HR Planning 5 min read

Cara Mengatasi Tantangan Perusahaan Manufaktur di Indonesia

By EchaPublished 01 Feb, 2023 Diperbarui 03 Januari 2024

Perusahaan manufaktur di Indonesia merupakan bisnis yang sangat menjanjikan. Selain itu, bisnis ini juga dapat memberikan pertumbuhan ekonomi signifikan. Begitupun di Indonesia, bahkan pemerintah sendiri sangat mendukung  dengan bermunculannya berbagai industri manufaktur di Indonesia.

Menurut Wikipedia, industri manufaktur adalah suatu cabang industri yang mengaplikasikan mesin, peralatan dan tenaga kerja dan suatu medium proses untuk mengubah bahan mentah menjadi barang jadi yang memiliki nilai jual.

Yang termasuk dalam industri manufaktur adalah berbagai  hal yang bisa digunakan untuk aktifitas manusia, mulai dari kerajinan tangan sampai ke produksi dengan teknologi tinggi.

Untuk bidang industri, manufaktur ini berarti mengolah bahan baku diubah menjadi barang jadi. Kuantitas dalam industri manufaktur merupakan dalam jumlah skala yang cukup besar.

Tantangan Industri Manufaktur yang Ada di Indonesia Dan Strategi Menghadapinya

Industri manufaktur adalah tulang punggung ekonomi global, termasuk di Indonesia. Ini adalah sektor yang luas yang mencakup berbagai jenis bisnis, mulai dari pembuatan komponen kecil hingga perakitan produk jadi.

Namun, seperti semua sektor ekonomi, industri manufaktur di Indonesia juga dihadapkan pada berbagai tantangan yang perlu diatasi agar tetap berkembang dan berkelanjutan. Dalam tulisan ini, kami akan membahas beberapa tantangan utama yang dihadapi industri manufaktur di Indonesia dan strategi yang dapat digunakan untuk menghadapinya.

1. Kekurangan Tenaga Kerja Kompeten dan Perekrutan yang Kurang Maksimal

Salah satu tantangan utama yang dihadapi industri manufaktur di Indonesia adalah kekurangan tenaga kerja kompeten. Proses manufaktur sering kali memerlukan keahlian khusus, terutama dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat. Namun, perekrutan tenaga kerja seringkali terburu-buru dan tidak optimal, karena perusahaan perlu segera mengisi kekosongan posisi karyawan.

Strategi Menghadapinya: Untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja kompeten, perusahaan manufaktur perlu meningkatkan upaya perekrutan. Ini termasuk menjalin kemitraan dengan lembaga pendidikan dan pelatihan untuk memastikan bahwa tenaga kerja yang tersedia memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Selain itu, program pelatihan internal dan pengembangan karyawan dapat membantu meningkatkan keterampilan tenaga kerja yang sudah ada.

Baca Juga: 7 Tantangan Manajemen Kinerja dan Cara Mengatasinya

2. Kesulitan dalam Memprediksi Permintaan Produk

Industri manufaktur sering menghadapi kesulitan dalam memprediksi permintaan produk. Tanpa alat pelaporan yang tepat, produsen mungkin sulit untuk menentukan berapa banyak produk yang sebaiknya diproduksi dalam beberapa bulan atau tahun mendatang. Akibatnya, mereka mungkin memproduksi terlalu banyak atau terlalu sedikit, yang dapat mengakibatkan pemborosan sumber daya.

Strategi Menghadapinya: Untuk mengatasi tantangan ini, perusahaan manufaktur perlu berinvestasi dalam sistem pelaporan yang canggih. Ini termasuk perangkat lunak yang dapat menghasilkan laporan keuangan yang akurat dan memungkinkan produsen untuk memantau perkembangan bisnis dengan lebih baik. Selain itu, produsen perlu memantau tren pasar dan faktor-faktor eksternal seperti perubahan kurs mata uang dan harga bahan baku untuk membantu memperkirakan permintaan dengan lebih baik.

3. Kesulitan dalam Mengontrol Persediaan

Pengelolaan persediaan (inventory control) merupakan tantangan yang berkelanjutan dalam industri manufaktur. Pengelolaan persediaan yang tidak efisien dapat mengakibatkan pemborosan dan biaya yang tidak perlu.

