Perkembangan Bisnis Manufaktur di Indonesia & Cara Mengelolanya dengan Baik

Perkembangan Bisnis Manufaktur di Indonesia & Cara Mengelolanya dengan Baik

Manufaktur menjadi salah satu bisnis di Indonesia yang terus memperlihatkan perkembangannya dari waktu ke waktu. Dalam proses pengerjaannya, perusahaan ini melakukan banyak kegiatan untuk mengubah bahan mentah menjadi sebuah barang jadi yang memiliki nilai jual tinggi dan dapat langsung digunakan oleh konsumen

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Perusahaan manufaktur adalah salah satu industri yang aktivitas bisnisnya memanfaatkan dan memerlukan banyak hal mulai dari penggunaan mesin, peralatan dan teknologi yang canggih, serta tenaga kerja tertentu. Hal ini tentu membuat HR di perusahaan manufaktur memiliki peran penting, mulai dari melakukan rekrutmen banyak tenaga kerja, mengerjakan fungsi HR, manajemen proyek yang tepat, hingga melakukan penerapan teknologi demi sistem produksi yang efisien.

Baca Juga: 4 Fungsi HR yang Industri Manufaktur Butuhkan

Apa itu Manufaktur?

Secara teknis, manufaktur adalah kegiatan pengolahan bahan mentah melalui proses kimia dan fisika dalam mengubah bentuk, sifat, serta tampilan demi membuat sebuah produk. Di mana, proses industri ini mencakup perakitan berbagai bahan hingga menjadi suatu produk. Sedangkan, manufaktur berdasarkan ekonom adalah kegiatan transformasi suatu bahan mentah menjadi suatu produk yang memiliki bentuk, serta nilai jual.

Menurut CIRP atau International Conference on Production Engineering pada tahun 1983 menjelaskan bahwa manufaktur merupakan tahapan dalam pembuatan produk yang meliputi desain produk, pemilihan barang, perencanaan, manufaktur, kualitas, dan lain-lain sebagainya.

Baca Juga: Geliat Pasar Industri Manufaktur dalam Perekonomian Indonesia

Contoh & Daftar Perusahaan Manufaktur di Indonesia

Pentingnya Penggunaan Aplikasi HRIS pada Bisnis Manufaktur

 

Industri manufaktur di Indonesia memiliki beberapa jenis, dan Anda sebagai HR harus mengetahui beberapa contoh perusahaan manufaktur di bawah ini, sehingga bisa dengan mudah membuat strategi dalam mengelola perusahaan sekaligus tenaga kerja yang ada di dalamnya. Di bawah ini adalah beberapa contoh perusahaan manufaktur yang bisa Anda temui di Indonesia.

1. Otomotif

Industri manufaktur pertama yang bisa Anda temui di Indonesia adalah perusahaan otomotif. Di mana, industri ini bergerak dengan memanfaatkan teknologi tinggi untuk melakukan proses produksi. Ada banyak barang dari hasil produksi industri otomotif ini mulai dari motor, mobil, dan lain-lain. Contoh industri otomotif yang ada di Indonesia dan terkenal hingga dunia adalah:

  • Astra Group,
  • Suzuki Indomobil Motor,
  • Toyota Motor Manufacturing Indonesia,
  • Honda Prospect Motor,
  • Nissan Motor Indonesia,
  • dan masih banyak lagi.

2. Elektronik

Dalam kegiatan bisnisnya, perusahaan ini sama dengan industri otomotif, di mana keduanya membutuhkan teknologi yang tinggi untuk membuat suatu barang. Hasil produksi dari industri ini juga bermacam-macam dan sering ditemukan di kebutuhan rumah tangga seperti Televisi, Komputer, Handphone, Kulkas, AC, Dispenser, dan masih banyak lagi. Perusahaan manufaktur di bidang elektronik di Indonesia yang cukup terkenal seperti:

  • Maspion Electronics,
  • Polytron,
  • Toshiba,
  • Advan,
  • dan masih banyak lagi

