Insight Talenta

Klasifikasi Data: Pengertian, Jenis, Hingga Metodenya

Klasifikasi Data: Pengertian, Jenis, Hingga Metodenya

Memiliki bisnis bukanlah serta merta mengenai untung rugi, data adalah hal yang penting bagi perusahaan, setiap data harus disimpan secara baik. Segala informasi yang Anda peroleh pasti berhubungan dengan data, karena segala informasi yang didapat selalu berasal dari data yang diperoleh. Dengan adanya data yang teratur, maka akan memudahkan Anda dalam melakukan pekerjaan, dengan adanya data yang teratur maka Anda tidak perlu sulit dalam mencari data yang dibutuhkan, karena data sudah berada di tempat yang seharusnya, dan disusun secara teratur. Pada artikel ini, Anda akan mengetahui lebih mendalam mengenai data, terutama dalam klasifikasi data.

Pengertian Klasifikasi Data

Segala informasi memiliki hubungan dengan data, karena segala informasi yang diperoleh bersumber dari data lapangan yang ada. Menurut ahli sistem yaitu The Liang Gie, data merupakan hal, peristiwa, atau kenyataan lain apapun yang mengandung sesuatu pengetahuan untuk dijadikan sebagai bahan menyusun keterangan, membuat kesimpulan, atau mengambil keputusan. Klasifikasi data sendiri memiliki berbagai macam jenis yang dibedakan menjadi 5 jenis, mulai dari klasifikasi data berdasarkan sumber data, cara memperolehnya, waktu pengumpulan, jenis data, dan sifat data.

Klasifikasi Data Berdasarkan Sumber Data

  • Data Internal

Data internal adalah sebuah data asli yang menguraikan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal, data ini dihasilkan melalui penelitian sendiri, bukan data hasil dari orang lain. Contohnya adalah data penjualan, data stok gudang, data pegawai, dan sebagainya.

  • Data Eksternal

Data eksternal adalah data yang menguraikan situasi dan kondisi yang berada di luar organisasi, biasanya data ini didapat dari hasil penelitian orang lain. Misalnya adalah data tingkat prefensi pelanggan, data konsumen dalam penggunaan suatu produk, dan sebagainya. Data eksternal memiliki 2 (dua) jenis, yaitu:

    • Data Eksternal Primer; data yang berupa ucapan kata atau tulisan dari orang yang memiliki data itu sendiri, atau orang yang melakukan penelitian sendiri.
    • Data Eksternal Sekunder; data yang diperoleh bukan dari orang lain yang melakukan penelitian, melainkan melalui seseorang atau beberapa orang lainnya.

Klasifikasi Data Berdasarkan Cara Memperolehnya

  • Data Primer

Data primer adalah data yang diambil atau dikumpulkan secara langsung dari objek penelitian oleh seorang peneliti maupun organisasi.
Contoh: Data kepuasan pelanggan terhadap pelayanan di PLN, yang mana data tersebut diperoleh dengan menyebarkan kuesioner ataupun wawancara secara langsung.

  • Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh tidak secara langsung dari objek penelitian, namun sudah dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai metode baik secara komersial maupun non komersial.
Contoh: data jumlah warga di desa, data APBN (data sekunder biasanya menggunakan data statistik baik dari hasil riset surat kabar ataupun media lainnya).

Klasifikasi Data Berdasarkan Waktu Pengumpulan

  • Data Cross Section; merupakan data yang menunjukkan titik waktu tertentu. Misalnya, laporan penjualan per 17 November 2019, data pelanggan PT Maju Sukses bulan Agustus 2018, dan sebagainya.
  • Data Time Series/Berkala; data yang menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara historis. Contohnya data perkembangan nilai tukar dollar amerika terhadap rupiah dari tahun 2014 hingga 2019, jumlah pendaftar calon haji Indonesia dari tahun ke tahun, dan sebagainya.

