Insight Talenta

Apa Pengertian, Kepanjangan, Hingga Tugas HRD Adalah?

Apa itu tugas HRD dan apa bedanya dengan personalia? HRD sendiri adala akronim dari Human Resource Departement. Dari kepanjangan HRD saja sudah terlihat jelas perbedaan dengan personalia adalah seperti apa, bukan?

Lalu, pekerjaan ini juga merupakan bagian dari departemen atau divisi yang ada di perusahaan, di mana personalia adalah serangkaian kegiatan mengelola SDM untuk berbagai urusan yang terkait dengan administratif.

Nah, di sini Insight Talenta akan mengulas lebih dalam mengenai HRD dan personalia.

Jadi, Anda tidak hanya memahami kepanjangan HRD atau hanya mendengar tentang seputar personalia saja, namuan dari segi tanggung jawab hingga fungsinya.

Agar tak lagi salah kaprah, berikut ulasan mengenai perbedaan antara HRD dan personalia.

Anda sudah sering mendengar tentang Human Resource Departement dan personalia, tetapi apa perbedaan antara keduanya?

Temukan jawabannya dengan membaca tulisan Insight Talenta ini sampai selesai!

Apa itu HRD, tugas HRD dan apa bedanya dengan personalia? HRD singkatan dari Human Resource Departement. HRD adalah salah satu departemen atau divisi yang ada di perusahaan, lalu personalia adalah serangkaian kegiatan mengelola SDM untuk berbagai urusan yang terkait dengan administratif. Dari kepanjangan HRD saja sudah terlihat perbedaan antara HRD dan personalia.

Simak dengan baik ya!

Apa itu Pengertian dan Kepanjangan HRD?

Kepanjangan HRD adalah singkatan dari Human Resource Departement. Dalam Bahasa Indonesia, arti HRD lebih dikenal dengan istilah Departemen Sumber Daya Manusia (SDM).

Secara umum, pekerjaan HRD adalah mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan karyawan yang ada di perusahaan.

Pekerjaan dan tugas mereka sehari-hari melakukan proses rekruitmen, pengembangan, evaluasi, konsultasi, administrasi, hingga PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

Biasanya, divisi ini selalu ada di perusahaan-perusahaan berskala besar atau induk grup suatu perusahaan.

Dari sini Anda sudah bisa menjawab pertanyaan apa itu HRD di perusahaan, bukan?

Bisa dikatakan pula bahwa Human Resource Departement menangani berbagai masalah di dalam ruang lingkup karyawan, pegawai, manajer, dan karyawan dari level lain.

Tujuannya tentu saja untuk menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan dalam mencapai target perusahaan yang telah ditentukan.

Di sisi lain, divisi Human Resource Departement juga terlibat dalam prosedur berkelanjutan yang bertanggung jawab untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan SDM yang tepat.

Nantinya, SDM tersebut akan ditempatkan pada posisi dan jabatan yang sesuai ketika perusahaan sedang membutuhkannya.

Baca juga: Kenapa Perusahaan Perlu Beralih ke Aplikasi Penggajian?

Fungsi dari Seorang HRD

tugas admin hr

HRD bertugas untuk melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja, mulai dari persiapan yang meliputi faktor internal dan eksternal, rekruitmen tenaga kerja, dan seleksi tenaga kerja.

Adapun peran serta fungsi mereka sangat lah penting di perusahaan, di antaranya:

Fungsi HRD untuk Merekrut Karyawan Baru

Salah satu fungsi penting HRD adalah merekrut karyawan yang memiliki potensi tinggi dan sesuai kualifikasi yang dicari oleh perusahaan.

Biasanya, HRD akan memulai proses mulai dari penyaringan CV dari para calon karyawan, tes tertulis, hingga proses interview sebelum ke offering jika cocok.

Ketika HRD sudah mendapatkan kandidat yang paling tepat, nantinya tugas HRD yang akan melanjutkan proses onboarding untuk memperkenalkan karyawan baru pada budaya perusahaan termasuk apa saja yang menjadi tugasnya nanti.

Fungsi HRD Adalah Untuk Memberikan Pelatihan pada Karyawan

HRD memiliki fungsi dalam hal pengembangan dan evaluasi karyawan. Agar setiap karyawan dapat berkontribusi secara maksimal terhadap perusahaan atau organisasi, maka ia harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.

Maka dari itu, HRD harus mampu meningkatkan produktivitas karyawan agar perusahaan dapat terus meningkatkan performanya.

Memberikan Kompensasi pada Karyawan

Fungsi HRD adalah kepanjangan tangan perusahaan untuk untuk memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai. Kompensasi adalah imbalan atau upah atas kontribusi kerja pegawai yang diberikan secara teratur dari organisasi atau perusahaan.

Pemberian kompensasi harus tepat dan sesuai dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada di lingkungan eksternal agar tidak menimbulkan masalah ketenagakerjaan atau kerugian perusahaan.

Baca juga: Apa itu HRIS (Human Resource Information System)?

Mengenal Tugas dan Tanggung Jawab HRD

Berikut adalah beberapa tugas serta tanggung jawab dari divisi HRD.