3. Tekstil dan Garmen

Industri ini pasti sudah tidak asing lagi bagi Anda, di mana aktivitas bisnis ini adalah mengolah kapas menjadi benang, lalu benang menjadi suatu kain, dan kain diolah kembali menjadi pakaian seperti baju, celana, dan sebagainya. Perusahaan di industri ini membutuhkan banyak tenaga kerja, sehingga ini bisa menjadi salah satu mata pencaharian kebanyakan masyarakat di Indonesia. Anda bisa menemukan aktivitas bisnis ini pada beberapa perusahaan seperti:

  • PT Sri Rejeki Isman,
  • PT Argo Pantes Tbk,
  • PT Asia Pacific Fibers Tbk,
  • PT Indo-Rama Synthetics Tbk,
  • dan lain sebagainya.

4. Kerajinan

Kerajinan merupakan salah satu industri yang banyak digunakan perusahaan manufaktur di Indonesia. Selain itu, hasil kerajinan yang dibuat oleh perusahaan ini dikirim hingga ke luar negeri. Pada 2017 lalu, industri ini memasuki pasar dunia dengan nilai ekspor melebihi US$1,1 Miliar. 

5. Makanan dan Minuman

Industri makanan dan minuman ini melakukan kegiatan bisnisnya dengan cara mengolah bahan mentah menjadi makanan dan minuman yang siap dikonsumsi. Hasil produksi dari perusahaan ini sering ditemukan di supermarket ataupun warung-warung kecil seperti makanan ringan, makanan kemasan, minuman kemasan, dan lain sebagainya. Makanan minuman dan bahan konsumsi ini berasal dari beberapa perusahaan manufaktur di Indonesia seperti:

  • Grup Mayora,
  • Orangtua,
  • Garudafood,
  • Campina Ice Cream,
  • dan sebagainya.

Sistem Perusahaan Manufaktur

Sistem Perusahaan Manufaktur

Sebuah perusahaan manufaktur harus bisa menerapkan manajemen proyek yang baik demi proses pengerjaan atau produksi menjadi lebih efektif. Dalam industri manufaktur, sistem terbaik adalah dengan menerapkan sistem lean manufacturing yang dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja atau karyawan, memiliki nilai efisiensi, serta unggul dalam operasional perusahaan.

Lean Manufacturing adalah sistem produksi yang mempertimbangkan pengeluaran sumber daya yang ada demi mendapatkan nilai ekonomis terhadap pelanggan tanpa perlu melakukan pemborosan. Sistem ini akan selalu melihat nilai produk dari sudut pandang pelanggan, di mana nilai produk didefinisikan sebagai sesuatu hal yang akan dibayar pelanggan. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan dalam menerapkan sistem lean manufacturing.

  • Menerapkan pull system, melakukan penarikan material yang dilakukan pada saat dibutuhkan dengan tujuan meningkatkan fleksibilitas perusahaan.
  • Fokus pada peningkatan kualitas, fokus dan menjaga kualitas untuk memberikan produk terbaik yang akan dikonsumsi atau digunakan oleh pelanggan.
  • Planning dan eksekusi, perencanaan adalah suatu hal penting yang membantu perkembangan usaha dan produk. Dengan perencanaan inilah, Anda bisa mengurangi terjadinya pemborosan ataupun produksi gagal.
  • Perbaikan terus menerus, hal ini dilakukan untuk meningkatkan setiap waktu terhadap produk agar pelanggan merasa senang.
  • Kemampuan pengambilan keputusan, dengan pengambilan keputusan yang tepat serta akurat akan menjadi cara efektif dalam proses pembuatan barang.

Selain sistem di atas, Anda juga harus membuat dan menetapkan SOP atau Standar Operasional Prosedur untuk mengatur proses dan sistem tersebut bisa berjalan dengan lancar. Karena itulah Anda sebagai HR harus mengetahui segala proses dalam bisnis untuk membuat standar pengerjaan yang baik hingga membuat bisnis berjalan dengan semestinya.

Perkembangan Industri Manufaktur di Indonesia

Perkembangan Industri Manufaktur di Indonesia

Di tahun 2020, Industri manufaktur terus memperlihatkan perkembangannya. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita optimis bahwa Indonesia dapat mendobrak kinerja perusahaan manufaktur pada di angka 4,80% hingga 5,30%. Dengan target ini, pemerintah juga turut mendorong dan menjamin ketersediaan bahan baku sehingga produktivitas terus berlanjut, serta menciptakan iklim usaha yang kondusif. 

