Insight Talenta 5 min read

HR Perusahaan Manufaktur dan Fungsinya di Industri Manufaktur

By EmanuellePublished 03 Apr, 2023 Diperbarui 07 November 2023

Ada empat fungsi utama HR dalam perusahaan manufaktur. Apa saja fungsinya tersebut? Simak jawabannya di Talenta berikut ini.

Dalam membangun perusahaan manufaktur, Anda perlu mengelola banyak hal, seperti mencari tenaga kerja, mengerjakan fungsi HR, manajemen proyek, penerapan teknologi yang tepat, dan membuat sistem produksi yang efisien.

Namun, tentu Anda tidak dapat mengerjakan semua hal sendirian.

Anda membutuhkan suatu organisasi atau setidaknya sebuah tim kerja, yang dapat menerjemahkan apa yang menjadi tujuan dan impian Anda menjadi sesuatu yang nyata.

Strategi untuk mengarahkan orang-orang dalam tim Anda dapat berkinerja sesuai dengan harapan, itulah yang disebut dengan manajemen sumber daya manusia atau HRM.

Strategi tersebut sering disebut juga dengan HR (human resources management).

Seberapa Penting Fungsi HR dalam Industri Manufaktur?

HR adalah pilar utama kesuksesan industri manufaktur.

Sebesar apapun pabrik atau secanggih apapun mesin yang Anda miliki, Anda akan mengalami kesulitan dalam menghadapi tantangan yang mengancam industri terutama bila tidak memiliki tenaga kerja yang terampil dan termotivasi.

Perlu digarisbawahi kata terampil dan termotivasi karena keterampilan saja tidak cukup untuk dapat menghasilkan kinerja yang optimal.

Diperlukan motivasi agar pegawai mau dan mampu bekerja dengan maksimal sesuai dengan keterampilannya tersebut. Menjaga keterampilan serta motivasi pegawai adalah beberapa peran dari HR.

Manusia Bukan Sekadar Angka

Ketika membicarakan manusia sebagai sumber daya perusahaan, kita tidak dapat menyamakannya dengan mesin atau modal, yang dapat diperlakukan sebagaimana angka dan data di kertas.

Manusia memiliki sisi emosional yang juga harus dikelola supaya dapat bersikap sesuai dengan visi dan misi perusahaan.

Oleh karena itu, peran HR dimulai dari menemukan orang-orang yang memiliki nilai-nilai dan spirit yang sama dengan perusahaan.

peran HR

Apabila perusahaan memiliki nilai “pelayanan” dalam misinya, maka diharapkan pegawai yang direkrut pun memiliki pandangan dan keinginan untuk melayani pelanggan dengan baik.

Komitmen untuk menjalankan nilai tersebut pun patut menjadi pertimbangan dalam mengundang calon pegawai bergabung di dalam perusahaan.

Hal inilah yang akan membedakan perekrutan yang semata-mata berdasarkan apa yang di atas kertas dengan peranan manusiawi dari bagian HR.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana menciptakan pengalaman orientasi yang bermakna.

Perusahaan melalui bagian harus HR dapat memahami tujuan dan impian setiap anggota tim.

Selain itu, perusahaan dapat menjelaskan bahwa tujuan perusahaan adalah untuk meningkatkan kehidupan mereka dengan cara semaksimal mungkin.

Hal-hal di atas memang tampak klise. Namun, belajar dari pengalaman Morrison Industries, hal tersebut meningkatkan rasa memiliki pegawai atas perusahaan.

Pada akhirnya rasa memiliki akan menjadi motivasi karyawan dan berdampak meningkatkan segala aspek kinerja perusahaan.

5 Fungsi HR yang Utama di Industri Manufaktur

Mengadakan elatihan menjadi salah satu fungsi HR perusahaan manufaktur

Untuk menjalankan perannya tersebut, terdapat 4 fungsi HR yang dibutuhkan dalam industri manufaktur, agar perusahaan Anda dapat beroperasi dengan lebih lancar.

1. Melakukan Rekrutmen

A right man for a right place. Peran pertama dari Bagian HR dalam bisnis manufaktur adalah merekrut dan menemukan orang yang tepat untuk suatu posisi pekerjaan dalam perusahaan.

Tentu sebelumnya, 1) Anda dan Bagian HR harus terlebih dahulu menganalisis posisi pekerjaan apa saja yang dibutuhkan.

Kemudian, 2) membuat spesifikasi keterampilan apa yang seharusnya dimiliki oleh pegawai untuk dapat menjalankan posisi pekerjaan sebagaimana dimaksud.

Terakhir, 3) Bagian HR perusahaan manufaktur dapat mengumumkan lowongan kerja tersebut kepada masyarakat, dan kemudian 4) melakukan proses seleksi pada pelamar kerja.

Proses rekrutmen sekilas tampak sederhana dan mudah, tetapi dalam pelaksanaannya tidak semudah itu untuk dapat menemukan orang dengan spesifikasi tertentu yang sesuai dengan harapan perusahaan sekaligus mau untuk melamar.

Bahkan, menurut studi Deloitte / Manufacturing Institute, terdapat 2,4 juta posisi manufaktur terancam kosong dan tidak terisi akibat adanya kesenjangan keterampilan dan kurangnya minat generasi muda di sepanjang dekade 2018 sampai dengan 2028.

Jadi semakin penting bagi Bagian HR untuk menyediakan proses rekrutmen yang berkualitas tinggi sehingga dapat menyeleksi dengan baik, namun juga tetap tampak menarik bagi calon pegawai untuk melamar dan mengisi peran ini.

