Pajak yang dibayarkan oleh setiap Wajib Pajak merupakan salah satu sumber utama pendapatan negara untuk pembangunan nasional. Pemerintah harus mencapai target pajak yang sudah ditetapkan setiap tahun demi kelancaran pembangunan. Tujuannya adalah tentu saja untuk meningkatkan kesejahteraan umum. Ada beberapa macam pajak yang harus dibayarkan oleh masyarakat. Di antaranya adalah pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan, serta jenis pajak lainnya yang sudah diatur oleh pemerintah. Membayar pajak tepat waktu merupakan wujud peran aktif masyarakat dalam turut serta membangun negara.

Namun, apakah Anda belum tahu apa itu pajak penghasilan atau yang sering disebut PPh 21? PPh 21 menurut Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lainnya dengan nama dan dalam bentuk apapun yang sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, serta kegiatan yang dilakukan oleh setiap orang pribadi yang menjadi subjek pajak. Setelah mengetahui apa itu PPh 21, lalu bagaimana cara menghitung pajak penghasilan? Simak informasi lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Ketahui Metode Penghitungan Pajak PPh 21 secara Mix

 

Ketentuan Pajak Atas Bonus Karyawan

Bonus yang diberikan untuk setiap karyawan sudah diatur pajaknya sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 252/PMK.03/2008 menurut Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-31/PJ./2009. Telah dinyatakan bahwa objek Pajak Penghasilan Pasal 21 termasuk gaji, bonus serta berbagai macam tunjangan. Di antaranya adalah  tunjangan transportasi, tunjangan kesehatan, tunjangan komunikasi, maupun tunjangan lainnya. Sehingga bonus yang didapatkan karyawan juga dikenai pajak sama seperti gaji.

 

Kategori Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Sebelum mengetahui bagaimana cara menghitung pajak penghasilan karyawan, simak PTKP yang mengurangi beban pajak setiap karyawan. PTKP harus dikurangi terlebih dahulu sebelum menentukan pajak yang sebenarnya. Berikut ini tabel lengkap PTKP yang harus Anda ketahui:

  1. Wajib Pajak Tidak Kawin (TK):
    • Wajib Pajak (TK0) maka PTKP adalah Rp 54.000.000.
    • Tanggungan 1 (TK1) maka PTKP sebesar Rp 58.500.000.
    • Tanggungan 2 (TK2) maka PTKP sebesar Rp 63.000.000.
    • Tanggungan 3 (TK3) besar PTKP adalah Rp 67.500.000.
  2. Wajib Pajak Kawin (K)
    • Wajib Kawin (K0), PTKP Rp 58.500.000.
    • Tanggungan 1 (K1), PTKP Rp 63.000.000.
    • Tanggungan 2 (K2), PTKP Rp 67.500.000.
    • Tanggungan 3 (k3), PTKP Rp 72.000.000.
  3. Wajib Pajak Kawin (penghasilan suami istri digabung)
    • Wajib Kawin (K/I/0), PTKP Rp 112.500.000
    • Tanggungan 1 (K/I/1), PTKP Rp 117.000.000.
    • Tanggungan 2 (K/I/2), PTKP Rp 121.500.000.
    • Tanggungan 2 (K/I/3), PTKP Rp 126.000.000.

 

Menghitung Pajak Penghasilan dan Bonus Akhir Tahun

Bonus akhir tahun karyawan yang sering dianggap sebagai gaji ke-13 juga harus dibayarkan pajaknya. Bagaimana cara menghitung pajak penghasilan atas bonus akhir tahun karyawan? Simak contoh perhitungannya di bawah ini.