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) juga optimis bahwa proyeksi pertumbuhan manufaktur nasional yang telah ditargetkan oleh Kementerian Perindustrian bisa terealisasikan. Berdasarkan kutipan dari bisnis.com, Ade Sudrajat selaku Ketua API mengatakan bahwa ada beberapa pihak yang pesimis dengan target tersebut, namun ada sejumlah faktor yang menjadi dasar bahwa target tersebut dapat terealisasi dengan tinggi, salah satunya terealisasikan UU Omnibus Law atau hukum untuk semua. Artinya konsep ini berkaitan atau berurusan dengan berbagai objek atau hal secara sekaligus, dan memiliki berbagai tujuan. Aturan ini telah dikenal sejak 1840 dan menjadi aturan yang bersifat menyeluruh dan komprehensif, tidak terikat pada satu rezim pengaturan saja.

Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa omnibus law mampu menyederhanakan kendala regulasi yang berbelit-belit dan panjang. Dengan terealisasikan peraturan ini, pemerintah percaya bahwa ekosistem investasi dan daya saing Indonesia sehingga bisa memperkuat perekonomian nasional, khususnya di bidang manufaktur. Selain itu, Ade Sudrajat juga mengatakan bahwa free trade agreement dengan Uni Eropa akan segera selesai dan menjadi sentimen positif bagi peningkatan ekspor manufaktur nasional.

Strategi dalam Mencapai Proyeksi Pertumbuhan Industri Manufaktur

Strategi dalam Mencapai Proyeksi Pertumbuhan Industri Manufaktur

Untuk memastikan pencapaian proyeksi pertumbuhan kinerja industri manufaktur di Indonesia pada tahun 2020, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang menetapkan sejumlah langkah strategis. Apa saja langkah yang akan diambil pemerintah Indonesia untuk mencapai target perkembangan industri manufaktur?

  1. Mendorong jaminan ketersediaan bahan baku untuk keberlanjutan produktivitas, juga menjadi upaya menciptakan iklim usaha yang kondusif.
  2. Menarik investasi, khususnya ke industri yang berorientasi ekspor, menghasilkan produk substitusi impor, berbasis teknologi tinggi, dan sektor padat karya.
  3. Mengatasi kendala investasi kepastian berusaha dengan pemangkasan regulasi yang berbelit-belit melalui RUU Omnibus Law.
  4. Meningkatkan daya saing melalui Revolusi Industri 4.0 yang dipercaya bisa memberikan perubahan pada peningkatan ekonomi berbasis digital.
  5. Mengoptimalkan potensi bonus demografi.
  6. Memprioritaskan penyebaran industri ke luar pulau Jawa melalui pengembangan kawasan industri prioritas.
  7. Mengawal beberapa investasi besar industri, antara lain CPC Corporation (Taiwan) di sektor industri petrokimia, LiteMax (Taiwan) di sektor industri elektronika, dan Smart City, Taiwan Sugar Corp (Taiwan) di sektor industri gula, dan Unical (AS) di sektor industri dirgantara.

Dari ketujuh strategi yang akan dilakukan pemerintah, Anda sebagai HR juga bisa mengambil peran dalam peningkatan dan perkembangan industri manufaktur di Indonesia, salah satunya meningkatkan daya saing SDM Indonesia melalui pemanfaatan teknologi.

Proses Bisnis dalam Perusahaan Manufaktur

Proses Bisnis dalam Perusahaan Manufaktur

Sebagai seorang HR di perusahaan manufaktur, Anda juga harus memahami bagaimana alur atau proses bisnis yang ada di perusahaan tersebut. Hal ini akan mempermudah Anda dalam mengatur bisnis maupun SDM yang ada dalam perusahaan itu sendiri. Untuk mempermudah Anda dalam mengelola bisnisnya, di bawah ini adalah proses bisnis dalam perusahaan manufaktur yang harus Anda ketahui.

