Administrasi HR 4 min read

9 Langkah Proses Pengambilan Keputusan yang Tepat

Tayang
Di tulis oleh:
Foto profil Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah
Di review oleh:
Mekari Talenta Expert Reviewer
Frengky Johanes, S.Psi
Highlights
  • Proses pengambilan keputusan adalah metode memilih solusi terbaik berdasarkan analisis informasi, alternatif, dan tujuan perusahaan.
  • Tahapan pengambilan keputusan meliputi identifikasi masalah, evaluasi alternatif, implementasi keputusan, hingga monitoring hasil dan tindak lanjut.

Kehidupan sehari-hari memungkinkan kita untuk mengambil keputusan setiap saat. Tak terkecuali di dalam sebuah perusahaan di mana proses pengambilan keputusan dapat menentukan kemajuan atau justru malah kemunduran.

Tidak mengherankan jika pengambilan keputusan ini jadi salah satu kemampuan yang perlu dikembangkan oleh seorang karyawan.

Maka dari itu, setiap orang wajib memahami bagaimana proses sebuah keputusan dapat diambil.

Artikel Mekari Talenta kali ini akan membahas beberapa hal terkait proses pengambilan keputusan di dalam perusahaan beserta caranya agar terhindar dari kesalahan. Simak selengkapnya.

Pengertian Proses Pengambilan Keputusan

Secara definisi, pengambilan keputusan merupakan sebuah metode dalam mengumpulkan berbagai informasi, menilai berbagai alternatif pilihan, hingga menentukan pilihan terakhir yang menjadi pilihan terbaik.

Ketika dikaitkan di dalam perusahaan, pengambilan keputusan adalah sebuah aksi atau tindakan dalam memilih beragam alternatif pilihan untuk mencapai tujuan.

Proses pengambilan keputusan sangat penting dilakukan untuk menopang aktivitas bisnis sehingga perusahaan dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Cara Efektif dalam Proses Pengambilan Keputusan di dalam Perusahaan

Proses pengambilan keputusan melibatkan beberapa langkah sistematis untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil adalah yang terbaik berdasarkan informasi dan analisis yang tersedia. Berikut adalah langkah-langkah dalam pengambilan keputusan:

1. Identifikasi Masalah atau Kesempatan

Definisikan masalah atau peluang yang perlu dipecahkan atau diambil tindakan. Langkah pertama dalam pengambilan keputusan adalah mengenali bahwa ada masalah yang perlu diatasi atau peluang yang bisa dimanfaatkan. Ini melibatkan pengamatan situasi saat ini, mengidentifikasi perbedaan antara kondisi yang diinginkan dan yang sebenarnya, serta memahami dampak dari tidak adanya tindakan.

2. Kumpulkan Informasi

Kumpulkan data yang relevan dan informasi untuk memahami masalah atau kesempatan dengan lebih baik. Setelah masalah atau peluang diidentifikasi, langkah berikutnya adalah mengumpulkan informasi yang relevan. Ini bisa mencakup data statistik, laporan keuangan, hasil survei, umpan balik pelanggan, dan informasi lain yang membantu dalam memahami konteks dan akar penyebab masalah atau potensi manfaat dari peluang.

3. Identifikasi Alternatif

Kembangkan berbagai alternatif solusi atau tindakan yang bisa diambil. Setelah mengumpulkan informasi yang diperlukan, langkah berikutnya adalah mengidentifikasi berbagai alternatif solusi atau tindakan. Ini adalah fase di mana ide-ide dikembangkan dan berbagai opsi dieksplorasi. Alternatif ini harus mencakup berbagai pendekatan yang mungkin untuk memecahkan masalah atau memanfaatkan peluang.

4. Evaluasi Alternatif

Analisis dan bandingkan alternatif-alternatif yang telah diidentifikasi berdasarkan kriteria tertentu. Setelah mengidentifikasi berbagai alternatif, masing-masing alternatif harus dievaluasi berdasarkan kriteria yang relevan seperti biaya, manfaat, risiko, waktu, dan sumber daya yang dibutuhkan. Analisis ini bisa melibatkan metode kuantitatif (seperti analisis biaya-manfaat/cost-benefit analysis) dan kualitatif (seperti analisis SWOT).

Baca juga: Memahami Contoh Perhitungan Cost Benefit Analysis (CBA)

5. Pilih Alternatif Terbaik

Pilih alternatif yang paling sesuai dengan tujuan dan kriteria evaluasi. Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan, pilihlah alternatif yang dianggap paling efektif dan efisien dalam mencapai tujuan. Keputusan ini harus didasarkan pada analisis data dan pertimbangan yang objektif.

6. Implementasi Keputusan

Laksanakan alternatif yang telah dipilih dengan merencanakan dan mengatur sumber daya yang diperlukan. Setelah alternatif terbaik dipilih, langkah berikutnya adalah mengimplementasikannya. Ini melibatkan perencanaan tindakan, pengorganisasian sumber daya, dan memastikan bahwa semua pihak yang terlibat memahami peran mereka dalam pelaksanaan keputusan.