Melakukan Perencanaan

Tugas HRD yang pertama adalah perencanaan. Perencanaan ini biasanya berupa perencanaan program atau SDM yang ada di perusahaan.

Misalnya, menentukan program pengembangan yang cocok untuk divisi tertentu, hingga kebutuhan tenaga kerja untuk masing-masing divisi.

Melaksanakan Rekrutmen Karyawan

Selanjurnya adalah rekrutmen. Tugas yang satu ini adalah salah satu tugas paling penting bagi HRD karena mereka bertanggung jawab untuk mencari karyawan yang tepat sesuai kebutuhan perusahaan.

Untuk mendapatkannya, HRD perlu menyiapkan berbagai proses mulai dari menyebarkan info lowongan kerja, menyaring CV kandidat, psikotes jika dibutuhkan, proses wawancara, hingga proses offering.

Memberikan Pelatihan dan Pengembangan Skill Karyawan

Tugas HRD lainnya adalah pelatihan dan pengembangan di mana fungsinya adalah untuk meningkatkan performa karyawan agar bisa memberikan hasil yang terbaik.

Pelatihan ini perlu menyesuaikan kebutuhan masing-masing divisi. Misalnya tim marketing membutuhkan pelatihan SEO untuk meningkatkan performa website, maka HRD perlu memfasilitasi hal tersebut.

Pengaturan Kompensasi

Kompensasi karyawan merupakan hal yang cukup krusial karena dapat berpengaruh ke tingkat engagement karyawan terhadap perusahaan.

Ketika HRD ingin membuat program kompensasi, mereka juga perlu memikirkan berbagai macam hal, mulai dari gaji, asuransi, tunjangan, dan kompensasi lainnya.

Semua kompensasi ini harus dibuat mempertimbangkan kesejahteraan karyawan. Oleh karena itu, HRD perlu mengelola skema kompensasi dengan baik. Namun, HRD perlu memperhatikan kondisi keuangan di perusahaan juga.

Mengurus Segala Data Administrasi

Data administrasi yang dimaksud di sini sangat beragam, mulai dari data karyawan, data absensi, payroll, kontrak kerja karyawan, dan lain sebagainya.

Meski sebenarnya hal ini adalah tanggung jawab dari personalia, namun personalia tetap menjadi bagian dari HRD secara keseluruhan.

Membuat Skema Performance Review untuk Karyawan

Performance review atau evaluasi karyawan adalah hal yang kerap dilakukan setahun sekali atau dua kali tergantung kebijakan perusahaan.

Evaluasi karyawan dinilai penting karena hasilnya tidak hanya menentukan perbaikan performa karyawan tetapi terkadang juga menjadi tolak ukur untuk kenaikan gaji serta bonus.

Apa itu Personalia?

Untuk lebih jelasnya, personalia adalah serangkaian kegiatan mengelola SDM untuk berbagai urusan yang terkait dengan administratif.

Selain itu, personalia juga mengatur hubungan industrial antara perusahaan dan karyawannya.

Pengaturan hubungan industrial ini diatur dalam UU No.13 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 16 yang berbunyi:

Hubungan Industrial adalah suatu sistem hubungan yang terbentuk antara para pelaku dalam proses produksi barang dan/atau jasa yang terdiri dari unsur pengusaha, pekerja/buruh, dan pemerintah yang didasarkan pada nilai nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Jika HRD adalah pekerjaan  yang lebih terlibat dengan karyawan, personalia memiliki fungsi seperti bertanggung jawab terhadap employee database payroll , dan pembayaran benefit lainnya.

Termasuk di dalamnya adalah pinjaman karyawan, absensi, pencatatan cuti tahunan, data terkait slip gaji dan filing dokumen.

Sebenarnya, paham personalia merupakan basis awal dari Human Relations.

Pada waktu itu, muncul kebutuhan tentang adanya bagian khusus yang melayani kebutuhan karyawan yang memuncak, seperti soal gaji, presensi, cuti, dan administrasi lain.

Saat itu, mereka juga dikenal sebagai “pelayan” tenaga kerja setiap harinya.

Maka, muncullah pekerjaan personalia yang hingga saat ini masih berkaitan dengan segala sesuatu bersifat administratif.

Baca juga: Menumbuhkan & Menjaga Motivasi Kerja Karyawan

Tugas, tanggung jawab, dan peran personalia adalah sebagai berikut:

  1. Penerimaan tenaga kerja koordinasi dengan labour supply
  2. Sosialisasi dan koordinasi
  3. Menyiapkan perjanjian kerja dengan karyawan baru
  4. Menyusun dan tahu cara membuat daftar online
  5. Menyiapkan internal letter dan outgoing letter
  6. Memperbaharui/update dan record data dengan software HRIS

Jadi, dapat disimpulkan bahwa perbedaan antara tugas HRD dan personalia terdapat pada ruang lingkup kerja keduanya.

Personalia cenderung berada di area administrasi yang mendukung terlaksananya fungsi HRD.

Lalu tanpa keberadaan personalia, maka fungsi Human Resource Departement pun akan sulit terlaksana karena keduanya memiliki aspek yang berkaitan.