1. Proses Procurement

Procurement merupakan proses bisnis yang berkaitan dalam pengadaan barang dan kebutuhan lainnya dalam membantu keberlangsungan suatu bisnis manufaktur. Bukan hanya sekedar raw material atau bahan mentah saja, namun proses procurement juga berkaitan dengan spare part, alat medis, alat pembersih, kebutuhan gedung, kebutuhan karyawan, alat-alat pertukangan, serta komponen-komponen lainnya. Dalam proses ini, perusahaan dituntut untuk kelengkapan sekaligus efisiensi dan efektivitas dalam pemilihan barang-barang tersebut.

2. In Out Inventory

In Out Inventory atau barang masuk dan barang keluar merupakan salah satu proses bisnis dalam perusahaan manufaktur. Di mana, proses bisnis perusahaan ini adalah melakukan pengolahan bahan mentah menjadi produk siap pakai, sehingga akan terdapat banyak barang atau material yang keluar masuk perusahaan. In Out Inventory merupakan proses bisnis yang juga menjadi kunci keberhasilan bisnis lewat kontrol terhadap aliran barang tersebut.

3. Proses Produksi

Proses bisnis yang hanya ada di dalam perusahaan manufaktur adalah proses produksi. Di mana, proses ini adalah aktivitas pembuatan bahan baku menjadi barang jadi dan siap dijual dan dikonsumsi oleh pelanggan. Dalam praktiknya, terdapat pembagian divisi yang lebih luas sesuai kebutuhan industrinya, seperti divisi PPIC (Production Planning and Inventory Control) dan juga QC (Quality Control). Divisi atau bagian-bagian ini akan berbeda sesuai dengan kebijakan maupun kebutuhan bisnis itu sendiri.

4. Penjualan dan Pemasaran

Hampir sama dengan bisnis lainnya, dalam bisnis manufaktur juga terdapat proses penjualan dan pemasaran. Proses ini dilakukan untuk mencapai tujuan dari produksi dan menjual hasilnya demi mendapatkan keuntungan. Dalam proses ini biasanya juga membutuhkan beberapa biaya seperti biaya promosi, biaya sewa gudang, dan biaya gaji karyawan saat karyawan melakukan promosi produk.

5. Administrasi & Umum

Apapun perusahaannya pasti tidak luput dari pekerjaan administrasi dan umum. Di mana, kegiatan ini berhubungan dengan penentuan kebijakan, pengarahan, dan juga pengawasan agar kegiatan yang berjalan lebih efektif dan efisien. Disinilah peran Anda sebagai HR yang harus mengatur beberapa biaya yang dibutuhkan perusahaan seperti biaya akuntansi, biaya personalia, biaya gaji karyawan, biaya lembur karyawan, dan biaya untuk keperluan dan kebutuhan karyawan lainnya. 

6. Akuntansi & Keuangan

Proses terakhir yang harus Anda ketahui dalam bisnis manufaktur adalah akuntansi dan keuangan. Kedua hal ini akan membantu kamu memastikan bahwa keuangan bisnis Anda dalam keadaan sehat dan mampu untuk memenuhi kebutuhan produksi, sekaligus kontrol terhadap utang. Selain itu, seorang akuntan juga memiliki kewajiban untuk mengatur pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan kepada pemerintah.

Tantangan dalam Mengelola Bisnis Manufaktur

Tantangan dalam Mengelola Bisnis Manufaktur

Setiap bisnis pasti memiliki tantangannya tersendiri, salah satunya industri manufaktur. Setidaknya terdapat 6 (enam) tantangan yang dimiliki perusahaan manufaktur. Di bawah ini adalah keenam tantangan yang mungkin akan Anda hadapi ketika menjalankan bisnis manufaktur.

1. Prediksi Permintaan Produk

Salah satu masalah utama yang sering dihadapi bisnis industri manufaktur adalah memprediksi permintaan pelanggan. Hal ini bisa jadi karena tidak adanya alat pelaporan dengan sistem yang canggih untuk memprediksi terhadap barang yang mereka jual selama beberapa waktu kedepan. Sehingga, hasil barang yang diproduksi tidak sesuai dengan permintaan yang ada.