Strategi Menghadapinya: Teknologi dapat menjadi solusi untuk tantangan ini. Penggunaan aplikasi untuk memantau stok gudang dapat menghasilkan proses yang lebih sederhana dan terorganisir. Aplikasi ini dapat menghindari kesalahan manusia dan membantu perusahaan meminimalkan pemborosan persediaan. Selain itu, manajemen persediaan yang baik dengan identifikasi ketidaksesuaian pada data dan jumlah barang yang sebenarnya juga penting.

Baca Juga: 12 Pelatihan Wajib Untuk Meningkatkan Skill Karyawan

4. Turn-over Tinggi dalam Posisi Karyawan

Industri manufaktur sering mengalami turn-over tinggi dalam mempertahankan posisi karyawan. Karyawan dapat dengan mudah pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain yang menawarkan peluang yang lebih baik.

Strategi Menghadapinya: Untuk mengatasi turn-over tinggi, perusahaan perlu menciptakan lingkungan kerja yang menarik dan memberikan insentif yang kompetitif. Ini termasuk program pengembangan karyawan, kebijakan kompensasi yang adil, dan peluang untuk kemajuan karir. Selain itu, perusahaan dapat menjalin kemitraan dengan lembaga pendidikan untuk mengidentifikasi dan merekrut bakat potensial.

5. Kesulitan dalam Meningkatkan Efisiensi di Pabrik

Meningkatkan efisiensi di pabrik adalah tantangan lain dalam industri manufaktur. Banyak produsen merasa terpaksa mengorbankan kualitas produk untuk mengurangi biaya produksi.

Strategi Menghadapinya: Modernisasi proses dan sistem alur kerja adalah kunci untuk meningkatkan efisiensi. Perusahaan perlu mengurangi pekerjaan yang membuang waktu dan tenaga, mengoptimalkan penggunaan peralatan produksi, dan menyederhanakan rantai pasokan. Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dapat membantu perusahaan mencapai efisiensi yang optimal.

Tentu saja, menggunakan Aplikasi HRIS seperti Mekari Talenta adalah salah satu cara untuk mengatasi tantangan perusahaan manufaktur di indonesia. Coba Gratis Mekari Talenta sekarang dengan klik gambar dibawah ini.

Menggunakan Aplikasi HRIS seperti Talenta adalah salah satu cara untuk mengatasi tantangan perusahaan manufaktur di indonesia.

6. Persaingan di Pasar Global

Persaingan di pasar global semakin ketat dengan hadirnya banyak industri manufaktur sejenis yang siap bersaing dengan inovasi tanpa batas. Untuk bertahan dalam persaingan ini, setiap perusahaan harus meningkatkan kualitas produk dan strategi penjualan.

Strategi Menghadapinya: Inovasi adalah kunci untuk bersaing di pasar global. Perusahaan perlu terus berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan produk untuk memastikan bahwa mereka tetap relevan dan kompetitif. Selain itu, mereka perlu memahami pasar global dan mengadaptasi strategi penjualan mereka sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pelanggan di berbagai negara.

Baca Juga: Syarat Aturan Penggunaan Tenaga Kerja Asing bagi Perusahaan

7. Kesulitan dalam Meningkatkan Return on Investment (ROI)

Setiap produsen ingin meningkatkan Return on Investment (ROI) mereka. Namun, ini bukan tugas yang mudah, terutama ketika kondisi ekonomi tidak stabil.

Strategi Menghadapinya: Peningkatan ROI dapat dicapai dengan meningkatkan penjualan, mengurangi biaya produksi, dan meningkatkan efisiensi. Produsen perlu melakukan analisis mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi ROI mereka dan mengidentifikasi area-area di mana mereka dapat melakukan perubahan. Ini mungkin termasuk pembaruan strategi pemasaran, negosiasi dengan pemasok untuk harga diskon, dan efisiensi operasional yang lebih besar.

8. Minimnya Pelatihan dan Pengembangan Tenaga Kerja

Penting bagi perusahaan manufaktur di Indonesia untuk melakukan pelatihan dan pengembangan tenaga kerja secara teratur. Namun, terkadang perusahaan kurang memperhatikan hal ini karena fokus pada produksi.

