Insight Talenta

Mengenal Fringe Benefits: Pengertian, Pertimbangan dan Penerapannya di Indonesia

Apa itu Fringe Benefits ? Definisi fringe benefits adalah imbalan tambahan yang diberikan perusahaan kepada karyawannya.

Beberapa tunjangan umumnya diberikan kepada semua karyawan Perusahaan, sementara yang lain hanya diberikan kepada karyawan tingkat senior.

Beberapa manfaat diberikan kepada karyawan untuk mengimbangi biaya yang terkait dengan pekerjaan mereka, sementara yang lain disesuaikan untuk mencerminkan kepuasan kerja secara keseluruhan.

Namun, pemberi kerja menggunakan tunjangan tambahan untuk membantu mereka menarik, memotivasi, dan mempertahankan karyawan berkualitas tinggi di perusahaan mereka.

definisi fringe benefits

Memahami Apa itu Fringe Benefits

Umumnya, tunjangan diberikan dalam bentuk asuransi kesehatan, asuransi jiwa, hibah perguruan tinggi, penggantian biaya penitipan anak, subsidi kafetaria, pinjaman di bawah pasar, diskon karyawan, opsi saham karyawan, dan penggunaan pribadi kendaraan perusahaan.

Perusahaan yang bersaing untuk mendapatkan talenta terbaik di bidang yang sangat kompetitif dapat menawarkan manfaat tambahan yang luar biasa.

Fringe benefit yang tidak biasa dapat diberikan karena sesuai dengan profil perusahaan. PetSmart dan Dogtopia keduanya mengoperasikan tempat kerja yang ramah hewan peliharaan.

Ben and Jerry’s menghadiahi karyawan dengan es krim gratis. Lokasi Patagonia menawarkan lapangan voli besar dan juga kelas yoga.

Perusahaan yang bersaing untuk mendapatkan talenta terbaik dalam lingkungan yang sangat kompetitif dapat menawarkan nilai tambah yang luar biasa. Alphabet, perusahaan induk Google, dikenal dengan fasilitasnya, yang meliputi bus komuter gratis dan kedai kopi gourmet gratis. Microsoft menawarkan 20 minggu liburan berbayar kepada ibu baru. dan 12 minggu untuk orang tua baru lainnya.

Pertimbangan Khusus

Fringe Benefit dikenakan pajak secara default kecuali secara khusus dikecualikan. Pajak diperlukan untuk penerima manfaat tambahan karena Anda memasukkan nilai pasar manfaat dalam penghasilan tahunan kena pajak Anda.

Internal Revenue Service (IRS) mengelola daftar yang disebut Panduan Pajak Manfaat Tambahan. Daftar tunjangan bebas pajak penghasilan di tahun 2019 adalah:

  • Tunjangan sakit dan kecelakaan
  • Bonus kinerja
  • Bantuan adopsi
  • Fasilitas olahraga
  • Subsidi biaya perjalanan
  • Tunjangan minimum
  • Bantuan ketergantungan
  • Dukungan pendidikan
  • Diskon karyawan
  • Opsi saham karyawan
  • Ponsel yang disediakan oleh pemberi kerja
  • Cakupan asuransi jiwa
  • Rekening Tabungan Kesehatan atau health savings account (HSA)
  • Akomodasi bisnis Essen
  • Layanan Tanpa Biaya Tambahan
  • Layanan Pensiun
  • Pengurangan Biaya Pendidikan
  • Tunjangan kondisi kerja

Semua pengecualian ini tunduk pada kondisi tertentu, banyak di antaranya kompleks. Misalnya, penghargaan prestasi hanya dikecualikan hingga $1.600 untuk penghargaan yang memenuhi syarat dan $400 untuk penghargaan yang tidak memenuhi syarat.

Penghargaan yang memenuhi syarat terbuka untuk semua karyawan, bukan hanya karyawan bergaji tinggi.

Pengecualian lainnya tidak berlaku untuk karyawan dengan imbalan tinggi jika tunjangan diberikan kepada mereka tetapi tidak untuk karyawan lain, seperti: Diskon karyawan, bantuan adopsi dan bantuan perawatan.

Sebagian besar, tetapi tidak semua, tunjangan yang dibebaskan dari pajak penghasilan juga dibebaskan dari Pajak Jaminan Sosial, Medicare, dan pengangguran federal.