2. Kontrol Terhadap Persediaan

Dengan proses produksi yang cukup panjang, banyak perusahaan manufaktur yang masih sulit untuk mengontrol persediaan. Meski saat ini sudah ada banyak teknologi yang membuat proses penyediaan menjadi lebih sederhana, beberapa industri kecil masih belum sanggup menjalankan teknologi ini karena mahalnya biaya yang harus dikeluarkan.

3. Pengelolaan Prospek Penjualan

Selain memprediksi permintaan produk, bisnis di industri ini juga memiliki tantangan dalam pengelolaan dan prioritas penjualan. Di mana, perusahaan manufaktur ini sering melakukan prospek dengan cara yang sama. Padahal, setiap prospek memiliki karakter, kebutuhan, dan preferensi yang berbeda-beda. Perusahaan juga sering kesulitan dalam mengidentifikasi prospek dan potensi nilai lebih, sehingga mereka hanya fokus pada hal-hal yang tidak memiliki peluang.

Baca Juga: Mengatasi Tantangan Dalam Industri Manufaktur Agar Tetap Bersaing Dalam Pasar Global

4. Peningkatan Return on Investment (ROI)

ROI atau pengembalian nilai investasi menjadi salah satu fokus utama perusahaan, salah satunya industri manufaktur. Di mana, setiap perusahaan memiliki tujuan masing-masing dalam peningkatan ROI, di mana langkah yang sering ditempuh adalah memperbanyak produksi atau meningkatkan nilai suatu produk. Namun, langkah tersebut kini sudah tidak efektif, terutama dengan kondisi ekonomi yang sering tidak menentu. Hasilnya, produk yang ada menjadi tidak laku karena daya beli konsumen yang ikut menurun.

5. Penambahan Tenaga Kerja Berkualitas

Di industri manufaktur banyak perusahaan yang menggantikan peran karyawan dengan penggunaan mesin dalam sistem produksi. Hal ini bukan berarti tenaga manusia telah digantikan oleh mesin, karena bagaimanapun kemampuan sumber daya manusia tetap dibutuhkan untuk menganalisis dan menyelesaikan permasalahan yang ada dalam proses produksi.

Permasalahan yang terjadi di sini adalah kurangnya tenaga kerja yang berkualitas sehingga tidak sedikit perusahaan membutuhkan penambahan karyawan. Oleh karena itu, Anda sebagai HR dituntut untuk melakukan cara-cara kreatif dalam merekrut karyawan yang berkualitas, misalnya menggunakan media online atau tools yang membantu menyebar lowongan pekerjaan.

Baca Juga: Mencari SDM yang Berkualitas untuk Industri Manufaktur Melalui Teknik Rekrutmen yang Tepat

6. Pengembangan Efisiensi Dalam Pabrik

Permasalahan yang sering dihadapi industri manufaktur adalah pengembangan efisiensi di dalam pabrik. Hal ini dikarenakan adanya anggaran yang harus dikeluarkan untuk meningkatkan efisiensi kinerja dalam pabrik  tergolong tinggi.

7. Pengembangan Produk & Inovasi

Di era revolusi 4.0, perkembangan produk dan inovasi terjadi begitu cepat. Hal ini menuntut perusahaan untuk mampu bersaing dengan kecepatan. Untuk terus bersaing menjadi perusahaan pertama di pasar dengan konsep baru yang terus mengikuti tren, perusahaan harus menjadi lebih terstruktur dalam pendekatan untuk terus melakukan inovasi dan membuat ide produk yang terus mengikuti tren dan tidak boleh melewati kesempatan yang ada. Di mana, sebuah inovasi dalam produk adalah hal penting yang memengaruhi keberhasilan manufaktur.

8. Pengelolaan & Penggunaan Sistem Payroll

Tidak efisien dalam proses penggajian karyawan adalah salah satu kebocoran yang sering ditemukan dalam penghematan proses bisnis manufaktur. Selama ini, Anda sebagai seorang HR pasti sering menghabiskan banyak tenaga dan waktu menjelang tanggal cut off dan penggajian karyawan. Misalnya, untuk menghitung pajak karyawan, divisi HR membutuhkan waktu 120 jam kerja setahun. Bisa dibayangkan berapa lama Anda harus menghitung seluruh komponen penghitungan gaji lainnya seperti tunjangan, lembur, iuran BPJS karyawan, dan pinjaman karyawan.