Klasifikasi Data Berdasarkan Jenis Data

  • Data Kuantitatif

Data kuantitatif adalah data yang berupa angka-angka. Contohnya adalah jumlah pengguna media sosial di Indonesia, data jumlah siswa di Sekolah Menengah Pertama, dan lain sebagainya.

  • Data Kualitatif

Data kualitatif adalah data yang berupa kata-kata yang mengandung sebuah makna. Misalnya adalah tanggapan masyarakat terhadap penggunaan plastik, juga mengenai tanggapan para ahli terhadap pengidap kanker, dan sebagainya.

Klasifikasi Data Berdasarkan Sifat Data

  • Data Diskrit

Data diskrit adalah data yang nilainya adalah bilangan asli, bukan berupa pecahan angka. Misalnya seperti data berat badan mahasiswa jurusan komunikasi, atau data jumlah kendaraan di Jakarta, dan lain sebagainya.

  • Data Kontinyu

Data kontinyu adalah data yang nilainya ada pada interval tertentu atau berada pada nilai yang satu ke nilai lainnya, nilainya bisa berupa pecahan. Contohnya seperti penggunaan kata sekitar, kira-kira, dan sebagainya. Biasanya kata tersebut terdapat pada data hasil panen, panjang jalan, berat badan sapi. Contoh lainnya seperti data berikut “Petani memiliki hasil panen tomat kurang lebih 300 ton.”

Metode Pengumpulan Data

Dalam sebuah penelitian, teknik pengumpulan data adalah faktor yang menentukan keberhasilan suatu penelitian. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, alat yang digunakan dalam pengambilan data, dan sumber data yang diperoleh. Jenis sumber data adalah perihal dari mana data diperoleh. Apakah data diperoleh dari sumber langsung (data primer) atau sumber tidak langsung (data sekunder).
Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Sedangkan instrumen pengumpulan data adalah alat yang digunakan dalam mengumpulkan data. Metode ini memiliki instrumen atau alat dalam pengumpulan data, yaitu berupa pengamatan, tes, wawancara, angket, dokumentasi, dan sebagainya.
Selain itu, terdapat tiga teknik pengumpulan data yang paling sering digunakan yaitu, angket, observasi dan wawancara.

  • Angket (Kuesioner)

Angket/kuesioner adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi beberapa pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Walaupun metode ini terlihat mudah, namun jika respondennya besar dan terdiri dari berbagai wilayah tentu dalam mengolah datanya juga membutuhkan waktu. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik. Prinsip Penulisan angket menyangkut beberapa faktor antara lain :

  1. Isi dan tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan ditujukan untuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban.
  2. Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden. Tidak mungkin menggunakan bahasa yang penuh istilah-istilah bahasa Inggris pada responden yang tidak mengerti bahasa Inggris, dan sebagainya.
  3. Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau terturup. Jika terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas, sedangkan jika pernyataan tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan.
  • Wawancara

Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab secara langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap narasumber atau sumber data. Wawancara yang menggunakan sampel besar biasanya dilakukan sebagai studi pendahuluan, karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat digunakan sebagai teknik pengumpul data (penelitian kualitatif). Wawancara terbagi menjadi 2 (dua), yaitu:

    • Wawancara Terstruktur

Wawancara terstruktur yaitu peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti informasi apa yang ingin ditanyakan dari responden, sehingga pertanyaannya sudah dibuat secara tersusun dan sistematis. Biasanya peneliti dalam melaksanakan wawancara menggunakan alat bantuan seperti tape recorder, kamera, dan material lain yang dapat membantu kelangsungan wawancara.

    • Wawancara Tidak Terstruktur

Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara tersusun secara sistematis dan spesifik, dan hanya memuat garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan oleh responden.

