Karyawan resign merupakan sesuatu yang pasti pernah terjadi di perusahaan. Resign sendiri merupakan sebuah hak yang didapatkan oleh setiap karyawan. Hal ini diatur di dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Pasal 162 Ayat 3, yaitu karyawan dapat melakukan resign dengan memenuhi syarat:

  1. Mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri
  2. Tidak terikat dalam ikatan dinas
  3. Tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal mulai pengunduran diri.

Terdapat banyak faktor yang memengaruhi karyawan tersebut hingga akhirnya memutuskan untuk resign. Faktor-faktor biasa muncul dari dalam perusahaan, seperti lingkungan kerja yang membuat karyawan tidak nyaman. Kemudian, dapat juga muncul dari karyawan itu sendiri, seperti masalah keluarga membuat dirinya harus mengundurkan diri. Selanjutnya, dapat juga berasal dari pihak luar, seperti tawaran pekerjaan yang lebih baik, atau kesempatan – kesempatan lain. Berikut beberapa faktor karyawan melakukan pengunduran diri.

Beban Kerja Terlalu Berat

Penyebab utama seseorang memilih resign dari pekerjaan mereka umumnya adalah beban kerja yang terlalu besar. Kondisi ini sering terjadi di era kompetitif seperti sekarang, baik di perusahaan besar maupun dalam startup. Meskipun karyawan anda sangat menyukai bekerja atau workaholic, karyawan itu juga merupakan seorang manusia yang butuh istirahat dalam pekerjaan. Karena biasanya, karyawan yang giat bekerja, akan membuat atasan memberikan pekerjaan secara berlebihan tanpa mengetahui kemampuan karyawan tersebut. Akan menjadi masalah ketika penambahan beban kerja ini dilakukan terus menerus. Karyawan akan merasakan lebih kelelahan dari biasanya. Jika hal ini terjadi terus menerus, karyawan tersebut tidak akan kuat baik secara mental dan fisik dalam menyelesaikan pekerjaannya. Meskipun, awalnya karyawan tersebut melakukan pekerjaan itu dengan sangat baik, hasil pekerjaan yang dilakukannya dalam kondisi yang lebih berat akan membuat kualitas hasil pekerjaannya menurun. Hal ini kemudian membuat karyawan tersebut memilih untuk mengundurkan diri.

Visi Perusahaan Tidak Jelas

Alasan ini biasanya terjadi pada karyawan yang memiliki kepedulian pada pengembangan dirinya. Jika perusahaan tidak memiliki visi yang jelas, maka karyawan tersebut seperti melakukan sesuatu tanpa mempunyai tujuan. Terdapat banyak karyawan yang sangat memperdulikan perannnya di suatu perusahaan atau masyarakat daripada gaji yang ia dapatkan. Karyawan yang berada di level staf pun turut mengamati dan mengidentifikasi kondisi serta prospek perusahaan di masa depan. Bahkan terkadang, pengamatan langsung dari para karyawan yang kesehariannya turun langsung berhadapan dengan pelanggan dan memproduksi barang/jasa ini lebih jeli dibanding manajer. Karyawan seperti itu akan jeli mengamati situasi yang terjadi di sekitar, mulai dari keadaan finansial perusahaan, kebijakan, dampak terhadap sosial masyarakat, dan lain-lain. Jika perusahaan sudah memperlihatkan pertanda buruk yang berpotensi merugikan karyawan di kemudian hari seperti keputusan atasan yang tidak konsisten, tidak transparan, dan lainnya, bisa membuat karyawan mencari tempat kerja baru. Jika perusahaan memiliki visi yang baik, pastikan bahwa karyawan-karyawan memahami visi itu. Beberapa cara seperti menyiapkan skema Organization Development ataupun Talent Management, akan memperlihatkan kepada karyawan, bagaimana sebenarnya perusahaan memiliki tujuan yang jelas.

Kondisi Lingkungan Kerja Membosankan

Karyawan bisa memutuskan untuk resign karena mereka merasa kurang tertantang dengan pekerjaan mereka saat ini. Bisa jadi pekerjaannya saat ini baik, kompensasinya baik, relasi kerja juga baik, tetapi memutuskan resign. Banyak juga mereka yang sebenarnya memiliki keinginan untuk mendapat tantangan dan suasana kerja yang baru. Seorang karyawan yang profesional, baik di perusahaan besar maupun startup, tentu tidak ingin terjebak dalam kondisi yang stagnan selama bertahun-tahun. Ada beberapa kondisi membosankan yang bisa terjadi. Seperti, seseorang melakukan rutinitas pekerjaan yang sama berulang-ulang tanpa merasakan perubahan. Hal ini merupakan penyebab utama seorang karyawan merasa jenuh. Kondisi mebosankan dapat juga terjadi jika banyak masalah yang berkepanjangan dan tidak kunjung ada solusinya. Bukannya malah tertantang, karyawan justru akan merasa muak.

Karyawan yang memiliki visi baik, akan selalu mencari tantangan dari apa yang dikerjakannya. Tantangan ini ketika dapat diselesaikan akan jadi pencapaian pribadi, yang mendorong karyawan terus berkembang. Perusahaan yang memiliki sedikit tantangan, jika memiliki karyawan dengan visi baik seperti ini kemudian akan merasa perkembangannya terhambat dan merasa tak lagi cukup pantas untuk berkembang bersama perusahaan. Maka ia memilih untuk resign, dan mencari tantangan baru.

Perusahaan Tidak Apresiatif

Seorang karyawan tentu ingin pekerjaannya mendapatkan perhatian dari perusahaan. Jika pekerjaan itu dilakukan dengan baik, maka sepatutnya memang karyawan tersebut diberikan apresiasi. Minimnya apresiasi bisa membuat karyawan merasa pekerjaannya jika dilakukan dengan tidak baikpun tidak akan menjadi masalah. Penghargaan bisa menjadi motivasi untuk terus melakukan yang terbaik saat bekerja. Namun, Pemberian apresiasi tak harus berupa kenaikan gaji atau insentif. Bisa dengan memberikan fasilitas terbaik di kantor, seperti laptop, sarana hiburan, dan lain-lain. Apresiasi tidak harus selalu pada karyawan dengan pencapaian terbaik. Pemberian apresiasi pada keberhasilan sekecil apapun, tentunya akan menambah semangat kerja bagi karyawan tersebut, dan kemudian dapat membuat hasil pekerjaannya akan lebih baik kedepannya.

Penyebab di atas bisa saja dihindari dengan koordinasi dan pemahaman menyeluruh pada karyawan perusahaan. Bagian personalia atau tim HR memiliki peran penting untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan cara mengelola data karyawan secara cermat dan akurat. Anda bisa menggunakan layanan Talenta untuk mengelola data personal serta kinerja karyawan dengan cepat dan akurat. Talenta menyediakan fitur Administrasi HR karyawan secara online melalui smartphone. Dengan Talenta, Anda bisa mengelola data karyawan dengan cepat, tepat, dan efisien. Yuk daftarkan perusahaan Anda di Talenta sekarang juga.

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Tunggu! Talenta punya ebook buat kamu!

Dapatkan ebook "Panduan mudah menghitung gaji sesuai jenis karyawan"

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.