Baca Juga: Tantangan Sistem Payroll Industri Manufaktur

9. Skill Gap

Perusahaan manufaktur biasanya terisi oleh karyawan atau tenaga kerja di generasi baby boomer. Ketika mereka sudah mencapai usia pensiun, mereka meninggalkan celah keterampilan yang cukup besar dalam angkatan kerjanya. Pekerjaan selanjutnya ada pada perusahaan itu sendiri, bagaimana mereka melakukan apa yang mereka bisa untuk menginspirasi generasi baru karyawan manufaktur. Perusahaan harus mampu menjembatani kesenjangan dengan mendorong karyawan mereka yang lebih tua untuk secara bertahap memperlambat pensiun, dan membantu perusahaan untuk menyampaikan keterampilan berharga untuk karyawan muda selama fase transisi.

Apa yang Harus Dilakukan HR untuk Mengatasi Tantangan Tersebut?

Apa yang Harus Dilakukan HR untuk Mengatasi Tantangan Tersebut?

Untuk menghadapi banyaknya tantangan dalam perusahaan manufaktur, Anda sebagai HR memiliki peran penting dalam jalannya bisnis tersebut. Di bawah ini adalah beberapa peran penting yang harus dilakukan HR dalam menghadapi tantangan bisnis manufaktur.

1. Rekrutmen Tenaga Kerja

Penempatan tenaga kerja atau karyawan menjadi salah satu hal penting yang dapat memengaruhi tingkat kinerja dan produksi dalam industri manufaktur lewat proses pelatihan dan juga rekrutmen. Industri manufaktur merupakan industri besar yang terlihat dari banyaknya jumlah produksi maupun tenaga kerja. Hal ini karena tingginya proses produksi yang memengaruhi juga tingginya kebutuhan tenaga kerja. Sehingga proses rekrutmen menjadi salah satu tugas utama bagi tim HR di industri ini.

Dalam proses rekrutmen karyawan di perusahaan manufaktur ini bukan hanya skill atau kemampuan dari calon karyawan, namun juga  kecocokan karyawan terhadap budaya organisasi yang telah dimiliki dan dijalankan perusahaan. Jadi, seorang HR di perusahaan ini harus mampu menemukan tenaga kerja yang bukan hanya memiliki kemampuan yang dibutuhkan, tetapi juga cocok dengan budaya organisasi yang telah dimiliki.

Baca Juga: Bagaimana Seharusnya Proses Rekrutmen Pada Industri Manufaktur

2. Manajemen Waktu Kerja

Produksi di perusahaan manufaktur bisa dilakukan selama 7×24 jam, hal ini dikarenakan banyaknya permintaan dari pasar. Oleh karena itu, seorang HR di perusahaan manufaktur dituntut untuk mengatur dan melakukan manajemen waktu kerja karyawan, baik dari kehadiran karyawan atau absensi, shift kerja, dan jam kerja karyawan secara baik dan rapi dengan jumlah tenaga kerja yang masif.

Dengan jumlah karyawan yang besar dan setiap karyawan memiliki ketentuan dan pengelolaan waktu kerja yang berbeda, melakukan pengelolaan waktu kerja bukan hal yang mudah. Bukan hanya mengatur shifting karyawan, HR juga harus memastikan bahwa tidak adanya jam kosong tanpa satupun karyawan yang bekerja. Sehingga, waktu cuti hingga lembur pun harus bisa dikelola dengan baik.

3. Pengelolaan Database Karyawan

Banyaknya karyawan yang ada di perusahaan manufaktur membuat HR menjadi harus bekerja lebih keras dalam mengelola data karyawan. Di mana, database ini diperlukan untuk melakukan pelaporan pajak, pembayaran gaji, monitor karyawan, hingga sebagai data untuk pengelolaan jenjang karir karyawan.

