Berikut Cara Perhitungan Tarif Pajak PPh Orang Pribadi

Informasi seputar jenis-jenis, tarif progresif, ptkp, cara perhitungan juga tarif pajak penghasilan pph pasal 21 adalah sebagai berikut!

Perhitungan tarif pajak PPh menjadi salah satu komponen penting dalam perhitungan gaji yang diterima oleh karyawan.

Artinya, dari setiap penerimaan gaji karyawan, ada kewajiban untuk melakukan pembayaran pajak penghasilan.

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Talenta Sekarang!

Untuk perhitungan tarif pajak PPh sendiri, ada kebijakan yang masing-masing perusahaan menerapkan dengan cara yang berbeda.

Beberapa perusahaan, menyerahkan perhitungannya kepada karyawan.

Yang artinya, kewajiban pajak ini diserahkan secara independen kepada karyawan sehingga perusahaan tidak memiliki kewajiban pembayaran, pemotongan atau pelaporan.

Namun, ada juga perusahaan yang memasukkan penghitungan tarif pajak penghasilan PPh pasal 21 ke dalam salah satu komponen gaji termasuk juga tarif PTKP yang berlaku.

Dalam hal ini, artinya, perusahaan punya kewajiban untuk melakukan penghitungan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Jenis-jenis Tarif Pajak PPh Atau Penghasilan Pasal 21

Untuk PPh sendiri, di Indonesia dibagi menjadi 8 jenis:

  • Pajak Penghasilan Pasal 15 yang dikenakan kepada wajib pajak yang memiliki badan usaha dan berprofesi sebagai pengusaha.
  • Pajak Penghasilan pasal 21 yang pajak penghasilan bagi karyawan, pegawai tetap dan penerima pensiun berkala, pekerja lepas, dewan komisaris yang tidak merangkap sebagai pegawai tetap, peserta program pensiun berstatus pegawai yang menarik dana pensiun dan penerima imbalan yang sifatnya tidak teratur.
  • Pajak penghasilan pasal 22 adalah tarif pajak PPh yang dikenakan pada wajib pajak yang melakukan kegiatan impor barang mewah
  • Pajak penghasilan pasal 23 yang dikenakan pada wajib pajak yang melakukan transaksi meliputi dividen, royakti, bunga, hadiah, sewa, jasa, dan penghasilan lain selain aset tanah atau bangunan.
  • Pajak penghasilan pasal 25 merupakan angsuran pajak dari jumlah pajak penghasilan terutang yang tertulis pada SPT tahunan PPh, dikurangi PPh yang dipotong, dan PPh terutang di luar negeri yang boleh dikreditkan.
  • Pajak penghasilan pasal 26 merupakan tarif pajak PPh yang dikenakan pada wajib pajak luar negeri atas penghasilan yang bersumber selain dari bentuk usaha tetap (BUT) yang berdomisili di Indonesia.
  • Pajak penghasilan pasal 29 adalah pajak yang dihasilkan dari nilai lebih pajak terutang setelah dikurangi kredit pajak.
  • Pajak penghasilan pasal 4 ayat (2) dikenakan pada pemilik bunga deposito, tabungan, obligasi atau surat utang negara, simpanan yang dibayarkan koperasi, transaksi saham atau sekuritas lain, hadiah undian serta transaksi lain yang sesuai aturan.

Aturan Terkait Tarif Pajak Penghasilan PPh Pasal 21

Jenis-jenis tarif pajak PPh atau pajak penghasilan untuk karyawan umumnya diatur di bawah PPh pasal 21, atau biasa kita kenal sebagai PPh 21.

Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-32/pj/2015. PPh 21 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah honorarium, tunjangan dan pembayaran lainnya dengan nama dan dalam bentuk apa pun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi sebagai subjek pajak dalam negeri.

Dasar hukum penghitungan tarif pajak PPh 21 merujuk pada:

  • UU No 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan
  • Peraturan Direktur Jenderal pajak No. PER-16/PJ/2016
  • Peraturan Menteri Keuangan No. 101/PMK.010/2016 DAN 102/PMK.010/2016
  • Peraturan/UU lainnya yang memuat tentang Pajak Penghasilan.

