Talent Management 10 min read

Cara Agar Karyawan Milenial dan Gen Z Betah di Perusahaan

By Ervina LutfiPublished 06 Mar, 2023 Diperbarui 03 Januari 2024

Bagaimana Cara Agar Karyawan Milenial dan Gen Z Betah di Perusahaan?

Setiap pemimpin perusahaan mengerti bahwa regenerasi karyawan merupakan faktor penting yang harus selalu dipersiapkan dengan baik.

Alasannya, perusahaan tidak bisa selamanya bergantung kepada para karyawan yang telah lama mengabdi karena usia yang bertambah akan berbanding terbalik terhadap kinerja seorang karyawan.

Agar roda bisnis perusahaan dapat terus berjalan dengan lancar, perusahaan harus mencari individu yang tepat untuk mengemban tugas tersebut, dan salah satu caranya adalah dengan merekrut karyawan milenial yang siap untuk terjun ke dalam dunia kerja.

Istilah milenial kini sering digunakan oleh berbagai pihak, dan istilah tersebut merujuk kepada mereka yang lahir dari tahun 1990 ke atas.

Ketika merekrut talenta muda yang potensial, sebuah perusahaan seakan melakukan investasi penting yang dapat menentukan masa depan perusahaan.

Mengapa demikian? Seberapa penting peran yang dimiliki oleh karyawan milenial terhadap pertumbuhan sebuah bisnis?

Cara Agar Karyawan Milenial dan Gen Z Betah di Perusahaan

Milenial: Peluang dan Resikonya

Generasi milenial terkenal dengan ide-ide inovatif dan kreativitas yang seolah tidak ada batasnya.

Merekrut karyawan dari golongan generasi milenial berarti menyuntikkan semangat baru yang segar untuk menghadapi tantangan di kantor.

Selain itu, karyawan milenial juga memiliki semangat kerja yang berapi-api karena masih merasakan euforia masuk ke dunia kerja.

Memiliki karyawan milenial memang akan memberikan dampak positif dalam atmosfir kantor berkat ide-ide yang mereka bawa serta etos kerja yang tinggi.

Kendati demikian, meminang karyawan milenial juga akan menghadirkan tantangan baru bagi perusahaan, terutama divisi HR, karena sebuah tren yang berkembang di kalangan generasi milenial, yaitu job hopping (senang berpindah-pindah perusahaan).

Kebiasaan berpindah-pindah tempat bekerja di kalangan karyawan milenial merupakan alasan mengapa divisi HR di perusahaan seringkali pusing dalam perekrutan.

Tentunya, harapan dari divisi HR adalah mendapatkan talenta terbaik yang tidak hanya cocok dengan pekerjaannya, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap kemajuan perusahaan dalam jangka waktu yang lama.

Lalu, bagaimanakah cara atau strategi yang bisa diterapkan oleh perusahaan untuk mempertahankan talenta mudanya?

Mengenal Karyawan Milenial

Generasi milenial, yang lahir antara tahun 1981 dan 1996, telah mengubah lanskap dunia kerja secara signifikan.

Mereka membawa karakteristik unik yang perlu dipahami oleh perusahaan agar dapat mengelolanya dengan efektif.

Karyawan milenial memiliki perspektif dan nilai-nilai yang berbeda dalam bekerja dibandingkan dengan generasi sebelumnya, seperti generasi X atau baby boomer.

1. Tumbuh Bersama Teknologi

Salah satu karakteristik kunci dari generasi milenial adalah bahwa mereka tumbuh bersama teknologi.

Mereka adalah generasi pertama yang benar-benar terhubung dengan internet dan perkembangan teknologi digital.

Karena itu, mereka sangat terampil dalam menggunakan perangkat seperti laptop, smartphone, dan berbagai aplikasi.

Karyawan milenial cenderung mengandalkan teknologi untuk menjalankan tugas-tugas mereka dan berkomunikasi dengan rekan kerja.

Mereka lebih nyaman berkomunikasi melalui pesan teks, email, media sosial, dan platform kolaborasi online.

Oleh karena itu, mereka sering mencari pekerjaan yang menawarkan fleksibilitas dalam hal lokasi dan jam kerja.

2. Makna Lebih Utama Daripada Uang

Meskipun gaji tetap penting, karyawan milenial cenderung mencari makna dalam pekerjaan mereka.

Mereka ingin merasa bahwa pekerjaan mereka memiliki dampak positif dalam masyarakat atau dunia.

Gaji tidak lagi menjadi satu-satunya faktor penentu kepuasan kerja.