Nah, sekarang Anda sudah paham kalau HRD adalah salah satu departemen atau divisi yang ada di perusahaan, dan personalia adalah serangkaian kegiatan mengelola SDM untuk berbagai urusan yang terkait dengan administratif.

Namun, tak dapat dipungkiri bahwa kini banyak Human Resource Departement yang juga mengerjakan tugas personalia sehingga tingkat fokus berkurang.

Untuk mengatasi hal ini, divisi Human Resource Departement bisa menggunakan software Payroll khusus seperti Talenta sehingga dapat melakukan apa saja tanpa kehilangan kendali atas personalia karyawan.

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!

Anda juga dapat mencoba gratis Talenta, sekarang juga dengan klik di sini!

Pertanyaan Umum Terkait Jobdesk dan Pekerjaan Human Resource Departement

Apa arti, pengertian, dan definisi personalia?

Secara umum, personalia adalah serangkaian kegiatan untuk mengelola sumber daya manusia pada hal-hal yang terkait administratif yang mengatur hubungan industrial antara perusahaan dan karyawan.

Pengelolaan dari fungsi personalia ini antara lain adalah bertanggung jawab terhadap database karyawan, payroll dan pembayaran tunjangan juga benefit karyawan lainnya.

Kalau begitu, HRD artinya apa?

HRD atau Human Resource Development adalah sebuah Divisi Sumber Daya Manusia yang ada di sebuah perusahaan.

Human Resource Department ini bisa diartikan juga sebagai orang-orang yang bekerja pada sebuah departemen yang bertanggung jawab dalam menangani pengelolaan sumber daya perusahaan.

Pada sebuah perusahaan, apa fungsi dan tugas HRD?

Fungsi juga tugas HRD atau Human Resources Development adalah untuk mengelola SDM. Karena divisi ini merupakan bagian atau departemen dari perusahaan yang memang bertugas untuk mengelola sumber daya manusia di perusahaan atau human resource management di perusahaan.

Mulai dari tugas rekrutmen, perencanaan SDM, seleksi karyawan, sistem penggajian pegawai, pengembangan, performance management, kelola absensi karyawan perusahaan, hingga menumbuhkan hubungan industrial.

Bagaimana umumnya struktur HRD di sebuah perusahaan?

Pada sebuah perusahaan kecil, HRD biasanya dibagi menjadi tiga bagian, yakni HR Manager, HR Specialist, serta Koordinator Perekrutan.

Namun, struktur ini dapat berkembang seiring dengan perkembangan di suatu perusahaan. Contohnya saja di perusahaan besar, struktur HRD biasanya meliputi:

  • VP HR atau Head of HR
  • Recruitment Director
  • Compensation and Benefit Manager
  • HRIS Specialist
  • HR Staff
  • Recruitment Staff

Berapa gaji  karyawan HRD?

Rata-rata gaji untuk staf di divisi HRD biasanya atara Rp5 juta hingga Rp8 juta setiap bulannya. Namun angka ini bisa bertambah tergantung level pekerjaannya, misalnya supervisor, director, atau head. Semakin tinggi levelnya, maka gajinya juga akan lebih besar.

Selain level jabatan, gaji karyawan HRD juga mengikuti besaran UMR ataupun UMP di tempat kerjanya.

Staff HRD rata-rata lulusan apa?

Biasanya, orang yang memiliki gelar sarjana di bagian manajemen dan psikologi bisa dibilang cocok untuk menjadi staf HRD.

Sarjana manajemen dibutuhkan karena memiliki kemampuan pengelolaan yang baik. Sementara itu, untuk sarjana psikologi juga dibutuhkan untuk lebih memahami perilaku karyawan.

Namun, saat ini sudah banyak perusahaan yang membuka lowongan kerja untuk staff HRD dari semua jurusan.

Skill apa saja yang harus dikuasai seorang HRD?

Memilih bekerja di bidang human resource memang tidak bisa sembarangan, Anda harus memiliki keterampilan yang mumpuni agar segala pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik.

Adapun skills tersebut mencangkup pada kemampuan berorganisasi, tingkat komunikasi yang baik, mampu mengelola informasi dan memahami psikologi, serta menjaga rahasia personal.

Selain itu, HRD wajib memiliki keterampilan utama untuk mengelola administrasi serta jobdesk-nya. Misalanya saja seperti, mengetahui bagaimana proses rekrutmen yang efektif, mengelola data kehadiran, proses payroll, dan sebagainya.

Untuk mendukung semua itu, para HR perusahaan sangat memerlukan suatu aplikasi yang memudahkan pekerjaan mereka.

Hal itu dikarenakan tugas dan fungsi HRD yang sangat banyak sehingga rawan sekali terjadinya human error, Talenta hadir untuk meminimalisir hal tersebut.

Talenta merupakan aplikasi absensi karyawan online yang membantu Human Resource Departement menjalankan tugasnya, khususnya dibidang absensi karyawan.

Semoga informasi terkait info HR diatas diatas bisa berguna untuk perusahaan anda, dan jangan lupa untuk membagikannya ke media sosial ya!


PUBLISHED22 Mar 2022
Ervina
Ervina