5 Mitos Resign Kerja dari Perusahaan, Apa Saja?

Tayang
Di tulis oleh:
Foto profil Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah
Highlights
  • Mitos bahwa resign merusak reputasi tidak benar jika dilakukan secara profesional melalui prosedur perusahaan yang telah ditetapkan secara resmi.
  • Pengunduran diri bukan berarti memutus silaturahmi, melainkan langkah karier baru yang tetap memerlukan etika serta komunikasi yang baik.
  • Anggapan harus menunggu pekerjaan baru sebelum resign bisa keliru bagi mereka yang membutuhkan pemulihan kesehatan mental atau personal.

Walau mungkin terlihat exciting, resign dari kerja sebetulnya merupakan keputusan yang berat untuk diambil. Dibutuhkan berbagai pertimbangan matang agar keputusan resign bisa mengarahkan Anda pada peningkatan karir. Namun seringkali mitos resignย menjadi halangan.

Proses pengambilan keputusan ini biasanya berlangsung lebih lama dari perkiraan karena adanya berbagai mitos resign yang membuat Anda tidak yakin.

Beberapa mitos dariย resignย kerja seringkali membuat karyawan terjebak dalam romansa atau konflik batin. Entah itu bersifat negatif atau positif.

Nah, daripada terus bertanya-tanya dan membuat Anda semakin ragu untuk mengajukan pengunduran diri dari perusahaan, Anda bisa membaca penjelasan tentang berbagai mitos resign yang kerap beredar di kalangan karyawan berikut ini.

Resign sama dengan Egois adalah Mitos

Berbagai pertanyaan kerap muncul dalam benak karyawan ketika mereka memutuskan untuk resign dari perusahaan.

Biasanya, mereka akan bertanya-tanya apakah resign merupakan keputusan yang egois.

Jika Anda resign, Anda khawatir rekan-rekan kerja dan atasan akan kesusahan dalam men-handle pekerjaan.

Pikiran tersebut wajar terbersit di pikiran Anda.

Namun, jika Anda tidak segera mengajukan surat resign padahal Anda sudah tidak nyaman bekerja di sana, Anda justru akan merugikan orang-orang di sekitar Anda.

Bagaimana Anda mengharapkan hasil yang penuh jika Anda hanya memberikan setengah-setengah?

Apabila terus diteruskan, bisa-bisa performa Anda justru akan menurun dan membuat rekan-rekan kerja bahkan atasan merasa kecewa.

Baca juga:ย Begini Contoh Surat Pengunduran Diri Karyawan yang tepat

Resign Kerja adalah Kesalahan Hubungan juga Mitos

Keputusan resign kerja tak hanya menimbulkan berbagai pertanyaan dalam benak sendiri, tapi juga dari orang-orang di sekitar Anda.

Berbagai anggapan pasti akan muncul.

Misalnya Anda dianggap tidak berhubungan baik dengan atasan atau kurang kompeten bekerja.

Padahal, bisa jadi Anda sebetulnya senang bekerja di perusahaan tersebut, tapi Anda ingin mencoba tantangan lain di tempat baru.

Jadi, resign kerja bukan berarti ada yang salah dengan Anda atau perusahaan.

Insight Talenta adalah blog HR dan payroll yang dikelola oleh Mekari Talenta, penyedia layanan softwareย HRIS dan sistem payroll di Indonesia.

Menyediakan beragam informasi seputar SDM dan juga payroll yang membantu pihak SDM untuk mengembangkan organisasi di dalamnya.

Talenta sendiri menyediakan berbagai fitur profesional meliputi manajemen waktu karyawan, proses payroll, hingga manjamen benefit karyawan yang dilakukan secara otomatis dalam satu platform.

Tertarik untuk mencoba Talenta? Isi formulir ini untuk jadwalkan demo Talenta dengan sales kami dan konsultasikan masalah HR Anda kepada kami!

Baca Juga: Contoh Surat Keterangan Pengalaman Kerja dalam Berbagai Format

Mitos: Resignย Kerja Sama Sekali Tidak Membahayakan Karir

Saat Anda berencana untuk resign dan menceritakan rencana tersebut ke orang lain, biasanya akan ada saja yang merespon dengan kalimat seperti ini, โ€œResign kerja bisa membuat CV Anda terlihat buruk sehingga berpengaruh terhadap karir.โ€

Padahal, bertahan di pekerjaan yang sudah membuat Anda tidak betah d justru bisa lebih berbahaya.

Bayangkan jika setiap hari Anda dipaksa melakukan hal yang tak lagi Anda nyaman melakukannya.

Semakin Anda memaksakan diri untuk bertahan, justru akan semakin banyak energi yang terbuang.

Hal ini bisa berpengaruh terhadap motivasi dan kepercayaan diri Anda di tempat kerja.

Karir justru akan semakin terancam, bukan?

Baca Juga: Kenali Penyebab Karyawan Resign dari Perusahaan

Resign kerja menjadikan Anda lemah

Beberapa orang menganggap resign kerja sebagai tanda bahwa Anda merupakan karyawan yang lemah.

Mitos perusahaan seperti inilah yang membuat banyak karyawan merasa terkungkung dalam pekerjaannya yang sekarang.

Padahal, dibutuhkan keberanian lebih untuk mengambil keputusan resign kerja karena tidak semua orang akan setuju dengan keputusan Anda.

