum digunakan di industri dan sesuai dengan peran yang dibutuhkan.
2. Menuliskan Kualifikasi yang Tidak Relevan
Jangan mencantumkan terlalu banyak persyaratan yang tidak berkaitan langsung dengan pekerjaan. Kualifikasi sebaiknya disesuaikan dengan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan agar tidak mempersempit kandidat yang potensial.
3. Memberikan Deskripsi Pekerjaan yang Terlalu Umum
Deskripsi seperti “bertanggung jawab terhadap berbagai aktivitas pemasaran” kurang membantu kandidat memahami pekerjaan. Jelaskan tanggung jawab utama secara spesifik dan realistis.
4. Tidak Menjelaskan Informasi Penting
Hindari menghilangkan informasi yang menjadi pertimbangan kandidat, seperti lokasi, pola kerja, status pekerjaan, benefit, atau cara melamar. Semakin jelas informasi yang diberikan, semakin mudah kandidat menilai kesesuaiannya dengan posisi.
5. Tidak Memperbarui Job Posting
Pastikan job posting segera diperbarui atau ditutup ketika posisi sudah terisi. Lowongan yang sudah tidak tersedia tetapi masih dipublikasikan dapat menimbulkan pengalaman kandidat yang kurang baik dan menambah pekerjaan administratif HR.
Baca Juga: Cara Menulis Iklan Lowongan Pekerjaan yang Baik beserta 5 ContohnyaCara Mengukur Efektivitas Job Posting
Setelah job posting dipublikasikan, HR perlu mengevaluasi performanya untuk mengetahui apakah lowongan berhasil menjangkau dan menarik kandidat yang sesuai. Pengukuran dapat dilakukan dengan memantau beberapa metrik berikut:
1. Jumlah Pelamar
Hitung jumlah kandidat yang melamar untuk melihat seberapa besar respons terhadap lowongan yang dipublikasikan. Jumlah pelamar yang tinggi belum tentu menunjukkan job posting efektif jika sebagian besar kandidat tidak memenuhi kualifikasi.
2. Persentase Pelamar yang Relevan
Ukur berapa banyak pelamar yang memenuhi kualifikasi dan persyaratan posisi. Metrik ini membantu HR menilai apakah informasi dalam job posting sudah cukup spesifik untuk menarik kandidat yang sesuai.
3. Jumlah Kandidat yang Masuk Shortlist
Pantau jumlah pelamar yang berhasil lolos tahap screening dan masuk ke shortlist. Semakin banyak kandidat relevan yang dapat diproses ke tahap berikutnya, semakin besar kemungkinan job posting berhasil menjangkau target kandidat.
4. Applicant-to-View Rate
Bandingkan jumlah pelamar dengan jumlah orang yang melihat job posting. Metrik ini dapat membantu HR mengetahui seberapa efektif lowongan mendorong kandidat yang melihatnya untuk mengajukan lamaran.
5. Source of Hire
Identifikasi kanal yang menghasilkan kandidat hingga diterima bekerja, seperti job portal, website perusahaan, media sosial, atau referral karyawan. Hasilnya dapat digunakan untuk menentukan kanal publikasi yang paling efektif untuk lowongan berikutnya.
6. Time to Fill
Ukur waktu yang dibutuhkan sejak lowongan dipublikasikan hingga posisi berhasil terisi. Jika posisi membutuhkan waktu terlalu lama untuk terisi, HR dapat mengevaluasi kembali job posting, kanal publikasi, kualifikasi, maupun strategi rekrutmennya.
Dengan memantau metrik tersebut secara berkala, HR dapat mengetahui bagian mana dari job posting dan strategi publikasi yang perlu dipertahankan atau diperbaiki pada proses rekrutmen berikutnya.
Kelola Job Posting dan Proses Rekrutmen dengan Mekari Talenta
Job posting menjadi salah satu tahap penting untuk menarik kandidat yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Namun, proses rekrutmen tidak berhenti pada publikasi lowongan. HR juga perlu mengelola kandidat dan setiap tahapan seleksi secara terstruktur agar proses rekrutmen berjalan lebih efektif.
Dengan Mekari Talenta, perusahaan dapat mengelola proses rekrutmen secara lebih terorganisir melalui Aplikasi Rekrutmen Karyawan.
HR dapat membuat dan mempublikasikan job posting untuk membuka lowongan pekerjaan sesuai kebutuhan perusahaan.
HR juga dapat mengelola lowongan dan informasi kandidat dalam satu sistem sehingga proses recruitment lebih mudah dipantau dari awal hingga kandidat terpilih.
Pengelolaan rekrutmen yang terpusat membantu HR mengurangi pekerjaan administratif dan memudahkan pemantauan proses kandidat. Dengan begitu, HR dapat lebih fokus menemukan kandidat yang sesuai dengan kebutuhan posisi dan perusahaan.
Hubungi Mekari Talenta untuk mengetahui bagaimana Mekari Talenta dapat membantu perusahaan mengelola job posting dan proses rekrutmen secara lebih terstruktur.
Referensi:
