Bagaimana Menilai Kualifikasi saat Merekrut Karyawan?

Tayang
Di tulis oleh:
Foto profil Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah
Di review oleh:
Mekari Talenta Expert Reviewer
Dolfie Waturandang
Highlights
  • Kualifikasi pekerjaan merupakan standarisasi kriteria esensial yang mencakup pengalaman, tingkat pendidikan, kecakapan teknis, serta lisensi profesional kandidat.
  • Aspek kepribadian seperti integritas tinggi, kelancaran berkomunikasi, kemampuan analisis, dan otonomi pengambilan keputusan wajib dinilai secara cermat.

Apa saja keahlian dan kualifikasi yang perlu diperhatikan saat merekrut karyawan di perusahaan? Temukan jawabannya di artikel Mekari Talenta berikut.

Dalam dunia bisnis yang serba cepat, keahlian dalam memimpin dan pengambilan keputusan dinilai sebagai hal yang paling penting.

Oleh karena itu HRD harus mampu melihat hal yang dimiliki oleh setiap kandidat dalam merekrut karyawan.

Sayangnya, banyak rekruter yang masih belum puas setelahnya karena karyawan yang berhasil direkrut kurang memiliki keahlian dan kompetensi minimal untuk mencapai hasil kerja yang diinginkan.

Untuk itu, Anda sebagai rekruter atau HR perusahaan perlu mengetahui standar keahlian yang perlu dimiliki calon karyawan baru ketika melamar di perusahaan Anda.

Lebih mudahnya, berikut kualifikasi yang perlu diperhatikan saat merekrut karyawan baru.

Apa itu Kualifikasi Pekerjaan?

Bagaimana Menilai Kualifikasi saat Merekrut Karyawan?

Kualifikasi pekerjaan adalah seperangkat kriteria atau syarat yang diperlukan untuk melaksanakan suatu pekerjaan dengan baik.

Ini mencakup keterampilan, pendidikan, pengalaman, dan atribut lain yang dibutuhkan oleh seseorang untuk memenuhi tugas dan tanggung jawab yang terkait dengan posisi pekerjaan tertentu.

Kualifikasi pekerjaan membantu organisasi dalam merekrut, memilih, dan mengevaluasi karyawan yang sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasi pekerjaan tersebut.

Jenis Kualifikasi yang Perlu Diperhatikan saat Merekrut Karyawan

1. Mereka yang Memiliki Integritas

Seperti definisninya, integritas adalah usaha untuk menjadi benar dan jujur kepada diri sendiri dan orang lain.

Mereka yang memiliki integritas adalah mereka yang tidak takut untuk membuat kesalahan atau menerima tanggung jawab untuk melakukannya.

Mereka juga dapat dipercaya.

Oleh karena itu, karyawan seperti ini adalah karyawan baru yang paling berharga bagi perusahaan.

2. Merekrut Karyawan Yang Terampil dalam Berkomunikasi

Kemampuan komunikasi mencakup kemampuan untuk mendengarkan, menulis dan berbicara.

Keterampilan ini juga merupakan kualitas yang paling penting bagi perusahaan mengingat kemampuan ini nantinya digunakan dalam pekerjaan.

Terutama untuk mengetahui sejauh mana karyawan mampu menerima, menafsirkan, serta memahami lingkungan kerjanya.

Sehingga mereka dapat lebih berempati dan bertindak atas informasi sesuai yang mereka tangkap.

3. Bisa Multi-tasking

Dalam bekerja, selalu ada kemungkinan bahwa karyawan akan terlibat dalam beberapa proyek secara bersamaan.

Oleh karena itu, kemampuan untuk menjadi terampil dan cepat dalam menangani semua hal adalah keterampilan yang juga berharga.

4. Merekrut Karyawan Yang Antusias dalam Bekerja

Antusiasme menunjukkan bahwa calon karyawan tersebut senang akan pekerjaan yang akan dilakukan.

Hal ini merupakan hal yang baik di lingkungan kerja.

Menurut suatu penelitian, perasaan gembira dalam bekerja tidak hanya menular, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap pekerjaan.

5. Kemampuan dalam Pengambilan Keputusan

Setiap bisnis pasti aka nada naik turunnya dan solusi emecahan haruslah dicari.