Seorang karyawan bekerja sebagai marketer di perusahaan Maju Abadi, dengan gaji per bulan Rp 8.000.000,- serta mendapatkan bonus tahunan penjualan sebesar Rp 30.000.000,-. Dengan istri yang tidak bekerja dan sebanyak 2 orang anak yang masih menjadi tanggungannya, maka perhitungan pajak penghasilan atas bonus yang harus dibayarkan oleh karyawan tersebut adalah:

  • Gaji pokok (1 tahun)= Rp 8.000.000 x 12 = Rp 96.000.000
  • Biaya Jabatan= 5% x Rp 96.000.000 = Rp 4.800.000
  • Penghasilan Netto= Rp 96.000.000 – Rp 4.800.000 = Rp 91.200.000
  • Pengurangan PTKP (K2)= Rp 67.500.000
  • Penghasilan Kena Pajak= Rp 91.200.000 – RP 67.500.000 = Rp 23.700.000
  • PPh terutang= 5% x Rp 23.700.000 = Rp 1.185.000

Jadi PPh atas penghasilan karyawan tersebut adalah Rp 1.185.000,- per tahun. Sedangkan untuk perhitungan pajak atas bonus tahunannya adalah sebagai berikut:

  • Penghasilan bruto= Gaji pokok (1 tahun) + Bonus akhir tahun = Rp 96.000.000 – Rp 30.000.000 = Rp 126.000.000
  • Biaya jabatan = 5% x Rp 126.000.000 = Rp 6.300.000
  • Penghasilan Netto= Rp 126.000.000 – Rp 6.300.000 = Rp 119.700.000
  • Pengurangan PTKP (K2)= Rp 67.500.000
  • Penghasilan Kena Pajak = Rp 119.700.000 – Rp 67.500.000 = Rp 52.200.000
  • PPh terutang= 5% x Rp 52.200.000 = Rp 2.610.000

PPh atas gaji karyawan adalah sebesar Rp 1.185.000,- per tahun. Kemudian jika penghasilannya ditambah dengan bonus, maka PPh atas gaji dan bonus adalah sebesar Rp 2.610.000,-. Sedangkan untuk menghitung Pajak Penghasilan atas bonus karyawan tersebut, maka Rp 2.610.000,- dikurangi Rp 1.185.000,- dan mendapatkan hasil Rp 1.425.000,-. Inilah jumlah yang harus disetorkan oleh karyawan tersebut ke kantor pajak.

Baca juga: Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), Kategori dan Besaran Tarifnya

 

Gaji yang diberikan pada karyawan tak luput dari pajak, begitu juga bonus karyawan. Untuk itu, apabila Anda mempertimbangkan untuk memberi bonus, maka Anda harus mengetahui terlebih dahulu tentang cara menghitung pajak penghasilan atas bonus tahunan karyawan. Bonus yang diberikan untuk karyawan dapat berupa bonus tahunan atau bulanan tergantung pada keputusan dari pimpinan usaha itu sendiri.

Seperti yang sudah diketahui, untuk menghitung pajak penghasilan dalam satu tahun pajak adalah jumlah penghasilan teratur dalam satu bulan dikalikan 12. Sementara untuk penghasilan yang tidak menentu seperti bonus karyawan, maka perhitungannya selama satu tahun adalah sebesar jumlah penghasilan teratur ditambahkan dengan jumlah penghasilan yang bersifat tidak teratur atau tidak menentu.

Bagi Anda yang memiliki tugas dan tanggung jawab terhadap payroll perusahaan, penting bagi Anda untuk mengetahui bagaimana cara menghitung pajak penghasilan dan bonus karyawan. Gunakan bantuan software payroll agar proses penggajian dapat berjalan secara lebih cepat dan tepat. Software Talenta dilengkapi dengan fitur lengkap dan canggih, yang dapat memenuhi kebutuhan Anda dalam mengelola administrasi karyawan. Termasuk pengelolaan payroll dan penghitungan pajaknya. Pelajari fitur-fitur Talenta lebih lanjut, di sini.

 

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan Artikelnya?Talenta punya lebih banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari artikel, ebook, case study, white papers, infographic dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.