Menilai Fringe Benefits

Fringe benefit yang tidak tercantum di atas, atau manfaat apa pun yang tercantum di atas yang sangat tidak sesuai dengan aturan IRS, akan dikenakan pajak. Aturannya sama rumitnya.

Misalnya, manfaat dari kondisi kerja dikenakan pajak selama manfaat tersebut dimaksudkan untuk penggunaan pribadi. Misalnya, jika laptop diberikan kepada karyawan, penghasilan kena pajak adalah persentase dari nilai pasar wajar laptop yang dimaksudkan untuk penggunaan pribadi.

Jika penggunaannya 80% pribadi, pajak penghasilannya adalah 80% dari harga laptop.

Secara umum, fringe benefit dinilai berdasarkan nilai pasar wajar. Dengan jumlah yang akan dibayar karyawan untuk layanan yang sama.

Kunci Penting

  • Fringe benefit membantu perusahaan merekrut, memotivasi, dan mempertahankan karyawan yang berkualifikasi tinggi.
  • Perusahaan yang bersaing untuk mendapatkan keterampilan yang paling banyak diminta cenderung menawarkan keuntungan yang sangat besar
  • Beberapa tunjangan yang paling umum seperti kesehatan dan asuransi jiwa tidak dikenakan pajak.
  • Untuk tunjangan lain akan dikenakan pajak pada nilai pasar wajar atau fair market value.

Menilik Prospek Penerapan Fringe Benefits Tax di Indonesia

Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR terkait dengan pembahasan RUU KUP, salah satu isu yang dibahas adalah pengaturan kembali aspek pajak atas natura atau fringe benefit. Rencananya, pemberian natura akan menjadi objek penghasilan bagi penerima dan menjadi biaya bagi pemberi kerja

Lantas, bagaimana ketentuan perpajakan di Indonesia saat ini dalam melihat pemberian fringe benefit? Apakah pengaturan kembali fringe benefit sebagai objek pajak penghasilan merupakan kebijakan yang tepat untuk diterapkan di Indonesia?

Secara konsep, natura atau fringe benefit merupakan bentuk tunjangan yang melengkapi atau di luar upah atau gaji normal (OECD Glossary). Selain itu, fringe benefit juga diartikan sebagai segala bentuk kompensasi nontunai yang secara sukarela diberikan pemberi kerja kepada karyawannya (Turner, 1999). Bentuknya bisa beragam, seperti akomodasi gratis, tunjangan liburan, fasilitas kendaraan, opsi saham karyawan, dan sebagainya.

Dalam praktiknya, pemberian natura terhadap pegawai merupakan hal yang lumrah dilakukan. Biasanya natura diberikan karena jabatan tertentu, reward atas kinerja, atau hal lainnya. Pengusaha menggunakan fringe benefit untuk membantu mereka dalam merekrut, memotivasi, dan mempertahankan orang-orang berkualitas di perusahaannya.

Dalam ketentuan saat ini, pemberian fringe benefit atau natura bukan merupakan objek penghasilan (non-taxable income). Hal itu sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (3) huruf d UU PPh. Namun, apabila natura tersebut diberikan oleh bukan wajib pajak, wajib pajak yang dikenakan pajak secara final, atau wajib pajak yang menggunakan norma penghitungan khusus (deemed profit), atas natura tersebut dikenakan pajak (taxable income).

Dari sisi pengusaha, biaya yang dikeluarkan dalam bentuk natura juga tidak dapat menjadi biaya pengurang penghasilan bruto (non-deductible expense) sebagaimana diatur dalam Pasal 9 ayat (1) huruf e UU PPh.

Pengecualian hanya diberikan untuk biaya penyediaan makanan dan minuman bagi seluruh pegawai serta penggantian atau imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan di daerah tertentu dan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan.

Berbeda dengan Indonesia, beberapa negara melihat pemberian fringe benefit atau natura sebagai objek pajak. Di Australia dan Selandia Baru disebut dengan fringe benefit tax (FBT). Tentunya, kebijakan yang diterapkan bervariasi, mulai dari cakupan natura yang dipajaki, tarif dan dasar pengenaan pajaknya, hingga penanggung beban pajak tersebut.

