Macam-Macam Kompensasi Perusahaan untuk Karyawan

Macam-Macam Kompensasi Perusahaan untuk Karyawan

Hak karyawan memiliki banyak jenis. Mulai dari hak ketika karyawan bekerja di perusahaan hingga hak karyawan ketika mereka keluar atau resign dari perusahaan. Salah satu bentuknya iahlah kompensasi perusahaan. Beberapa jenis pemberian kompensasi ini pun diatur oleh pemerintah untuk memastikan semua karyawan mendapatkannya. Hal itu menunjukkan bahwa ada kompensasi yang sifatnya wajib, dan ada yang sifatnya pilihan atau opsional. Anda sebagai HR tentu harus memahami apa saja macam kompensasi yang didapatkan karyawan. Berikut penjelasan macam-macam kompensasi perusahaan untuk karyawan.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

1. Kompensasi Finansial Langsung

Kompensasi finansial langsung adalah imbalan yang diberikan kepada karyawan berupa uang, bukan berbentuk benda atau fasilitas. Beberapa contoh kompensasi finansial langsung adalah gaji, tunjangan anak dan istri, THR, tunjangan insentif, opsi saham, dan sebagainya. Dengan kata lain, kompensasi jenis ini adalah segala jenis pendapatan yang menambah penghasilan bruto karyawan dan terkena pajak penghasilan Pasal 21 setiap bulannya.

Sehingga apapun tujuan pemberian uang tersebut, menurut aturan pemerintah, harus dihitung pajaknya bersamaan dengan ketika menghitung pajak dari total gaji karyawan. Nantinya, setiap karyawan yang mendapatkannya akan diberikan bukti pengiriman yang biasa disebut dengan slip gaji. Dari slip gaji itulah karyawan dapat melihat kompensasi apa saja yang mereka dapat.

Kompensasi jenis ini tidak harus sama antara karyawan tetap dengan karyawan kontrak. Pemberiannya disesuaikan dengan hasil kesepakatan perjanjian kerja bersama. Misalnya, pemberian bonus yang tidak semua karyawan bisa mendapatkannya karena tergantung pada prestasi masing-masing karyawan.

2. Kompensasi Finansial Tidak Langsung

Kompensasi jenis ini adalah imbalan untuk karyawan yang pemberiannya tidak secara langsung karena melalui pihak ketiga. Bentuknya bisa berupa uang atau fasilitas tertentu yang dapat diakses oleh semua karyawan perusahaan. Jika berupa uang, maka karyawan akan menerimanya sebagai biaya perawatan, tabungan hari tua, tabungan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan sebagainya. Sebagai contoh, perusahaan mengikutsertakan karyawan dalam program perlindungan sosial dan kesehatan untuk semua karyawan. Di Indonesia, pemerintah sudah mengaturnya melalui badan hukum yang telah ditunjuk, yaitu BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Setiap perusahaan wajib mengikutsertakan semua karyawan dalam BPJS. Dalam praktek sehari-hari, karyawan akan melihatnya sebagai premi yang dibayarkan oleh perusahaan.
Kemudian kompensasi finansial tidak langsung yang berupa fasilitas dapat diakses oleh semua karyawan tanpa harus dituliskan bukti pemberiannya. Contoh fasilitas dari perusahaan dapat berupa mobil perusahaan, rumah dinas, jaringan internet (wifi), mushola, kamar mandi, dan sebagainya.

3. Kompensasi Non Finansial

Kompensasi non finansial adalah suatu hal yang tidak berupa uang maupun fasilitas namun sama berharganya dengan dua jenis kompensasi diatas. Kompensasi ini berupa nilai positif yang didapatkan karyawan selama bekerja di perusahaan. Beberapa contoh kompensasi non finansial adalah budaya kerja yang disiplin dan teratur, program pelatihan dan pengembangan karir, jenjang karir yang pasti, lingkungan kerja yang nyaman, tim kerja dengan kerja sama yang terbangun, hingga reputasi perusahaan. Beberapa hal tersebut justru termasuk kompensasi yang pemberiannya tidak bisa instan karena membutuhkan proses yang panjang. Baik perusahaan maupun karyawan harus bahu membahu untuk mendapatkannya. Artinya, harus ada timbal balik yang seimbang antara perusahaan dan karyawan. Perusahaan harus sungguh-sungguh dalam mewujudkannya.

Sedangkan karyawan harus sadar bahwa hal tersebut menguntungkan mereka. Contoh lain kompensasi non finansial yang dapat diberikan perusahaan adalah jatah cuti yang lebih panjang, jam kerja fleksibel (flexi time), dan sebagainya. Untuk kompensasi seperti ini, perusahaan dapat mewujudkannya melalui peraturan perusahaan dengan tujuan memberikan karyawan kesempatan yang lebih luas untuk berkembang. Meskipun kompensasi jenis ini tidak diatur secara detail oleh pemerintah, namun perusahaan harus tetap berusaha mewujudkannya karena begitu banyak manfaat yang akan diterima nantinya.

Baca juga: Keuntungan Jika Perusahaan Berlakukan Jam Kerja Fleksibel

Anda sudah paham bukan mengenai macam-macam kompensasi perusahaan? Kompensasi perusahaan adalah sebuah kewajiban yang menguntungkan perusahaan sekaligus karyawannya. Maka dari itu, pengelolaannya harus dibuat sebaik mungkin. Mengelola kompensasi perusahaan merupakan salah satu tugas tim HR. Untuk membantu Anda menyelesaikan tugas-tugas administrasi karyawan, akan lebih bijak jika perusahaan menggunakan aplikasi HR yang sudah terpercaya. Talenta hadir sebagai aplikasi HR dengan berbagai fitur canggihnya. Mulai dari menghitung gaji dan tunjangan karyawan, pph 21 dan 26, serta tugas administrasi lainnya. Efektif bukan? Yuk coba demo Talenta sekarang.


PUBLISHED04 Sep 2019
Ervina
Ervina