Milenial lebih memperhatikan nilai-nilai seperti keberagaman, inklusi, dan fleksibilitas dalam lingkungan kerja.

Mereka cenderung memilih perusahaan yang memiliki budaya kerja yang sesuai dengan nilai-nilai ini, bahkan jika itu berarti menerima gaji yang lebih rendah.

3. Mendengarkan Hasrat Pribadi

Generasi milenial cenderung mendengarkan suara hati mereka dalam memilih karir dan pekerjaan.

Mereka mencari pekerjaan yang sesuai dengan minat, bakat, dan hasrat pribadi mereka.

Jika mereka merasa tidak puas dengan pekerjaan atau lingkungan kerja mereka, mereka lebih cenderung untuk mencari peluang lain.

Ini berarti bahwa perusahaan perlu memberikan kesempatan kepada karyawan milenial untuk mengembangkan potensi mereka dan mengejar minat pribadi mereka.

Ini dapat mencakup penempatan mereka dalam proyek-proyek yang sesuai dengan minat mereka atau memberikan akses kepada mereka untuk pelatihan dan pengembangan tambahan.

4. Kolaborasi dalam Keberagaman

Salah satu hal yang sangat dihargai oleh karyawan milenial adalah kemampuan untuk bekerja dalam tim yang beragam.

Mereka peduli tentang bagaimana sebuah tim dapat saling berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.

Mereka kurang peduli tentang latar belakang sekolah atau status keluarga rekan kerja mereka.

Penting bagi perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendorong kolaborasi dan inklusi.

Ini dapat menciptakan suasana di mana setiap anggota tim, termasuk karyawan milenial, merasa dihargai dan didukung.

5. Orientasi pada Pencapaian

Milenial adalah generasi yang percaya diri dan berorientasi pada pencapaian.

Mereka memiliki ambisi dan berusaha untuk mencapai tujuan mereka. Mereka kreatif dalam mencari cara-cara baru untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Ketika mereka merasa bahwa pekerjaan mereka memiliki dampak positif dan bermakna, mereka akan bekerja dengan semangat yang tinggi.

Oleh karena itu, perusahaan dapat memotivasi karyawan milenial dengan memberikan proyek-proyek yang menantang dan bermakna.

6. Menginginkan Perhatian

Karyawan milenial merasa dihargai ketika mereka mendapatkan perhatian atas pencapaian mereka. Mereka menginginkan umpan balik positif dari atasan dan rekan kerja mereka.

Ini memberi mereka dorongan tambahan untuk terus bekerja keras.

Selain itu, karyawan milenial juga cenderung mencari mentorship. Mereka ingin memiliki seseorang yang dapat membimbing mereka dalam pengembangan karir mereka.

Ini adalah peluang bagi generasi sebelumnya, seperti baby boomer, untuk berperan sebagai mentornya.

7. Mudah Berpindah

Salah satu tantangan utama dalam mengelola karyawan milenial adalah kenyataan bahwa mereka cenderung mudah berpindah dari satu pekerjaan atau perusahaan ke yang lain.

Mereka mencari tantangan baru dan peluang untuk pertumbuhan pribadi dan profesional.

Namun, ketika perusahaan mampu menciptakan lingkungan yang sesuai dengan nilai dan minat mereka, karyawan milenial dapat tetap setia dan berkontribusi dengan baik.

Ini berarti bahwa perusahaan perlu berinvestasi dalam memahami kebutuhan dan keinginan karyawan milenial dan berusaha untuk memenuhinya.

Baca Juga: Mempekerjakan Karyawan Milenial, Apa Keuntungannya bagi Perusahaan?

Cara Mempertahankan Karyawan Milenial

Menghadapi karyawan milenial memerlukan pendekatan yang berbeda dalam manajemen sumber daya manusia.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan perusahaan dalam mengelola karyawan milenial dengan efektif

Beri Ruang untuk Berkembang

Salah satu hal yang paling penting bagi karyawan milenial adalah kesempatan untuk berkembang.

Perusahaan dapat memberikan pelatihan dan pengembangan yang relevan dengan pekerjaan mereka.

Ini termasuk pelatihan dalam penggunaan teknologi, keterampilan interpersonal, dan keterampilan manajemen.

Selain itu, perusahaan harus memberikan kesempatan bagi karyawan milenial untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek yang menantang dan bermakna.

Mereka perlu merasa bahwa mereka memiliki peluang untuk tumbuh dan mengembangkan karir mereka di perusahaan.

Pemimpin yang Kolaboratif & Work Life Balance

Selain tempat untuk berkembang, para karyawan milenial juga mendambakan sosok pemimpin ideal yang dapat mereka jadikan panutan.