Dalam database ini, seorang HR akan memberikan informasi penting terkait karyawan, sehingga HR harus bisa mengelola dan menyimpan data tersebut dengan lebih rapi untuk bisa dipergunakan suatu saat nanti. 

4. Mengelola Payroll & Benefit

Sebagai seorang HR, Anda juga harus memastikan bahwa hak-hak karyawan telah dipenuhi oleh perusahaan. Di mana, dengan pemenuhan hak inilah karyawan bisa memberikan kinerjanya lebih baik lagi. Bukan hanya sekedar upah, tapi juga benefit lain misalnya uang makan, lembur, BPJS Ketenagakerjaan, dan sebagainya.

Dalam mengelola payroll dan benefit ini juga tidak mudah, ada banyak hal yang harus diperhatikan, mulai dari jumlah absensi, ada tidaknya denda keterlambatan, jumlah gaji pokok, uang lembur, dan hal lainnya yang akan diakumulasikan sebagai take home pay. Bukan hanya pengelolaan, Anda sebagai HR juga dituntut untuk melakukan perhitungan secara akurat, juga melakukan pembayaran tepat waktu.

5. Mengadakan Training

Pada 2019 lalu, pemerintah membangun 9 politeknik baru demi mendongkrak keterampilan tenaga kerja di Indonesia. Hal ini menjadi salah satu kabar baik bagi HR di perusahaan manufaktur. Hal ini bisa mengurangi risiko terjadinya gap keterampilan antara apa yang dipelajari di sekolah dengan yang di lapangan. Untuk mengisi gap inilah Anda sebagai HR harus memastikan karyawan mendapatkan peningkatan skill di tempat kerja, baik berupa pelatihan (materi training di kelas), mentoring, pembinaan, maupun on the job training.

6. Memberikan Penilaian Kinerja

Fungsi HR yang sangat penting dalam perusahaan manufaktur adalah melakukan penilaian kerja seluruh karyawan. Hal ini akan membantu Anda memastikan biaya yang telah dikeluarkan perusahaan untuk kompensasi karyawan memberikan imbal balik yang lebih tinggi melalui kinerja yang diberikan. Penilaian ini harus dilakukan secara terukur dan dikomunikasikan kepada karyawan dengan pemberian insentif dalam paket kompensasi.

Umumnya, kinerja karyawan ini diukur lewat waktu kehadiran, rata-rata 40 hingga 43 jam per minggu. Namun, perusahaan juga bisa menambahkan variabel lain seperti, zero defect dalam quality assurance, tingkat kedisiplinan, dan masih banyak lagi, semuanya bisa disesuaikan dengan kebijakan perusahaan.

Penggunaan Teknologi untuk Mengefisienkan Pekerjaan HR dalam Perusahaan Manufaktur

Penggunaan Teknologi untuk Mengefisienkan Pekerjaan HR dalam Perusahaan Manufaktur

Banyaknya pekerjaan seorang HR di perusahaan manufaktur bisa membuat HR itu sendiri tidak memiliki waktu untuk fokus mengembangkan perusahaan lewat tenaga kerja terbaik. Oleh karena itu, seorang HR juga harus memastikan bahwa tujuan perusahaan tercapai dan pekerjaan mereka pun tidak akan terabaikan. Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu solusi yang bisa membantu Anda mengerjakan seluruh tugas HR dengan baik. Mulai dari proses rekrutmen, onboarding, pengelolaan data base karyawan, manajemen absensi, lembur, dan cuti, menghitung hingga membayar payroll karyawan, hingga proses off boarding karyawan itu sendiri.

Baca Juga: Solusi HRIS untuk Menghadapi Tren Teknologi di Industri Manufaktur

Talenta merupakan salah satu teknologi yang bisa membantu Anda memberikan solusi HRIS dan memastikan seluruh pekerjaan administrasi Anda bisa selesai tepat waktu tanpa harus mengabaikan masalah pengembangan karyawan. Apa saja yang bisa dilakukan Talenta dalam membantu Anda mengembangkan karyawan dan perusahaan?