  • Observasi

Observasi adalah metode pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden, namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi berdasarkan situasi dan kondisi. Metode ini cocok digunakan apabila tujuan penelitian untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan dengan responden yang tidak terlalu besar. Metode pengumpulan data observasi terbagi menjadi dua kategori, yaitu:

    • Participant Observation; Dalam observasi ini penelitian terlibat secara langsung dalam kegiatan sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data. Contohnya seorang sutradara mengamati mengenai bagaimana adat suku Bugis, kebiasaan-kebiasaan yang rutin dilakukan oleh suku Bugis, sejarah-sejarahnya, dan lain sebagainya.
    • Non Participant Observation; observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati. Contohnya seperti penelitian tentang pola pembinaan olahraga, seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian.

Kelemahan dari metode ini adalah peneliti tidak dapat memperoleh data yang mendalam, karena hanya bertindak sebagai pengamat dari luar tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam peristiwa tersebut. Dalam metode ini, alat yang diperlukan yaitu, lembar cek list, buku catatan, kamera foto, dan lain sebagainya.

Variabel Dalam Penelitian

Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang ditetapkan oleh peneliti dalam bentuk apa saja yang digunakan untuk dipelajari sehingga diperolehnya informasi tentang hal tersebut, kemudian dapat ditarik kesimpulan. Variabel penelitian melipti faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti.
Segala bentuk variabel penelitian ditentukan oleh landasan teorinya, dan ditegaskan oleh hipotesis penelitian. Maka itu, apabila landasan teorinya berbeda, maka variabel-variabel penelitiannya juga akan berbeda. Jumlah variabel yang dijadikan objek pengamatan akan ditentukan oleh sofistikasi rancangan penelitiannya. Makin sederhana sesuatu rancangan penelitian, akan melibatkan variabel-variabel yang semakin sedikit jumlahnya, dan sebaliknya.

  • Variabel Berdasarkan Proses Kuantifikasi Data

Berdasarkan proses kuantifikasi data, biasanya variabel dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:

    • Variabel Nominal; variabel yang ditetapkan atas proses penggolongan, variabel ini bersifat diskret dan saling pilah antara kategori satu dengan kategori lainnya. Contohnya seperti status perkawinan, jenis pekerjaan, dan jenis kelamin.
    • Variabel Ordinal; variabel yang tersusun berdasarkan jenjang dalam atribut tertentu. Biasanya jenjang tertinggi diberi angka 1, jenjang di bawahnya diberi angka 2, lalu di bawahnya diberi angka 3 dan seterusnya.
    • Variabel Interval; biasanya dihasilkan dari pengukuran, yang mana dalam pengukuran tersebut diasumsikan terdapat satuan pengukuran yang sama. Misalnya seperti prestasi belajar, penghasilan, sikap terhadap suatu program yang dinyatakan dalam skor, dan sebagainya.
    • Variabel Ratio; Variabel yang dalam kuantifikasinya mempunyai nol mutlak. (Drs. Sumadi Suryabrata .Metodologi Penelitian. Hal. 26-27).
  • Variabel Berdasarkan Fungsinya

Beberapa variabel penelitian yang dibedakan berdasarkan fungsinya, yaitu:

    • Variabel Bebas (Independent Variabel)

Kondisi atau karakteristik yang dimanipulasi oleh peneliti dalam rangka untuk menerangkan hubungannya dengan fenomena yang diobservasi. Fungsi ini sering disebut sebagai variabel pengaruh, karena berfungsi mempengaruhi variabel lain, jadi secara bebas berpengaruh terhadap variabel lain.

    • Variabel Tergantung (Dependent Variabel)

Kondisi variabel di mana karakteristik yang berubah atau timbul ketika penelitian mengintroduksi, mengubah atau mengganti variabel bebas. Menurut fungsinya, variabel ini dipengaruhi oleh variabel lain, karena sering disebut variabel yang dipengaruhi atau variabel terpengaruhi. Variabel ini juga biasa disebut sebagai variabel terikat.