Untuk saat ini, peraturan tentang tarif Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) masih sama dengan tarif sejak 2016 lalu. Sehingga semua peraturan terkait masih merujuk pada perhitungan tarif sejak 2016 silam.

Cara Perhitungan Tarif Pajak Penghasilan PPh Pasal 21 Dan PTKP Wajib Pajak

Sebelum melakukan perhitungan, jika pajak karyawan menjadi urusan perusahaan maka ada beberapa regulasi dan istilah yang mesti dipahami secara mendalam.

Tarif PTKP Wajib Pajak Pribadi

PTKP adalah merupakan singkatan dari Penghasilan Tidak Kena Pajak.

Artinya, jika gaji atau penghasilan yang diterima karyawan kurang dari jumlah ini maka ia terbebas dari kewajiban membayar tarif pajak PPh pasal 21.

Untuk PTKP karyawan yang memiliki status belum menikah dan tidak memiliki tanggungan adalah Rp54.000.000,00 per tahun.

Lalu tarif PTKP selengkapnya bisa Anda baca pada tabel dibawah ini:

Rp54.000.000  Untuk Wajib Pajak Pribadi yang belum menikah
Rp4.500.000 Tarif PTKP tambahan untuk Wajib Pajak yang sudah menikah.
Rp54.000.000 Tarif PTKP tambahan bagi istri Wajib Pajak  yang memiliki jumlah penghasilan tersebut setelah digabung dengan penghasilan dari suami sebagai Wajib Pajak Pribadi.
Rp4.500.000 Tarif PTKP sebagai tambahan dari setiap anggota keluarga kandung Wajib Pajak Pribadi lainnya.

Diatas adalah acuan tarif penghasilan tidak kena pajak yang berlaku di Indonesia.

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Talenta Sekarang!

Sementara itu, jika status lain dan memiliki tanggungan, bisa dilihat dalam infografis di bawah ini.

Informasi seputar jenis-jenis, tarif progresif, ptkp, cara perhitungan juga tarif pajak penghasilan pph pasal 21 adalah sebagai berikut!

PPh Progresif

Salah satu sifat penghitungan tarif pajak penghasilan PPh pasal 21 yang diterapkan di Indonesia adalah progresif. Tentu saja tarifnya adalah setelah dikurang tarif PTKP.

Singkatnya, makin tinggi penghasilan seseorang maka makin besar pula pajak yang wajib dibayarkan.

Pengenaan tarif progresif adalah pengenaan tarif bertahap untuk setiap tingkat batas penghasilan sehingga perhitungannya tidak dilakukan total.

Sesuai dengan Pasal 17 Ayat 1 UU PPh, untuk perhitungan tarif pajak pribadi menggunakan dasar pengenaan tarif progresif adalah seperti tabel berikut dibawah ini:

 

Penghasilan Tarif Pajak Progresif PPH Pasal 21 
Untuk penghasilan Wajib Pajak Pribadi dari 0 sampai dengan Rp50.000.000 per tahun 5%
Untuk penghasilan Wajib Pajak Pribadi dari Rp50.000.000 hingga Rp250.000.000 15%
Untuk penghasilan Wajib Pajak Pribadi dari Rp250.000.000 sampai dengan Rp500.000.000 per tahunnya per tahun 25%
Untuk penghasilan Wajib Pajak Pribadi di atas Rp500.000.000 per tahunnya 30%.