Mereka yang mampu berkontribusi dalam pemecahan masalah bukan hanya pemikir strategis, mereka juga mampu menjaga situasi tetap stabil ketika situasi yang tidak diinginkan muncul dan tetap menyelesaikan tugasnya dengan baik.

6. Merekrut Mereka Yang Mudah Kolaborasi

Dalam bekerja, kolaborasi tim memegang peranan yang cukup penting karena setiap pekerjaan tidak dapat diselesaikan sendiri-sendiri.

Untuk itu, karyawan harus bisa bekerja sama dan berkolaborasi dengan orang lain, menjadi team player yang solid yang dapat membantu meningkatkan kinerja perusahaan.

7. Merekrut Karyawan Yang Memiliki Daya Analisis yang Tinggi

Seorang HRD harus memiliki kemampuan daya analisis yang tinggi apalagi yang dianalisis adalah seorang manusia yang beragam.

Misalnya, Anda harus memahami calon karyawan yang memiliki potensi terpendam namun pemalu. Mana orang yang sulit diajak kerjasama. Mana orang yang sulit diatur.

Selain itu HRD juga harus memiliki kemampuan “meramal”.

HRD harus mampu meramal calon karyawan hingga tiga bulan kedepan.

8. Menguasai Tools Rekrutmen

Pekerjaan apapun pasti didukung dengan tools tidak terkecuali dengan seorang HRD.

Tentunya seorang HRD harus memahami tools rekrutmen seperti alat tes, alat observasi dan juga software pengelolaan karyawan.

Memahami dan menguasai tools menandakan bahwa Anda profesional sebagai HRD.

Itulah hal-hal yang harus dikuasai ketika merekrut karyawan. Menyinggung tentang software tata kelola karyawan atau HR, Anda dapat memilih Mekari Talenta.

Software HR terbaik saat ini memiliki perhitungan dan pengaturan payroll system yang transparan, terintegrasi dengan elemen gaji, dan juga mudah diakses.

Selain payroll, Anda juga dapat menghimpun database karyawan dan juga mengatur absensi, shift, dan juga pengelolaan lembur dan cuti. Beralih ke Mekari Talenta dengan konsultasi dengan tim sales kami sekarang.

Baca juga: Bad Hire: Risiko, Dampak, & Strategi Pencegahannya dalam Rekrutmen

Bagaimana Menentukan Kualifikasi Pekerjaan?

Menentukan kualifikasi pekerjaan dengan tepat melibatkan beberapa langkah penting:

Analisis Pekerjaan

Lakukan analisis mendalam terhadap pekerjaan yang akan diisi. Identifikasi tugas, tanggung jawab, dan keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dengan sukses.

Kriteria Esensial dan Preferensi

Tentukan kriteria esensial yang harus dipenuhi oleh kandidat, seperti keterampilan teknis yang spesifik atau pendidikan tertentu. Bedakan dengan kriteria preferensi yang diinginkan namun tidak mutlak.

Konsultasi dengan Pemangku Kepentingan

Libatkan manajer, tim, atau pemangku kepentingan lain yang terlibat dalam pekerjaan tersebut untuk mendapatkan wawasan dan perspektif yang lebih luas.

Referensi Eksternal

Telusuri referensi eksternal, seperti tren industri atau standar profesi, untuk memastikan bahwa kualifikasi yang ditetapkan sesuai dengan praktik terkini dan kebutuhan pasar.

Penyesuaian Terus Menerus

Lakukan peninjauan dan penyesuaian berkala terhadap kualifikasi pekerjaan seiring waktu. Ini memungkinkan organisasi untuk tetap relevan dengan perkembangan industri dan kebutuhan bisnis yang berubah.

Cari Kualifikasi Karyawan Seperti Berikut Ini dalam Merekrut Tenaga Kerja

Bagian ini akan mendalami setiap aspek kualifikasi yang dibutuhkan dalam rekrutmen tenaga kerja.

Pengalaman Kerja

Pengalaman kerja sering dianggap sebagai salah satu indikator kinerja karyawan di masa depan.

Detail mengenai jenis dan durasi pengalaman kerja dapat memberikan gambaran mengenai level kematangan profesional, kemampuan adaptasi, dan kedalaman pengalaman kandidat.