Baca Juga: Perkembangan Bisnis Manufaktur di Indonesia & Cara Mengelolanya dengan Baik

2. Menyusun Paket Kompensasi

Selain upah, pegawai juga mengharapkan paket kompensasi lainnya. Di industri manufaktur, pegawai biasanya mengharapkan adanya asuransi kesehatan dan jaminan kecelakaan kerja.

Pemerintah Indonesia pun mewajibkan perusahaan untuk mendaftarkan pegawai pada BPJS Ketenagakerjaan.

Selain ketentuan terkait BPJS Ketenagakerjaan perusahaan, Pemerintah juga memiliki beberapa peraturan maupun undang-undang yang mengatur tentang kompensasi.

Fungsi HR inilah, yang memastikan adanya paket kompensasi yang menarik dan memotivasi pegawai untuk bekerja dengan baik dan sesuai dengan ketentuan pemerintah

Selain itu perlu dipastikan pula ada paket kompensasi yang sesuai dengan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan keuntungan.

fungsi hr di industri manufaktur infografik

3. Mendesain Pelatihan

Pada tahun 2019, pemerintah Indonesia membangun 9 politeknik baru untuk mendongkrak keterampilan tenaga kerja Indonesia.

Hal ini merupakan kabar baik bagi perusahaan manufaktur, karena diharapkan dari politeknik tersebut akan ada tenaga kerja yang siap langsung kerja di lapangan kerja.

Seringkali fresh graduate memiliki gap keterampilan antara apa yang dipelajari di bangku sekolah dengan yang ada di lapangan.

Sementara baru sekitar 60% pekerja Indonesia di industri manufaktur yang telah memiliki sertifikasi keahlian yang mengonfirmasi keterampilan mereka di bidangnya.

Agar dapat mengisi gap keterampilan tersebut, fungsi HR perusahaan manufaktur-lah untuk memastikan pegawai mendapatkan peningkatan skill di tempat kerja.

Peningkatan skill ini dapat berupa pelatihan (materi training di kelas), mentoring, pembinaan, maupun on the job training.

Fungsi ini sangat penting, mengingat tidak hanya pegawai baru saja yang memerlukan peningkatan kapasitas, pegawai lama yang mengalami rotasi pekerjaan, maupun promosi.

Selain itu, pegawai yang bertugas dengan teknologi baru pun membutuhkan pelatihan.

Baca juga: 8 Program Kerja HRD Perusahaan yang Baik dan Efektif

4. Melakukan Penilaian Kinerja

Penilaian kinerja adalah fungsi yang sangat penting, karena memastikan biaya yang telah dikeluarkan perusahaan untuk memberikan kompensasi kepada pegawai mendapat imbal balik yang lebih tinggi melalui kinerja yang diberikan.

Penilaian kinerja yang baik adalah penilaian kinerja yang terukur, dikomunikasikan kepada pegawai serta terkait langsung dengan pemberian insentif dalam paket kompensasi.

Secara umum, kinerja pegawai di industri manufaktur pada bagian produksi hanya diukur dengan menggunakan kehadiran, yaitu rata-rata 40 s.d. 43 jam dalam seminggu.

Namun sebenarnya perusahaan dapat menambahkan variabel lain seperti, zero deffect dalam quality assurance, tingkat kedisiplinan, dll sebagai faktor penilai kinerja yang akan meningkatkan keuntungan secara langsung kepada perusahaan.

Anda dapat melakukan efisiensi menyederhanakan kegiatan administrasi yang repetitif dari keempat fungsi di atas dengan menggunakan Solusi HRIS Talenta. Dengan Mekari Talenta, Anda dapat lebih fokus pada pengambilan keputusan yang lebih strategis.

Tertarik untuk mencoba Talenta? Isi formulir ini untuk jadwalkan demo Talenta dengan sales kami dan konsultasikan masalah HR perusahaan manufaktur Anda kepada kami!

Anda juga bisa coba gratis Talenta sekarang dengan klik gambar di bawah ini.

Coba Gratis Aplikasi HRIS Talenta Sekarang!

5. Membentuk Budaya Organisasi

Jacob Wilson, CEO, Morrison Industries menyatakan bahwa pelajaran yang paling penting dalam mengelola sumber daya manusia adalah memiliki empati dan mengakomodasi tantangan anggota tim kerja.

Dalam bisnis Morrison Industries, hal ini berarti sikap dan pendekatan perusahaan dengan pegawai, selaras dengan sikap dan pendekatan perusahaan dengan pelanggan.

Jika misi perusahaan adalah memberikan produk yang terbaik kepada pelanggan, maka perusahaan pun selayaknya bersikap yang terbaik kepada pegawainya.

Dengan demikian, terbentuk suatu budaya organisasi yang kuat, yang bahkan dapat mengarahkan perilaku dan kinerja pegawai lebih efektif seperangkat aturan dan juga standar operasional prosedur. Oleh karena itu, dalam waktu 8 tahun (2011 s.d. 2019) tenaga kerja Morrison Industries dapat tumbuh sebanyak empat kali lipat.

Demikian juga pembukaan cabang baru di tingkat nasional.

Prestasi lainnya adalah tingkat turnover Morrison Industries berada jauh di bawah rata-rata industri, dan jumlah keterlibatan karyawan secara konsisten tinggi.

Mereka pun dengan bangga menyatakan bahwa 80% pegawai yang disurvei mengatakan bahwa Morrison Industries adalah tempat terbaik yang pernah mereka bekerja.

Sebagaimana Jacob Wilson telah belajar bahwa tanpa pegawai yang tepat, pelanggan tidak akan memiliki pengalaman yang ingin perusahaan buat untuk mereka, maka demikianlah mindset yang seharusnya dipahami oleh Bagian HR perusahaan manufaktur.

Memandang pegawai sebagai bagian dari perusahaan bukan hanya sekedar alat perusahaan untuk mencapai tujuan.

Emanuelle