Para karyawan milenial  merasa bahwa atasan yang baik akan membantu mereka berkembang dalam jalur karir mereka, karena dapat memberikan mereka contoh terhadap keputusan, pola pikir, dan sikap saat menemui permasalahan.

Selain Pemimpin yang mengayomi dan memberikan kesempatan kepada setiap karyawannya, para milenial juga menuntut keseimbangan jam kerja dengan kehidupan pribadi.

Milenial enggan diganggu waktunya di luar kantor untuk urusan pekerjaan.

Oleh karena itu, para pemimpin perusahaan harus efektif dalam membagi job desk sehingga urusan pekerjaan tidak perlu diselesaikan di luar jam kerja.

Baca Juga: 4 Alasan Teknologi HR Mendukung Keragaman dan Inklusi Perusahaan

Adopsi teknologi

Faktor penting lainya untuk membuat para milenial kerasan bekerja di sebuah perusahaan adalah adopsi teknologi yang mempermudah pekerjaan dan memberikan kenyamanan bagi mereka.

Di mata para milenial, perusahaan yang tidak mengikuti perkembangan teknologi merupakan perusahaan yang ketinggalan zaman dan kurang menarik untuk dijadikan destinasi tempat kerja idaman.

Ketiga faktor diatas merupakan faktor yang penting bagi perusahaan yang ingin karyawan milenial betah bekerja untuk mereka.

Dengan ketiga faktor tersebut, para milenial tidak akan segan untuk menumbuhkan loyalitas terhadap perusahaan.

Untuk mendapatkan hati para milenial, penting bagi para perusahaan untuk mulai mentransformasikan sistem kerja ke arah digitalisasi.

Tidak hanya dalam sektor lini bisnisnya, tetapi juga dalam sektor pengelolaan SDM.

Beberapa teknologi seperti HRIS atau software payroll perlu diterapkan untuk mempermudah HR dalam mengelola sumber daya sehingga karyawannya merasa nyaman bekerja di perusahaan tersebut.

Salah satu software payroll Indoensia terbaik yang bisa digunakan perusahaan adalah Mekari Talenta.

Tertarik untuk mencoba Talenta? Isi formulir ini untuk jadwalkan demo Mekari Talenta dengan sales kami dan konsultasikan masalah HR Anda kepada kami!

Anda juga bisa coba gratis Mekari Talenta sekarang dengan klik gambar di bawah ini.

Coba Gratis Aplikasi HRIS Talenta Sekarang!

Berikan Tugas dalam Sebuah Tim

Karyawan milenial cenderung terampil dalam bekerja dalam tim yang beragam.

Perusahaan dapat memanfaatkan kekuatan ini dengan memberikan tugas-tugas yang melibatkan kerja tim.

Kerja tim memungkinkan karyawan milenial untuk berkolaborasi dengan rekan kerja mereka, belajar dari satu sama lain, dan mencapai tujuan bersama.

Ini juga memungkinkan mereka untuk merasakan dampak positif dari kerja tim yang berhasil.

Beri Izin WFH Atau Bekerja dari Rumah

Salah satu keinginan karyawan milenial adalah memiliki fleksibilitas untuk bekerja dari rumah.

Perusahaan dapat memberikan opsi ini, terutama jika pekerjaan dapat dilakukan secara efektif dari jarak jauh.

Bekerja dari rumah dapat membantu menciptakan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang lebih baik, yang merupakan salah satu hal yang penting bagi karyawan milenial.

Namun, penting untuk memastikan bahwa ada pengawasan dan pengukuran kinerja yang jelas untuk memastikan bahwa pekerjaan tetap efisien.

Beri Support dan Apresiasi Kepada Karyawan Millenial

Penting bagi perusahaan untuk memberikan dukungan kepada karyawan milenial dalam mencapai tujuan mereka.

Ini bisa berupa pengakuan atas pencapaian mereka, umpan balik positif, dan dukungan dalam mengatasi hambatan-hambatan yang mungkin mereka hadapi.

Mengapresiasi karyawan milenial secara teratur dapat membantu mempertahankan tingkat motivasi yang tinggi.

Mereka perlu merasa bahwa kontribusi mereka dihargai dan bahwa mereka memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang di perusahaan.

Perhatikan Hasil Akhir Pekerjaan Mereka

Karyawan milenial lebih fokus pada hasil akhir daripada pada aturan atau proses tertentu.

Mereka cenderung lebih fleksibel dalam hal jam kerja dan cara berpenampilan jika ini berarti dapat mencapai hasil yang lebih baik.