Dengan menggunakan Talenta, Anda sebagai HR bisa mengatur jadwal kerja karyawan dengan lebih mudah meski dengan sistem shifting. Anda juga bisa mengatur jadwal lembur karyawan dengan lebih mudah, juga mengelola cuti karyawan kapan dan di mana saja. Dengan fitur ini, Anda bisa memastikan jumlah karyawan yang melakukan cuti dan lembur tidak terlalu banyak dan tidak melakukannya secara bersamaan sekaligus. Di mana, jika ini terjadi bisa berdampak buruk pada produksi perusahaan itu sendiri. 

Selain itu, karyawan juga bisa mengajukan absensi, lembur, maupun cuti menggunakan aplikasi ESS (Employee Self Service. Dengan aplikasi tersebut, karyawan bisa dengan mudah melihat jam kerja mereka secara realtime dan mengajukan cuti kapan dan di mana saja, serta melihat saldo cuti yang mereka miliki.

Sistem payroll yang diberikan Talenta juga mempermudah Anda dalam melakukan perhitungan gaji secara akurat dan telah terintegrasi dengan absensi, cuti, lembur, dan komponen lainnya. Talenta juga membantu Anda menghitung PPh 21 dan iuran BPJS Karyawan lebih akurat, sehingga Anda tidak perlu lagi menghitungnya satu per satu. Itu semua juga akan terupdate dan terhitung secara otomatis ke dalam sistem penggajian karyawan.

Bukan hanya itu, Talenta juga bisa membantu Anda mengatur gaji karyawan sesuai kebijakan perusahaan, apakah dibayar per minggu, per 2 minggu, ataupun per bulan. Semuanya bisa disesuaikan dengan peraturan dan kebijakan perusahaan. 

Banyaknya karyawan yang harus Anda kelola juga membuat banyaknya data dan informasi tentang karyawan harus disimpan dengan rapi agar mempermudah ketika dibutuhkan di kemudian hari. Hal ini sering menjadi masalah bagi seorang HR. Namun, kini dengan Talenta hal tersebut sudah tidak ada lagi. Karena Anda bisa dengan mudah mengelola database karyawan kapan dan di mana saja.

Selain itu, karyawan juga dapat mengubah dan mengupdate data tersebut secara pribadi, sehingga Anda sebagai HR tidak akan terganggu lagi. Namun tidak semua data bisa diperbaharui oleh karyawan, salah satu yang tidak bisa diubah adalah nominal penggajian tentunya.

Study Case Perusahaan Manufaktur yang Telah Menggunakan Talenta

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang akhirnya beralih dari proses manual ke aplikasi HRIS dari Talenta. Perusahaan dengan jumlah karyawan sebanyak 330 orang yang tersebar di perusahaan induk hingga entitas anak perusahaan ini mencakup seluruh kawasan di Jabodetabek, Gresik, hingga Jambi.

Mengelola manajemen karyawan di beberapa perusahaan tersebutlah yang menjadi tantangan bagi PT Rukun Raharjab Tbk (RAJA). Apalagi, perusahaan ini mengharuskan memiliki karyawan khusus yang bekerja di dalam dan luar kantor. Suci Puspita Galih sebagai HR Specialist RAJA mengatakan bahwa mereka harus menentukan jadwal kerja karyawan sesuai dengan kesepakatan antara perusahaan induk dan anak usaha. Sehingga, masing-masing HR harus rutin melakukan pertemuan setiap bulannya. Dalam penyusunan jadwal kerja ini akan diserahkan sepenuhnya kepada HR anak perusahaan dan akan disisipkan beberapa komponen seperti shift, pemberian premi shift, allowance dan overtime.

Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan ini akhirnya beralih ke aplikasi HRIS yang bisa membantu kerja HR untuk mengurus segala kebutuhan karyawan. Ada beberapa fitur yang dimanfaatkan perusahaan ini, mulai dari Attendance, Onboarding, Payroll dan Reimbursement. Setelah menggunakan Talenta, Galih langsung merasa produktivitas HR menjadi meningkat karena mampu memangkas waktu pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal administratif. Temukan cerita lengkap PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dalam penggunaan aplikasi HRIS di sini.


PUBLISHED11 Feb 2020
Novia Widya Utami
Novia Widya Utami