Pengalaman kerja yang relevan dengan posisi yang ditawarkan menunjukkan bahwa kandidat telah memiliki pemahaman praktis dan siap menghadapi tantangan pekerjaan tersebut.

Keterampilan

Keterampilan dapat dibagi menjadi dua kategori utama: keterampilan interpersonal dan keterampilan teknis.

Keterampilan interpersonal, atau soft skills, seperti kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim, dan kepemimpinan, menjadi penting dalam hampir semua lingkungan kerja, dan perlu diperhatikan saat merekrut karyawan.

Sementara itu, keterampilan teknis atau hard skills, yang spesifik untuk suatu pekerjaan, seperti kemampuan coding untuk programmer atau kemampuan analisis data untuk analis data, merupakan prasyarat yang tidak bisa ditawar dalam memenuhi tuntutan pekerjaan.

Pengetahuan Khusus

Pengetahuan khusus yang diperlukan untuk suatu posisi berkaitan erat dengan industri dan spesifikasi pekerjaan.

Misalnya, pengetahuan tentang prinsip akuntansi mungkin diperlukan untuk seorang akuntan, sementara pemahaman tentang sistem operasi tertentu bisa menjadi syarat untuk posisi IT.

Pengetahuan khusus ini menunjukkan tingkat keahlian dan kemampuan kandidat dalam bidangnya.

Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan sering dijadikan tolok ukur kemampuan teoritis seorang kandidat.

Jenis dan tingkat pendidikan yang dibutuhkan bervariasi tergantung pada posisi; beberapa mungkin memerlukan diploma profesional, sementara lainnya mungkin membutuhkan gelar sarjana atau bahkan pasca-sarjana.

Tingkat pendidikan tidak hanya mencerminkan pengetahuan teoritis tetapi juga kemampuan kandidat dalam berpikir kritis dan menganalisis.

Lisensi Profesional, Akreditasi, dan Sertifikasi

Untuk beberapa posisi, terutama yang berhubungan dengan praktik profesional seperti keperawatan, teknik, atau akuntansi, lisensi profesional, akreditasi, atau sertifikasi tertentu mungkin diperlukan.

Ini menunjukkan bahwa kandidat telah memenuhi standar industri tertentu dan memiliki kualifikasi untuk praktik profesional.

Kualitas dan Atribut Personal

Kualitas dan atribut personal seperti integritas, motivasi, dan keandalan sering kali sulit diukur tetapi sangat penting dalam menentukan kesesuaian kandidat dan perlu diperhatikan saat merekrut karyawan.

Kualitas-kualitas ini dapat memberikan gambaran tentang bagaimana kandidat akan berintegrasi dengan budaya perusahaan dan berinteraksi dengan tim atau klien.

Bahasa

Penguasaan bahasa tertentu bisa menjadi syarat penting, terutama dalam lingkungan kerja internasional atau di area yang melayani populasi multibahasa.

Kemampuan untuk berkomunikasi dalam lebih dari satu bahasa bisa menjadi keuntungan besar.

Kemampuan Fisik

Untuk pekerjaan yang membutuhkan aktivitas fisik atau kemampuan sensorik tertentu, kemampuan fisik menjadi bagian penting dari kualifikasi pekerjaan.

Hal ini termasuk kekuatan, ketahanan, dan koordinasi, serta kemampuan untuk melakukan tugas-tugas yang membutuhkan kemampuan fisik khusus.

Dalam beberapa kasus, seperti pekerjaan yang berhubungan dengan keamanan, kesehatan, atau konstruksi, kriteria fisik tertentu harus dipenuhi untuk memastikan keselamatan dan efektivitas pekerjaan.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Mengapa perusahaan perlu memperbarui kualifikasi pekerjaan secara berkala?

Mengapa perusahaan perlu memperbarui kualifikasi pekerjaan secara berkala?

Kualifikasi pekerjaan sebaiknya tidak bersifat statis karena kebutuhan bisnis dan teknologi terus berkembang. Posisi yang sebelumnya hanya membutuhkan keterampilan dasar kini mungkin memerlukan kemampuan digital atau analisis data. Dengan melakukan evaluasi secara berkala, perusahaan dapat memastikan proses rekrutmen tetap relevan dengan kondisi industri. Langkah ini juga membantu HR memperoleh kandidat yang lebih sesuai dengan tantangan pekerjaan saat ini. Pada akhirnya, pembaruan kualifikasi dapat meningkatkan kualitas rekrutmen dan kinerja organisasi secara keseluruhan.