Perusahaan dapat mengelola karyawan milenial dengan membiarkan mereka memiliki fleksibilitas dalam hal jam kerja dan lokasi kerja, selama hasil akhir tetap tercapai.

Ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih memungkinkan untuk produktivitas dan kreativitas.

Mengelola karyawan milenial memerlukan pemahaman tentang karakteristik mereka dan pendekatan yang berbeda dalam manajemen sumber daya manusia. Dengan memberikan ruang untuk berkembang, mendengarkan hasrat pribadi, mendorong kolaborasi, dan memberikan dukungan yang diperlukan, perusahaan dapat memanfaatkan potensi karyawan milenial dan menjaga mereka tetap terlibat dalam jangka panjang. Pemahaman ini dan investasi dalam pengembangan karyawan milenial dapat membantu perusahaan menghadapi tantangan dan mencapai kesuksesan jangka panjang.

Cara Agar Karyawan Gen Z Betah di Perusahaan

Generasi Z adalah aset berharga bagi perusahaan yang ingin tetap relevan dan berkembang di era digital ini.

Mereka membawa semangat, kreativitas, dan kemampuan teknologi yang sangat dibutuhkan dalam lingkungan kerja modern.

Untuk menarik perhatian dan menjaga karyawan Gen Z, perusahaan perlu mengikuti beberapa strategi seperti membuat deskripsi pekerjaan yang jelas, aktif di media sosial, memberikan fasilitas yang disukai, menciptakan suasana kerja yang menyenangkan, memberikan jenjang karier yang jelas, memberikan kesempatan untuk pelatihan, dan rutin mengadakan outing.

Dengan melakukan hal-hal ini, perusahaan dapat membangun hubungan yang kuat dengan Gen Z dan memastikan bahwa mereka betah dan berkontribusi secara maksimal dalam jangka panjang.

Mengenal Karyawan Gen Z

Pertama-tama, sebelum membahas strategi dan tips untuk menjaga agar karyawan Gen Z betah di perusahaan, mari kita kenali generasi ini dengan lebih baik.

Generasi Z, yang juga sering disebut sebagai Gen Z, merupakan kelompok individu yang lahir antara tahun 1996 hingga 2010.

Mereka adalah generasi yang tumbuh dan berkembang di tengah kemajuan teknologi yang pesat, terutama internet dan perangkat pintar seperti smartphone.

Satu hal yang sangat mencolok dari Gen Z adalah kemampuan mereka dalam menghadapi teknologi.

Mereka lahir dengan internet, dan penggunaan teknologi digital sudah menjadi bagian alami dari hidup mereka.

Ini membuat mereka sangat terampil dalam menggunakan berbagai aplikasi, media sosial, dan platform online.

Selain itu, Gen Z juga dikenal sebagai generasi yang kreatif, inovatif, dan bersemangat dalam mencari tahu serta memahami berbagai topik yang menarik minat mereka.

Keunikan lain dari Gen Z adalah semangat dan energi mereka dalam bekerja.

Mereka umumnya memiliki dorongan yang kuat untuk berprestasi dan melakukan perubahan positif dalam lingkungan kerja mereka.

Terlebih lagi, Gen Z juga memiliki semangat belajar yang tinggi, siap untuk terus mengembangkan keterampilan mereka dan mendapatkan pengetahuan baru.

Ragam Tips Menarik Perhatian Gen Z Agar Mau Bekerja di Perusahaan Kamu

Sekarang, mari kita bahas beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk menarik perhatian Gen Z agar mereka mau bekerja di perusahaan Anda:

1. Buat Deskripsi Pekerjaan yang Jelas

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah membuat deskripsi pekerjaan yang sangat jelas.

Ini adalah hal yang penting tidak hanya untuk menarik perhatian Gen Z tetapi juga untuk semua calon karyawan potensial.

Deskripsi pekerjaan yang terperinci akan membantu calon karyawan memahami peran mereka dalam perusahaan dengan lebih baik.

Dalam deskripsi pekerjaan, sertakan informasi tentang tanggung jawab pekerjaan, kualifikasi yang dibutuhkan, jenjang karier yang tersedia, serta manfaat yang mereka akan dapatkan dengan bergabung di perusahaan Anda.

Dengan informasi ini, Gen Z akan dapat membuat keputusan yang lebih baik tentang apakah pekerjaan tersebut sesuai dengan minat dan keterampilan mereka.