Pertimbangan

UNTUK Indonesia sendiri, terdapat beberapa alasan mengapa FBT dapat menjadi salah satu opsi kebijakan PPh orang pribadi yang dapat dipertimbangkan.

Pertama, sebagai upaya mengimbangi ketimpangan tarif PPh orang pribadi dan PPh badan. Sesuai dengan dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2022, pemerintah berencana menambahkan lapisan tarif baru PPh orang pribadi sebesar 35%. Adapun tarif PPh orang pribadi saat ini diterapkan secara berjenjang, yaitu 5%, 15%, 25%, dan 30%.

Di sisi lain, tarif umum PPh badan yang saat ini berlaku sebesar 22% dan akan menjadi 20% mulai tahun depan. Penyesuaian tarif PPh OP tertinggi menjadi 35% ini pada akhirnya akan membuat selisih atau gap yang kian besar dengan tarif PPh badan. Penerapan FBT dipercaya dapat membantu mengurangi tax planning yang timbul dari gap tersebut.

Dengan gap tarif yang tinggi, pengusaha akan cenderung memberikan kemampuan ekonomis dalam bentuk natura. Melalui penerapan FBT, upaya perencanaan pajak (tax planning) dengan melakukan shifting penghasilan berbentuk tunai atau cash (seperti gaji dan tunjangan) ke bentuk natura (benefit in kind) guna mengurangi beban PPh orang pribadi dapat diminimalkan.

Kedua, penerapan FBT sebagai upaya optimalisasi penerimaan PPh orang pribadi sekaligus mengurangi ketimpangan. Umumnya, kelompok karyawan yang perpenghasilan tinggi atau pemilik modal yang mendapatkan fasilitas atau natura lebih besar dibandingkan dengan karyawan lainnya.

Sementara itu, atas tambahan kemampuan ekonomis dalam bentuk natura tersebut tidak bisa dipajaki. Pada akhirnya, ketimpangan atas penghasilan maupun kekayaaan pun kian membesar. Dalam hal ini, FBT dapat berperan untuk mengurangi ketimpangan tersebut.

Ketiga, sejalan dengan tren dan praktik di negara lain. FBT sudah diterapkan di beberapa negara seperti Australia, Selandia Baru, India, China, Hong Kong, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat. Begitu pun dengan negara tetangga seperti Singapura dan Filipina.

Penerapan FBT sendiri bervariasi di setiap negara. Cakupan fringe beneft sendiri memiliki arti yang luas dalam konteks pengenaan pajaknya (Kumar dan Nagaruju, 2006). Namun demikian, tidak semua pemberian natura dikenakan FBT. Umumnya, terdapat pengecualian.

Contohnya, pemberian skema saham karyawan tidak dikenai FBT di Australia. Selain itu, ada negara yang membebankan FBT kepada pemberi kerja (employer) seperti Selandia Baru. Sementara di negara lainnya membebankan kepada pihak karyawan (employee).

Dari sisi tarif juga bervariasi dan relatif tinggi. Australia mengenakan FBT dengan tarif 47%. Selandia Baru lebih tinggi lagi, yaitu 63,93%. Sementara itu, Filipina mengenakan tarif 35%. Pertanyaannya, mengapa tarif pajaknya begitu tinggi?

Aturan FBT pada umumnya dirancang untuk memastikan tunjangan dalam bentuk natura juga dikenai pajak secara efektif dengan tarif yang sama dengan gaji atau upah tunai. Dalam hal ini, tarif marginal FBT merupakan gross-up dari tarif marginal PPh OP.

Keempat, memenuhi prinsip simetri dalam sistem pajak. Dengan menerapkan FBT – natura diperlakukan sebagai objek PPh bagi penerimanya (taxable income) – maka atas biaya natura yang dikeluarkan oleh perusahaan dapat dibiayakan secara fiskal (deductible expense).

Prinsip taxable-deductible ini berarti apabila suatu penghasilan dapat dipajaki bagi pihak yang menerimanya maka atas pengeluaran penghasilan tersebut dapat dibebankan sebagai biaya oleh pihak yang mengeluarkannya.