    • Variabel Moderator

Yang dimaksud variabel moderator adalah variabel yang karena fungsinya ikut mempengaruhi variabel tergantung serta memperjelas hubungan bebas dengan variabel tergantung.

    • Variabel Intervening

Variabel intervening adalah variabel yang mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur. Variabel ini adalah variabel antara yang terletak di antara variabel independen dan dependen, sehingga variabel independen tidak langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel dependen. Variabel intervening juga merupakan variabel yang berfungsi menghubungkan variabel satu dengan variabel lainnya. Hubungan itu dapat menyangkut sebab akibat atau hubungan pengaruh dan terpengaruh.

      • Variabel Rambang

Variabel rambang adalah variabel yang fungsinya dapat diabaikan atau hampir tidak memiliki pengaruh terhadap variabel bebas atau variabel terikat.

      • Variabel Kendali

Variabel yang membatasi atau mewarnai variabel moderator. Variabel ini berfungsi sebagai kontrol terhadap variabel lain terutama berkaitan dengan variabel moderator. Dengan kata lain, variabel bebas yang semula dibiarkan bervariasi kini dibatasi sehingga variasinya minimal atau hilang.

Hubungan-Hubungan Variabel

Inti dalam penelitian ilmiah adalah mencari hubungan antara berbagai variabel. Hubungan yang paling dasar adalah hubungan antara dua variabel bebas dan variabel terikat. Berikut beberapa jenis hubungan variabel.

  • Hubungan Simetris

Variabel dikatakan memiliki hubungan simetris apabila variabel satu tidak dipengaruhi oleh variabel lainnya. Terdapat 4 kelompok hubungan simetris, yaitu:

  1. Kedua variabel merupakan indikator sebuah konsep yang sama.
  2. Hubungan yang bersifat kebetulan semata-mata.
  3. Kedua variabel saling berkaitan secara fungsional, dimana yang satu berada yang lainnya pun pasti disana.
  4. Dua elemen merupakan akibat dari suatu faktor yang sama.
  • Hubungan Timbal Balik

Hubungan timbal balik adalah hubungan di mana suatu variabel dapat menjadi sebab dan akibat dari variabel lainnya. Harus Anda ketahui bahwa hubungan timbal balik bukanlah hubungan, maka tidak dapat ditentukan variabel yang menjadi sebab dan variabel  yang menjadi akibat.

  • Hubungan Asimetris (Tidak Simetri)

Variabel dikatakan mempunyai hubungan asimetris jika satu variabel atau lebih mempengaruhi variabel lainnya. Terdapat 6 tipe hubungan asimetris, yaitu:

  1. Hubungan antara diri individu dan disposisi atau tingkah laku. Artinya ciri di  sini adalah sifat individu yang relatif tidak berubah dan tidak dipengaruhi lingkungan.
  2. Hubungan antara stimulus dan respons. Hubungan yang demikian itulah merupakan salah satu hubungan kausal yang lazim dipergunakan oleh para ahli.
  3. Hubungan antara tujuan (ends) dan cara (means)
  4. Hubungan antara pre kondisi yang perlu dengan akibat tertentu.
  5. Hubungan antara disposisi dan respons. Disposisi adalah kecenderungan untuk menunjukkan respons tertentu dalam situasi tertentu. Apabila “stimulus” datangnya pengaruh dari luar dirinya, sedangkan “disposisi” berada dalam diri seseorang.
  6. Hubungan yang imanen antara dua variabel.

Itulah beberapa hal mengenai klasifikasi data, mulai dari pengertian hingga jenisnya. Data adalah hal penting yang harus disimpan dan dijaga, baik perorangan maupun perusahaan. Talenta hadir menyediakan fitur penyimpanan data-data terkait karyawan, sehingga Anda sebagai HR tidak perlu sulit lagi dalam mengelola data perusahaan dan karyawan, hal ini tentu akan memudahkan pekerjaan Anda nantinya.


PUBLISHED27 Nov 2019
Ervina
Ervina