Sedangkan, terus bertahan di pekerjaan yang tak lagi Anda sukai justru hanya akan membuat Anda โ€œmengikuti arusโ€.

Baca Juga: Cara dan Proses Pengambilan Keputusan dalam Perusahaan

Resign kerja artinya Anda gagal

Pernah mendengar kalimat โ€œwinners never quit and quitter never winโ€?

Kalimat tersebut memang sebetulnya bersifat motivasi.

Banyak orang yang akhirnya menganggap bahwa ketika Anda sudah memulai sesuatu, maka tak seharusnya Anda berhenti melakukannya.

Jika Anda tetap berhenti, hal tersebut akan dianggap sebagai sebuah kegagalan.

Tentu saja jika diaplikasikan pada dunia kerja, ungkapan tersebut tak sepenuhnya benar.

Terkadang, quitting atau resign kerja justru dapat menjadi keputusan yang tepat, terlebih jika Anda sudah merasa tidak maksimal dalam memberikan performa di tempat kerja.

Mengajukan resign kerja atau pengunduran diri merupakan hak Anda sebagai karyawan.

Jangan terlalu memedulikan mitos resign yang kerap muncul.

Jika memang Anda sudah yakin dengan keputusan untuk resign dan merasa bahwa itu adalah langkah terbaik, maka tak ada salahnya untuk dilakukan.

Baca juga:ย 5 Alasan Karyawan Resign Kerja Dari Perusahaan Anda

Pertanyaan Umum Seputar Informasi yang Efektif

Apakah resign dari pekerjaan berarti saya egois?

Apakah resign dari pekerjaan berarti saya egois?

Resign dari pekerjaan tidak berarti Anda egois. Jika Anda sudah merasa tidak nyaman dengan pekerjaan Anda, melanjutkan pekerjaan tersebut justru dapat merugikan diri sendiri dan orang-orang di sekitar Anda. Mengajukan resign adalah langkah yang bisa meningkatkan performa Anda dan memberi kesempatan bagi orang lain untuk mengisi posisi Anda dengan lebih baik.

Apakah keputusan untuk resign mencerminkan hubungan buruk dengan perusahaan?

Apakah keputusan untuk resign mencerminkan hubungan buruk dengan perusahaan?

Tidak selalu. Resign bisa diambil bukan karena adanya masalah dengan atasan atau rekan kerja, tetapi untuk mencari tantangan baru. Keputusan ini tidak mencerminkan kegagalan, melainkan keinginan untuk berkembang.

Apakah resign dapat merusak reputasi karir saya?

Apakah resign dapat merusak reputasi karir saya?

Bertahan di pekerjaan yang membuat Anda tidak bahagia lebih berisiko terhadap karir Anda. Resign, jika dilakukan dengan alasan yang jelas dan positif, tidak akan merusak reputasi Anda; sebaliknya, itu bisa menjadi langkah untuk menemukan posisi yang lebih sesuai dengan kemampuan dan minat Anda.

Apakah orang yang resign dianggap lemah?

Apakah orang yang resign dianggap lemah?

Mitos bahwa resign menunjukkan kelemahan adalah salah. Mengambil keputusan untuk resign justru membutuhkan keberanian, terutama ketika banyak orang mungkin tidak setuju dengan pilihan Anda. Mengikuti arus hanya akan membuat Anda terjebak dalam situasi yang tidak memuaskan.

Apakah resign berarti saya gagal?

Apakah resign berarti saya gagal?

Resign tidak berarti Anda gagal. Ungkapan โ€œwinners never quitโ€ tidak selalu berlaku dalam konteks pekerjaan. Kadang-kadang, resign adalah langkah yang tepat jika Anda merasa tidak dapat memberikan performa terbaik di tempat kerja.

Apa yang harus dipertimbangkan sebelum resign?

Apa yang harus dipertimbangkan sebelum resign?

Sebelum resign, pertimbangkan alasan Anda, dampak terhadap karir, dan rencana setelahnya. Pastikan keputusan Anda didasarkan pada pertimbangan matang dan bukan hanya karena emosi sesaat.

Bagaimana cara menangani mitos seputar resign?

Bagaimana cara menangani mitos seputar resign?

Menghadapi mitos seputar resign dapat dilakukan dengan memahami bahwa keputusan ini adalah hak Anda sebagai karyawan. Edukasi diri mengenai dampak positif resign dan fokus pada tujuan karir Anda dapat membantu mengatasi stigma yang mungkin ada.

Image
Jordhi Farhansyah Penulis
Penulis dengan pengalaman selama sepuluh tahun dalam menghasilkan konten di berbagai bidang dan kini berfokus pada topik seputar human resources (HR) dan dunia bisnis. Dalam kesehariannya, Jordhi juga aktif menekuni fotografi analog sebagai bentuk ekspresi kreatif di luar rutinitas menulis.
Karina
Karina Saraswati, S.Psi

Saras memiliki pengalaman sebagai konsultan Human Capital sejak 2015 yang bermitra dengan klien dari berbagai sektorโ€”termasuk pemerintahan, fintech, pendidikan, perdagangan, perbankan, telekomunikasi, multifinance, manufaktur, dan kedutaan besarโ€”di mana ia memimpin proyek-proyek yang berfokus pada budaya organisasi, penyelarasan, manajemen perubahan, dan pelatihan soft skill.

Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.

WhatsApp Hubungi sales