Apakah pengalaman kerja selalu lebih penting daripada potensi kandidat?

Apakah pengalaman kerja selalu lebih penting daripada potensi kandidat?

Tidak selalu. Untuk beberapa posisi entry level, potensi belajar dan kemampuan beradaptasi sering kali menjadi pertimbangan yang sama pentingnya dengan pengalaman kerja. Kandidat yang memiliki kemauan belajar tinggi dapat berkembang lebih cepat ketika mendapatkan pelatihan dan bimbingan yang tepat. Sebaliknya, pengalaman panjang belum tentu menjamin kesesuaian dengan budaya perusahaan atau cara kerja tim. Oleh karena itu, proses seleksi sebaiknya mempertimbangkan keseimbangan antara pengalaman, kompetensi, dan potensi pengembangan.

Bagaimana HR dapat menilai soft skill kandidat secara lebih objektif?

Bagaimana HR dapat menilai soft skill kandidat secara lebih objektif?

Soft skill dapat dinilai melalui wawancara berbasis kompetensi (behavioral interview), studi kasus, maupun simulasi pekerjaan. HR juga dapat meminta kandidat menceritakan pengalaman nyata ketika menghadapi tantangan, bekerja dalam tim, atau menyelesaikan konflik. Jawaban yang spesifik biasanya memberikan gambaran yang lebih akurat dibandingkan pertanyaan yang bersifat umum. Selain itu, hasil psikotes atau assessment juga dapat digunakan sebagai data pendukung, bukan sebagai satu-satunya dasar penilaian. Pendekatan ini membantu perusahaan membuat keputusan rekrutmen yang lebih objektif.

Apa risiko jika perusahaan menetapkan kualifikasi pekerjaan yang terlalu tinggi?

Apa risiko jika perusahaan menetapkan kualifikasi pekerjaan yang terlalu tinggi?

Kualifikasi yang terlalu tinggi dapat mempersempit jumlah kandidat yang memenuhi persyaratan sehingga proses rekrutmen menjadi lebih lama. Selain itu, perusahaan berisiko kehilangan talenta potensial yang sebenarnya mampu berkembang melalui pelatihan. Persyaratan yang tidak realistis juga dapat meningkatkan biaya rekrutmen karena posisi lebih sulit terisi. Oleh sebab itu, HR perlu membedakan antara kualifikasi yang benar-benar wajib dimiliki dan kompetensi yang masih dapat dipelajari setelah bergabung. Dengan cara ini, proses seleksi menjadi lebih efektif dan tetap kompetitif.

Apa peran software HR dalam membantu proses seleksi karyawan?

Apa peran software HR dalam membantu proses seleksi karyawan?

Software HR membantu mengelola seluruh proses rekrutmen secara lebih terstruktur, mulai dari penyaringan CV hingga penyimpanan data kandidat. Sistem ini memudahkan HR melacak status setiap pelamar tanpa harus mengelola dokumen secara manual. Beberapa software juga menyediakan fitur penilaian kandidat, kolaborasi dengan user, serta pelaporan proses rekrutmen. Dengan data yang tersimpan secara terpusat, perusahaan dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang lebih lengkap dan terdokumentasi. Hasilnya, proses rekrutmen menjadi lebih cepat, konsisten, dan efisien.

Image
Jordhi Farhansyah Penulis
Penulis dengan pengalaman selama sepuluh tahun dalam menghasilkan konten di berbagai bidang dan kini berfokus pada topik seputar human resources (HR) dan dunia bisnis. Dalam kesehariannya, Jordhi juga aktif menekuni fotografi analog sebagai bentuk ekspresi kreatif di luar rutinitas menulis.
Dolfie W
Dolfie Waturandang, S.E, CT.BNSP

Dolfie adalah Learning & Development manager di Midplaza Holding. Ia memiliki sertifikasi BNSP sebagai trainer dan 12 tahun pengalaman kerja sebelumnya di industri ritel.

Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.

WhatsApp Hubungi sales