7. Monitor dan Evaluasi Hasil

Pantau pelaksanaan keputusan dan evaluasi hasilnya untuk memastikan tujuan tercapai. Setelah implementasi, penting untuk memonitor kemajuan dan mengevaluasi hasil keputusan. Ini melibatkan pengukuran kinerja terhadap tujuan yang telah ditetapkan dan mengidentifikasi apakah keputusan telah memberikan hasil yang diharapkan. Jika tidak, mungkin diperlukan penyesuaian atau tindakan korektif.

8. Tindak Lanjut

Lakukan tindakan lanjut jika diperlukan untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil. Berdasarkan evaluasi hasil, mungkin diperlukan tindak lanjut untuk memperbaiki atau meningkatkan keputusan yang telah diambil. Ini bisa melibatkan penyesuaian strategi, alokasi sumber daya tambahan, atau perubahan kebijakan.

9. Pantau Progres Pengaruhnya

Untuk membantu peninjauan tersebut, Anda bisa mempertimbangkan beberapa pertanyaan ini.

  • Apakah keputusan yang Anda perbuat sudah tepat jika melihat dampaknya?
  • Apa mempengaruhi tim Anda secara negatif atau positif
  • Siapa saja yang menerima manfaat dari keputusan ini?
  • Apa hal yang bisa ditingkatkan dari sini?

Mengapa Pengambilan Keputusan di dalam Perusahaan Dianggap Penting?

Manajemen perusahaan sederhananya adalah sekumpulan proses pengambilan keputusan.

Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk mengambil keputusan dan memastikan bahwa keputusan yang telah dibuat adalah yang terbaik dan sudah sesuai dengan tujuan atau goal perusahaan.

Maka dari itu, pengambilan keputusan adalah hal yang sangat penting di dalam perusahaan di mana kemampuan ini adalah salah satu komponen yang harus dimiliki oleh seorang manajer.

Dari proses perencanaan, pengambilan keputusan memainkan peran penting di mana manajer biasanya akan memutuskan banyak hal mengenai hal apa yang perlu dicapai, resource apa saja yang harus digunakan, dan siapa saja yang menjadi penanggung jawab dari tiap hal yang dikerjakan.

Dalam prosesnya, pengambilan keputusan berfungsi untuk menyediakan kesatuan dari sebuah aksi di mana akan memutuskan bagaimana standar kerja bisa diterapkan, bagaimana masalah dapat diperbaiki, bagaimana instruksi bisa diterapkan, dan masih banyak yang lainnya.

Pada akhirnya, proses tersebut dapat membuat perusahaan memiliki performa yang sukses.

Tantangan yang Dihadapi dalam Pengambilan Keputusan di Perusahaan

Agar pengambilan keputusan dapat berjalan efektif, pada prosesnya banyak pihak yang masih menghadapi beragam tantangan.

Jika tantangan-tantangan yang akan dijelaskan di bawah ini tidak dapat diatasi, hasilnya jadi kurang maksimal.

Berikut beberapa di antaranya.

Terlalu banyak informasi

Memiliki banyak informasi kerap dipandang sebagai hal yang baik, namun jika informasi-informasi tersebut tidak disaring dengan baik, memprosesnya akan menjadi hal yang membingungkan.

Sebaiknya, Anda perlu menyaring kembali berbagai informasi dan data-data penting saja untuk mendukung proses pengambilan keputusan Anda.

Tidak memiliki cukup informasi

Sebaliknya, kurangnya data atau informasi bisa menghambat Anda dan kurang dalam mendukung keputusan Anda nantinya.

Kesalahan dalam mengidentifikasi masalah

Di satu kasus pengambilan keputusan dalam perusahaan, masalah yang Anda hadapi terkadang jelas solusinya.

Tapi di permasalahan lain, terkadang membuat Anda tidak yakin mengenai apa inti masalahnya sehingga membutuhkan proses pengambilan keputusan yang rumit.

Riset, data-data pendukung, dan pendapat dari ahli bisa memitigasi hal ini.

Terlalu percaya diri

Tidak ada yang salah dengan rasa percaya diri, namun Anda perlu tetap mengidentifikasi tujuan yang realistis untuk dicapai daripada terlalu optimis mencapai satu hal yang tidak mungkin.

Bersikap impulsif

Stres, waktu yang singkat, tekanan untuk membuat keputusan yang cepat akan menyebabkan hasil yang kurang maksimal jika keputusan tersebut dibuat dengan tergesa-gesa.

Bisa jadi, Anda melewatkan berbagai hal penting dan lupa mengenai dampak yang luput dari pengawasan Anda.

Itulah tadi beberapa cara yang bisa meningkatkan proses pengambilan keputusan di dalam perusahaan.