Berdasarkan pada alasan-alasan di atas, rencana pemerintah dalam menerapkan FBT patut didukung. Efek penyesuaian tarif PPh orang pribadi yang lebih tinggi perlu diantisipasi dengan kebijakan lain, salah satunya FBT. Dengan demikian, penyesuaian tersebut dapat efektif dan memberikan dampak siginifikan terhadap penerimaan negara.

Namun demikian, penerapan FBT ini tidaklah mudah. Terdapat beberapa tantangan, di antaranya pertama, tidak semua semua imbalan dapat diatribusikan secara individual kepada karyawan, terutama dalam kasus Ketika imbalan tersebut dinikmati secara kolektif.

Kedua, banyak tunjangan disamarkan sebagai penggantian atau pengeluaran lain-lain sehingga memungkinkan karyawan untuk ‘melarikan diri’ dari kewajiban pajak mereka. Ketiga, terdapat kesulitan dalam valuasi manfaat yang diterima.

Oleh sebab itu, penentuan skema dan kompleksitas penghitungan tarif dan basis pemajakannya merupakan agenda penting selanjutnya. Satu hal yang pasti, agenda reformasi PPh orang pribadi juga harus tetap berpedoman pada tujuan membangun sistem pajak yang lebih efisien, berkepastian, dan efektif.

Software untuk Kelola Fringe Benefits Terbaik

Talenta adalah salah satu merk HRIS (human resources information system), yakni software (perangkat lunak) untuk manajemen sumber daya manusia. Software HRIS biasanya bertujuan mengurangi beban kerja administrasi di bidang penggajian, perpajakan karyawan, absensi, dan performance appraisal.

Sehingga hadirnya Mekari Talenta  memberikan solusi dengan menghadirkan aplikasi HRD yang dapat diakses secara online dan berbasis aplikasi employee self service yang akan mempermudah karyawan Anda dalam mengajukan absensi, cuti, lembur, bahkan reimbursement hanya dari aplikasi di smartphone mereka. Aplikasi employee self-service by Talenta ini juga menawarkan berbagai keuntungan lainnya yang dapat Anda akses pada https://www.talenta.co/fitur/employee-self-service-ess/.

Selain itu, Talenta dilengkapi dengan fitur benefit karyawan yang memberi kemudahan pada Anda dalam memberi tunjangan pada karyawan dengan fitur akses gaji lebih awal. Fitur tersebut tentunya tidak akan memberatkan karyawan karena tanpa bunga atau biaya pinjaman. Dengan menggunakan fitur ini, ada berbagai keuntungan yang akan Anda peroleh, selengkapnya akses tautan berikut https://mekari.com/produk/mekari-flex/benefit-karyawan/.

Talenta menggunakan business model managed subscription, jadi anda berlangganan secara tahunan ke Talenta untuk menggunakan software ini. Tidak bisa bayar sekali didepan lalu pakai selamanya.

Semua data yang ada di dalam aplikasi Mekari Talenta akan terjamin keamanannya, karena kami memiliki kualitas keamanan standar ISO 27001 yang setara dengan bank. Talenta juga menggunakan teknologi enkripsi sehingga data-data yang tersimpan tidak akan dapat dilihat oleh pihak yang tidak berwenang.

Fitur Mekari Talenta:

Berikut beberapa fitur utama yang dapat membantu HR dalam mengelola sumber daya manusia suatu perusahaan.

  • Software attendance management: untuk mengelola cuti, absen, jadwal shift kerja, perhitungan lembur dan timesheet karyawan.
  • Aplikasi absensi online: untuk mengelola kehadiran karyawan tanpa perlu menggunakan mesin fingerprint.
  • Aplikasi HRIS: untuk mengelola database karyawan, proses rekrutmen hingga manajemen aset.
  • Software payroll: untuk melakukan penggajian lebih efisien dengan perhitungan yang akurat dan cepat.
  • Aplikasi slip gaji: untuk mengelola slip gaji karyawan dengan lebih aman dan mudah diakses kapan saja dan dimana saja.

Dengan fitur – fitur ini, HR dapat mengelola rekrutmen karyawan dengan lebih mudah, mulai dari job listing, penjadwalan interview, hingga onboarding hanya dalam satu aplikasi yang terintegrasi dan berbasis online.

Tertarik mencoba Talenta secara gratis? Kunjungi Talenta.co sekarang juga!


PUBLISHED08 Mar 2022
Guest Guest
Guest Guest