Strategi Menghadapinya: Perusahaan perlu menyadari pentingnya pelatihan dan pengembangan tenaga kerja dalam meningkatkan keterampilan dan produktivitas. Mereka dapat mengadakan program pelatihan internal atau eksternal, serta memberikan insentif kepada karyawan yang berpartisipasi dalam program pengembangan.

9. Kekurangan Tenaga Kerja Berkualitas

Semakin banyak pekerja manufaktur berpengalaman dari generasi baby boomers yang pensiun, meninggalkan kekurangan tenaga kerja berkualitas di belakang.

Strategi Menghadapinya: Untuk mengatasi kekurangan ini, perusahaan dapat menjalankan program pelatihan internal yang mencakup transfer pengetahuan dari pekerja berpengalaman ke generasi yang lebih muda. Selain itu, mereka dapat menjalin kemitraan dengan institusi pendidikan dan pelatihan untuk menciptakan aliran pasokan tenaga kerja yang berkualitas.

10. Kesulitan dalam Mengelola Prospek Penjualan

Mengelola dan memprioritaskan prospek penjualan adalah tantangan lain yang sering dihadapi oleh produsen. Setiap prospek harus diperlakukan secara khusus karena masing-masing memiliki karakter, preferensi, dan kebutuhan yang berbeda.

Strategi Menghadapinya: Perusahaan perlu mengadopsi strategi manajemen pelanggan yang canggih. Ini termasuk penggunaan perangkat lunak CRM (Customer Relationship Management) yang dapat membantu perusahaan melacak dan berinteraksi dengan prospek penjualan dengan lebih efektif. Dengan pendekatan yang lebih personal dan terfokus, perusahaan dapat meningkatkan peluang konversi prospek menjadi pelanggan.

11. Kebingungan dalam Kemunculan Teknologi Baru

Kemunculan teknologi baru, seperti Internet of Things (IoT), robotika, dan perangkat lunak manufaktur, dapat menimbulkan kebingungan bagi produsen yang belum siap mengadopsinya.

Strategi Menghadapinya: Produsen perlu terus mengikuti perkembangan teknologi dan berinvestasi dalam pelatihan untuk karyawan mereka. Hal ini akan memastikan bahwa mereka dapat mengambil keuntungan dari teknologi baru untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi mereka.

Tantangan-tantangan di atas mencerminkan kompleksitas dan dinamika industri manufaktur di Indonesia. Namun, dengan strategi yang tepat, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta, industri manufaktur Indonesia dapat terus berkembang dan berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi negara.

Selesaikan Semua Tantangan Perusahaan Manufaktur Di Indonesia dengan Talenta

Tantangan di atas harus segera dicarikan cara memecahkannya agar tidak berlarut-larut dan karyawan bisa bekerja dengan baik.

Tentunya bila karyawan dapat bekerja maksimal, perusahaan juga bisa mendapatkan keuntungan.

Beberapa tantangan tadi bisa mulai dengan pengelolaan karyawan yang baik.

Jadi perusahaan harus bisa berubah untuk melakukan seleksi penuh saat proses rekrutmen, kemudian memberdayakan karyawan dengan baik dengan memberikan pelatihan dan pengembangan karyawan sesuai pekerjaan yang dilakukannya.

Selain itu, memberikan komponen gaji yang tepat juga akan membuat karyawan lebih loyal sehingga bekerja dengan lebih baik lagi.

Karena itulah pengelolaan karyawan yang baik dan maksimal akan membuat perusahaan industri manufaktur jadi lebih berkembang.

Talenta sendiri memiliki solusi pengelolaan yang wajib perusahaan industri manufaktur gunakan.

Mulai dari sistem HRIS yang terintegrasi baik dengan pencatatan administrasi karyawan secara online, sistem payroll Mekari Talenta juga akan membuat perusahan lebih mudah memberikan hak karyawan dengan mudah dan hemat waktu.

Mekari Talenta juga akan membantu pengelolaan karyawan dari nol mulai dari perekrutan hingga pengembangan karyawan perusahaan.

Sudah siap atasi tantangan industri manufaktur bersama Mekari Talenta?

Echa