Proses pengambilan keputusan pasti akan terjadi di semua divisi, tak terkecuali divisi HRD.

Terlebih di dalam perusahaan besar atau enterprise, pengambilan keputusan jadi sangat krusial.

Untuk membantu tim HR dalam mengambil keputusan tentu perlu didukung dengan data yang valid terkait dengan kepegawaian.

Sebagai salah satu solusi, Mekari Talenta menghadirkan fitur HR Analytics yang bisa mengolah data terkait karyawan dengan lebih efisien dan dapat divisualisasikan sehingga mudah dianalisis.

Anda bisa pelajari fitur ini lebih lanjut dengan mengunjungi laman Mekari Talenta dan konsultasikan permasalahan HR Anda dengan tim kami.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Apa peran HR dalam proses pengambilan keputusan di perusahaan besar?

Apa peran HR dalam proses pengambilan keputusan di perusahaan besar?

Di perusahaan besar, HR memiliki peran penting dalam membantu manajemen mengambil keputusan terkait tenaga kerja dan organisasi. HR menyediakan data mengenai performa, produktivitas, absensi, hingga kebutuhan pengembangan karyawan. Informasi tersebut membantu perusahaan membuat keputusan yang lebih objektif dan strategis. Selain itu, HR juga membantu memastikan keputusan yang diambil tetap selaras dengan kebijakan perusahaan dan kebutuhan karyawan. Dengan dukungan HR yang baik, perusahaan dapat mengelola sumber daya manusia secara lebih efektif.

Bagaimana fitur HR Analytics dapat membantu dalam pengambilan keputusan?

Bagaimana fitur HR Analytics dapat membantu dalam pengambilan keputusan?

Fitur HR Analytics membantu perusahaan mengolah dan menganalisis data karyawan secara lebih cepat dan akurat. Data tersebut dapat digunakan untuk memahami tren produktivitas, turnover, hingga performa tim. Selain itu, visualisasi data membantu manajemen melihat kondisi perusahaan dengan lebih mudah. Keputusan yang dibuat berdasarkan data umumnya lebih objektif dan minim risiko kesalahan. Dengan HR Analytics, perusahaan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan SDM.

Bagaimana cara menghindari kesalahan dalam pengambilan keputusan?

Bagaimana cara menghindari kesalahan dalam pengambilan keputusan?

Untuk menghindari kesalahan, penting memastikan keputusan dibuat berdasarkan data dan analisis yang relevan. Selain itu, perusahaan perlu menghindari keputusan yang terlalu impulsif atau dipengaruhi emosi sesaat. Diskusi dengan tim atau pihak yang lebih berpengalaman juga membantu memberikan sudut pandang tambahan. Evaluasi terhadap risiko dan dampak keputusan perlu dilakukan sebelum tindakan diambil. Dengan proses yang lebih terstruktur, kualitas keputusan dapat menjadi lebih baik.

Mengapa data penting dalam proses pengambilan keputusan perusahaan?

Mengapa data penting dalam proses pengambilan keputusan perusahaan?

Data membantu perusahaan membuat keputusan yang lebih objektif dan terukur. Dengan informasi yang akurat, perusahaan dapat memahami kondisi bisnis dan risiko yang mungkin terjadi. Selain itu, data juga membantu membandingkan berbagai alternatif secara lebih rasional. Keputusan yang berbasis data umumnya lebih efektif dibanding keputusan yang hanya mengandalkan intuisi. Karena itu, perusahaan perlu memastikan data yang digunakan relevan dan terpercaya.

Apa dampak pengambilan keputusan yang buruk bagi perusahaan?

Apa dampak pengambilan keputusan yang buruk bagi perusahaan?

Keputusan yang kurang tepat dapat memengaruhi produktivitas, efisiensi, hingga stabilitas bisnis perusahaan. Selain itu, kesalahan keputusan juga bisa menyebabkan pemborosan biaya dan penurunan performa tim. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menghambat pencapaian target perusahaan. Pengambilan keputusan yang buruk juga berpotensi menurunkan kepercayaan karyawan maupun pelanggan. Oleh karena itu, proses analisis yang matang menjadi sangat penting sebelum menentukan keputusan.

Image
Jordhi Farhansyah Penulis
Penulis dengan pengalaman selama sepuluh tahun dalam menghasilkan konten di berbagai bidang dan kini berfokus pada topik seputar human resources (HR) dan dunia bisnis. Dalam kesehariannya, Jordhi juga aktif menekuni fotografi analog sebagai bentuk ekspresi kreatif di luar rutinitas menulis.
Frengky
Frengky Johanes, S.Psi

Seorang profesional, pengajar serta Business and Career Coach dengan pengalaman di bidang HR, Organization Development dan Perfomance Management di perusahaan Multinasional sejak 2015. Memiliki passion dalam membangun SDM yang unggul, tata kelola organisasi yang baik, serta menciptakan future leaders.

Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.

WhatsApp Hubungi sales