 

Atau lebih jelasnya, untuk penghitungan PPh progresif bisa dilihat lebih lengkap dalam infografis dan perhitungan di bawah ini.

tarif pajak pph

Misalnya seorang eksekutif menerima penghasilan sebesar Rp 600.000.000 maka perhitungan tarif pajak penghasilan atau PPh setelah dikurangi tarif PTKP bisa menggunakan rumus menghitung PPh progresif berikut ini:

(Rp 50.000.000 x 5%) + (Rp 200.000.000 x 15%) + (Rp 250.000.000 x 25%) + (Rp 100.000.000 x 30%)

= Rp 2.500.000 + Rp 30.000.000 + Rp 62.500.000 + Rp 30.000.000

= Rp 125.000.000

Bandingkan dengan penghitungan langsung mengalikan jumlah penghasilan yang diterima. Model perhitungan bertingkat inilah yang disebut dengan tarif pajak progresif PPh pasal 21.

Tarif Pajak PPh Lebih Bayar

Ketika karyawan sebagai wajib pajak melakukan pelaporan SPT Tahunan, akan ada pemberitahuan terkait status, apakah nihil, lebih bayar (LB) atau kurang bayar (KB).

Berdasarkan UU Pajak Penghasilan Pasal 28A, PPh lebih bayar terjadi apabila pajak yang terutang untuk satu tahun pajak jumlahnya lebih kecil dari jumlah kredit pajak.

Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan sehingga kelebihan bayar bisa dikembalikan pada wajib pajak.

Hal ini tentu saja setelah dihitung dengan utang pajak berikut sanksi-sanksi lainnya.

Wajib pajak juga bisa memilih untuk mengkompensasikannya dengan hutang pajak tahun berikutnya.

Perusahaan bisa membantu karyawannya untuk tidak perlu merasakan ini semua jika perhitungan tarif pajak PPh pasal 21 setiap bulannya telah rapi.

Dengan begitu, pelaporan SPT pribadi karyawan setiap tahunnya juga tidak perlu ada pembetulan lebih bayar atau kurang bayar.

Seperti yang sebelumnya sudah disinggung, penghitungan tarif pajak penghasilan PPh 21 cukup rumit di Indonesia.

Untuk menghindari sanksi dan denda yang tidak diinginkan perusahaan harus menaati semua peraturan yang terkait dengan kewajiban pajak karyawan ini.

Sekarang, tidak perlu lagi repot dengan jenis-jenis perhitungan tarif pajak PPh 21 karyawan karena sudah tersedia fitur Payroll di Talenta by Mekari.

Perhitungan pajak untuk masing-masing karyawan di semua jenjang posisi yang ada bisa lebih mudah.

Kelola Pajak Karyawan Lebih Mudah Dengan Talenta Payroll

Fitur Payroll di Talenta by Mekari bisa menghitung otomatis besaran potongan pajak penghasilan masing-masing karyawan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Talenta Sekarang!

Setelah itu, laporan ini juga langsung masuk dan tertulis dalam slip gaji yang diterima masing-masing karyawan.

Hal ini tentu akan memudahkan proses transparansi perusahaan dan karyawan juga.

Dengan sistem yang telah terintegrasi dengan peraturan terbaru tentang perpajakan di Indonesia, penghitungan tarif pajak PPh 21 karyawan Anda bisa dilakukan lebih cepat dan akurat sesuai dengan peraturan terbaru yang berlaku.

Jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang fitur Payroll dari Talenta by Mekari bisa langsung mengikuti demo dengan daftar di sini.

Diatas adalah cara perhitungan tarif pajak PPh orang pribadi dengan menggunakan rumus menghitung pph pajak penghasilan diulas di Insight Talenta.

Lalu informasi seputar jenis-jenis, tarif progresif, ptkp, cara perhitungan juga tarif pajak penghasilan pph pasal 21 telah diulas dan dibahas Insight Talenta seperti diatas!


PUBLISHED14 Jul 2021
Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah


Kelola payroll & administrasi HR jadi lebih mudah, siap kembangkan bisnis lebih cepat

Jadwalkan Demo

Jadwalkan Demo

Jadwalkan demo & konsultasi langsung dengan Talenta

Jadwalkan Demo
Coba Demo Interaktif

Coba Demo Interaktif

Eksplorasi fitur Talenta untuk kebutuhan payroll & administrasi HR

Coba Sekarang
WhatsApp Hubungi sales