2. Aktif di Media Sosial

Media sosial bukan lagi sekadar alat komunikasi, tetapi juga menjadi platform penting untuk membangun citra perusahaan dan menarik perhatian Gen Z.

Gen Z sangat aktif di media sosial, dan mereka menggunakan platform seperti Instagram, Twitter, LinkedIn, dan bahkan TikTok untuk mencari informasi tentang perusahaan dan lingkungan kerja.

Untuk menarik perhatian Gen Z, pastikan perusahaan Anda memiliki kehadiran yang kuat di berbagai platform media sosial.

Bagikan foto dan cerita tentang budaya kerja yang menyenangkan, kegiatan-kegiatan seru di kantor, dan manfaat yang ditawarkan kepada karyawan.

Ini akan memberikan gambaran positif tentang perusahaan Anda dan memancing minat Gen Z.

3. Berikan Fasilitas yang Disukai Karyawan Gen Z

Salah satu cara yang sangat efektif untuk menarik perhatian Gen Z adalah dengan memberikan fasilitas yang sesuai dengan preferensi mereka.

Generasi ini cenderung menyukai kenyamanan dan kebebasan dalam bekerja.

Beberapa fasilitas yang biasanya disukai oleh Gen Z termasuk area bermain atau ruang permainan di kantor, ruang tidur untuk istirahat singkat, dan penyediaan makanan ringan dan minuman di tempat kerja.

Mereka juga cenderung menghargai fleksibilitas dalam jam kerja.

Memberikan opsi untuk bekerja dari rumah atau mengatur jam kerja yang lebih fleksibel dapat menjadi daya tarik tambahan.

4. Bangun Suasana Kerja yang Menyenangkan Bagi Pekerja Gen Z

Salah satu hal yang sangat dihargai oleh Gen Z adalah work-life balance.

Mereka ingin merasa nyaman dan bahagia di lingkungan kerja mereka.

Ketika Gen Z merasa nyaman, produktivitas mereka cenderung meningkat.

Untuk menciptakan suasana kerja yang menyenangkan, pastikan perusahaan Anda memprioritaskan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi karyawan.

Ini dapat diwujudkan dengan tidak menghubungi karyawan di luar jam kerja, memberikan fleksibilitas dalam pengaturan waktu kerja, dan menciptakan budaya kerja yang mendukung kesejahteraan karyawan.

5. Berikan Gen Z Jenjang Karier yang Jelas

Gen Z cenderung ingin memiliki visi dan arah yang jelas dalam karier mereka.

Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memiliki jenjang karier yang terstruktur dan transparan. Ini akan membantu Gen Z merencanakan masa depan mereka di perusahaan Anda.

Rutin melakukan evaluasi kinerja dan memberikan umpan balik yang konstruktif kepada karyawan adalah langkah yang penting.

Selain itu, berikan peluang promosi atau peningkatan gaji kepada karyawan yang berprestasi.

Dengan demikian, Gen Z akan merasa dihargai dan termotivasi untuk berkontribusi lebih baik.

6. Berikan Kesempatan untuk Pelatihan dan Pengembangan

Gen Z sangat antusias dalam mengembangkan keterampilan mereka. Mereka ingin terus belajar dan berkembang.

Oleh karena itu, memberikan kesempatan kepada karyawan Gen Z untuk mengikuti pelatihan dan kursus yang relevan adalah langkah yang sangat dihargai.

Perusahaan dapat menggunakan platform pembelajaran online untuk memberikan akses kepada karyawan Gen Z untuk meningkatkan keterampilan mereka.

Gunakan platform yang menyediakan berbagai kursus dan sertifikasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri saat ini.

Dengan ini, perusahaan dapat membantu karyawan Gen Z untuk tumbuh dan berkembang dalam karier mereka.

7. Rutin Mengadakan Outing Dengan Karyawan Gen Z

Gen Z cenderung menghargai momen-momen relaksasi dan hiburan setelah bekerja.

Oleh karena itu, mengadakan acara outing atau kegiatan sosial secara rutin dapat menjadi cara yang efektif untuk menarik perhatian Gen Z.

Kegiatan outing ini tidak perlu mahal atau mewah.

Mungkin cukup dengan mengadakan acara sederhana seperti piknik di taman, permainan seru di ruang permainan, atau makan malam bersama di luar kantor.

Yang penting, outing ini dapat membantu karyawan Gen Z merasa lebih terhubung dengan rekan kerja mereka dan merasa dihargai oleh perusahaan.

 

Image
Ervina Lutfi
Kontributor yang rutin memproduksi tulisan seputar HR dan bisnis, dengan pembahasan teliti, terstruktur, dan mudah dipahami.